NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Melody menatap Kaisar dengan mata bulatnya yang besar, mencoba terlihat galak padahal wajahnya malah jadi sangat menggemaskan dengan pipi yang sedikit memerah.

​"Gak sengaja! Gak modus! Suwerrr dehh!" ucap Melody cepat sambil mengangkat dua jarinya membentuk tanda peace, seolah sedang disumpah di pengadilan. Ia takut setengah mati kalau Kaisar mengira dia kembali ke mode "fans fanatik" yang sengaja menabrakkan diri.

​Kaisar tidak membalas. Ia hanya menatap Melody datar selama beberapa detik, lalu melepaskan pinggang gadis itu dengan kasar dan berjalan melewatinya begitu saja tanpa sepatah kata pun.

​"Dih, dasar kutub utara berjalan!" gumam Melody sambil menghentakkan kakinya.

​Ia pun melanjutkan misinya menuju ruang olahraga. Kaisar terlihat berjalan ke arah berlawanan, jadi Melody merasa aman karena tidak ada lagi aura intimidasi di sekitarnya. Namun, begitu ia sampai di ambang pintu ruang olahraga yang remang-remang karena lampu sudah dimatikan sebagian, bulu kuduknya tiba-tiba berdiri.

​Di pojokan ruangan, dekat tumpukan matras, ada seorang pria paruh baya yang merupakan guru olahraga mereka. Pak Kumis—begitu murid-murid menyebutnya—terkenal sering "tidak sengaja" menyentuh siswi perempuan dengan cara yang bikin risih.

​Melody melihat HP-nya tergeletak di atas bangku panjang. Ia berniat mengambilnya diam-diam lalu kabur, tapi telat. Pak Kumis sudah menyadari kehadirannya.

​"Eh, Melody... kok belum pulang, Sayang?" tanya pria itu dengan nada bicara yang dibuat-buat manis, sambil berjalan mendekat dengan tatapan yang sangat tidak sopan, menyapu dari atas sampai bawah tubuh Melody.

​Melody langsung waspada. Jiwa preman Asha-nya mulai siaga satu. "Cuma mau ambil HP, Pak. Permisi," jawabnya singkat sambil menyambar ponselnya.

​Tapi pria itu justru menghalangi jalan keluar Melody dengan merentangkan tangannya di pintu. "Buru-buru amat. Habis tampil cantik di panggung tadi, bapak mau kasih hadiah buat murid paling berani... gimana kalau kita ngobrol dulu di dalam?" ucapnya sambil mencoba menyentuh bahu Melody.

"Kagak ah, Pak! Saya buru-buru mau pulang, udah dijemput sultan!" tolak Melody mentah-mentah sambil mencoba menghindar.

​Namun, guru itu justru kehilangan kendali dan menarik paksa lengan Melody. "Banyak gaya kamu! Sini ikut Bapak!"

​"Hehh! Kekerasan banget sih ini! Lepasin kagak?!" pekik Melody berusaha melepaskan cengkeramannya.

​"DIAM!" bentak guru itu dengan suara menggelegar yang memantul di dinding ruangan.

​Seketika Melody terdiam. Tubuhnya bergetar bukan karena takut, tapi karena ia paling benci dibentak. Ingatan masa lalunya sebagai Asha yang mandiri mendadak mendidih. "Berani ya lo?! Fix, cabul lo ya?!" teriak Melody sambil melayangkan tendangan maut tepat ke tulang kering pria itu.

​"AKHH!" Pria itu mengerang kesakitan, refleks melepaskan tangan Melody.

​Melody langsung berbalik untuk kabur secepat kilat menuju pintu. Tapi pria itu sudah gelap mata. Dengan gerakan kasar, ia menjangkau rambut panjang Melody yang tergerai dan menjambaknya dengan kuat hingga kepala Melody terdongak ke belakang.

​"Mau lari ke mana kamu, hah?!"

​"Lepas, bangsat!" teriak Melody kesakitan.

​Guru itu mendorong tubuh mungil Melody dengan tenaga penuh ke arah rak alat-alat olahraga yang terbuat dari besi.

​BRAKKK!

​Tubuh Melody menghantam rak itu dengan sangat keras sebelum akhirnya terpental ke lantai semen. Bunyi benturan itu terdengar mengerikan. Rasa sakit yang luar biasa menjalar dari punggung hingga ke seluruh sarafnya, membuat tulang-tulangnya terasa seperti copot dari tempatnya.

​Pandangan Melody langsung berkunang-kunang. Langit-langit ruangan seolah berputar hebat. "Sakit..." rintihnya lirih sebelum akhirnya kegelapan merenggut kesadarannya. Melody pingsan dengan posisi meringkuk mengenaskan.

​Guru itu bukannya takut, malah menyeringai puas melihat korbannya tak berdaya. Ia mendekat perlahan, tangannya mulai terjulur ingin menyentuh wajah Melody yang pucat.

​"Nah, kalau begini kan tenang..." gumamnya menjijikkan.

​Tangan menjijikkan guru itu baru saja menyentuh kancing teratas seragam Melody ketika sebuah dentuman keras menghancurkan pintu ruangan.

​BRAKKK!

​Pintu kayu itu terlepas daRi engselnya, menghantam lantai dengan suara yang memekakkan telinga. Di sana, berdiri Kaisar. Sosoknya yang jangkung menutupi cahaya dari koridor, menciptakan bayangan panjang yang jatuh tepat di atas tubuh Melody yang tak berdaya.

​"K-Kaisar? Ngapain... tumben ke sini?" gumam sang guru dengan suara bergetar hebat. Ia buru-buru menarik tangannya, berusaha berdiri tegak meski keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya.

​Kaisar tidak menyahut. Matanya yang biasanya sedingin es kini berubah gelap, sepekat lubang hitam yang siap menelan apa pun. Pandangannya jatuh pada Melody yang tergeletak pucat dengan seragam yang sedikit berantakan. Saat itu juga, aura di dalam ruangan mendadak turun hingga titik beku. Aura haus darah yang begitu pekat—ciri khas seorang psikopat yang terbangun dari tidurnya—keluar menyelimuti seluruh ruangan.

​Kaisar berjalan mendekat. Langkah kakinya terdengar pelan, berirama, namun terasa seperti detak jam kematian bagi sang guru.

​"Tangan itu..." suara Kaisar terdengar sangat rendah, hampir seperti bisikan iblis yang merayap di kulit. "Tangan itu yang menyentuhnya?"

​"Kaisar, tunggu! Bapak bisa jelaskan—"

​BUGH!

​Tanpa aba-aba, satu tinju mentah mendarat telak di rahang sang guru hingga pria itu tersungkur menghantam matras. Kaisar tidak berhenti. Ia mencengkeram kerah baju pria itu, mengangkatnya dengan satu tangan seolah pria itu tidak lebih berat dari tumpukan sampah.

​"Kau menyentuh milikku," desis Kaisar. Tatapannya kosong, tak ada emosi manusia di sana, hanya kekosongan yang mengerikan.

​BUGH! BUGH!

​Kaisar menghantam wajah pria itu berulang kali dengan presisi yang mematikan. Suara tulang yang retak beradu dengan erangan kesakitan sang guru, namun Kaisar tetap diam. Ia tidak marah, ia tidak berteriak; ia hanya sedang menghancurkan sesuatu yang dianggapnya mengganggu.

​Setiap pukulan yang dilayangkan Kaisar bukan sekadar amarah, tapi eksekusi. Saat pria itu sudah terkulai lemas dengan wajah hancur, Kaisar menghempaskannya ke lantai seperti barang rongsokan. Ia kemudian merogoh saku, mengeluarkan sapu tangan putih dan mengusap tetesan darah di buku jarinya dengan sangat tenang.

​Ia berbalik, mendekati Melody. Aura membunuhnya menghilang seketika, berganti dengan ketegangan yang asing. Kaisar berlutut, menyampirkan jaket hitamnya untuk menutupi tubuh Melody, lalu menggendong gadis itu dengan gaya bridal style.

​Kaisar menatap wajah pingsan Melody sejenak. lalu melangkah keluar meninggalkan ruangan yang kini berbau darah dan teror.

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!