Sosok wanita Cantik dan Ceria bermata biru menjalani harinya dengan semua masalah yang ada, Kisah misteri dan juga Asmara yang datang silih berganti ikut menyertai.
Teman dan musuh tak bisa terlihat dengan nyata, bahkan cinta dan obsesi sulit untuk dibedakan.
Lalu bagaimana semua bisa terlewati, bahkan kematian menyertai perjalanannya, bagaimana kisah ketegangan penuh trik dan intrik akan berakhir, dan misteri terungkap dengan segala tipu daya, bahkan kekonyolan yang ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerahkan
Langkah kaki terlihat tergesa memasuki pelataran kampus, bisa dibilang ini sangat aneh karena seorang dosen yang sudah dikenal namanya datang lebih pagi dari kebiasaannya.
Prof Mark kini sudah berada di ruangan kerjanya, tampak menuju ke sebuah loker yang terkunci rapat dan segera membukanya, beberapa berkas di mobil dan dimasukkan ke dalam tasnya.
Kembali langkah itu pergi meninggalkan lingkungan kampus menuju ke tempat pertemuan dengan seseorang, duduk dan menunggu saat ini yang bisa dilakukan oleh prof Mark.
*
*
Sementara itu, dari sebuah Apartemen mewah nampak suara deru langkah, lebih tepatnya seseorang tengah berlarian.
"Aw!, Sialan, kenapa juga aku bangun telat gini sih?" Ucap seseorang dengan wajah yang sudah meringis kesakitan karena kaki yang tak sengaja terantuk pinggiran pintu.
Secepat yang dia bisa, kini Ailina sudah berlari menuju pintu Apartemen mewah yang baru di tempati nya.
"Oh my God, Kak Aftan!" Teriaknya.
Tak ada sahutan atau reaksi apapun, Ailina makin kesal karena tidak juga bisa membuka pintu, lalu segera berlarian ke kamar sebelah dan mengetuknya.
"Kak, password!" Teriak Ailina berharap segera ada jawaban.
Tak mau ambil pusing lagi, segera Ailina membukanya, dirasa Aftan sudah terlalu lama, dan_
"Astaga!, Kak!" Teriak Ailina.
BRAK
Kembali pintu di tutup dengan cepat oleh Ailina yang terkejut karena melihat tubuh polos bagian atas Aftan yang hendak memakai bajunya.
"Kenapa, kalau mau lihat buka saja!" Teriak Aftan dengan senyum miringnya,
"Dasar!, Kak aku ingin keluar, kasih password pintunya!" Teriak Ailina.
Aftan lalu segera keluar, berjalan mendekati Ailina yang sudah nampak bersiap.
"Kemana se pagi ini?" Tanya Aftan.
"Ck, ada keperluan kak, cepatlah" Ailina sudah tak sabar lagi.
Aftan hanya melihat sejenak, dari ujung kepala sampai ujung kaki, tak ada lagi yang perlu di tanyakan karena memang kenyataanya Ailina memakai baju rapi yang biasa di pakai saat kuliah.
"Namamu" ucap Aftan dengan malas sambil berlalu.
"What?"
"Namamu Ai, itu password nya"
"Oh" sahut Ailina.
segera mencoba dan akhirnya berhasil, Ailina segera teriak mengucap salam dan melesat pergi.
Sementara Aftan hanya berjalan tenang, duduk dan mengambil ponselnya untuk melihat sebuah pergerakan dalam GPS yang terkoneksi dengan ponselnya.
"Hem, mau kemana sepagi ini?" Batin Aftan sambil terus memperhatikan.
*
*
Langkah kaki akhirnya berhenti, saat sampai di sebuah kursi yang sudah di persiapkan dan ada seseorang juga menunggu di sana.
"Maaf Prof, saya terlambat" ucap Ailina.
"Tidak apa-apa, maaf merepotkan mu" profesor Mark tersenyum sambil membenahi posisi duduknya.
Ada keraguan sejenak sebelum Prof Mark ingin mengambil sesuatu dari tas nya, lalu menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan keamanan.
Ailina mengamati, dirasa cukup aneh sekali sikap dosennya, namun Ailina hanya terdiam, tidak berani untuk menanyakan mengingat betapa seriusnya wajah itu berubah tiba-tiba.
"Bawa ini, dan pelajari, aku berharap bisa bermanfaat nantinya" ucap sang profesor dengan tergesa.
"Apa ini?" Tanya Ailina tak tahan lagi untuk bertanya.
Tidak terduga, Prof Mark bukannya menjawab, namun justru berdiri dan segera pergi dari sana.
Ailina terkejut dan bingung, langkah sang profesor begitu cepat, ingin berteriak memanggil juga tak mungkin karena banyak orang yang mulai berdatangan memesan sarapan di restoran itu.
Tidak segera beranjak, Ailina masih mengamati sebuah map coklat yang kini berada di tangannya.
"Sebaiknya sekalian aku pesan sarapan pagi saja" batin Ailina lalu segera melambaikan tangan untuk memanggil pelayan.
Di bukanya perlahan Map itu dan dilihat isinya, Ailina mengerutkan kening, sedikit di baca dan nampak reaksi terkejutnya.
"Ini sebuah riset yang luar biasa, tapi aku masih belum memahami sebagian" gumam Ailina terus membuka lembar demi lembar.
"My God, ini benar-benar gila" gumamnya lagi.
Ailina sampai membekap mulutnya sendiri, tak percaya dengan apa yang di bacanya saat ini, ada sebagian yang belum dia mengerti, karena memang Ailina masih baru saja menuntut ilmu di awal semester, namun bisa di simpulkan bahwa riset penelitian yang di lakukan oleh Prof Mark benar-benar sangat mengerikan.
Pesanan datang dan Ailina segera memasukan semua berkas itu ke tempatnya kembali, lalu menyimpannya di dalam tas ransel yang dibawanya.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Ailina segera pergi dan membuka ponselnya setelah mendapati banyak notifikasi pesan yang sedari tadi berbunyi.
"Aku sudah ada di kampus kak, ada apa?" Ailina segera mengangkat ponselnya yang berdering.
"Jangan membohongi ku, kenapa masuk ke dalam Restoran?" Tanya seseorang yang membuat Ailina terkejut.
Ailina tak menjawab, langsung mematikan ponsel dan masuk ke dalam taksi meluncur ke kampus dengan segera.
Ada gemuruh di dada Ailina, tentu saja merasa emosi karena sudah bisa menduga kalau Aftan pasti memasang alat pelacak pada dirinya.
Langkah Ailina semakin cepat memasuki area kampus, dan kurang beberapa meter saja sudah sampai di tempat Aftan yang tengah berada di sebuah taman yang masih sepi.
Ailina mengangkat tangannya, dan membuat gerakan hingga sebuah meja terdorong dengan keras.
Aftan tak kalah cepat, menahan serangan Ailina yang ditujukan padanya, keduanya kini terlibat dalam pertarungan supranatural yang tak terlihat, mata biru Ailina mulai terpancar dan Aftan melompat mundur memperingatkan.
"Kendalikan dirimu Ai!"
"Kak Aftan keterlaluan!" Terbuka Ailina masih dengan kekesalan.
Tubuh Aftan mulai goyah, dan dengan kecepatan tak terlihat melompat dan mengunci tubuh Ailina.
"Lepaskan kak!" Teriak Ailina.
"Hentikan kekuatan mu, jangan gila, ini tempat umum!" Aftan memperingatkan.
"Aku kesal, kak Aftan keterlaluan!" Teriak Ailina masih tak terima.
"Hentikan!" Teriak Aftan.
Ailina makin melawan, berusaha lepas dari rengkuhan Aftan yang mengunci tubuhnya hingga masih tak bisa untuk bergerak lagi.
"Okey aku minta maaf!" Ucap Aftan akhirnya, tak ingin membuat semuanya menjadi runyam.
Ailina tak lagi meronta, dan Aftan melepaskan perlahan, sedetik berikutnya Ailina segera menyambar ponsel yang ada di sakunya.
"Kembalikan Ai, apa yang kau lakukan!" Teriak Aftan terkejut.
"Sebutkan!" Terik Ailina mengancam.
"Ck, kau ini apa-apaan!" Teriak Aftan berusaha merebut ponselnya.
"Sebutkan password nya atau akan menghancurkan ponsel kak Aftan" kali ini Ailina begitu serius mengucapkan.
"Tanggal lahir mu" ucap Aftan.
"What?!" Ailina terkejut dan segera memasukan tanggal lahirnya.
Akhirnya ponsel bisa terbuka, dan segera Ailina melihat ke Akses tertentu untuk membuang pelacak yang ternyata benar ada disana.
"Kak Aftan keterlaluan, aku tidak suka kak Aftan melakukan semaunya sendiri" Protes Ailina.
"Itu demi keselamatan mu" sahut Aftan yang kini sudah menerima ponselnya kembali.
"Tapi itu melewati batas kak"
"Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu Ai, itu saja, apa itu salah?"
"Salah, jika caranya seperti itu"
"Lalu apa yang harus aku lakukan?, Tidak mungkin aku mengikuti kemanapun kamu pergi, walaupun ingin sekali melakukan itu"
Aftan segera mengambil duduk dengan nyaman kembali, sambil meneliti ponsel yang baru saja di otak Atik oleh Ailina.
"Kak, please, kedua kakakku saja tidak pernah melakukan hal ini padaku, kakak terlalu posesif menjagaku, ini tidak benar!" Teriak Ailina masih kesal.
"Karena aku berbeda!" Sahut Aftan.
"Apa maksud kak Aftan?"
Ailina terkejut dan tidak memahami apa maksud dari kakak sepupunya.
Makin seru nih, yuk jangan lupa kasih Author semangat untuk melanjutkan dengan memberi HADIAH, VOTE,LIKE, KOMEN dan Tonton IKLANnya.
Bersambung.
kalau brian nugraha itu turunan alex
penasaran in q nya😊😊