Luna Arsintha merupakan dokter cantik yang bekerja di salah satu Rumah sakit ternama,,dia ditinggalkan oleh ibunya saat berusia 4 tahun karena ibunya mengindap penyakit kanker membuat Luna bertekad untuk menjadi seorang dokter..
di usianya 26 tahun ini mama tiri nya menjodohkan nya dengan keluarga Wijaya, keluarga yang terkenal kaya raya,karena mama nya ingin menguasai harta keluarga Wijaya melalui Luna..
papa Luna yang mengidap penyakit stroke membuat nya terbaring tak berdaya,dia hanya bisa menyaksikan hari -hari di mana Riana bisa mengancam anak nya dengan menggunakan dirinya.
bagaimanakah nasib Luna selanjutnya, apakah dia mau menerima perjodohan dengan Pram Wijaya, lelaki yang di juluki sang Playboy..???
baca kelanjutannya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
jemput
dua hari sudah berlalu besok pagi Luna harus kembali keapartemen sesuai janjinya pada Pram, Luna sudah memantapkan hati nya kalau dia akan mempertahankan rumah tangga nya dengan Pram, anak nya tak boleh kehilangan sosok ayah pikir Luna.
meskipun Pram menolak anak nya nanti Luna tetap akan menjadi istri Pram, untuk anak nya biar dia sendiri yang berjuang..
" ta, kenapa Luna belum juga menggugat cerai Pram bukan nya dia sudah melihat kau dan Pram bersama di club apa Pram menyadari nya saat itu?" tanya Riana
" tidak mungkin bu,Pram saat itu dalam pengaruh obat tidur yanga aku berikan" jawab Mita
" kau bodoh...!!! kenapa bukan obat perangsang yang kau berikan sama seperti dalam sinetron-sinetron itu, kalau obat perangsang kan Luna bisa melihat reaksi Pram saat mencium mu"
" yang Bian punya hanya obat tidur saat ini bu" ucap Mita sedikit emosi karena ibunya hanya bisa menyalakan dirinya saja
" bagaimana kalau Kita lenyap kan saja dia,tapi kita buat drama sebaik mungkin" usul ibu Mita
" bagaimana cara nya bu?"
" mumpung dia masih di sini,kalau dia sudah kembali ke rumah Pram akan sulit bagi kita"
" ya,aku menurut saja bu,asal aku bisa cepat menikah dengan Pram" jawab Mita bersemangat
Luna yang tak sengaja ingin keluar kamar karena haus mendengar kan obrolan ibu dan anak itu, benar-benar licik cara mereka...
Luna masuk kembali kedalam kamar lalu mengunci pintu kamar nya,dia tak ingin gegabah bagaimana pun dia sendiri,Mita dan ibunya bisa saja menyiksa Luna nanti,bahkan langsung menghabisi nyawa nya,bukan Luna takut tapi dia harus melindungi janin nya saat ini,jika dia sendiri sekuat tenaga dia akan melawan Mita dan ibu tiri nya itu..
Luna segera mencari ponsel untuk menghubungi Pram...
" Hallo sayang..." jawab Pram cepat dia sangat bahagia Luna menghubungi nya duluan
" Pram jemput a-ku" ucap Luna ragu
" apa aku tidak salah dengar sayang, kamu mau pulang malam ini,sudah tidak sabar tidur berdua" canda Pram
" Pram ini bukan waktu nya bercanda, jemput aku....ini urgent...!!!" ujar Luna menutup ponselnya dan segera mengambil beberapa pakaian nya di lemari
Pram mendengar suara panik Luna dan segera mengambil kunci mobil nya lalu keluar dari apartemen
Luna dari tadi hilir mudik di dalam kamar nya menunggu Pram,Luna takut kalau Mita dan ibunya nekad untuk menyiksa diri nya..
Mita yang dari tadi tak melihat Luna keluar kamar segera menggedor kamar Luna..
" Lun...luna..." panggil Mita tapi Luna tak menyahut dia terlalu panik di dalam kamar
" Lun..." pekik Riana yang juga sudah berada di depan kamar Luna
" iya..." jawab Luna gugup dan membuka pintu kamar nya sedikit
" kamu kenapa?" tanya Riana
" tid-ak... hanya tak enak badan" jawab Luna
Mita mendorong pintu kamar Luna dan melihat tas Luna yang sudah berisi pakaian nya
"kamu mau kemana?" tanya Mita
" ak-u,,, a-ku mau kerumah sakit" bohong Luna
" kerumah sakit??? kenapa tas mu besar sekali" tanya Mita
" ada barang yang harus aku bawa,tidak bisa pakai tas kecil"
Mita melirik kearah Riana,dia yakin Luna akan pergi,Riana segera mendorong tubuh Luna keranjang,dan mencengkram mulut nya
" kamu kira bisa pergi dari rumah ini,kamu yang datang kesini dan kamu harus berakhir di rumah ini sama seperti ayah mu" ucap Riana menatap tajam Luna membuat Luna ketakutan
" lepas...lepas kan aku" pekik Luna
Riana tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan Luna...
pram melakukan kesalahan tapi apakah luna lebih baik jawabanya luna pun sama dia tidak kalau murahan daripada pram
pram melakukan kesalahan, mengaku salah, menyesal, mengemis maaf, berusaha memperbaik kesalahan, berjuang dapat kesempatan dan membuktikn diri dia pantas dapat kesempatan
sedangkan
*luna mengaku salah tidak, menyesalpun tidak, minta maaf tidak, berjuang apalagi, dia hanya istri munafik yang melihat salah suami dan tidak sadar kesalahannya
*kesalahan pram semua sudah tau
*ini kesalahan luna, seorang istri tapi berhubungan dengan pria lain, kontak fisik dengan pria lain, curhat berduaan dengan pria lain, menceritakan dan mengumbar aib suami pada pria lain, memberi harapan pada pria lain, yang paling buat luna tidak pantas dapat kesempatan karena luna munafik yang tidak sadar dan mengakui kesalahannya
dan yang menjadikan novel ini miris, egois, dan tidak adil, novel membenarkan semua kelakuan luna dan menganggap itu bukan kesalahan
miri novel buatan wanita yang menunjukkan wanita itu sangat egois (saya sebagai wanita, malu baca novel2 kayak ini)
nanti authornya bilang, ini hanya novel halu, kalau tidak suka skip aja, ingat thor sebuah novel akan mencerminkan karakter dan pola pikir autuor novel itu sendiri