"Dia milik ku...Kau membunuh ku."
Suara itu yang setiap saat, Ratna dengar setelah ia menikah dengan Bram.
Bram punya istri bernama Nilam, Namun Nilam hanya anak orang tidak punya. Atas perintah dari Ibu nya, Bram memulang kan Nilam kerumah orang tua nya. Padahal Nilam sedang hamil besar.
Seminggu setelah Nilam pindah, Bram menikah dengan Ratna. Nilam frustasi karena cinta nya yang amat besar pada suami nya.
Hingga kehebohan terjadi, Nilam di temukan mati di dalam kamar oleh orang tua nya. Perut nya memburai keluar, Bayi nya juga ikut meninggal. Seolah perut nya meledak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.27
Ratna mengguyur kepala nya dengan air yang sudah di taburi kembang tujuh rupa, Romo sering membuat kan nya air jampi jampian seperti ini. Untuk meruwat diri agar tidak di ganggu oleh mahluk halus.
Ketika mata nya tertutup karena air yang mengguyur wajah, Ratna merasa ada orang yang berjalan mendekati nya. Ratna sigap mengusap wajah nya dan melihat siapa orang tersebut.
Namun tidak ada siapa pun di dalam kamar mandi ini, Kalau pun Jin kodok yang mendatangi nya. Tidak akan hari masih petang begini, Lagi pula peliharaan nya itu sudah tewas. Ratna mengatahui siapa yang sudah membunuh Jin kodok, Dendam nya kepada keluarga Nilam semakin menjadi.
"Siapa yang berani mengganggu ku?" Batin Ratna kembali mengguyur kepala nya.
Aturan mandi kembang tujuh rupa adalah tujuh sebelah kanan dan tujuh sebelah kiri, Tidak boleh lebih dari itu. Ratna menyiram sambil menghitung dan mengusap lembut tubuh nya.
"Aarrrkhh!"
Betapa kaget nya ia ketika melihat kedalam bak air, Wajah Nilam sedang tersenyum kepada nya. Bukan senyum manis seperti semasa hidup, Namun senyum yang sangat mengerikan. Karena mulut Nilam sobek sampai ketelinga.
"Bangsat kau, Nilam! Berhenti mengganggu ku." Bentak Ratna sangat marah.
Air dalam bak bergejolak seperti mendidih, Perlahan kepala dengan rambut panjang itu menyembul kepermukaan. Jantung Ratna semakin berdebar karena kepala itu perlahan kini mengambang di permukaan dengan tubuh nya juga.
Nilam keluar dari dalam bak air dengan gaya patah patah, Kaki nya berderak ketika akan di pakai untuk berdiri. Kini wanita yang pernah Ratna santet sudah berdiri di hadapan nya.
"Mau apa kau setan?!" Pekik Ratna.
"Aku mau suami ku...Dia milik ku." Sahut Nilam menggema.
"Tidak akan pernah dia menjadi milik ku, Kau sudah di buang oleh Mas Bram." Ratna berkata penuh keberanian.
Greeep.
Tangan Nilam yang bau amis darah itu mencekik leher Ratna, Wanita ini megap megap karena tidak bisa bernafas. Nilam menyeringai lebar semakin menambah kengerian yang sangat luar biasa.
"Gara gara kau! Aku di buang itu karena ulah mu." Nilam melotot sehingga mata nya semakin keluar.
"Le...pas kan akuhh..Kau adalah istri yang di buang." Ratna masih bisa mengejek Nilam.
Buaaak.
Ratna menggeliat kesakitan karena pingang nya robek terkena pecahan bak yang terbuat dari keramik itu, Darah mengucur dari luka di pinggang nya.
Nilam semakin beringas karena melihat Ratna yang sekarang bisa ia jamah, Sebelum nya tidak bisa karena Ratna masih di lindungi Jin kodok. Saat pembantaian di tepi sungai, Nilam merasa bahwa Ratna sudah mati.
Jleeep.
Nilam memasukan tangan nya mengorek sesuatu dalam tubuh nya Ratna, Ratna menjerit histeris sangking sakit nya. Satu ginjal Ratna di ambil oleh Nilam dan di kunyah seperti barang yang sangat nikmat.
"Romo....
Ratna memanggil Romo sambil merayap keluar dan sebelah tangan menutupi luka di pinggang nya, Nilam tertawa mengikik melihat orang yang sudah menyakiti nya. Kini menderita kesakitan seperti itu.
"Ihihihiii...Ginjal mu tidak enak rasa nya." Nilam mengusap mulut nya.
Bahkan Ratna bisa melihat dari robekan pipi Nilam, Ginjal nya terkunyah habis di dalam mulut. Kesadaran Ratna hampir habis dan ia belum juga bisa membuka pintu kamar, Nilam menghilang karena mendengar suara langkah mendekati kamar mandi.
...****************...
Romo dan Bram duduk di ruang tunggu dengan perasaan yang tidak karuan, Ratna di temukan di dalam kamar mandi dengan kondisi yang sudah hampir meninggal. Darah nya banyak keluar, Untung mereka sigap membawa nya kerumah sakit.
Hanya Bram yang tidak tahu bahwa ini adalah ulah istri pertama nya, Kini Ratna sedang di tangani oleh para dokter. Awal nya mereka kaget karena Ratna sudah tidak memiliki ginjal yang lengkap.
"Aku mau ketoilet dulu, Romo." Pamit Bram.
Mertua nya hanya mengangguk sekilas dan kembali menunduk, Pikiran Romo sangat kalut. Nilam mulai leluasa menyakiti Ratna. Ia harus mencari pelindung lagi untuk putri nya.
Bram masuk kedalam toilet dan membasuh muka nya yang kusut, Sungguh hati nya sangat terluka melihat Ratna yang sudah berdarah darah seperti itu. Andai saja bisa di ganti, Bram akan meras diri nya saja yang menjadi di posisi nya Ratna.
"Bau apa ini?" Bram menatap kanan kiri.
Bau busuk sangat menyengat hidung, Bau nya seperti bangkai yang sudah lama di abai kan dan terkena hujan panas. Perasaan pria ini juga mulai tidak nyaman.
"Huhuhuu...
Dari pintu yang tertutup, Terdengar suara menangis sangat memilukan. Bram mendekati pintu tempat suara itu berasal, Hening sudah. Tidak ada lagi suara tangisan itu.
Ketika Bram akan pergi meninggal kan toilet, Suara menangis kembali terdengar. Bahkan ada suara bayi nya juga, Bram yakin bahwa ada orang di dalam bilik itu.
"Siapa di dalam? Apa anda perlu bantuan." Bram mendekati pintu.
"Uhuhuhu....
Suara tangisan itu semakin kencang saja, Bram berusaha membuka pintu agar bisa melihat siapa yang sedang menangis. Terlebih ada suara bayi nya, Bram ingin menawar kan kebaikan.
"Tega kamu tidak pernah melihat ku, Mas! Anak kita sangat merindukan mu." Isak wanita itu.
"Mbak, Mari kita cari suami sampean." Bram menawar kan bantuan.
"Uhuhuhu, Dia sudah bahagia dengan wanita lain! Dia lupa pada ku dan anak ku." Suara itu menyahut lagi.
Tampak nya wanita ini sedang berduka karena suami nya pergi bersama wanita lain, Bram kasihan juga mendengar nya. Apa lagi sijabang bayi terus menangis kencang.
"Ayo kita keluar, Mbak. Nanti bayi sampean sumpek." Ajak Bram.
Tidak terdengar jawaban lagi dari dalam bilik kamar mandi, Bram mundur karena melihat darah yang merembes keluar dari bawah pintu bahkan hampir mencapai kaki nya yang hanya menggunakan sandal.
"Mbak! Kamu kenapa, Mbak?" Pekik Bram ketakutan.
"Sakit Mas! Rasa nya sakit sekali perut ku." Rintih nya.
Brak, Braak.
Bram berusaha membuka pintu dan menggebrak nya keras, Tangisan nya semakin kencang saja. Bram sampai berupaya untuk mendobrak nya, Namun pintu itu sangat sulit untuk di buka.
"Buka pintu nya! Ayo kita periksa dulu keadaan mu." Bram sangat khawatir.
"Jangan Mas! Aku lebih baik tidak menampak kan diri di hadapan mu." Sahut suara itu.
"Apa maksud mu? Kau bisa celaka." Pekik Bram.
Suara tangisan wanita ini semakin menyayat hati, Nilam terluka karena Bram memang sungguh melupakan nya. Karena cinta nya yang sangat besar kepada sang suami, Nilam tidak mau menampak kan wujud nya yang sangat jelek.
Nilam hanya berusaha mengingat kan Bram tentang diri nya, Namun Bram memang sudah menghapus semua kenangan dan juga apa pun tentang Nilam.
Hallo guys, terus dukung othor ya.
Besok up 3bab.
ᴋᴇʀᴇɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀñʏᴀ...
jeng jeng
seru juga ceritanya thor 👍
setahu aku Semar mesem 🤔🤔