NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / CEO / Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: lala_syalala

S1~ BAB 1- BAB 66
.
Karena sebuah perjodohan menyatukan dua manusia yang tidak saling kenal, sang wanita yang cantik dan ceria harus di pasangkan dengan pria tampan namun sangat dingin dan cuek dan juga seorang dokter sekaligus direktur rumah sakit milik keluarganya.

Dengan merahasiakan pernikahan mereka apakah semuanya akan baik-baik saja?

🥕🥕🥕

S2 ~ BAB 67 - BAB 117
.
Mencintai pria dengan perbedaan kasta yang tinggi membuat Thea harus memendamnya dan tak boleh membiarkan perasaannya menghancurkannya tetapi pria tersebut terus terbayang di benaknya, bagaimanakah perasaan mereka berdua apakah saling mencintai atau tidak.

Yukkk kepoinnnn ceritanya!!

🥕🥕🥕

Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PR S1 BAB 26_Terkilir

"Sayang, aku kangen banget sama kamu!" sahut Raka memeluk erat tubuh sang istri dan menciumi seluruh wajah Vania tak terkecuali menyalurkan Raka rindu dan kangennya yang tidak bisa terkontrol.

🥕🥕🥕

"Astaga sayang kamu ngagetin banget sih!" sahut Vania balik menghadap sang suami.

"Kamu kapan sampek kenapa gak kabarin aku Katanya kamu balik besok?!" kata Raka dengan raut wajah penuh tanya.

"Iya, tapi kemarin malam syuting udah kelar dari pada lama lama di sana mending aku pulang aja kan," kata Vania.

Raka pun memeluk erat sang istri yang sudah Riska ia temui beberapa hari ini, dasar dokter bucin sing emang dulu nya ada sok cuek dan gak mau perduli tapi sekarang malah kebalikannya.

"Ya udah sekarang kamu istirahat aja ya nanti kalau udah waktunya makan malam aku bakalan bangunin kamu," ucap Raka mengelus sambut Vania.

"Iya." jawab Vania singkat.

Setelah itu Vania pun terbang ke alam mimpinya dengan Raka yang terus memeluk sang istri agar nyaman tidur.

Sedangkan setelah di rasa Vania sudah mulai tidur Raka pun beranjak dari tempat tidur dan menuju ke ruang kerjanya yang memang terhubung dengan kamar tidurnya, dia harus menyelesaikan berkas berkas kantor yang menumpuk karena beberapa hari kemarin harus ke luar negeri.

Sore hari Vania sudah bangun dan bersiap untuk makan malam dengan membantu mama Aida karena dia sudah cukup lama tak pernah membantu rasanya sedikit tidak enak bukan.

"Mama," sapa Vania membuat mama Aida tersenyum karena Vania hadir di sana.

"Wah sayang, kamu udah bangun?" tanya mama Aida dan mendapat anggukan kecil dari Vania.

"Vania mau bantu ma," sahut Vania.

"Gak usah sayang kamu duduk aja," jawab mama Aida.

"Enggak Vania gak enak ma." tutur Vania mau tak mau mama Aida pun memberikan tugas yang tidak terlalu berat karena dia takut jika Vania kelelahan.

Malam harinya mereka semuanya sudah berada di meja makan dengan tenang nya, mama Aida yang selalu saja mencairkan suasana sudah lelah dengan sikap suami dan anaknya yang sangat cuek dan dingin.

"Raka kamu itu jadi suami jangan cuek cuek banget dong kasihan tahu Vania," ujar mama Aida.

"Ma, Raka dari dulu ya gini mau gimana coba." ucap Raka.

"Dasar ya, sayang gimana nanti kalau kamu ikut mama ke super market kebetulan mama ada barang belanjaan hang mau mama beli." ajak mama Aida dan Vania lun merasa sangat senang.

"Boleh ma!" jawab Vania antusias namun beda halnya dengan Raka yang malah cemberut mendengar nya.

"Enggak sayang kamu di rumah aja temenin aku," ucap Raka.

"Enggak ah kamu di kamar juga cuma ngurusi kerjaan kamu kan mending aku ikut mama," kata Vania.

"Nah bener tuh, biarin kenapa sih ka, nanti malam juga ketemu sambil olahraga juga," goda mama Aida dengan senyum-senyum gak jelas.

"Terserah lah," sewot Raka.

Setelah makan malam selesai mama Aida dan Vania pun sudah sampai di super market yang cukup besar dengan bahan yang sangat lengkap membuat supermarket tersebut cukup ramai apa lagi sebentar lagi adalah perayaan tahun baru sehingga banyak yang membeli perlengkapan untuk tahun baru.

"Ayo sayang, mama mau beli daging sama beberapa bumbu dapur dan mama juga mau beli buah buahan soalnya di rumah udah habis," tutur mama Aida dengan membawa troli belanjaan yang langsung Vania ambil karena kasihan jika mama Aida harus mendorong nya.

Tahu kan bagaimana rempong nya kalau wanita belanja bahkan membutuhkan waktu Berjam jam, sudah hampir satu jam setelah mereka berdua berkeliling dan troli belanjaan juga sudah mulai penuh dan tinggal satu tempat lagi yang belum mereka sisir i yaitu rak daging segar

"Yuk beli daging sayang," ajak mama Aida.

Mereka sampai di sana dan banyak orang juga yang berebut untuk mengambil daging karena ada diskon di sana, siapa sih yang gak seneng kalau ad diskon ya kan apa lagi perempuan kalau iya berarti kita sama bu ibu.

"Ma, rame banget gini!" ujar Vania yang melihat banyak banget orang di sana terutama ibu ibu yang terus memadati tempat.

"Kamu tenang aja sayang," sahut mama Aida kemudian pergi ke kerumunan.

Vania hampir saja tertabrak dengan troli ibu ibu yang juga mengantri di sana karena sangat ramai membuat Vania perlahan mundur hingga tanpa sengaja ada seorang ibu-ibu yang mendorongnya dan membuatnya jatuh ke lantai cukup keras.

"Awww!" pekik Vania membuat beberapa ibu-ibu melihatnya.

Di sana langsung ada petugas keamanan yang mengamankan tempat sehingga suasana tidak ricuh lagi.

Mama Aida yang melihat sang menantu pun langsung syok dan menghampiri Vania dengan khawatir dan menanyakan keadaan sang mantu.

"Sayang, sayang kamu gak papa kan?!" tanya mama Aida khawatir.

"Gak papa kok ma," balas Vania mencoba untuk berdiri tapi sayang sepertinya kakinya terkilir hingga ia merasa sangat sakit di pergelangan kakinya.

"Aww!" pekik Vania.

"Ada apa sayang?" tanya mama Aida karena melihat Vania terduduk lagi.

"Sakit ma," ucap vania sedikit merintih karena sangat sakit.

"Astaga, kalau gitu ke rumah sakit. Pak tolong bantu kami ke mobil ya," ucap mama Aida.

Setelah sampai di mobil mang Udin yang kebetulan mengantar mereka pun terkejut karena nona mudanya kembali dengan kaki yang terpincang pincang."Mang ke rumah sakit sekarang," perintah mama Aida dan mang Udin segera melajukan mobilnya.

"Sayang kamu gak apa kan?" tanya mama Aida.

"Vania gak papa kok ma," tutur Vania.

"Kamu tunggu bentar ya sayang, sebentar lagi mau sampai."

Mereka pun segera sampai di Rasendriya medical karena memang kebetulan supermarket tersebut dekat dengan rumah sakit, mama Aida sudah memakai masker dan juga penutup kepala karena dia tidak ingin semua orang tahu kalau di ke sini.

Meski pun parkir di parkiran VVIP dan bisa langsung menuju ke lantai kantor Raka si mana hanya ada kantor direktur dan juga sekertaris dan ruangan suster penjaga, mama Aida harus mengantisipasi bukan.

"Maaf anda siapa?" tanya suster penjaga karena melihat ada orang yang berada di lantai khusus ini.

Mama Aida pun membuat penutup wajahnya membuat suster tersebut langsung diam dan mempersilahkan orang yang mereka hormati itu menuju ke ruangan direktur tapi hang buat mereka bingung adalah karena ibu dari direktur nya itu membawa seorang wanita yang tidak mereka kenal karena tertutup masker dan juga topi sama seperti mama Aida ke ruangan tersebut.

Sampai di ruangan Raka mama Aida segera membawa Vania duduk di sofa dan segera menelepon Raka karena jika soal seperti ini Raka lah yang lebih mengerti.

"Sebentar ya sayang," sahut mama Aida kemudian keluar dari ruangan tersebut dan menelepon Raka.

Sedangkan Raka di kamar hanya sendirian, biasanya ada Vania yang sering ia lihati wajah cantiknya itu.

Saat sedang fokus dengan berkas berkas nya tiba tiba telepon nya berbunyi dan menampakkan nama mama Aida di sana membuat Raka langsung mengangkat takut jika terjadi apa-apa dengan mereka apa lagi sang istri.

[Halo, ma ada apa?!]

[Sayang, mama ini lagi di ruangan kamu. Vania tadi gak sengaja kakinya terkilir,]

[Apa! Ya udah mama tunggu di sana dulu ya, Raka langsung ke ruang sakit!]

Dengan kecepatan kilat Raka segera menuju ke rumah sakit, dia sudah Riska perduli dengan penampilannya yang sangat bisa membuat siapa pun terpesona dengan kaos oblong hitam kemudian jens panjang membuat ketampanannya semakin terlihat.

Setelah sampai di sana segera ia ke ruangannya membuat suster yang melihat dokter mereka datang terkejut karena tidak biasanya Raka datang jam segini kalau bukan karena ada hal mendesak.

Sampai di ruangannya dia melihat Vania yang sedikit meringis karena menahan sakit di pergelangan kakinya.

"Sayang," ucap Raka menghampiri Vania.

"Sayang."

Kenapa bisa begini sih, kan aku tadi udah bilang kalau gak usah ikut lihat sekarang malah kayak gini!" kata Raka dengan sedikit meninggikan suara membuat Vania tak berucap karena merasa bahwa dia juga salah karena tidak menuruti ucapan sang suami.

"Maaf," hanya kata itu yang terucap dari mulut Vania.

"Udah ka, jangan di marahin Vania karena semua itu salah mama, lebih baik kamu periksa aja dulu Vania Ka," sahut mama Aida.

"Ya udah kalau gitu aku periksa dulu," sahut Raka kemudian memeriksa kaki sang istri dengan perlahan.

Setelah di periksa dan di obati oleh Raka kaki Vania sudah cukup enakan dan tidak terlalu sakit seperti tadi.

"Kaki kamu tadi terkilir udah aku obati dan lebih baik kamu di rawat aja biar aku tenang,"kata Raka.

"Enggak, aku mau pulang aja." sahut Vania tidak suka jika dia harus berada di rumah sakit.

"Ya sudah kalau begitu kita pulang," sahut Raka.

Mereka pun kembali ke mobil Raka sedangkan mama Aida memilih untuk pulang dengan mang Udin.

Saat Raka menggendong Vania tadi melewati para suster membuat suster suster di sana terkejut dan kaget karena sikap dokter Raka yang sangat so sweet dan membuat mereka bertanya siapa wanita tersebut.

Sampai di mansion Raka segera membawa Vania ke kamar untuk istirahat sedangkan mama Aida pastinya langsung memberi tahu kepada sang suami tentang kejadian tersebut dan papa Bagas pun menyuruh untuk mama Aida besok meminta maaf kepada Vania.

Sedangkan Raka dengan telaten membantu sang istri mengganti baju dan juga berbaring di kasur.

.

.

.

TBC

1
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ahn Mo Ne
kenapa gak tegas sihh dokter Raka kan jadinya ulat bulu ngambil kesempatan
theresia05
kok permisi? harusnya halo ada orang????
nana supriyatna
Luar biasa
falea sezi
raka egois bgt tau jd bapak bodoh
Monica Dhea Amanda
Luar biasa
Susilawaty Rubba
Lumayan
Susilawaty Rubba
Kecewa
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Anonim
Maksut kata hang itu ap ya
sri afrilinda
Kereen ceritanya thour... smngat buat cerita baru lg...😍😍😍💪💪💪
sri afrilinda
suka...😍
sri afrilinda
sampai disini suka sama ceritanya...😍
sri afrilinda
Awal yg bagus...🤗🤗
RithaMartinE
luar biasa
Inarairlan 0811
loh kan sblmnya vania crta m tmn2ny biar anjar g bcra mcem2... cz dewi liat cincin yg vania pake.. lah ini. gmn sii.. kgk jls niii.... mohon d perbaiki... pdhl dh seru tiap judulny
Babo Saram: aneh kan 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Hasra Ajalah
kisah melati dan kevin judul ny ap thor?
Ahza Ahza
Biasa
Ahza Ahza
Buruk
Ida Erwanti
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!