Rio adalah pemuda yg berasal dari masa depan, di kehidupan nya sebelumnya Rio adalah seorang pemalas sekaligus pengangguran itu semua karna keluarga Rio Adalah salah satu keluarga terkaya waktu itu, sehingga walaupun Rio hanya bermalas malasan, kehidupan nya sudah terpenuhi.
namun suatu ketika kejadian naas menimpa Rio, dia mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dia tewas dan yg lebih mengejutkan lagi adalah jiwa Rio bukan nya pergi ke alam baka melain kan pergi ke dunia kultivator.
bagaimana kelanjutan cerita Rio? baca yuk!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si Kumbang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menghancurkan sekte gunung emas II
Setelah Lin Yi dan Qin wang berhasil masuk mereka memutuskan untuk langsung pergi ke tempat berkumpulnya para murid sekte gunung emas, setibanya di sana dapat Lin Yi Lihat lautan manusia tengah menunggu seseorang, Lin Yi berencana akan mulai menyerang saat leluhur mereka telah berkumpul.
1 jam kemudian terlihat 10 pria paruh baya tengah melayang di atas lautan manusia, di belakang ke 10 pria itu ada 1 orang tepat berada di belakang ke 10 pria di belakang 1 pria itu ada 40 pria paruh baya juga dan di belakang 40 pria itu ada 100 pria paruh baya.
Mereka adalah Leluhur dan ketua sekte serta para tetua baik tetua luar maupun tetua dalam sekte, umumnya setiap sekte memiliki area luar dan area dalam dan di setiap area pasti di awasi beberapa tetua.
“baik lah saya di sini sebagai ke..” ucap ketua sekte gunung emas terhenti di kala di barusan paling belakang murid murid nya terjadi ledakan.
“kita di serang “
“Kita di serang" ucap beberapa murid berhamburan.
“siapa yg berani menyerang sekte ku" ucap salah satu leluhur sekte gunung emas.
“lebih baik kita langsung melihat nya” ucap leluhur yg lain menimpali
Wuss..
Mereka semua pergi menuju suara ledakan terjadi, saat sampai di sana leluhur ketua sekte dan para tetua sekte gunung emas di buat tercengang pasalnya saat ini murid murid mereka tengah di bantai oleh seseorang dan yg lebih mengejutkan bagi mereka adalah orang yg menyerang hanyalah seorang pemuda berumur 18 tahun.
Wuss...
Mereka semua menghampiri pemuda itu.
“siapa kamu anak muda, kenapa kamu berani menyerang sekte ku" ucap ketua sekte gunung emas sambil mengirim aura intimidasi kepada pemuda itu.
“ck lebih baik kalian mati IBLIS “ ucap Lin Yi sambil menekankan pada kata iblis.
dek jantung para leluhur sekte serta ketua sekte seperti di hantam sesuatu, adalah hal yg sangat rahasia bahwa sekte mereka berkerjasama dgn kaum iblis bahkan para tetua pun tidak mengetahui nya tetapi pemuda di depannya dgn lantang nya mengatakan mereka iblis bukan kah itu sama saja ingin membongkar kedok mereka.
"jaga ucapan mu anak muda" ucap salah satu tetua sekte gunung emas area dalam.
"hahahah, aku beri kalian pilihan pergi dari sini dan tinggalkan iblis iblis ini atau ikut mereka mati" ucap Lin Yi secara lantang.
setelah suara Lin Yi menggema di seluruh sekte gunung emas seketika itu banyak bisik bisik tetangga terjadi di situ.
"apa dia idiot walupun dia telah membantai beberapa murid tetapi hal mustahil untuk melawan para tetua bahkan leluhur sekte " ucap salah satu murid berbisik ke teman nya.
"benar di tambah umur pemuda itu masihlah sangat muda" bisik yg lain menimpali.
"tetapi yg membuatku heran adalah aku tidak bisa mengetahui berada di Ranah apa pemuda itu" timpal yg lain.
bisik bisik antara murid terus berlanjut dan tentu saja itu membuat para leluhur serta ketua sekte geram.
sebenarnya leluhur sekte sudah dari tadi ingin menyerang pemuda di depan nya itu tetapi ketika mereka tidak bisa melihat Ranah pemuda itu seketika itu mereka mengurungkan niatan mereka untuk menyerang pemuda di depan mereka.
"siapa sebenarnya pemuda itu" tanya leluhur sekte kepada para tetua sekte, lalu salah satu tetua memberanikan diri untuk berbicara.
"pemuda itu adalah pangeran kekaisaran Lin leluhur tepat nya pangeran Lin Yi" ucap tetua yg memberanikan diri tadi.
"menarik" gumam para leluhur bersamaan.
"apa yg membuat mu kemari pangeran" ucap salah satu leluhur sambil mengubah sebuah nya menjadi pangeran.
"ck , aku sungguh merasa jijik jika terus berada di sini, " ucap Lin Yi sambil berdecak kesal karena tidak ada satu pun orang yg mau pergi dari sekte gunung emas.
sebenarnya Lin Yi berencana merekrut beberapa murid dan tetua untuk mejadi pasukan nya, Lin Yi bukan tanpa sebab memiliki rencana itu, itu karena para tetua tidak mengetahui bahwa keluarga mereka telah di bantai oleh leluhur sekte gunung emas sedangkan untuk murid sekte jika mereka dari keluarga ternama maka leluhur sekte tidak akan bertindak tetapi jika kelurga mereka dari keluarga biasa biasa saja maka mereka akan membantai keluarga itu tanpa di ketahui murid mereka.
"hei jawab pertanyaan ku!!" bentak leluhur yg tadi berbicara saat pertanyaan nya di acuh kan Lin Yi.
"apakah wajib menjawab pertanyaan mu itu" tanya Lin Yi heran saat pria itu marah .
"tentu , jika alasan mu menyerang sekte ku sangat tidak memuaskan jangan harap jika kamu masih bisa melihat keluarga mu" ucap Leluhur itu sambil tersenyum .
"ck , hanya Ranah pemula ☆5 berani menggertak ku "ucap Lin Yi santai tetapi mengandung sebuah penghinaan di kalimat nya itu.
dek ' sekali lagi leluhur dan ketua serta tetua sekte gunung emas di buat tercengang , itu karena pemuda di depan mereka mengetahui Ranah para leluhur mereka bahkan di seluruh benua teratai tidak ada yg mengetahui nya.
"ba..bagaimana kamu bisa tahu Ranah kami" tanya leluhur sekte gunung emas, ada sedikit Rasa takut dari nada bicara nya itu saat berbicara dgn Lin Yi.
"hahaha kenapa dgn nada bicara mu itu, apakah kamu takut!" ucap Lin Yi sambil tersenyum mengejek.
walaupun ada rasa takut, para leluhur sekte itu seketika wajahnya memerah menahan malu, pasal nya mereka yg telah hidup Ribuan tahun takut dgn pemuda umur 18 tahun itu sungguh memalukan jika saja orang luar tahu.
"dasar bajingan ayo kita serang bersama" ucap salah satu leluhur sekte, dan di angguki oleh leluhur sekte yg lain.
"ingin keroyokan"ucap Lin Yi santai lalu di depan Lin Yi muncul 20 orang pria paruh baya, pria paruh baya itu berumur sekitar 40 tahunan tetapi mereka telah hidup selama ribuan tahun.
setiap kultivator bisa hidup lebih panjang jika mereka dapat meningkatkan kekuatan nya, setiap tingkat kelipatan nya adalah sepuluh tahun, misal nya Ranah Transformasi ☆1 maka umur orang itu bisa mencapai 190 tahun dan jika mereka telah mencapai Ranah kaisar maka mereka akan hidup abadi, mereka hanya bisa mati jika kepalanya terlepas dari tempat nya atau di Racuni dgn racun yg sangat mematikan .
ketika para leluhur melihat kemunculan pria di depan pemuda yg akan mereka serang seketika itu membuat mereka terkejut, pasal nya Ranah ke 20 pria itu sama dgn mereka dan sedangkan jumlah mereka hanya 10 orang sedangkan orang yg di depan pemuda itu ada 20 orang jika saja mereka memaksa maju maka sudah akan di pastikan mereka akan tiada.
"sii..apa kalian " tanya salah satu leluhur sekte gunung emas.
"kalian tidak perlu mengetahui siapa kami, yg jelas sekte iblis mu ini akan musnah saat ini juga" ucap pria di depan pemuda itu.
ketika para leluhur sekte sedang memanas dgn pria di depan pemuda itu, Qin wang tengah mengumpulkan para tetua dan para murid untuk di ajak pergi dari sana.
awal nya mereka menolak tetapi setelah mereka di jelaskan alasan penyerangan ini seketika itu mereka ikut dgn Qin wang, mereka sangat marah saat mengetahui bahwa keluarga mereka telah musnah oleh leluhur sekte gunung emas.
dan saat ini yg tersisa hanyalah ketua dan leluhur sekte gunung emas saja, sedangkan para murid dan tetua sekte semua nya pergi, walupun keluarga yg di bantai oleh leluhur sekte hanya keluarga biasa tetapi murid yg memiliki latar belakang kuat juga ikut pergi karna mereka tidak menyangka selama ini mereka berlatih di sekte yg mengikuti kaum iblis.
"lebih baik kalian menyerah saja " ucap Lin Yi tiba tiba lalu dia terbang di sisi ke 20 pria paruh baya.
...****************...
...----------------...
tinggalkan jejak dgn cara Like.. komen..end..vote biar athor semangat nulis nya.
jika ada saran atau kritik silahkan komen ya
dan thanks yg udah support novel ini
See you in the next chapter
tancap terus thor lah