NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua Sebagai Istri Mafia

Kehidupan Kedua Sebagai Istri Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa / Balas Dendam / Konflik etika / Tamat
Popularitas:202k
Nilai: 5
Nama Author: Leticia Arawinda

Aku menjalani kehidupan yang baru setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku.
Beruntung ada seseorang yang menolongku dan memberikan kehidupan dengan identitas yang baru.
Akankah kehidupan ku kali ini akan lebih baik?
🌸🌸🌸🌸

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar gembira

Sebulan telah berlalu setelah kondisi pikiran ku yang kacau sudah membaik. Itu pun berkat Rafael yang selalu menjagaku di sela kesibukannya.

Meskipun kurasa sudah lebih baik tapi sekarang rasanya badanku cepat lelah.

Hari ini Rafael libur karena ingin meluangkan waktu untuk menemaniku seharian.

"Sayang, kita sarapan sekarang ya" ucap Rafael sambil memelukku dari belakang

"Iya sayang" jawabku dengan suara yang rendah

Rafael mengajakku untuk sarapan bersama karena selama ini kami sering melewatkan waktu sarapan bersama karena kesibukannya.

Di meja makan yang besar dengan beberapa makanan yang sudah mulai di hidangkan.

Kami duduk bersebelahan, Rafael berusaha membuatku selalu nyaman bersamanya.

"Sayang, kenapa di lihatin aja makanannya?" merasa khawatir

Hari itu rasanya aneh melihat makanan membuatku tidak berselera sama sekali.

"Huek.." merasa mual

Saat itu aku mencoba makan sesuap tapi mendadak mual dan rasanya sangat ingin muntah.

"Sayang, kamu kenapa?" Rafael sangat khawatir

Syut..

Drap..drap..

Kemudian aku langsung berlari ke wastafel yang tidak terlalu jauh dari tempat makan.

"Huek.. huek..emm.. haa.. haa"

Rasanya benar-benar tidak nyaman tetapi Rafael berusaha membuatku tenang.

Dia langsung menghampiriku dan mengelus punggungku.

"Sayang, apa kamu sakit?" menatapku dengan khawatir

"Sepertinya akhir-akhir ini badanku lemas" menjawabnya dengan lirih

Grep..

Rafael menggendongku dari depan dan membawaku menuju ke kamar.

"Max, panggilkan dokter sekarang!"

"Jangan sayang! sepertinya aku hanya perlu istirahat aja"

"Tapi..hemm baiklah" akhirnya mau menurut setelah menatapku

Rasanya ini terlalu berlebihan tapi jika itu Rafael pasti dia akan melakukan hal seperti ini saat dia tahu kondisi ku tidak sehat.

"Sayang, aku bisa jalan sendiri" ucapku sambil menatap wajahnya

"Sayang katanya kamu lemas, lagian kamu sangat ringan seperti kapas, pfftt" Rafael mencoba menggodaku sambil tertawa

"Kenapa kamu senang meledekku?hemm"

Memang tidak terlihat raut wajah yang merasa berat mengangkat tubuhku justru dia terlihat santai karena memang Rafael memiliki fisik yang kuat.

Dia menurunkan ku di ranjang dan memintaku untuk rebahan sampai merasa lebih baik sedangkan dia pergi keluar mencari Niken.

"Suruh pelayan untuk membuat bubur yang mudah di cerna" perintah Rafael ke Niken

"Baik Tuan"

Niken langsung bergegas melakukan apa yang di perintahkan.

Setelah itu dia kembali menemaniku.

"Sayang, maaf seharusnya kamu menghabiskan waktu libur yang menyenangkan tapi kondisiku seperti ini" ucapku merasa bersalah

"Istriku sayang, jangan merasa seperti itu justru aku senang bisa menemanimu di saat seperti ini. Bukan berarti aku senang melihat kamu sakit tapi karena aku ada di saat kamu membutuhkanku"

"Cup" Rafael mencium keningku

"Suamiku, aku sangat beruntung memilikimu" menyentuh wajahnya yang tampak sedih dan khawatir

Rasanya aku saat ini merasa ada yang janggal karena bulan ini aku belum datang bulan dan mengalami gejala seperti orang hamil.

"Haah?!" menutup mulutku dengan kedua tanganku karena terkejut mengingat itu

"Sayang kamu kenapa?" Rafael ikut terkejut

"Sayang, apa bisa minta pelayan bawakan testpack?"

"Apa?!"

Rafael sangat terkejut mendengar permintaanku sampai matanya berkaca-kaca.

"Ah, sebentar.. eum.. sayang jadi maksudnya?" Rafael menjadi gugup

"Belum pasti sayang, makanya aku butuh itu"

"Ya.. baiklah, sayang tunggu sebentar!"

"Tung.. gu" berusaha menahan Rafael untuk tidak membawakannya saat ini juga tapi dia langsung pergi

Drap.. drap.. drap..

Dia langsung berlari keluar dan meminta pelayan membawakan apa yang kuminta.

Seketika itu aku tertawa kecil melihat tingkah Rafael yang sedang gugup itu.

"Apa benar aku hamil? tapi kalau iya, apa Rafael akan senang dan menerima anak ini?" ucapku sambil mengelus perutku

Sementara itu Rafael di luar sangat heboh.

"Max! panggil pelayan kesini secepatnya.. eum..tunggu! nggak..biar aku saja"

"Bos, ada apa? kenapa bos aneh sekali?"

"Max, sepertinya Alexa hamil.. bukankah aku bakal jadi seorang ayah?" tersenyum cerah

"Selamat bos, tapi bos temani Nyonya saja biar saya yang mencari pelayan"

"Ya, minta bawakan testpack secepatnya, bawa dari semua merek yang ada, cepat Max!"

"Baik bos"

Rafael kembali ke kamarku dengan wajah yang tersenyum senang.

"Sayang kenapa menatapku seperti itu?" ucapku yang merasa malu

"Sayang, apa benar kita akan punya anak?" meraih tanganku dan menggenggam erat

"Aku juga belum tahu, tapi besok pagi mungkin kita akan tahu jawabannya"

"Hah?! kenapa bukan sekarang? aku sudah nggak sabar, sayang"

"Haha..sabar suamiku..setahuku waktu yang tepat untuk tespek saat pagi hari setelah bangun tidur"

"Hemm.. baiklah, aku harus sabar tapi sayang kamu harus banyak istirahat ya jangan sampai kelelahan"

Rafael sangat mengkhawatirkan kondisiku dan tampaknya dia sangat senang saat aku berfikir sedang hamil.

Tok.. Tok..

"Tuan dan Nyonya, ini saya" ucap Niken di depan pintu

"Ya, masuk"

Niken membawakan makanan untukku.

"Tuan, ini bubur untuk Nyonya" meletakkan buburnya di meja

"Niken berikan ke saya buburnya"

"Baik Tuan"

Rafael meminta Niken untuk menyerahkan buburnya kepadanya karena dia berniat untuk menyuapiku agar mau makan.

Setelah itu Niken kembali ke luar dari kamar kami.

"Sayang makan ya, kamu belum makan apapun" memasang ekspresi sedih

"Eum..baiklah"

Meskipun masih terasa sedikit mual anehnya aku bisa makan bubur yang di suapi oleh Rafael.

Bubur itu di buat tanpa adanya aroma yang menyengat dan mudah di cerna.

"Sayang, sudah cukup.. rasanya aku mulai mual lagi.. eum"

"Baiklah, padahal kamu baru makan sesuap! minum dulu ya tapi nanti kamu harus makan lagi ya sayang"

"Eung"

Ku pikir bisa makan lebih dari satu suapan nyatanya aku benar-benar tidak nafsu makan dan merasa mual.

Rafael sangat perhatian menjagaku tanpa lelah.

Keesokan harinya.

Waktu yang sangat ditunggu oleh kami setelah sangat penasaran dengan harapan kami.

Akhirnya aku memberanikan diri untuk melakukan testpack tapi aku di buat bingung karena Rafael memberiku banyak sekali bahkan semuanya berbeda merek.

"Haha.. apa dia penjual tespek?" tertawa di dalam kamar mandi

Aku memilih beberapa tespek yang hasilnya cepat dan akurat karena kemarin aku membaca sekilas di internet.

"Hah?!"

Aku sangat terkejut dan tidak menyangka hasil testpack pertama positif kemudian aku mencoba tes lagi dengan beberapa testpack merek lain dan semua hasilnya positif.

"Apa benar aku hamil? Kyaaa!" berteriak

Brak..

"Sayang kamu kenapa?" Rafael membuka pintu kamar mandi mendengar teriakanku

"Sayang lihat ini" menujukkan semua hasil testpack

"?"

Saat itu Rafael sangat senang sampai tidak bisa berkata-kata.

"Makasih istriku.." memeluk erat

Rafael memelukku dengan erat dan kebahagiaan ini membuat kami senang sampai kami menangis karena tidak menyangka kami akan mempunyai anak.

"Haha.. sayang apa kamu sesenang itu?" mengusap air mataku

"Sangat, aku benar-benar nggak nyangka akan menjadi seorang ayah, sayang makasih sudah memberikan kebahagiaan seperti ini, pokoknya kamu jangan melakukan hal yang membuatmu lelah, oke"

"Iya sayang"

Kabar gembira ini langsung tersebar di rumah yang mewah ini.

Semua yang bekerja dirumah ini sangat senang mendengar kabar kehamilanku.

Hal yang sudah sangat lama di nantikan akhirnya sebentar lagi akan hadir di rumah ini.

Anehnya saat ini perasaanku menjadi lebih sensitif dan merasa bersalah dengan Alexa yang asli tapi akal sehat ku tetap harus terjaga karena aku harus menjaga anak yang ada dalam kandunganku.

1
Adiba Bilqis
ada yang tau gak.?? cerita tentang seorang wanita yg mati dibom...yg nyelameti suaminya yg mafia...tapi gagal...dan akhirnya si wanita mati...setelah mati...dia tahu bahwa suami mafianya itu benar2 mencintainya...dan membalaskan dendam istrinya yg telah bunuh istrinya.
trus si istri hidup kembali mencoba untuk mencintai suami mafianya ituh.
ada yg tau gak judulnya apa.????
plis penasaran sama endingnya
Zhee Higuain
klu ga suka novel'y ga usah komen yg ga2,,,JD yg Laen mo baca jg ragu!!! ya klu ga suka tinggal kluar aja si,,,,
Sri Wahyuni
best
wirda oj
Luar biasa
Sri Wahyuni
👍👍👍👍💪💪💪
Aisyah Suyuti
seru
Amey Sumaidah
Luar biasa
Amey Sumaidah
Biasa
DIABAIKAN GAPAPA
No comment
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH BABI ANJING
Nitha Ani: klu gak suka keluar aj sana gak usah dibaca banyak bacot jg kau itu,/Panic//Panic/
total 1 replies
Bajul Sayuto
ini gimana alur ceritanya ANJING
Bajul Sayuto
cerita SAMPAH
halimah abdul hayes
Max suka fiona
Leny Leny
/Good/
tsuraya kenko
msh trs nyimak thor... marathon, krn sll penasaran gmn kelanjutannya
tsuraya kenko
br mampir... awal yg bagus thor
sgt rapi, ga ada typo
tsuraya kenko: eh loee yg nyampah dimari
total 2 replies
Q1n9 Yu3R
Luar biasa
Q1n9 Yu3R
sy tidak mngerti alur novel ini
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶: saya juga bingung...sungguh membagongkan ....
total 1 replies
Yuliana Aweq
super sekali
Dede Mila
ini masih flesbek ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!