"apaan tiba tiba ngelamar gue didepan mama papa gue,lo gila ya Sa",teriak Alula yang terkejut dengan lamaran Angkasa.
"Baiklah besok kalian bisa langsung menikah",jawab singkat Frans Abraham Papa Alula.
"Masa depan kamu akan terjamin jika kamu memilih Angkasa La,percaya sama mama...karena mama kenal dekat dengan mama nya Angkasa",imbuh Donita.
brakkkk,
Alula pingsan.
Akankah Alula menerima lamaran Angkasa,dan bagaimana jika mereka menikah diusia yang masih belia dan masih sekolah?
Yuk simak kisahnya,jangan lupa dilike,komen nd follow author ya gaes🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Farradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hotel
~flashback sebelum kelulusan~
Malam hari sebelum acara kelulusan,Angkasa dan Alula sudah sepakat untuk menginap di mansion orang tua Angkasa.Hingga saat ini Alula masih enggan diajak pindah ke apartemen mereka sendiri yang dibeli Angkasa saat masih duduk dikelas 3 SMP.
"Sayang,kita mau nyari makan malam dulu atau mau langsung kerumah orang tuaku?",tanya Angkasa pada istrinya sembari mengemudi.
"Gimana kalau kita ajak temen-temen lain buat makan bareng sebelum besok kita dibikin deg-degan..",jawab Alula penuh semangat.Angkasa tersenyum dan mengelus rambut Alula manja,"Baiklah tuan putri,anything for you".Kini mereka sudah berada di cafe,menunggu keempat sahabat mereka.
"Hai gaes,kalian udah lama nunggu?",tanya Della yang baru muncul setelah sekian lama."Ish,kalian ngapain dulu sih?berendam?",tanya Alula kesal.Pasalnya mereka menunggu Della dan Luna hampir tiga puluh menit.
"Jangan gitu dong cantik,kan kita juga nunggu dijemput dulu sama pangeran kita",seloroh Luna sambil memeluk Alula."Yaudah yuk pesen,gue udah laperrrrr..".Akhirnya mereka pun menikmati kebersamaan mereka sambil makan dan berbincang.
"Kalau lulus mau lanjut kemana nih gaes",tanya Della disela-sela makan."Kalau aku mau lanjut di kota J aja Dell,karena kan suami gue abis ini bakal jadi CEO di kantor papanya",jawab Alula jujur."Terus kuliah Angkasa gimana?",tanya Della.
"Ya bagi waktu dong sama kuliah,lagian paling gak langsung jadi CEO juga..soalnya kan Angkasa pengen banget bisa lanjut kuliah dulu di jurusan bisnis",jelas Alula.Dia tahu betul betapa suaminya itu sangat ingin kuliah bisnis,sebab dia ingin mengembangkan bisnisnya juga yang selama ini ia rintis dari 0 bersama Hans dan Brian.
"Kalau kalian sendiri mau kemana?",Alula gantian bertanya."Gue pengen kuliah di Australia sebenernya,cuma bokap gak izinin katanya gue masih belum bisa hidup sendiri",ungkap Della sendu.
Brian yang mendengar pun terkejut namun kemudian kembali tenang ketika tahu orang tahu Della tidak mengijinkannya.
"Kalau gue sama Brian mau disini aja,kita gak bisa ninggalin bisnis kita...meskipun bisnis gak seberapa tapi itu untuk masa depan kita,yakan Ian?",timpal Hans dan diangguki Brian."Apalagi teman kita Angkasa bakalan jadi CEO jadi gue sama Hans yang bakalan gantiin Angkasa untuk selalu pantau usaha kita",timpal Brian.
"Gue percaya kalian bisa jaga usaha kita baik-baik kok,yang penting jangan sampai kalian juga lupa tugas kalian sebagai seorang anak,mahasiswa dan kekasih seseorang",imbuh Angkasa.
Mereka kemudian melanjutkan makan-makan dan setelah itu pulang kerumah masing-masing.
~flashback off~
"Oke sekarang kita ke Hotel sesuai rencana",sambil menggendong sang istri ala bridal Angkasa sedikit berlari menuju dimana mobil mereka terparkir.Tidak peduli dengan semua pasang mata yang kini tengah memperhatikan mereka.
"Apa,Hotel?",tanya Alula yang baru sadar kemana suaminya akan membawa.
Kini Angkasa dan Alula sudah berada didalam mobil dengan Alula yang masih terus bertanya,"Kenapa harus ke hotel sih Sa...gue gak mau ya lo aneh-aneh,turunin gue sekarang Sa..",perintah Alula sambil terus berteriak.
Angkasa tidak bergeming,dia masih fokus pada kemudi dan hanya melirik Alula sekilas.Alula mendelik menelan salivanya susah payah dalam ketakutan.Pasalnya baru kali ini Alula melihat sosok Angkasa yang menakutkan di matanya.Sedangkan selama ini dia selalu diperlakukan lembut tanpa adanya paksaan seperti sekarang ini.
"Please Sa,gue minta maaf kalau gue ada salah tapi gue mohon jangan aneh-aneh Sa..",mohon Alula dengan deraian air mata.Angkasa yang melihat itu seketika meminggirkan mobilnya dan segera menenangkan Alula.
"Tenang sayang,mana mungkin aku aneh-aneh kan kamu tau sendiri betapa sayangku sama kamu selama ini..apa masih belum cukup bukti aku menahan gejolak selama 3 tahun ini?",tanya Angkasa sembari memegang erat tangan Alula.
Alula menunduk terisak,dia kini menyesal sudah berpikir buruk pada suaminya yang jelas-jelas selama ini menjaganya.
"Maaf Hubby,aku salah sangka",ucapnya dengan sedikit isakan."Its okay Sayang,gak apa-apa...coba lihat aku tegakkan kepalamu..",Angkasa meraih wajah Alula mencium kening nya dalam-dalam seolah meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.
Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan ke tujuan utama mereka yaitu Hotel.
Setelah lima belas menit akhirnya mereka sampai di Hotel mewah milik keluarga Angkasa.Disana sudah terparkir rapi jajaran mobil mewah yang seketika membuat Alula nampak semakin bingung.Seolah paham kebingungan sang istri Angkasa kemudian menarik lengan Alula untuk berpegangan masuk kedalam Hotel.
"Jangan takut,aku disini",lirih Angkasa dan diangguki Alula.
Ternyata disana sudah ada kedua orang tua mereka beserta keempat sahabat mereka.Luna dan Della menghampiri Alula yang masih dengan wajah bingungnya,membawa Alula masuk ke salah satu kamar hotel."Ka-kalian mau ngapain gue?",tanya Alula polos.
"Ckk,gue masih normal say..gih mandi terus ganti pakai dress ini abis itu kita make up..buruan",perintah Luna dan sesegera mungkin Alula beranjak untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan badan kini Alula berganti dengan dress yang tadi sudah disiapkan kedua sahabat mereka sesuai instruksi dari Angkasa.
Alula nampak cantik dalam balutan dress putih tulang selutut dengan model sabrina yang semakin menonjolkan kesan mewah dan elegan pada diri Alula.
Luna dan Della melongo melihat penampilan sahabat mereka,"Gila sih...ini belum di make up tapi udah cantik banget Alula nya,iya kan Dell?",puji Luna pada sang sahabat.Della masih cengo dengan terus menatap ke ara Alula."Ehm,Dell kedip dong...kasian tuh mata kering nanti..",seloroh Alula yang seketika menyadarkan kecengohan Della."Gue aja yang perempuan minder lihat lo cantik gini...gimana Angkasa nanti pas lihat lo keluar La..",ungkap Della yang masih terus menatap Alula dengan segala kekagumannya.
Kini mereka bertiga tengah di make up oleh orang kepercayaan keluarga Bagaskara dan Abraham.
Setelah hampir 30 menit,kini mereka bertiga keluar bersamaan.Ketiga pria yang sedang asik berbincang pun dibuat terdiam seketika dengan pemandangan menakjubkan dari pasangan mereka masing-masing.
"Wah anak-anak Mama cantik sekali..",suara Donita menyadarkan ketiga pria yang mungkin salah satu dari mereka sudah sampai ileran."Lihatlah ketiga pria bodoh itu,mereka bukan menyambut kalian tapi malah duduk bengong seperti itu",tunjuk mama Donita pada Angkasa cs.Kini mereka bangkit menyambut bidadari tak bersayap mereka dan mengulurkan tangan mereka pada pasangan masing-masing.
"Malam ini milik kita Sayang..",bisik Angkasa pada Alula yang kini wajahnya sudah memerah."Jangan buat aku menunggu lebih lama lagi ya Sayang..",imbuhnya masih dengan berbisik.
Berbeda dengan keempat sahabat mereka yang kini sudah duduk dan memulai dinner mereka.
"Yuk kita gabung sama mereka Sayang...",ajak Angkasa dan beralih menyiapkan tempat duduk untuk sang istri.
"Baby,kamu cantik banget sih.. aku sampai terpesona tadi sama penampilan kamu yang berbeda..",puji Brian pada Della.Della yang mendengar hanya menunduk menyembunyikan wajah nya yang tengah blushing.
Berbeda lagi dengan meja Hans dan Luna,mereka justru saling terdiam.Entah apa yang kini tengah mereka bahas,namun itu berhasil membuat mereka saling menunduk dalam pikiran masing-masing.
Sebelumnya mereka pun saling memuji penampilan masing-masing,hingga akhirnya kejujuran Luna membuat Hans terdiam dan seperti menahan kecewa.Pasalnya Luna mengatakan jika ia hendak melanjutkan studinya ke Bangka Belitung,dan tinggal disana bersama Paman dan Bibinya.Hans yang mendengar pun merasa seperti dipermainkan,karena Luna tidak pernah membahas ini sebelumnya.
"Kalau itu memang keputusanmu aku bisa apa yank..semoga kamu sukses ditempat baru kamu nanti ya,jangan lupain kita semua yang disini terutama aku..",ucap Hans masih dengan menunduk namun kini tangannya mengepal seolah menahan marah.Kecewa?sudah pasti Hans rasakan.Mengingat saat kemarin malam Della membahas tentang kuliah Luna hanya diam saja.
"Maaf yank,aku janji bakalan pulang ke sini pas ada waktu..",ucap Luna sambil berusaha menatap mata Hans.Namun sayang,Hans selalu menghindari tatapan Luna.Dia masih menunduk hingga buliran bening itu menetes membasahi tangannya yang terkepal dibawah meja.Luna sesak melihat lelakinya hanya diam saja bahkan tidak mau menatapnya lagi.Dia pun bangkit dari duduknya,berlari meninggalkan keindahan yang saat ini sedang mengelilingi mereka.Hans tidak bergeming,ia membiarkan wanitanya pergi begitu saja dalam keadaan kalut.
Della dan Alula yang menyadari itu pun ikut bangkit dan mengejar Luna.
Brian dan Angkasa mendekati Hans,menepuk bahunya hingga akhirnya Hans mendongak menatap kedua sahabatnya.
Belum sempat mereka berbincang dari luar terdengar suara benturan keras dan teriakan dari orang mereka kenal.
Deg,
~makasih sudah setia menanti update an dari othor,dikarenakan gak bisa up langsung 3 bab jadi jam up nya diberi selisih waktu.Selamat membaca jangan lupa tinggalkan like dan komentar terbaik kalian.Peluang mendapat GA dari othor jika mau follow othor juga,big thanks♡~
Salam dari sang dewi merpati
selalu ditunggu up nya...