NovelToon NovelToon
EX WIFE'S REVENGE

EX WIFE'S REVENGE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romansa / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: lena linol

Zahra adalah wanita cantik yang sangat mencintai suaminya. Tapi, siapa sangka jika suaminya yang selama ini terlihat sangat mencintainya justru menghianatinya, di tambah lagi sang ibu mertua malah mendukung perbuatan suaminya yang berselingkuh.

Segala rasa sakit hati yang di terima Zahra akan segera di balaskan! Wanita itu akan memberikan pelajaran setimpal kepada suami dan ibu mertuanya yang sudah menorehkan sebuah luka yang sangat dalam di hatinya.

Tapi, siapa sangka di perjalanannya membalaskan dendam kepada suami dan ibu mertuanya, Zahra bertemu dengan seorang pria yang tak lain adalah teman masa kecilnya.

Lalu bagaimana kisah Zahra selanjutnya? Penasaran? Jangan lupa tekan SUBSCRIBE agar tidak ketinggalan update kisah ini. 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Zahra merasa sangat pusing karena pengurus Yayasan akan mengundurkan diri. Saat ini dia berada di dalam kamarnya, berjalan mondar-mandir sambil memikirkan mencari pengganti pengurus yayasan yang tepat. Sedetik kemudian ia menghentikan langkahnya seraya menjentikkan jari telunjuk dan jempol tangannya menjadi satu hingga menimbulkan bunyi yang sangat khas.

"Mbak Kokom," gumamnya seraya berjalan ke ruang ganti, ia akan menemui temannya itu. Ia sangat yakin kalau cocok dan sangat pas untuk mengurus yayasannya.

Selesai berganti pakaian, ia segera keluar kamar turun ke lantai bawah.

"Mau ke mana? Kamu baru pulang loh!" seru Melisa pada putrinya yang berlari menuju pintu rumah.

"Sebentar, Mami! Ada urusan mendesak!" jawab Zahra sambil terus berlari ke arah mobilnya yang masih terparkir di halaman rumah, untung saja Pak Satpam belum memindahkannya ke dalam garasi.

"Dasar anak itu!" gumam Melisa seraya geleng-geleng kepala.

"Huh!" Zahra menghela nafas panjang ketika sudah berada di dalam mobil. Ternyata berlari dari lantai atas menuju halaman rumah sangat menguras tenaga. Sepertinya dia harus banyak-banyak olah raga agar tidak gampang lelah. Zahra segera menghidupkan mesin mobilnya, satu menit kemudian, ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang keluar dari area rumah mewahnya menuju rumah Mbak Kokom.

"Aku juga lapar, Bu! Coba saja Ibu pintar mengelola keuangan semuanya tidak akan seperti ini!" kesal Wahyu kepada ibunya yang sangat boros.

"Apa-apaan kamu ini kok malah nyalahin Ibu!" sahut Ismi tidak kalah kesal. "Kamu yang salah karena mempunyai gaji yang kecil!" Ia malah mengomeli putranya.

"Buktinya waktu Zahra yang mengelola keuangan semua tercukupi dengan uang 3 juta 1 bulan, sedangkan ibu yang memegang semua gajiku habis dalam 2 minggu. Bukti nyata kalau Ibu nggak bisa ngatur keuangan!" Wahyu pun tidak terima di salahkan , dan tidak terima di marahi oleh ibunya.

"Sudah lah! Ngapain juga di bahas! Lebih baik kamu cari pekerjaan sampingan yang bisa menghasilkan banyak uang!" titah Ismi kepada putranya, namun, Wahyu hanya berdecap menanggapinya.

Zahra memarkirkan mobilnya di tepi jalan, tepatnya di depan ruko dekat gang sempit yang akan masuk ke dalam rumah kontrakan Mbak Kokom, hampir 2 jam berkendara membuat kaki dan punggungnya terasa pegal, untuk itu ia melakukan perenggangan badan sebelum turun dari mobil.

Zahra berjalan di gang sempit itu dengan langkah yang cepat. Namun saat ia sampai di depan rumah Mbak Kokom. tatapannya terhenti pada rumah bercat putih yang ada di samping rumah Mbak Kokom. Rumah yang dua tahun ia tempati bersama Wahyu dalam membangun biduk rumah tangga. Ia menghela nafas kasar, dia sudah tidak berasakan sakit lagi, justru sebaliknya, hatinya merasa plong. Tidak mau membuang waktu ia segera mengetuk rumah Mbak Kokom. Tiga kali ketukan, akhirnya pintu tersebut terbuka dari dalam.

"Mbah Zahra!" pekik Mbak Kokom ketika membuka pintu rumahnya, ia melihat wanita cantik berdiri di depan pintu. "Masuk ... masuk." Tanpa menunggu lama, ia mempersilahkan Zahra masuk ke dalam rumahnya kontrakannya itu.

"Nggak lagi sibukkan?" Zahra bernya ketika dia sudah duduk di kursi plastik seraya menatap Mbak Kokom yang duduk di sebelahnya.

"Nggak, Mbak," jawab Mbak Kokom.

"Oke, kalau begitu aku langsung to the point saja ya. Mbak, aku lagi butuh orang yang bisa mengurus yayasan yatim piatu, dan aku rasa Mbak Kokom adalah orang yang tepat. Mbak Kokom tenang saja, karena Mbak Kokom juga akan dapat gaji bersih, fasilitas kendaraan, rumah, kenyamanan, dan yang lainnya. Mbak Kokom bisa nggak?" jelas Zahra sekaligus bertanya kepada wanita yang berbadan subur itu.

Kokom terdiam sejenak, ia menatap Zahra serius, kemudian mengalihkan padangan, seolah sedang mempertimbangkan. Mengurus yayasan yatim piatu adalah sebuah profesi yang sangat mulia, tapi disisi lain dibutuhkan tanggung jawab yang sangat besar, tapi Mbak Kokom sudah mengambil sebuah keputusan itu.

"Ya, Mbak, aku mau," jawab Kokom pada akhirnya.

"Syukurlah." Zahra tersenyum seraya mengusapkan kedua tangannya di permukaan wajahnya.

"Tapi, apakah aku boleh tanya, Yayasan itu milik siapa?" tanya Mbak Kokom penasaran.

"Oh, itu milik teman kok," jelas Zahra, disambut anggukan kepala Mbak Kokom bertanda kalau dia mengerti.

"Besok sudah siap ya, Mbak? Nanti akan ada tiga orang yang membantu Mbak pindah ke sana," jelas Zahra.

"Iya, kalau aku siap aja Mbak, lagian di rumah juga nggak ada aktivitas selalin main tok-tok," jawab Kokom sambil tersenyum meringis.

Zahra tersenyum seraya berterima kasih banyak kepada wanita tersebut. Setelah urusannnya selesai, ia berpamitan pulang karena hari sudah malam.

Mbak Kokom akan mengantarkan sampai depan gang, namun saat baru sampai di depan rumah, langkah mereka terhenti saat Wahyu menghalangi.

Awalnya Wahyu ingin menjemur pakaian yang baru saja selesai di cuci oleh ibunya, tapi tatapannya mendadak berpaling saat melihat Zahra keluar dari rumah Kokom, jadilah ia segera berlari mencegat langkah wanita itu.

"Hei, nggak tahu diri! Pergi kamu dari sini!" usir Kokom pada Wahyu yang semakin berjalan mendekati Zahra.

"Diam Gembrot! Aku nggak ada urusan sama kamu!" Wahyu menunjuk Kokom penuh emosi.

"Lalu urusannya sama Mbak Zahra begitu, sama aja urusannya sama aku!" balas Mbak Kokom seraya menepuk dada dengan rasa kesal, lalu menghadang di depan Wahyu seraya merentangkan kedua tangannya dengan lebar.

"Mbak Zahra, hitungan ketiga segera kabur dari sini, aku akan mencegah cecunguk sialan ini agar nggak mengejar kamu," bisik Kokom pada Zahra yang berdiri di belakangnya.

"Siap, Mbak, makasih banyak ya." Zahra berkata penuh haru karena wanita sudah sangat peduli dengannya, dan selalu melindunginya.

"Halah! Minggir kamu!" sentak Wahyu berusaha keras untuk menggeser badan Kokom akan tetapi ia tidak bisa, badan Kokom terlalu besar. "Dasar gajah!" umpat Wahyu menatap tajam Kokom.

"Nggak apa-apa gajah yang penting punya hati yang baik, dari pada muka kayak malaikat tapi hatinya kayak iblis!" balas Mbak Kokom dengan santainya.

"Ngledek kamu!"

"Idih! Udah tahu tanyeakkkkkkk," jawab Mbak Kokom mencibr Wahyu sambil tertawa pelan.

"Sialan! Minggir!" sentak Wahyu sambil mendorong Mbak Kokom ke samping.

"Dalam hitungan ketiga aku akan menyingkir, satu ... dua ... tiga ... kaburrr!!!!" teriak Mbak Kokom pada Zahra.

Zahra yang sebelumnya sudah mengambil ancang-ancang langsung melarikan diri dari sana dengan sangat cepat.

Sedangkan Mbak Kokom langsung menggeser badannya, membuat Wahyu yang masih berusaha mendorongnya langsung nyungsep di atas tanah dengan posisi nungging.

"Mampus! Kapokmu kapan!! Ha ha ha ha." Mbak Kokom menunjuk Wahyu yang nyungsep sambil tertawa puas.

"Sial!" umpat Wahyu, ia segera menegakkan badan, sembari mengusap wajahnya yang terasa sakit, tapi yang membuatnya semakin merasa geram adalah saat ada taik ayam menempel di ujung bibirnya. "Huek ..." Wahyu mual mencium tangannya yang menyentuh taik ayam itu yang baunya sangat menyengat.

"Wk wk wk wk, itu rejeki namanya! Bye ..." Mbak Kokom segera masuk ke dalam rumahnya, tanpa memedulikan nasib Wahyu yang malang.

"Brengsek!" umpat Wahyu.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, wk wk wk wk.

***

Ngakak sama Mbak Kokom, dan selamat untuk Wahyu karena dapat rejeki yang tak terduga, wk wk wk.

Like, komentar, Vote, dan tonton iklan sebanyak 10 kali kalau mau ngasih hadiah untuk Emak, makasih semuanya.

1
Ellya Muchdiana
Biasa
Ellya Muchdiana
Buruk
Gabriel Orlando
sederhana tapi butuh uang sebagai pendukungnya 🤭😁
Gabriel Orlando
bukan kamu yang kurang Zahra tapi suamimu yg kurang ajar dan kurang normal 🤭😁
Gabriel Orlando
benar menjijikan bibir bekas orang lain
Gabriel Orlando
makan tu cinta 🤭😁
KaylaKesya
terbaek thor🥰💪
Nida Aulia Mukhsirin
😄😄😄😄Lucu mbk kokom
Cheng Nyo
Luar biasa
Maya Sari
karya yg bagus
Rafa Pratama
👍👍👍👍
Aurell And Friends
sedang d baca.. nunggu kelanjutannya nih Thor.../Rose//Rose//Rose/
Aurell And Friends
sudah baca Thor...good..good.../Kiss//Kiss//Kiss/
Aurell And Friends
sudah baca Thor..Bagus ceritanya /Ok//Ok//Ok/
Rahma Wati
Luar biasa
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
Zahra Cemen balas dendam pake kuasa ortu
bukan dgn skill sendiri
Atoen Bumz Bums
Zahra bego
seharusnya jgn bedandan dulu buat Wahyu ilfil biar cepet proses cere nya
Yumma Proling
🤣🤣🤣🤣🤣
-the'XXI✓
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!