Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mision, Mexico
...ENJOY...
1 Bulan berlalu, Queen masih terus menelusuri jejak-jejak dari mafia kelas kakap yang sudah lama menjadi musuh bebuyutan sang ayah.
Ia mengunjungi beberapa kota yang sesuai dengan informasi yang sudah ia kumpulkan selama ini, bahkan Queen mendatangi kelompok-kelompok mafia kecil yang terhubung dengan Ote Ramaous. Queen tak melewatkan satupun informasi yang dianggapnya penting.
Setelah beberapa minggu perjalanan di meksiko, dalam penyamarannya sebagai Jane, seorang gadis petarung bayaran, Queen bertemu dengan Frank, salah seorang mantan anggota mafia gelap yang dulu pernah bekerja sama dengan targetnya.
Keduanya bertemu di arena tarung yang diadakan di Balsas. Dari sana, keduanya memulai misi bersama, namun bukan misi seorang Queen, melainkan misi seorang Jane. Nama samaran yang Queen gunakan saat ini..
Bersama dengan Frank, Queen menggali lebih banyak informasi. Salah satunya adalah, ia sudah mengetahui jika Ote Ramaouse telah meninggal lima tahun lalu.
Oleh karena itu, geng tersebut terpecah-pecah, dan wilayah kekuasaan yang mereka miliki tak lagi seperti dulu, bahkan saat ini, mereka hanya menguasai satu wilayah yang terbilang cukup kecil yang berada di St. Louis, dan itupun di pimpin oleh Migguel putra sulungnya.
Laki-laki yang menculik Jessy beberapa saat lalu, dan juga laki-laki yang dikenal dengan sebutan ketua The Lion.
Ya, The Lion adalah sebutan untuk kelompok mafia milik Migguel saat ini.
"Jane ..? Kau yakin akan pergi kesana sendiri? Tidak ingin ku temani?" tawar Frank yang selama dua minggu ini menjadi teman Queen menjelajahi beberapa arena tarung, tempat keduanya mengumpulkan uang melalui taruhan.
"Tidak perlu Frank, aku hanya ingin mengajukan diriku sebagai anggota mereka, dan kalau pun aku di tolak, ku rasa itu tak akan terlalu buruk, aku hanya perlu kembali.'' jawab Queen, dengan keyakinan yang tak kentara.
Ia sendiri pun tak yakin apakah ia bisa memasuki wilayah Migguel, hanya saja meskipun begitu Queen tak ingin melibatkan orang lain dalam rencananya.
'Ingin berlatih?" Ajak Queen yang langsung di angguki oleh Frank.
Setelah keduanya siap, Queen dan Frank menuju ke daerah pegunungan. Di sanalah biasanya keduanya akan mengasah kemampuan bertarung mereka masing-masing.
Frank adalah lawan yang cukup tangguh bagi Queen, dan menjadikan laki-laki itu sebagai partner bertarungnya, adalah pilihan yang sangat tepat.
"Kau yakin kita mulai disini?" Frank mengencangkan tali ikatan ditangannya, menyiapkan kuda-kuda untuk segera memulai latihan.
Saat ini keduanya tengah berada di atas tebing yang cukup curam dengan ketinggian 300 kaki.
''Tentu saja, kau takut? perhatikan kakimu, ini terlalu tinggi jika kau terpeleset bung.''
"Heh! perhatikan saja dirimu nona, tapi kurasa kau akan mampu berenang sampai ke tepian, jika seandainya aku tak sengaja membuat mu jatuh kesana.'' ujar Frank, membalas cibiran Queen.
Tak ingin terlalu lama berbasa-basi, Queen lebih dulu menyerang Frank, ia mengayunkan kakinya mengincar pertahanan laki-laki itu, namun Frank sudah lebih dahulu bersiap, dengan mudah Frank menangkis kaki Queen, lalu berbalik melakukan penyerangan. F
rank mengarahkan tangannya, meninju, menangkis, dan juga berusaha mengunci, namun semua gerakan nya sia-sia, Queen terlalu lihai untuk di taklukkan.
Dengan posisinya saat ini, Queen memasang targetnya kembali, ia memutar tubuhnya, melancarkan serangan dengan kaki kanannya, melompat, menjingkang, dan saat Frank mulai kewalahan.
Queen kembali mengayunkan tangannya untuk meninju perut Frank, dan-- Akkhh.. ''Tinjumu lebih sakit dari sebelumnya Jane,- ujar Frank meringis. ''Aku bukan siput, aku seekor ular bung..'' Queen tersenyum sinis.
Beberapa kali melakukan pergulatan sengit, Queen mendapati dirinya terkena beberapa pukulan dan tendangan di tubuhnya, begitu juga dengan Frank, laki-laki itu kini tengah bermandikan keringat dengan bibir bawah yang pecah akibat hantaman Queen.
"Sakit?'' tanyanya menunjuk pada wajah laki-laki itu.
''Santai saja, aku pernah merasakan yang lebih sakit dari semua ini.'' ujar Frank mengusap wajahnya.
Setelah melakukan latihan bersama, keduanya kini duduk di tepi tebing, ,sambil menikmati semilir angin untuk mengurangi rasa sakit yang masing-masing tengah mereka rasakan.
''Apa mimpimu benar-benar ingin menjadi seorang petarung, Jane?'' Tanya Frank disela-sela istirahat keduanya. ''Hmmm. Aku tidak memiliki keahlian lain selain ini, dan salah satu tujuan ku adalah bergabung dengan The Lion.'' Jawab Queen.
Meskipun berbohong, namun Queen mengatakan semuanya seolah itulah kenyataan dirinya. Tentu saja ia harus merahasiakan siapa dirinya dan apa tujuannya sebenarnya, ia sedang dalam misi penyamaran saat ini.
''Kenapa tidak bertarung untuk tujuan yang baik? bukankah kau tau jika The Lion adalah mafia yang berbahaya dan juga musuh pemerintah,- meskipun kau tau begitu, kau juga tetap yakin ingin bergabung dengan mereka?" Frank mengernyitkan keningnya, tak habis pikir.
Bagaimana bisa seorang wanita berusia 25 tahun memiliki cita-cita sebagai seorang mafia? bukankah seharusnya mereka mencari laki-laki yang mereka cintai dan akan membahagiakan hidup mereka selamanya? tapi mengapa..
''Itu sudah menjadi keputusan ku, dan aku senang melakukannya. Meskipun kelak aku harus menjadi salah satu musuh polisi. '' Jawab Queen dengan enteng.
''Sepertinya kau sangat yakin akan diterima disana,- semoga saja mimpi mu terwujud.'' ujar Frank pesimis.
...❄️❄️...
...Singapore, Royal Kingston....
...BRAAAKK!!...
Aorion menggebrak meja dengan wajah memerah, bahkan buku tangannya sudah memutih akibat dikepalkan begitu erat;
"Brengsek! Sebenarnya apa saja yang kalian lakukan? hah? Apakah begitu sulit mencari satu wanita? hanya satu! dan inipun bahkan kalian tak bisa melakukannya!'' marahnya dengan kemurkaan yang sangat.
Pasalnya sampai hari ini, sudah lebih dari 1 bulan Aorion tidak mengetahui keberadaan Queen. Wanita itu bagaikan musnah ditelan bumi. Tak ada satu pun tanda-tanda yang tersisa dari jejak kepergiannya.
Entah kesalahan apa yang telah Aorion lakukan hingga wanita itu menjauh dari dirinya.
Apakah ajakan menikah pada tunangan sendiri adalah sebuah kesalahan?
Karena seingat Aorion, kali terakhir mereka bersama, Aorion hanya meminta agar Queen mau menikah dengan dirinya.Lalu apakah hal ini salah? ataukah karena jawaban Aorion, mungkinkah Queen sudah menyelidiki dirinya? tidak mungkin.
Atau apakah Queen salah paham tentang Aorion yang mengatakan bahwa pernikahan tanpa cinta itu baik-baik saja?
Ahhh... Aorion tak bermaksud seperti itu, ia hanya belum tau apakah ia mencintai Queen, atau hanya sebatas merasa nyaman bersama tunangan nya itu.
''Maafkan kami tuan, tapi bagaimanapun kami berusaha mencari nona, tidak ada petunjuk lanjutan dari semua cctv yang telah kami retas.
Tidak ada juga penerbangan atas nama Nona Queen dengan tujuan apapun.'' lapor anak buah Aorion.
'Tidak bisa! Ini tidak bisa. Aku harus segera tahu kemana wanita itu pergi.'' gumam Aorion pada dirinya sendiri.
Ia sudah menemui David, namun laki-laki itu mengatakan bahwa ia benar-benar tidak mengetahui kemana Queen pergi, wanita itu hanya menitipkan surat yang diletakan di atas meja kerjanya.
Itulah yang David katakan, meskipun begitu, sebenarnya Aorion meragukan informasi tersebut. Terlalu dibuat-buat. Aorion memang tak pernah mempercayai apapun yang David katakan, namun ia juga tak bisa membuktikan kebenarannya sampai saat ini.
Bahkan dua minggu yang lalu, Aorion juga sudah menemui Kevin, namun laki-laki itu lebih tidak tahu lagi kemana adiknya pergi. Yang Kevin tau, Queen hanya mengatakan bahwa ia akan melakukan perjalanan bisnis.
Aorion bahkan hampir menumpahkan kemarahannya pada Kevin karena bisa bersikap santai saat dirinya tengah dilanda kecemasan seperti saat ini.
''Luca. Persiapkan semuanya! Aku takut jika ini adalah ulah Migguel, kau harus mencari tahu dimana keberadaan laki-laki itu saat ini. Aku ingin menemuinya langsung.'' perintah Aorion pada orang kepercayaannya.
''Baik tuan, akan segera saya lakukan.'' jawab Luca lalu meninggalkan ruang kerja Aorion.
''Lilie, dimana dirimu sebenarnya? aku sangat takut terjadi sesuatu padamu.- Aku sangat merindukan mu Lilie..''
...❄️...
...❄️...
...❄️...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
bukan rion
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
ku rasa Romero adalah megguel
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...