Yusuf, duda beranak satu yang baru saja ditinggal oleh Aisha, istrinya yang meninggal karena mengalami kecelakaan. Dia harus membesarkan Asiah seorang diri karena ibunya harus merawat ayahnya yang sakit stroke.
Yusuf dan Asiah tinggal di apartemen milik perusahaan yang khusus diberikan kepadanya oleh Sarah, CEO sekaligus anak pemilik perusahaan tempat Yusuf bekerja sebagai Direktur Keuangan. Dimana dia juga bertetanggaan dengan Zulaikha, seorang gadis SMA yang tidak tahu malu dan selalu menggodanya, tetapi sangat sayang kepada Asiah. Zulaikah terang-terangan selalu bilang cinta pada Yusuf. Namun, Yusuf selalu menganggapnya angin lalu dari gadis kecil yang kurang kasih sayang orang tua.
Asiah selalu dititipkan ke sebuah lembaga pendidikan sekaligus penitipan anak, yang akan di jemput saat jam pulang kerja. Di sana Yusuf bertemu dengan gadis Sholeha bernama Bilqis, yang selalu mengingatkannya akan sosok almarhum Aisha. Membuat Yusuf mulai terpaut hatinya akan kealiman dan kelembutan mahasiswi magang tersebut.
Namun, cintanya mendapat pertentangan dari keluarga Bilqis karena statusnya yang duda beranak satu.
Bagaimana kisah Yusuf membesarkan Asiah yang aktif dan sering membuatnya mati kutu?
Siapakah yang akan mendapatkan cinta Yusuf? Sarah, anak perawan yang anggun dan cerdas. Zulaikha, anak perawan penggoda dan jahil. Atau Bilqis, anak perawan sholeha yang penyabar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Zulaikha Pura-Pura
Zulaikha setelah mandi dan berdandan cantik, selepas magrib dia datang ke apartemen Yusuf untuk belajar mengaji dan mengerjakan tugas sekolah. Tentu saja makan malam juga di sana.
"Assalammualaikum, Asiah!" Salam Zulaikha begitu masuk apartemen Yusuf.
"Mama! Wa'alaikumsalam," balas Asiah sambil berlari dan memeluk pinggang Zulaikha.
"Mama, rindu banget sama kamu. Kayak sudah berbulan-bulan tidak bertemu," ucap Zulaikha dan memancing tawa Yusuf yang sedang menyiapkan untuk makan malam nanti.
"Assalammualaikum, Om gantengnya aku," kata Zulaikha saat berada di samping Yusuf.
"Wa'alaikumsalam," jawab Yusuf sambil menjawil hidung Zulaikha dan membuat si empu-nya tersenyum manis malu-malu.
"Om sekarang berani menggoda aku, ya!" kata Zulaikha dengan senyum cantik dan tatapan mata berbinar.
Yusuf terkejut. Dia merasa malu.
"Karena kamu sangat menggemaskan hari ini," balas Yusuf beralasan.
"Oh, Om. So sweet, banget sih. Boleh cium nggak?" Sosor Zulaikha.
"Kebiasaan!" Yusuf menyentil kening Zulaikha.
"Ish, justru Om yang kebiasaan nyentil kening aku. Kalau kening ini jadi jenong, apa kata dunia?" gerutu Zulaikha sambil mengusap-usap keningnya dan pergi dari dapur.
Yusuf hanya tertawa terkekeh mendengar gerutuan si gadis penggoda. Baru beberapa hari saja, sudah merasa gatal jika tidak menyentil keningnya saat mendengar godaannya.
"Dasar bocah!" ucap Yusuf sambil melihat kepergian Zulaikha.
***
Zulaikha melihat ada pesan masuk.
[Zulaikha, kamu di mana?]
[Di apartemen si pencuri hati. Ada apa?]
[Kenapa kamu nggak bilang-bilang kalau pergi? Bagaimana jika nyawa kamu terancam?]
[Tenang, di sini aman.]
[Aku lapar! Ingat jangan berbuat dzolim pada bawahan kamu!]
[Di kitchen set, ada banyak jenis mie instan, sosis, kalau mau nuget ada di kulkas. Masak aja sendiri! Aku bukan pembantu kamu!]
[Dasar majikan kejam!]
Zulaikha tersenyum puas saat berbalas chat dengan Yunus. Hal itu tidak luput dari perhatian Yusuf. Dia penasaran apa yang membuat Zulaikha memegang handphone miliknya sambil tersenyum, menggerutu, bahkan tertawa cekikikan. Namun, dia gengsi untuk bertanya kepadanya.
***
Setelah makan malam Zulaikha belajar dan mengerjakan tugas sekolah di bantu oleh Yusuf. Bahkan dia sampai rela membaca buku dan browsing hal tidak di mengerti.
"Sudah belum, Zulaikha? Mana lagi yang tidak kamu mengerti?" tanya Yusuf, tapi matanya masih membaca pada buku.
Dirasa tidak ada respon dari Zulaikha, Yusuf mengalihkan perhatiannya ke arah gadis yang kini sudah tertidur. Begitu juga dengan Asiah yang tidur di sampingnya juga.
"Pantas kamu diam saja. Rupanya sudah tidur," ucap Yusuf sambil membetulkan rambut Zulaikha yang menutupi mukanya.
Yusuf pun membopong Asiah dan Zulaikha ke tempat tidurnya. Dia sendiri tidur di ruang kerja.
"Kalau kalian berdua diam begini, kelihatan anak baiknya. Kalau sudah bangun senang sekali buat aku cemas dan khawatir.
"I love you, Om!" gumam Zulaikha dalam tidurnya.
Senyum langsung terukir di wajah Yusuf dan bergumam, "kamu itu mimpi apa sih, sampai mengigau begini?"
Saat Yusuf hendak beranjak dari sana, Zulaikha menarik tangannya. Sampai terjatuh menimpa dirinya. Zulaikha terbangun. Kedua pasang netra orang itu saling beradu. Tanpa sadar dengan posisi mereka saat ini.
"Om ..., berat," bisik Zulaikha.
Yusuf baru tersadar kalau dia sedang berada di atas tubuh Zulaikha. Dengan gerakan cepat dia bangun. Namun, Zulaikha berbuat jahil pada Yusuf. Dia kembali menarik tangan Yusuf dan memeluknya.
'Kapan lagi aku bisa memelukmu Om.' Zulaikha menghirup wangi tubuh Yusuf yang maskulin.
"Apa yang kamu lakukan Zulaikha!" Dengan kasar Yusuf melepaskan Zulaikha.
Zulaikha pura-pura tidur kembali, agar tidak dimarahi oleh Yusuf. Dia pura-pura ngigau.
***
Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya! Jangan lupa untuk selalu klik like, komentar, favorit, hadiah, dan Vote-nya juga. Dukung aku terus. Terima kasih.