NovelToon NovelToon
My Chicken Girl

My Chicken Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Enemy to Lovers
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jindael

Seorang gadis biasa bernama Shim Hyeri akhirnya berhasil mewujudkan impiannya untuk pergi ke sekolah bergengsi di Daegu city. Sekolah yang sangat berpengaruh besar dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke sana. Mr Kim adalah seorang siswa tahun pertama yang berhasil menguasai sekolah dan bahkan guru tak berani melawannya atau menghukumnya. Ia adalah dalang dari semua aksi bullying yang terjadi di sekolah. Kim Hyeri yang disebut juga sebagai gadis ayam karena selalu memakai topeng ayam saat mengantar pesanan restorannya tak sengaja menolong tuan berpengaruh itu pada suatu insiden. Karena insiden tersebut, Mr Kim menjadi penasaran dengan gadis yang menolongnya dan berusaha mencarinya. Akankah Mr Kim menemukan pahlawannya dan bahkan menjadikan dia sebagai kekasihnya? Saksikan kehidupan Hyeri bersama Tuan berpengaruh di sini 👉👈.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jindael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan Sambil Belajar Hidup

Sepulang sekolah, Hyeri pergi ke rumah seseorang sesuai alamat yang di kirimkan. Jung Seori meminta dirinya datang ke rumah saja jika ingin bertemu dan akan mengirimkan alamat padanya. Hyeri menaiki angkutan umum untuk menuju ke sana. Saat turun di halte, dirinya mulai berjalan menelusuri jalan biasa sambil mencari rumah yang di maksudkan. “Alamatnya berada di Jalan Hongdang No 5 dari sini,” katanya setelah mengecek alamat tersebut. Gadis berseragam sekolah ini mulai menghitung rumah-rumah besar di daerah tersebut.

"1, 2, 3, 4, 5. Sepertinya yang ini," ucapnya setelah memastikan. Kawasan di sini sepertinya orang kaya semua, pikirnya sambil melihat ke sisi kanan dan kirinya yang sama-sama terdapat rumah mewah bahkan di seberang jalan juga.

"Wow!" Hyeri terkagum-kagum sebentar sebelum dirinya mulai mencoba menekan bel rumah mewah di depannya.

Tin Tong!

Sebuah layar di pagar pintu gerbang menyala menampilkan wajah orang yang berada di dalam rumah. "Cari siapa ya?" tanya seseorang dari dalam rumah.

"E... maaf, apa benar ini rumah Jung Seori?" tanya Hyeri sopan ke layar.

"Bi, itu tamuku, tolong buka saja." Jung Seori yang tahu jika itu Shim Hyeri langsung memberitahu sang bibi dan menyuruhnya. Pembantunya mengangguk lalu segera pergi keluar untuk membukakan pintu untuk tuannya.

"Hyeri, masuklah"! suruh Jung Seori di layar.

"Kak Seori!" Hyeri terkejut. "Baiklah kak," jawabnya.

Tak lama seorang wanita paruh baya keluar untuk membukakan gerbang.

"Silakan masuk, nona Jung sudah menunggu di dalam," ujar bibi padanya.

Hyeri mengangguk sopan lalu mengikuti wanita termasuk untuk masuk ke dalam.

"Hyeri, selamat datang!" Jung Seori yang senang langsung memeluknya membuat Shim Hyeri terkejut.

"Ayo Hyeri duduklah!" suruhnya langsung.

"Ah tak usah kak, aku kesini untuk mengembalikan ini," tolak Hyeri sambil memberikan sebuah bingkisan padanya.

"Apa ini?" Jung Seori membuka bingkisan yang baru saja di terimanya. Ya ampun Hyeri tak usah kamu kembalikan, ini semua untukmu

Hyeri menggeleng, "Ini sangat mahal kak, aku tak bisa menerimanya."

"Kamu memang gadis baik, tapi tolong terima saja ya kakak sungguh-sungguh," pintanya.

"Baiklah kak. Terima kasih," ucap Hyeri yang sungkan

"Ayo Hyeri duduklah, kita mengobrol sebentar," ajaknya lagi sambil menarik pelan tangannya.

Hyeri menurut dan duduk di sofa yang sangat empuk dan mewah itu.

Nona muda yang sangat elegan itu memanggil sang bibi untuk membawakan beberapa camilan untuknya. Sambil menunggu, kedua gadis ini mengobrol bersama. Banyak obrolan yang mereka bicarakan sampai sang bibi kembali dengan makanan dan dua minuman segar untuk tuannya.

"Makasih ya Bi," ucap Seori tersenyum kepadanya.

Sang bibi mengangguk lalu kembali pergi ke dapurnya.

"Hyeri silakan di coba," suruh Seori padanya.

Camilan mewah seperti macaron khas Prancis, dan beberapa kue kering berharga fantastis di sediakan di sana. Hyeri hanya menggeleng saat Jung Seori menawarinya.

"Kenapa apa kamu tak suka?" tanya Seori yang heran.

"Bukan itu kak, hanya saja kue-kue ini tak pantas di makan oleh orang biasa sepertiku. Makanan ini terlalu berharga bahkan harganya bisa untuk membeli beras untuk beberapa Minggu," jelasnya.

"Ckk dasar orang miskin, tak pernah makan makanan mewah ya seperti itu." Jung Somi yang baru saja pulang langsung memberikan hinaan pada Shim Hyeri dengan sinis. Kedua gadis yang duduk di sofa menengok ke belakang.

"Somi, jaga bicaramu kakak tak suka," tegur Seori langsung berdiri.

"Bodo amat! Yah Shim Hyeri sebaiknya kau cepat pulang sana. Jangan mengotori rumahku dengan aura kampungan sepertimu," balas Somi dengan kasar ke arah Hyeri. Ia pun berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya.

"Yah Jung Somi!" panggil Seori keras namun yang dipanggil mengabaikannya.

"Kak Seori, sepertinya aku pulang saja, ini juga sudah hampir malam," pamit Hyeri yang merasa tak enak.

"Aduh maaf ya Hyeri, pasti karena Somi ya," ucap Seori menyesal.

Hyeri menggeleng. "Tidak kok kak dan terima kasih atas waktunya. Aku permisi," pamitnya lagi.

"Baiklah Hyeri, hati-hati ya," ucap Jung Seori yang masih merasa tak enak. Haish anak itu kasar sekali, desisnya kesal menghadap ke arah kamar adiknya yang berada di lantai atas.

...____________🐔❤️🐔____________...

Hari Sabtu yang dinanti akhirnya tiba. Yeol yang sudah sembuh, sudah berdandan rapi dan siap untuk berangkat. Tuan muda ini memilih memakai baju pemberian Shim Hyeri dengan di balut jaket kulit di luarnya. Tanpa di duga ternyata Shim Hyeri juga memakai pakaian yang sama dengan di balut kardigan dan di padukan dengan celana jeans panjang.

Yeol sangat senang saat melihat gadis ayamnya sedang menanti kedatangan dirinya. Ia pun memiliki ide jahil untuk mengerjainya sebagai hukuman gadis ayam karena tak datang waktu itu.

Hyeri yang selalu mengikat rambutnya berdiri sambil menengok ke sekitar. Jam sudah lewat dari jam yang di janjikan tapi Yeol belum datang juga. Gadis ini menjadi khawatir jika Yoel akan membalas dendam padanya karena perbuatannya kemarin. Rasa gelisah mulai hadir padanya hingga tanpa sadar ia menggigit kuku jarinya.

Tuan muda yang masih bersembunyi terlihat tertawa kecil melihat gadis ayamnya terlihat gelisah di depan sana. Merasa cukup, Yeol keluar diam-diam untuk menghampirinya.

Shim Hyeri yang mulai kesal, memilih untuk berjalan pergi. Namun tak lama kemudian tiba-tiba ikat rambutnya di tarik oleh seorang dari belakang. Hyeri terkejut dan langsung menengok.

"Yeol!"

"Apa, kamu kira aku tak datang kah? Makanya kamu mau pergi begitu saja," tebak Yeol langsung.

"Iya kenapa kemarin kamu tak begitu juga? Kenapa harus menungguku hingga menyakiti diri sendiri?" jawab Hyeri yang kesal.

"Karena aku menyukaimu, apa salahnya berharap," balas Yeol menggodanya.

"Berhentilah menggodaku, sebaiknya kembalikan itu aku tak biasa dengan rambutku yang terurai," suruh Hyeri sambil meminta ikat rambutnya kembali.

Yeol mendesah. "Huh..., tapi kamu sangat cantik jika begitu. Tolong ya," pintanya.

"Sudahlah ayo pergi!" ajak Hyeri yang berjalan meninggalkan karena kesal.

"Eh tunggu dong!"

Si tuan muda yang tersenyum segera berlari menyusul sang gadis yang sudah berjalan cepat di depan.

Keduanya berkencan menuju jalan Donghae yang penuh dengan street food. Si tuan muda tampak menutupi hidungnya karena bau minyak di sekitar tempat itu. Yeol mengikuti ke mana Hyeri membawanya pergi. Ia bahkan tak tahu makanan apa yang sedang di beli oleh gadis ayamnya. Setelah membeli beberapa makanan murah meriah, Shim Hyeri mengajak Yeol untuk duduk di tepi trotoar.

"Yah kita makan di sini," panggil Hyeri yang segera duduk. Yeol tak langsung ikut duduk karena merasa tak nyaman.

"Kenapa? Lihat, semuanya juga begitu," tanya Hyeri padanya sambil menunjuk ke sekitar.

Hyeri yang sudah duduk, segera membuka beberapa jajanan yang di belinya. Ayo duduklah! tarik Hyeri padanya karena kelamaan.

Yeol duduk sambil melihat ke sekeliling di mana orang-orang sangat menikmati makanan berminyak itu bersama.

Cuaca siang sangat menyengat membuat si tuan muda kaya ini membuka jaketnya. Hyeri yang sedang memakan sate-satean, tersedak karena terkejut.

Uhuk uhuk!

"Yah pelan-pelan," ucap Yeol padanya sambil menyelipkan rambut sang gadis ke telinga.

"Yeol, kamu memakai itu juga," tunjuk Hyeri setelah minum.

"Apa, ini? Iya aku memakainya, memang kenapa?" tanyanya balik.

"Aku juga memakainya," jawab Hyeri sambil melepas kardigan yang menutupi kaosnya

"Apa ini? Kita benar-benar terlihat seperti pasangan sekarang," celetuk Yeol yang senang dengan keras.

Orang-orang yang berada di sekitar langsung tertuju ke arah dua remaja ini. Mereka semua menampilkan senyuman ke arahnya. Yeol yang merasa senang langsung memandangi sang gadis yang merasa malu itu.

"Jangan melihatku. Ini makanlah," suruh Hyeri sambil memasukkan sate-satean ke mulut Yeol

"Oo pipimu terlihat merah, gadis ayam," goda Yeol yang melihatnya.

Hyeri menggeser tubuhnya untuk menghindari tatapan Yeol padanya.

Di malam harinya, kedua remaja ini pergi ke pasar malam dekat area itu. Banyak permainan yang dimainkan oleh keduanya. Yeol juga merasakan serunya bermain di pasar malam yang tak kalah dengan taman hiburan. Ia sangat senang saat dirinya berhasil mendapatkan sebuah boneka dari hasil permainan yang coba ia mainkan. Boneka tersebut ia berikan pada Hyeri sambil tersenyum manis padanya.

"Untukmu saja," tolaknya lalu berjalan pergi.

Yeol segera mengejarnya. "Yah Shim Hyeri! Hyeri yaaaa! Ini untuk__" Belum selesai, gadis yang di panggil segera berbalik

"Apa? Diamlah! Seperti anak kecil saja," teriak Hyeri yang menatap matanya.

"Aku diam jika kamu mau menerima ini," ucapnya sedikit nyengir.

"Huh, baiklah aku terima." Hyeri akhirnya menyerah dan membuat Yeol makin tersenyum kearahnya. Mata pria ini tak sengaja menembak ke sesuatu yang rame di depan sana.

"O ada apa di sana?" pikirnya. Hyeri yang bingung ikut melihat ke mana arah pria itu menatap.

"Yah gadis ayam, kita ke sana!" tarik Yeol seketika. Mereka berdua berlari mendekat ke acara yang ramai itu.

"Wah apa itu?" celetuknya bertanya setelah sampai di tempat tersebut.

"Itu namanya bioskop lokal, bioskopnya orang biasa sepertiku," jawab Hyeri memberitahu.

"Berapa harga tiketnya? Aku mau nonton juga," tanyanya lagi dengan semangat.

"Itu di sana ada orang yang menjualnya," tunjuk Hyeri ke arah seseorang.

"Halo pria berbaju kotak-kotak!" Yeol yang mengerti segera memanggilnya.

"Saya?" Petugas tiket itu celingukan sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Ya kesini, cepatlah!" teriak Yeol padanya. Petugas tiket mengangguk dan berjalan menghampiri.

"Aku ingin menonton juga, berapa harga tiketnya?" tanyanya langsung.

"Murah meriah kak, cuma 15.000 satu orang. Untuk pasangan 25.000 saja," jawab si petugas tiket.

"Aku ambil yang pasangan, ini," ucap Yeol sambil memberikan uang lebih padanya.

"Maaf kak, uangnya kebanyakan, ada uang receh?" tanya petugas tiket yang merasa uang pembelinya kebanyakan.

"Hah?" Yeol terbengong tak mengerti.

"Maaf ini saja, dia orang kaya jadi tak tahu," ucap Hyeri menyela sambil memberikan uang pas padanya.

"Oalah pantes, makasih kak." Petugas tiket mengangguk mengerti dan pergi begitu saja.

"Yeol, kamu duduk dulu aku mau beli sesuatu," suruh Hyeri padanya.

"Jangan lama-lama," pintanya.

Si tuan muda duduk di karpet yang masih kosong di sana. Sedang menunggu Hyeri kembali, mendadak seseorang yang duduk di sebelahnya dengan sembarangan membuang kulit kacang hingga mengenai dirinya.

"Haish, apa ini?" Desisnya yang dengan jijik membuang kulit kacang yang ada di tubuhnya itu.

"O ada orang ternyata, maaf maaf. Ha-ha-ha." Seseorang menengok dan segera meminta maaf sambil tertawa karena film yang di tayangkan.

_Hati-hati dong," ucap Yeol sinis padanya. Namun sepertinya pria tersebut tak menggubrisnya.

"Yah Yeol kenapa denganmu?" tanya Hyeri yang baru tiba.

"Tidak ada," jawabnya menggeleng.

"Ini makanlah, lumayan buat teman nonton!" suruh Hyeri yang sudah duduk.

"Apa ini?" tanyanya penasaran.

"Kacang rebus, orang di sini kalau nonton ya ini camilannya," jawab Hyeri menjelaskan.

"Bioskop murahan sekali," ejeknya langsung dengan suara keras.

Semua orang yang di sana langsung menatapnya sinis ke arah Yeol. Hyeri pun langsung menunduk meminta maaf atas perkataannya.

"Hush diamlah!" suruhnya segera.

"Lagian kenapa tak pada pergi ke bioskop saja, tambah ini bukannya popcorn malah kacang rebus," protes Yeol padanya.

"Yeol, orang-orang sepertiku itu perlu menghemat biaya tak seperti dirimu yang sembarangan memakai uang. Orang-orang sepertiku ini juga harus pandai memakai uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka yang ada di sini malah sangat bersyukur bisa membawa keluarganya atau orang tercintanya untuk menonton bersama walau bukan di bioskop sungguhan," jelas Hyeri panjang padanya.

Tuan muda kaya ini mulai memperhatikan ke sekitar, memang benar yang dikatakan oleh gadis ayamnya. Semua orang yang berada di lapangan terbuka itu terlihat sangat bergembira dan menikmati tayangan di layar. Banyak tawa dari orang-orang di sekitarnya membuat Yeol merasa iri pada mereka karena bisa berkumpul bersama keluarga tercintanya.

"Sudah.... makanlah ini dan fokus ke filmnya," suruh Hyeri kembali.

Yeol mengangguk sambil menengok ke arah Hyeri yang sudah tertawa lebar sambil menggigit kacang dan sangat menikmatinya. Pemuda kaya ini mencoba ikut menikmati suasana sederhana itu di bawah sinar bulan.

Dari kencan itu, tuan muda jadi merasakan kehidupan orang biasa seperti Hyeri. Ia banyak belajar darinya untuk mencoba hal baru. Memakan jajanan serba murah, pergi ke pasar malam bukannya taman hiburan yang memerlukan biaya mahal, bioskop lokal tanpa adanya kursi khusus. Bahkan camilannya bukan pop corn melainkan kacang rebus yang di bungkus dengan koran.

................................🐓❤️🐓................................

...Bersambung...

1
🔵Ney Maniez
semangat upny author Jinda🙏🤗🥰
🔵Ney Maniez
waduhhh knp ayah ny hyeri 🤔🤔🤔🤔
🔵Ney Maniez
yeee usaha tdk mengkhianati hasil yeol....
congratulations
🔵Ney Maniez
semangat yeol💪💪💪💪
🔵Ney Maniez
kecanduan yaa 😂😂
🔵Ney Maniez
ekstra sabarrr hyeri
🔵Ney Maniez
enk bgt orkayyy tinggal minta
🔵Ney Maniez
sukur di hukum
🔵Ney Maniez
😂😂😂😂
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh,
Kamu harus menolong keluarga Hyeri 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Cobain dulu dong rasanya 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga Yeol dapat nilai bagus 👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yeol harus dihukum nih 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Yeol bakalan seneng nih kl tau guru privatnya Hyeri 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
dasar Yeol,kena hukuman kan 🤣
🔵Ney
knp jg datang hyeri 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
𝐀⃝🥀🥑⃟Jinda🤎🍒⃞⃟🦅❀∂я☘𝓡𝓳: wkwk namanya juga penasaran
total 1 replies
🔵Ney Maniez
di tunggu upny author quhh🙏🤗😍
🔵Ney
somiii😡😡😡😡
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
sekolah apa bully berleluasa, untung hyeri bisa manjat huhu salah org kalian kerjain.
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
orang yg ingin diindari malah itu yg dijumpai adeh masalah hyeri. marah besar tuh Mr.KIM.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!