NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mencari pertolongan

William, apa kau gila? Aku sudah berjalan selama 1 jam hanya dari tempat beristirahat. Dan sekarang kau menyuruhku turun gunung sendirian?? Aku tau kau membenciku. Tapi setidaknya kasihanilah aku sedikit!!

“Aku tidak bisa!”

“Kenapa? Jangan banyak alasan!”

“Selama perjalanan aku tertidur. Jadi aku tidak tau jalan mana yang harus di lewati!” Jika jalanannya tanah sama seperti tempat ini mungkin aku bisa mengikuti jejak ban mobil, tapi saat aku sampai di tempat istirahat tadi, itu adalah ujung jalan beraspal.

Aku juga yakin kalau bis yang kami tumpangi tadi sudah pergi. Karna kami merencanakan berkemah 3 hari di puncak, tidak mungkin supir bis menunggu 3 hari di sana, mereka pasti akan pergi dulu dan akan kembali lagi 3 hari kemudian sesuai perjanjian dengan guru-guru yang lain.

William mengusap wajahnya pasrah kemudian kembali menatapku. “aku minta tolong padamu, ambilkan tali tambang dalam tasku”

Wew... William adalah orang kaya yang sopan. Dia bahkan meminta tolong padaku dengan kata-kata yang benar. Tidak asal nyuruh-nyuruh seperti seorang bos. Aku menuruti perkataannya dan mencari tali tambang itu. Sangat mudah mencarinya, karna tali itu di kaitkan di luar tas William.biasanya panjang tali tambang hanya 5m, tapi sepertinya tali tambang milik William panjangnya 10m. Dia membawa 3 tali tambang. Persiapan yang terlalu berlebihan. Menurutku.

Aku melempar tali itu pada William. Dan seperti kebiasaan baruku. Lemparanku sempurna!

William menerimanya dan menggabungkan 3 tali tambang miliknya, lalu mulai membuat sebuah simpul tiang berganda. “Kalian tolong tangkaplah ini” William melempar tali tambangnya pada teman-teman dan guru yang berada di atasnya.

(ini posisi mereka saat ini)

(sumber google)

Ujung tali sudah di tangkap, sedangkan ujung satunya yang di buat simpul mengangkat seorang murid yang lemas karna tenggelam tadi. “tariklah”

Beberapa siswa laki-laki mulai menarik temannya ke atas. Hingga semua korban yang jatuh dari jembatan berhasil naik seluruhnya. Kecuali William.

“William, kau juga naiklah” ucap seorang guru sambil mengulurkan tali pada William.

“maaf pak, tidak bisa. Tolong lemparkan saja tali itu padaku, aku akan ke tempat Rangga, dan mencari bantuan bersamanya.”

“kalau begitu kenapa tidak Rangga saja yang kesini, supaya bisa ikut melanjutkan perjalanan ke puncak gunung? Kali saja setelah berkemah 3 hari di puncak bantuan akan datang” Seorang murid bertanya.

“tidak bisa” William menggeleng. “kita berada di gunung, tempat yang terisolasi dari dunia. Kita juga tidak bisa mengirim pesan apapun karna tidak ada sinyal. Jika aku dan Rangga ikut bergabung dalam perjalanan ini tanpa meminta pertolongan, bisa-bisa tidak ada satupun bantuan yang akan datang.”

“Atau bisa saja bantuan datang setelah ada yang sadar kita beberapa hari tidak pernah pulang. Tapi persediaan makanan kita keburu habis” aku menambahkan.

“Kalau begitu lebih baik kita semua pulang saja, tidak jadi jalan-jalan” seorang guru tampak kecewa dengan adanya kejadian ini.

“tidak usah pak. Kasian teman-teman yang sudah sangat antusias menunggu perjalanan naik gunung ini. Aku dan Rangga pasti baik-baik saja, apalagi kami sudah besar”

Sebenarnya aku ingin berkata “kau saja sendiri yang turun gunung, jangan bawa aku” tapi pasti aku akan dapat tatapan tajam dari si mata elang ‘William’.

“kalau begitu berhati-hatilah” ucap seorang guru lain yang khawatir.

“iya. Terimakasih. Kalian semua bersenang-senanglah”

William kembali berenang ke sungai dan menepi di sisi satunya, lalu melemparkan talinya padaku.

Kalau aku menariknya sendirian itu akan sulit. Untung di sini ada banyak pohon, aku mengelilingi batang pohon dan mulai menarik William dengan gaya katrol, untuk mempermudaku menariknya. William juga tidak hanya berpaku tangan. Sambil ku tarik, dia juga memanjat tebing, untuk mempermudahku menariknya.

(contoh gaya katrol untuk mempermudah menarik barang)

...****************...

“Ayolah... kita berhenti dulu. Istirahat dulu sebentar” keluhku untuk yang kesekian kalinya. Sungguh.. aku lelah, tadi sudah naik gunung selama 1 jam, lalu sekarang menuruni gunung selama 2 jam. Aku menatap William yang sudah mengganti pakaiannya yang basah dengan jengkel. “memangnya kau sendiri tidak lelah?” William... kau ini masih manusia kan? Bukan monster seperti Siska?

William menyeka keringat dari dahinya. “ya. Kita istirahat dulu disini sebentar” dia menghela nafas dan duduk di atas batu.

Di saat seperti ini aku jadi merindukan Prince, seandainya saja dia ada disini, aku tidak akan terlalu lelah.

“apa kau membawa makanan?” William bertanya, namun kepalanya tertunduk.

Aku menggeleng.

KRuyuuukk.....

Aduh.... perutku sudah demo!

Aku tidak perlu lagi bertanya apa dia membawa makanan atau tidak. Kalau dia bertanya padaku bawa makanan apa tidak, berarti dia juga tidak bawa. Sepertinya untuk kali ini pemikiran kami sama ‘bawa apapun yang penting saja’.

“apa kau tau tempat di sekitar sini yang di tumbuhi pohon yang berbuah?”

William menggeleng.

Kau tidak tau? Aku agak terkejut. Tiba-tiba aku jadi kepikiran sesuatu? “hei... saat kau melompat kedalam jurang, apa kau sudah tau kalau di sana ada sungainya?”

William kembali menggeleng.

“Ha? Kau gila William? Apa kau tidak memikirkan kalau tubuhmu bisa saja hancur jika di sana tidak ada sungainya? Kenapa tiba-tiba kau melompat?” aku benar-benar tidak mengerti dengan pemikirannya.

“saat melihat teman-teman yang terjatuh, tubuhku tanpa pikir panjang langsung melesat bergegas ingin menyelamatkan mereka”

Aku masih menganga heran.

Hebat sekali anak ini, masih bisa hidup dengan pemikiran seperti itu? Dia sangat pantas untuk di beri julukan pahlawan!

Eh..... tiba-tiba aku jadi teringat julukanku ‘pahlawan topeng putih’ ‘pangeran berkuda putih’

Padahal aku hanya sekali menyelamatkan gadis yang hampir di serang Prince, tapi kenapa aku sampai di beri julukan pahlawan? Aku penasaran, siapa yang melebih-lebihkan gosip tentangku menjadi pahlawan. Seharusnya yang paling cocok dengan gelar pahlawan itu anak di depanku ini!!

Samar-samar aku mulai mendengar suara mesin mobil, aku pun meletakkan teilingaku di jalan beraspal ini. Benar saja, ada suara mesin mobil yang berjalan kemari. “bagus... akhirnya bisa meminta pertolongan!”

William menengadahkan kepalanya. Wajahnya terlihat pucat. “syukurlah.. selanjutnya aku serahkan padamu” ucapnya yang kemudian jatuh pingsan.

“He..hei...?”

...****************...

Kini aku sudah berada di bawah kaki gunung. Sebelumnya aku sudah menelpon tim SAR untuk menyelamatkan para teman dan guruku, aku juga sudah menelpon Fathoni untuk membawa pulang William yang sedang terbaring di rumah sakit dekat gunung ini.

Untungnya tidak ada masalah serus padanya. Kata dokter dia hanya kelelahan dan sedikit masuk angin. Yah... wajar dia masuk angin. Udara di gunung itu sangat dingin. Apalagi dia habis tercebur ke sungai.

[Berita kali ini pemirsa, seorang anak kecil yang selalu menyebut anak misterius si pangeran berkuda putih dengan sebutan kakak malaikat, hari ini di culik. Berikut keterangan polisi]

EH...? Aku langsung menoleh pada tv yang terpasang di ruang tunggu rumah sakit.

[sepertinya anak kecil ini di sandera, dengan alasan supaya si pangeran berkuda putih mau keluar dan menemui sang penculik.]

[Menurut si penculik anak ini sepertinya mempunyai hubungan yang spesial dengan si pangeran berkuda putih, karna itulah dia menyanderanya.]

“Sepertinya kau punya pekerjaan lagi” ucap William yang ternyata sudah sadar dan bersandar di dinding rumah sakit.

Oh ayolah... hentikan takdir mengerikan seperti ini!

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!