NovelToon NovelToon
JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Cece Virgo

JONES, gelar yang cocok untuk Melani dan Assisten Raffa, dipaksa untuk saling jatuh cinta oleh pasutri jahil. memaksakan kehendak hati sang pemilik raga untuk saling mencintai.

Bagaimana bisa begitu? sedangkan hati tidak bisa dipaksakan. walaupun berusaha, namun akal dan hati terkadang tidak sejalan.

Hingga saat itu tiba, cinta mulai tumbuh. namun ada lika liku perjalanan cinta yang harus ditempuh. Raffa harus merasakan perihnya hati saat perempuan barbar itu berhasil menaklukkan hatinya dan sayangnya ia tengah dekat dengan pria lain.

**
Cerita ini adalah sekuel dari novel 'Selir, Gairah Pria Kesepian'
boleh baca lebih dulu, boleh juga tidak 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Penilaian Mereka?

🌴🌴🌴

Melani mendudukkan tubuhnya diatas sofa yang terletak di ruangan Assisten Raffa. mengedarkan pandangan menatap lekat pada setiap sisi design dan furniture yang terdapat pada ruangan tersebut.

Ketukan pintu pun terdengar nyaring di telinganya, Melani beranjak bangkit berdiri dan melangkah menuju pintu.

"Nona, saya bawakan coklat hangat dan cemilan." ucap petugas Pantri

"Oh, silakan masuk, Bu." Melani memberi ruang untuk petugas tersebut

Kini Melani tengah menikmati bakwan dengan dicocol oleh saus, hidup terasa indah bila menikmati hidangan ini hanya seorang diri tanpa ada yang mengganggu. lagi pula, buatan petugas Pantri benar-benar lezat sekali, beragam gorengan yang dicintai penduduk negeri tersaji banyak diatas satu piring, hanya untuknya saja.

Di ruang rapat, Tuan Andrew baru saja selesai mengakhiri kegiatan meeting antar pemegang saham. Ia menyuruh sang Assisten untuk menghubungi pihak pantri, memberitahukan perintah atasannya kepada salah satu dari mereka.

Tak berselang lama, pintu pun diketuk dari luar. Assisten Raffa bangkit berdiri untuk membukakan pintu tersebut.

"Susun diatas meja, ya." titah Assisten Raffa, mereka mengangguk dan menjalankan perintahnya

"Nah, ini dia, cake buatan sahabat istri saya. mari dicoba!" seru Tuan Andrew

Belasan pemegang saham itu pun mulai menikmati cake yang memang terlihat menggoda. sekali gigitan saja sudah membuat lidah bergoyang didalamnya. pengecap rasa pun tak bisa berbohong, seutas senyum seolah sedang berbicara bahwa cake yang berada digenggaman tangan masing-masing benar terbukti enak dan lezat, teksturnya pun lembut dan padat.

"Enak sekali, Tuan Andrew. apa beliau pengusaha juga?" tanya salah satu dari mereka

"Hanya pengusaha kecil, dan baru beberapa hari beliau menjalankannya." ujar Tuan Andrew

"Hmmm, tidak ada bedanya sama yang di Resto dan Kafe, malah ini lebih enak dengan tampilannya yang sederhana." puji yang lainnya

Tuan Andrew dan Assisten Raffa saling bersitatap dan mengulum senyum.

Melani memang tidak ada duanya. batin Raffa

"Jadi ya ... sekalian saja, bila kalian berkenan, datang saja kemari." Andrew menyodorkan selembar brosur yang menampikkan nama toko dan beragam cake terpajang didalam etalase. tak lupa sosok Melani yang berdiri sembari memamerkan cake diatas nampan.

Kemudian Andrew melirik Assistennya, seolah dirinya tahu harus melakukan apa, Assisten Raffa langsung membagikan brosur ke setiap orang.

"Baiklah, terima kasih, Tuan Andrew."

"Wow, harga yang ekonomis." seru yang lainnya

"Ternyata dia masih muda sekali, Tuan, cantik pula." sahut yang lainnya

Sontak saja, Raffa yang mendengar pujian itu menatapnya dengan tajam. seolah dirinya tidak senang bila sang penghibur hati tengah dipuji kecantikannya.

Dasar! sudah beranak empat pun masih memuji perempuan lain. batin Raffa

**

Waktu terus bergulir, telah hampir satu jam Melani menunggu. namun, yang tengah ia nanti pun belum juga kembali. Melani bangkit berdiri, lebih baik ia ke kantin untuk bersilaturahmi dengan kepala kantin dan rekan yang sempat ia tinggalkan.

"Assalamualaikum, Bu, kak Mai." sapa gadis itu

"Eh, Melani! Waailaikumsalam, Nak." Kepala kantin memeluknya, disusul pula oleh mantan rekan kerjanya dulu

"Bagaimana kabar kamu?"

"Kerja dimana sekarang?"

Pertanyaan berurutan yang dilontar, membuat Melani harus menjawabnya.

"Alhamdulillah, baik, Bu. sekarang aku buka usaha sendiri." jawabnya

"Ohya? usaha cake yang kamu idam-idamkan dulu?" tebak temannya

Melani mengangguk seraya menunjukkan deretan giginya yang rapi. "Iya, Kak. Alhamdulillah walaupun masih usaha kecil-kecilan." seru Melani

"Ah, nggak nyangka sih, akhirnya terwujud juga keinginan kamu."

"Nah, sini-sini, makan dulu! Ibu buat menu baru, cobain deh." sela Ibu kepala kantin, membawa semangkuk makanan kepada Melani. ia menaruhnya diatas meja yang terdekat

"Wow, menggiurkan sekali mah ini." seru Melani

"Iya, makanya cobain. Ibu belum dagangin, mungkin kamu orang pertama yang mencobanya."

"Is, bukanlah, Bu! orang ketiga. kan yang pertama dan kedua, kita." ralat temannya yang bernama Mai itu

"Iya gitulah pokoknya."

Melani tak mempedulikan perdebatan itu, ia tengah menghayati cita rasa yang berbeda dan benar-benar lezat hingga mampu menggoyang lidah siapa saja yang menyantapnya.

"Yummy pokoknya!" Melani mengacungkan dua jempol kepada dua orang itu. "Pokoknya harus dijual sekarang!" sambungnya

"Ya, rencana kami juga gitu."

Melani mengangguk paham, hingga hanya beberapa menit mereka mengobrol, gadis itu pun pamit tatkala waktu menunjukkan hampir pukul setengah dua belas. artinya, sebentar lagi adalah jam istirahat dan penjaga kantin harus kembali bergulat dengan Dapur.

Kini Melani telah tiba di ruangan Raffa, sontak saja ia terkejut melihat lelaki itu tengah menikmati cake miliknya diatas sofa.

"Hai." sapanya

Melani melenggang masuk tanpa permisi, seolah ruangan itu adalah miliknya sejak beberapa waktu terakhir.

"Hai juga. maaf, kalau aku menetap disini." ucapnya

"Tidak masalah, Tuan Andrew akan berbicara padamu."

Melani mengangguk paham, dan tatapannya melirik cake yang tengah dilahap oleh Assisten ini.

"Apa kalian mempromosikan daganganku ke orang-orang penting itu?" tanyanya

"Hmmm, tidak. mereka hanya mencoba dan menilai." jawabnya

Melani mengernyit, "Menilai? apa penilaian dari mereka?" tanya Melani sembari mencondongkan tubuhnya ke hadapan Raffa, ia menanti jawaban.

Deg!

Entah kenapa sesuatu didalam sana berdetak kencang, tubuh Raffa menegang tatkala mencium wangi khas tubuh wanita ini.

"Menjauhlah, kau membuatku sesak!" gerutunya

Melani mencebik, pria ini lama sekali hanya untuk menjawab enak atau tidaknya. Melani pun kembali menegapkan tubuhnya.

"Jadi apa kata mereka?" ulangnya

"Buatanmu tidak enak dan teksturnya kasar, coklatnya sedikit pahit dan kurang manis." jelas Raffa

Tapi habis juga dimakan sama congormu itu! batin Melani sembari menatap kesal

🌴🌴🌴

😂😂😂😂

1
Intan Arista
Lumayan
Intan Arista
Biasa
Andriyani Al Ibtisam
bagus
Fenty Dhani
♥️♥️♥️♥️♥️♥️🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Fenty Dhani
ish dasar modus...11 12 sama bosnya🤭
Fenty Dhani
pasti si ulat bulu yang datang...siapa itu??lupa deh...audi kah??😔😏
Fenty Dhani
geli banget ngebayangin nya🤭😂😂😂
Fenty Dhani
😂😂😂😂
Fenty Dhani
😂😂😂dasar somplak
Fenty Dhani
🤦🤦🤦kok sampah sih???lihat yang bener donk...garis dua tuh😁
Fenty Dhani
😂😂😂kasian Raffa d PHP...prank🤭😆😆
Fenty Dhani
semoga setelah Raffa pulang...Melani sudah garis 2...untuk kejutan😁
Fenty Dhani
semoga garis dua y Mel☺️
Fenty Dhani
♥️♥️♥️♥️🌹🌹🌹
Fenty Dhani
😂😂😂😂
Fenty Dhani
ya...ya...semoga kau mendapat jodoh yang kau harapkan Jen☺️
Fenty Dhani
😆😆😆
Fenty Dhani
gass poll terus🤭😂😂
Fenty Dhani
hadiah pernikan dari Andrew y??
Fenty Dhani
gass poll dah😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!