NovelToon NovelToon
The Tyrant King'S Love Obsession

The Tyrant King'S Love Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Tiana Ayu novita

Dimulai dari Evalia dan teman sekampusnya mendaki ke gunung untuk sekian lamanya, tidak menduga menjadi awal kehidupan yang berubah.

Evalia terbangun sebagai gadis desa di suatu negeri yang tidak dia kenali dengan wajah jauh berbeda, dan sialnya dia malah membangun obsesi sang tiran perang.

apakah hidupnya kali ini adalah kesempatan kedua atau sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiana Ayu novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 14

Sejak mentari senja berubah menjadi gelapnya malam, Eva masih sibuk dirias oleh para pelayan. Banyak pelayan yang hilir mudik untuk menata Eva sejak tadi.

Eva sedikit tidak nyaman jika rambutnya di sanggul karena udara Odelions yang berbeda dengan Ilos, jadi dia meminta rambutnya di buat sebagian di gerai lalu di hias dengan beberapa permata yang dia bawa dari Ilos.

Semua pelayan cukup terpesona melihat tampilan Eva selesai di rias dan di pasangkan gaun.

Gaun bertema biru dengan campuran putih, di hias dengan kilau indah dari metalium yang dibuat menjadi bubuk yang berkilau, kalung yang berupa bunga edelwei yang di kristal sangat cocok untuknya.

"Anda sangat cantik nyonya, baru kali ini saya melihat kecantikan seperti ini". Pujian dari pelayan yang meriasnya keluar dengan baik, terlihat dari sorot mata pelayan itu benar-benar memujinya.

"Saya dengar hanya negeri Ilos yang memiliki gadis berkulit putih seperti ini, apa anda dari negeri Ilos?". Salah satu pelayan menatap Eva.

Belum Eva menjawab, salah satu pelayan mengatakan kalau Felix sudah ada di depan kamarnya.

Eva menghela nafas untuk menahan diri, jujur melangkah dengan gaun bukan hal biasa baginya. Walau gaun yang dipakainya sangat ringan karena dia membawanya dari Ilos, tapi tetap saja tidak nyaman.

Felix terdiam melihat penampilan Eva, memang benar kalau Eva di sebut bunga dalam hutan, bahkan Brian saja terdiam melihat kecantikan Eva.

Eva sendiri tidak tau apa pemikiran mereka dalam memilih warna pakaian kali ini sama atau hanya kebetulan, Felix yang biasanya memakai setelah hitam kali ini memakai setelan bertema sama dengannya, Biru dan putih. Ditambah kan pin pangkat militer dan simbol kerajaan miliknya, Dia terkesan berwibawa.

Felix mengulurkan tangan, bersiap mengandeng Eva menuju aula pesta perkenalan yang sudah disiapkan. Wajahnya terkesan mengejek dengan senyum miring di bibir menawannya, membuat Eva sedikit tidak senang menerima uluran tangan Felix.

Aula pesta sangat ramai berbagai bangsawan Odelions, baik pihak dalam maupun luar. Kaisar dan permaisuri sudah lama hadir untuk menyapa para tamu dan rekan kerjasama, terkhusus permaisuri yang sibuk mencari gadis yang cocok untuk putranya.

"PARA HADIRIN TAMU, MARI KITA SAMBUT PANGERAN MAHKOTA ODELIONS DAN CALON PUTRI MAHKOTA ODELIONS. PANGERAN FELIX ODELIONS DAN LADY EVANTHE".

Felix masuk keruang pesta dengan raut datar, Eva mencoba tersenyum di balik banyaknya tatapan penasaran dari para bangsawan Odelions.

Sebagai pembuka acara, Felix mengajak Eva menuju aula dansa. memainkan dansa pertama sebagai pemeran utama dalam pesta.

Musik bermain dengan lembut ketika mereka berdua mulai berdansa, tidak sulit bagi Eva yang punya kebiasaan dansa di acara lumbung panen setiap tiga bulan sekali.

"ku pikir kau akan menginjak kakiku, ternyata lumayan juga dansamu". Felix tersenyum miring.

"jika kau mau aku bisa saja sengaja menginjak mu, tapi aku masih ada kehormatan yang dijaga ". Eva berputar sesuai gerakan Felix.

Felix menangkap dengan mulus, gerakan tarinya mulai sedikit di percepat.

"Oh putri mahkota ku menjaga nama kekaisaran dengan baik ya". Felix tersenyum mengejek.

Eva hanya bisa mendengus, gerakan tarinya sengaja dia persulit agar Felix membuat kesalahan seperti menginjak kakinya, tapi bukan Felix yang mudah membaca pergerakan orang lain. Felix Menganti gerakan hingga Eva hampir terjatuh, dengan sigap pinggul Eva di tarik dan mendapat akhir dansa yang baik.

Wajah kesal Eva sedikit tertutupi mendengar tepuk tangan banyak nya tamu, dia harus bisa berpenampilan baik dan sopan Dimata orang yang tidak tau asal nya. Bisa bahaya jika mereka para bangsawan tau asalnya dari mana, dia sudah punya gambaran parasit yang menempel padanya.

Selepas dansa, Eva banyak didekati para lady dari berbagai keluarga, ada yang memuji kecantika Eva yang luar biasa, ada yang memuji setiap perhiasan dan gaun Eva yang sangat cantik.

"anda beruntung sekali bisa menjadi yang dipilih oleh pangeran mahkota, ku dengar beliau sangat tidak suka di dekati lady manapun, Bahkan mantan tunangannya", lady dari keluarga Elanders sedikit melirik lady di dekatnya.

"tentu saja dia beruntung sekali, siapa yang tidak akan terpesona dengan lady secantik anda. Bahkan kami saja masih kalah cantik dengan anda", kekeh lady dari keluarga Brams.

Eva tersenyum kecil, kalau tau asal dia dari mana apa pujiannya akan lebih luar biasa lagi. Dia tau beberapa pujian itu untuk menyindir lady yang terlihat kesal di dekatnya, sesuai rumor Felix sudah dijodohkan dengan seorang lady. Tapi karena hal ini, tentu saja dia membatalkan pertunangan.

Felix mendengar setiap laporan dari beberapa tuan muda yang seumuran dengannya, namun matanya masih fokus mengawasi gerak-gerik Eva. Karena dia harus waspada kalau Eva kabur saat acara, yang dia tau seperti apa kepribadian Eva.

Flery menatap dari jauh, untuk menjaga identitas agar tidak diketahui oleh eva. hatinya berdenyut ketika mengingat Eva berdansa dengan Felix, begitu banyak pujian bagi mereka sebagai pasangan serasi. Flery tidak terima sama sekali.

"nak sejak kapan kau disana, ibu mencarimu dari tadi", permaisuri mendekat pada Flery.

"aku hanya sedikit pusing di keramaian ibunda, ada apa memangnya?". Flery sedikit tersenyum.

Permaisuri menatap Eva, "kita harus cari cara agar gadis itu tidak menikah dengan anak sialan itu. Jika tidak, kesempatan mu untuk naik tahta akan gagal nak".

Flery hanya tersenyum untuk menutupi gelagaknya yang cemas, dia tau se obsesi apa permaisuri. Dia takut Eva dilukai olehnya, walau tau Eva dari Ilos sendiri. Asal peluang Felix naik tahta hilang, apapun dia rela lakukan.

Felix mendekati Eva, merangkul pinggang ramping Eva, tersenyum sopan untuk bisa menarik Eva menjauh dari para lady untuk bisa dia bawa ke taman kerajaan.

Eva sedikit menarik nafas lega ketika udara malam menerpa kulitnya, berlama-lama di dalam aula pesta membuat dirinya tidak nyaman. Udara Odelions tidak sesejuk Ilos, kulitnya jadi sedikit memerah karena tidak nyaman.

Felix meraih beberapa rambut Eva untuk di gulung menjadi sanggul yang rapih dan indah, membiarkan angin malam Odelions menyentuh kulit leher belakang Eva yang sangat panas.

"tidak ada kata terima kasih kah nona?" Felix tersenyum miring.

"terimakasih", Eva memalingkan wajah karena tidak suka melihat senyum miring Felix, terkesan mengejek dirinya.

Malam di Odelions sangat berbeda dengan Ilos. setiap malam, akan banyak kunang-kunang yang bisa dia lihat ketika melihat hutan, sekarang dia bahkan hanya bisa mendengar suara musik dari aula pesta.

Felix mengajaknya berjalan menyusuri taman, berbagai bunga baru menjadi penghibur bagi Eva. Bahkan dia baru tau ada bunga yang hanya bersinar di malam hari, dia hanya tau bunga tetes bintang merah. Yang bersinar dalam hutan sebagai petunjuk arah pulang menuju desa.

Eva sedikit senang melihat kolam kecil di taman, di duduk di tepi kolam dengan niatan untuk menyelupkan kaki ke dalam air, sensasi dinginnya air membuat dirinya lebih rileks setelah banyaknya berdiri dan berjalan.

"ada banyak hal yang tidak cocok antar Ilos dan Odelions ya", Felix duduk di samping Eva.

"Ilos terkesan lebih sejuk karena hutannya, tiap malam, juga masih banyak hewan sihir yang juga bernyanyi atau membuat kelap-kelip indah di hutan, jadi sedikit nyaman kalau untuk tidur". eva menatap pantulan bulan di air.

Felix berbaring di samping Eva, tangannya dijadikan bantalan dan mulai memejamkan mata.

"jika kau ingin kembali katakan aku sedang ada yang diurus sebentar, atau jika kau ingin kembali minta pelayan antar kau ke istana putri mahkota".

Eva mengangguk, dan membiarkan Felix terlelap disamping nya. Angin malam memainkan beberapa helai rambut Eva yang tidak terikat, dia menatap Felix dan pantulan bulan bergantian. Tampa sadar ada tatapan benci yang mengintainya.

...****************...

1
Alia Chans
saling support, sabi kali ya😍✍️👈
Wawan
Salam kenal Buat Eva ✍️
anggita
like iklan👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!