Menjadi pewaris pertama perusahaan dan hotel membuat Kevin Pranadja memiliki sikap yang arogan dan pemilih. Ia adalah putra pertama dari Dion Pranadja dan Amora Marco.
Kevin suka mengambil keputusan sesuai hatinya tanpa memikirkan pendapat orang lain di sekitarnya, kedua orang tuanya bahkan sangat sulit mengatasi sikapnya itu. Dengan berat hati, Dion maupun Amora mengirimkan putra pertamanya ke Inggris untuk mengurus cabang Novotel disana.
Pendapatan Novotel di Inggris semakin meningkat, itu karena ada chef cantik yang bekerja disana. Ia adalah Veronica Jukler. Wanita cantik itu bekerja di Novotel sudah hampir 3 tahun. Wanita itu mirip seperti Amora yang memiliki daya tarik tersendiri.
Awal pertemuan Kevin dan Veronica kurang baik, keduanya terus saja bertengkar setiap kali keduanya bertemu. Sampai akhirnya Kevin baru mengetahui jika wanita yang menjadi musuhnya adalah chef di hotelnya. Akankah keduanya mengubah benci menjadi cinta???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan Dion dan Amora
Cahaya pagi menyinari jendela kamar Kevin, walaupun gorden belum terbuka tapi Kevin bisa merasakan cahaya itu menyinari matanya. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, lengannya mati rasa karena kekasihnya menjadikan lengannya sebagai bantal semalaman. Tapi rasa sakit itu seketika hilang saat ia menatap kekasihnya yang masih tertidur seperti bayi.
"Kau sangat manis saat seperti ini Vero." gumamnya.
Kevin mengecup keningnya dan perlahan lahan menarik lengannya yang mati rasa itu. Setelah berhasil melepaskan diri, ia turun dari ranjangnya lalu masuk ke kamar mandi. Cukup lama Kevin mandi, ia pun keluar dan terkejut mendapati kekasihnya masih terlelap disana. Ia kembali tersenyum dan mendekati kekasihnya.
"Kau yakin tidak ingin bangun sayang, kau akan terlambat bekerja." bisik Kevin.
Veronica akhirnya mengerjapkan matanya karena mendengar suara, ia membuka matanya perlahan dan terkejut saat melihat Kevin di depannya.
"Apa yang kau..."
Veronica menghentikan ucapannya setelah kembali pada kesadarannya.
"Maafkan aku..." sambungnya menyesal.
"Cukup sayang, kau sejak semalam selalu meminta maaf padaku. Sekarang bangun dan mandilah lalu kita sarapan bersama." ujar Kevin.
"Ya Tuhan, aku terlambat Kevin. Aku akan ke dapur sekarang." jawab Veronica.
"Tak bisakah kau mandi disini Vero, aku kekasihmu, mengapa kau masih saja terlihat canggung."
"Kevin, bagaimanapun kau adalah atasanku."
"Apa maksud ucapanmu Vero?" tanya Kevin.
"Aku tak punya maksud apa apa, hanya saja aku belum terbiasa." jawab Veronica.
"Ya Tuhan kau lucu sekali, kau bahkan sudah tidur bersamaku dua kali. Tapi kau tak mau mandi disini."
Wajah Veronica merona.
Kevin tertawa melihatnya, ia mendekati kekasihnya lalu mengecup pipinya. Seketika Veronica mundur.
"Kau gila, aku belum mandi." ujarnya seraya turun dari ranjang.
Kevin menahannya. "Aku tak menyukai kebiasaan burukmu sayang."
Veronica menatapnya. "Kebiasaan buruk?"
Kevin mengangguk. "Selalu lari dariku, itulah kebiasaan burukmu."
Veronica akhirnya tertawa, Kevin terkejut melihat wanita itu yang terlihat sangat cantik di pagi hari saat tertawa. Kevin menariknya lagi dan memeluk pinggangnya.
"Mengapa kau sangat cantik Vero?" tanya Kevin.
Veronica kembali terkekeh. "Apa kau biasa menggoda wanita saat pagi hari?"
"Kapan aku mengatakan padamu jika setiap pagi aku bersama wanita. Kau pertama untukku." jawab Kevin.
"Kau sangat berpengalaman tuan, tak mungkin ini pertama kali buatmu." goda Veronica.
"Aku selalu meninggalkan wanita wanita itu sebelum mereka bangun." jawab Kevin.
Seketika Veronica merasakan kecemburuan, ia melepaskan pelukan Kevin lalu mengumpat. Tentu saja Kevin tertawa mendengarnya.
"Apa kau percaya aku pernah seperti itu?" tanya Kevin.
"Masa bodoh, aku tak ingin mendengarnya." jawab Veronica sambil menekuk wajahnya dan membalikkan tubuhnya.
Kevin memeluknya dari belakang. "Percaya atau tidak, aku tak pernah melakukan itu Vero. Walaupun aku beberapa kali pernah memiliki kekasih, tapi ini pertama kalinya aku berbagi ranjang dengan seorang wanita. Kau spesial buatku."
Veronica memegang tangan Kevin yang ada di perutnya. "Apa yang spesial dariku?"
"Kau pemarah dan sangat galak." jawab Kevin.
"Tidak lucu Kevin." ujar Veronica.
Kevin mencium belakang telinganya. "Kau sangat lucu dan cantik."
Tubuh Veronica bergidik saat Kevin mencium belakang telinganya, ia cepat cepat melepaskan diri. "Aku mau mandi."
"Tetaplah disini, aku akan membelikan kau pakaian." ujar Kevin.
"Tak perlu, aku membawa pakaian ganti. Dan aku ingin ke restoran sekarang. Aku akan menunggumu saat sarapan." jawab Veronica. Sebelum Kevin memaksanya, ia kembali mengatakan. "Jangan berdebat lagi sayang, aku sudah terlambat."
Kevin terkejut saat Veronica memanggilnya "Sayang". Ia ingin mendengarnya lagi dari bibir wanita itu.
"Baiklah, aku mengalah tapi dengan syarat." pinta Kevin.
Veronica mengerutkan keningnya. "Syarat?"
Kevin mengangguk. "Panggil aku dengan kata sayang lagi." jawabnya.
"Tidak akan." ujar Veronica seraya lari dan keluar dari kamar itu.
Kevin mengumpat saat kekasihnya benar benar meninggalkannya tanpa memenuhi syaratnya.
"Lihat saja saat sarapan sayang, kau akan mendapat hukuman dariku." gumam Kevin.
*****
Pak Michael kembali ke Novotel setelah ia bertugas keluar kota, ia mendapat laporan dari Petter dan Leo soal pemegang saham yang menemui Kevin. Kevin memang putra sahabatnya, pria itu sama seperti ayahnya yang tak mudah diancam seseorang.
"Ini surat keluhan dari tuan Frans pak." ujar
Cristin.
Michael melihatnya dan membacanya dengan teliti. "Pria ini tak mau menyerah soal chef Vero. Tapi ini masalah pribadi, mengapa ia mencampur adukkan dengan saham perusahaan."
"Tuan Frans sangat baik dalam pekerjaan, tapi apapun yang ia inginkan selalu menjadi miliknya sampai akhirnya menemukan lawan yang sama kuat." jawab Cristin.
Michael tertawa. "Apa chef Vero benar benar menjadi kekasih tuan Kevin?".
Cristin menggelengkan kepalanya. "Belum pasti pak, tapi kabar yang aku terima, keduanya semakin dekat akhir akhir ini."
Michael menyunggingkan senyumnya. "Musuh menjadi kekasih, seperti drama saja. Tapi aku sudah tahu sejak awal jika tuan Kevin tertarik pada chef Vero. Tetapi sebaliknya, chef Vero sangat membencinya. Apa wanita itu mengubah hatinya? Lupakan saja, tangani tuan Frans sesuai keinginannya Cristin. Kita tidak akan bangkrut hanya karena pria itu menarik sahamnya asal pendukungnya tidak ikut mundur."
"Baik pak." jawab Cristin.
"Soal hubungan tuan Kevin dan chef Veronica, lebih baik kau berhenti menyelidikinya. Kita tidak berhak ikut campur urusan pribadi mereka, bagaimanapun tuan Kevin adalah pemilik utama Novotel, kau harus ingat itu." pinta Michael.
"Tentu pak." jawab Cristin lagi seraya pamit keluar.
Michael menghela nafasnya, ia harus menghubungi Dion Pranadja soal perkembangan putranya di Inggris, ia berharap sahabatnya itu lebih tenang sekarang karena sikap Kevin mulai ada perubahan dan itu berkat chef Veronica.
Cukup lama Michael menanti jawaban dari Dion, dan akhirnya pria itu menjawabnya.
"Kau mengganggu makan malamku pak Michael." jawab Dion.
Michael menatap jam tangannya dan sangat menyesal karena lupa mengeceknya sebelum menghubungi Dion.
"Ya Tuhan, aku minta maaf pak Presdir. Aku akan menutupnya sekarang." jawab Michael.
Dion tertawa. "Sepertinya ada hal yang mendesak sampai kau tak mengecek jam tanganmu Michael. Katakan ada apa?"
"Aku benar benar minta maaf Dion, kau lanjutkan saja makan malammu, nanti aku akan menghubungimu lagi." jawab Michael.
"Sudah terlambat, aku sudah berhenti makan. Katakanlah, istriku akan membunuhku jika tak mendengarnya sekarang."
Michael tertawa. "Sepertinya kau menggunakan pengeras suara, hai nyonya Amora, kau jangan terus menyiksa sahabatku." ejeknya.
"Diamlah, aku bahkan bisa menyiksamu Michael." ancam Amora.
"Ampun nyonya." jawab Michael sambil tertawa. "Baiklah, sepertinya kalian sudah tak sabar mendengarnya. Putra kalian sedang jatuh cinta." sambungnya.
"Apa???" jawab keduanya.
"Dan wanita yang ia sukai adalah chef Veronica." ujar Michael lagi.
"Kau yakin? Chef Novotel Inggris?" tanya Dion.
"Seratus persen yakin." jawab Michael.
"Tidak boleh, cukup aku saja yang boleh mencintai seorang chef." ujar Dion.
"Kau mulai lagi pak tua, chef Vero sangat cantik. Kita pernah bertemu wanita itu beberapa kali saat mengunjungi Inggris." ujar Amora.
"Dan aku tak ingin putra kita menyukai wanita itu sayang."
"Kenapa? Wanita itu juga pintar memasak dan aku pikir ia wanita baik."
"Kita tak tahu seperti apa keluarganya."
"Oh ayolah Dion, kita memiliki banyak koneksi. Kita bisa mencari tahu soal keluarganya."
"Aku memiliki firasat buruk soal ini Amora, aku tak setuju."
Michael terus mendengarkan perdebatan mereka, ia bahkan menjauhkan ponselnya dari telinganya. Dion dan istrinya terus berdebat sampai lupa akan keberadaan Michael.
"Michael, apa kau masih mendengar kami?" tanya Dion.
"Tentu saja, aku bahagia jika kalian terus bertengkar." goda Michael.
Dion mengumpat membuat Michael kembali tertawa.
"Kau akan berubah pikiran Dion jika aku mengatakan Kevin berubah setelah bertemu wanita itu. Putramu lebih ramah dan sangat menghargai orang di sekitarnya, sepertinya cinta mengubah segalanya. Dan itu mengingatkanku pada sahabatku." goda Michael.
Dion kembali mengumpat. "Aku berbeda, aku sangat jelas mencintai istriku yang memiliki latar belakang yang jelas."
"Kau tak tahu sebelumnya tuan Dion." jawab Amora.
"Tapi firasatku benar soal kau sayang."
"Aku tak perduli, kalau Kevin bisa berubah karena chef Vero, aku akan mendukungnya."
Lagi lagi perdebatan mereka membuat Michael tertawa. "Berhentilah, aku masih banyak pekerjaan. Sekian laporan dariku, jika kalian penasaran datanglah kemari untuk melihat perubahan putra kalian. Chef Vero adalah wanita yang cantik dan baik terlepas dari latar belakangnya yang belum jelas tapi satu hal yang harus kalian tahu, yang aku dengar chef Vero adalah putri seorang bangsawan Inggris yang terbuang."
"Apa...???" kembali keduanya terkejut.
"Jangan bertanya lebih lanjut, aku tak tahu detailnya. Dion, gunakanlah koneksimu untuk mencari tahu soal Veronica." ujar Michael seraya menutup ponselnya.
Michael tersenyum setelah menghubungi mereka, keduanya tak pernah berubah. Mereka saling mencintai tapi tak ada sehari pun tanpa berdebat. Itulah yang membuat Michael semakin mengagumi keluarga Pranadja. Dan ia yakin hanya dalam waktu paling lambat sebulan, keduanya akan datang ke Inggris.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
Bahagia selalu Dion dan Amora
Bilang aja sama Clinton kalo semalam tidur sama Kevin 😄😄😄🤭🤭🤣🤣
Peluk Kevin hehehe
Semoga Vero bisa jatuh cinta sama Kevin
Bucin deh kamu Vin
Cepet jadian ya Vero dan Kevin wkkwkq
Kalian pasangan serasi wkwkka
Kevin lama lama bucin sama Vero Hahhaha
Semoga Kevin cepat sadar
Kevin harus bisa berubah
Kevin harus bisa berubah
tapi lupa² ingat