NovelToon NovelToon
I'M Sorry My Wife

I'M Sorry My Wife

Status: tamat
Genre:Obsesi / Tamat
Popularitas:942k
Nilai: 4.7
Nama Author: AFI_18

Hallo semua yuk mampir di karya pertama aku, mohon dukungannya ya, beri like, comment and vote

Bagaimana jika pernikahan yang baru berumur satu hari tandas begitu saja

Azril baru saja menyempurnakan separuh agamanya dengan wanita yang amat dia cintai justru harus bercerai karena kejadian malam pertamanya, malam yang harusnya di nikmati oleh sang istri justru malah ia nikmati dengan wanita lain yang sama sekali tidak ia kenal

Azril terbangun dengan keadaan yang mengenaskan, dia di pergoki oleh seluruh keluarganya serta keluarga istrinya

Begitupula dengan wanita di sebelahnya yang kerap kali di panggil Rara, niat hati ingin menghindar dari perjodohan orang tuanya justru malah terbangun dengan pria yang sangat asing

"Akhh apa yang kamu lakukan padaku?" pekik Rara terkejut

"Harusnya saya yang bertanya kenapa kamu bisa masuk ke kamar orang sembarangan" bentak Azril

Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca novel ini, jangan lupa tinggalkan jejak okhey

Follow ig 👉 habr_zayf

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AFI_18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengannya?

"Aku akan ke sana sekarang"

Dengan segera ia mengambil kunci mobilnya pikirannya sudah kacau di penuhi suara Rara yang terus terngiang-ngiang, sesekali dia memukuli setir mobilnya

"Sebenarnya apa yang telah aku lakukan" Azril mengusap rambutnya dengan kasar

Mobil melesat dengan kecepatan penuh, sesampainya di bandara Azril langsung mempercepat langkah kakinya menuju loket pembelian tiket ia mencari tiket pesawat yang berangkat paling awal namun sayangnya tiket paling awal pukul empat pagi, Azril melirik jam tangannya sekarang masih pukul setengah dua pagi itu artinya ia masih harus menunggu dua setengah jam lagi

Dengan langkah gontai dia berjalan menuju ruang tunggu, dia tidak membawa barang apapun hanya dirinya serta identitas nya

Berkali-kali dia menghubungi hp Afham namun tidak ada jawaban sama sekali terakhir dilihat pukul setengah satu ketika Rara menelponnya, hati Azril terasa gelisah sebegitu menderita nya kah Rara di sana

"Astaghfirullah" Azril mengucapkan istighfar berkali-kali untuk menenangkan hati dan pikirannya

Sesekali ia berdiri dan berjalan mondar mandir hingga membuat orang di sekitarnya ikut resah

"Mas kalau lagi gelisah jangan di bagi-bagi dong, pusing saya liat mas dari tadi bolak balik kayak setrikaan" ujar seorang ibu-ibu yang sedang memangku anaknya

"Maaf bu saya tidak bermaksud membagi kegelisahan saya, mungkin ini rezeki ibu" ujar Azril

"Tau ih mas kalau mau di bagi tuh ketampanannya bukan kegelisahannya" timpal seorang pria yang duduk di samping ibu tersebut mungkin ini anaknya juga

"Mas tampan kok di mata orang yang tepat" ujar Azril asal hingga membuat pria tersebut bergidik ngeri

Setelah menunggu sekian lama akhirnya dia dapat menaiki pesawat, perjalan dari bandara Soekarno-Hatta menuju bandara Juanda sekitar satu jam lebih, hatinya merasa gelisah ntah apa yang akan terjadi tapi hati kecilnya mengatakan bahwa sesuatu sedang terjadi

Azril nampak tidak nyaman, dia berulang kali membenarkan posisi duduknya sesekali dia melirik jam tangan yang bertengger di pergelangan tangannya, tak lupa dia memantau hp yang ia genggam sedari tadi barang kali ada kabar atau berita mengenai Rara

Pesawat mendarat dengan selamat dengan segera dia melangkahkan kakinya untuk singgah di musholla untuk melaksanakan shalat shubuh, setelah selesai bersimpuh di hadapan Allah dia memesan taksi untuk pergi ke pesantren tempat Rara di ungsikan

Azril memasuki pesantren suasana nampak ramai banyak wali murid yang mengunjungi putra putrinya karena hari ini merupakan hari yang sangat spesial bagi siswa siswi akhir

Tujuan utamanya adalah rumah Afham ya karena kemarin Rara memakai hp Afham kemungkinan Afham tahu keberadaannya, namun dia terkejut karena di sana terdapat beberapa polisi yang sedang duduk sembari berbincang bincang dengan Afham, ntah apa yang mereka bicarakan namun sayup sayup ia mendengar nama Syafeera Halwah Adelard, ya tidak salah lagi itu adalah nama istrinya meski dia menyebut nama itu hanya ketika waktu ijab kabul tapi dia masih teringat dengan jelas siapa nama istrinya

"Ada apa dengannya?" mereka semua menoleh ke arah Azril yang masih berjalan mendekati mereka

"Azril kapan kamu sampai?" tanya Afham ragu

"Kenapa kalian menyebut nama istri ku?" tanya Azril penasaran ntah kenapa hatinya merasa deg deg an ketika menunggu jawaban dari mereka semua

Polisi menoleh ke arah Afham seakan-akan bertanya "Siapa orang yang baru datang ini?"

"Mmmm Azril kamu duduk dulu pasti kamu capek kan baru sampai" ujar Afham sembari mempersilahkan Azril untuk duduk, Azril mengikuti perkataan Afham dia duduk di samping Afham dengan gelisah

"Afham ada apa ini, dimana Rara?" tanya Azril lagi karena sehabis ia duduk semua orang diam membisu ntah apa yang mereka tunggu

"Azril kenapa kamu baru bertanya sekarang sebelum-sebelumnya kamu kemana?" tanya Afham yang membuat Azril terdiam, wajah Afham menyiratkan sebuah kekecewaan yang telah di perbuat oleh saudara sepupunya ini

"Azril kenapa kamu tidak pernah mengunjungi dia?" tanya Afham lagi namun Azril tetap membungkam mulutnya

Afham menghela nafas pelan "Kamu mau ketemu Rara kan, tapi setelah ketemu Rara apa yang akan kamu lakukan?"

"Aku.... aku mau membawanya pergi dari sini" ujar Azril

"Segampang itu" Afham tersenyum sinis

Dahi Azril berkerut melihat Afham yang tersenyum sinis kepadanya

"Sekarang jawab saya dimana Rara?" tanya Azril kali ini dia bertanya kepada polisi yang ada di hadapannya

Polisi itu menatap ke arah Afham meminta persetujuan, Afham hanya mengangguk lemah

"Apa benar bapak suami dari saudari Syafeera Halwah Adelard?" tanya polisi tersebut

"Iya benar saya suaminya dimana dia sekarang? kenapa kalian bisa berada di sini? apa hubungannya dengan istri saya? apa istri saya melakukan sebuah kesalahan?" tanya Azril bertubi-tubi

"Tidak istri anda tidak melakukan kesalahan apapun, kami kesini hanya meminta data korban..."

"Maksud pak polisi apa? korban apa?" tanya Azril panik dia langsung memotong pembicaraan polisi layaknya memotong jalan dengan paksa yang seharusnya tidak di lewati

"Ya istri bapak merupakan salah satu korban kecelakaan, saat ini dia sedang di rawat di rumah sakit" polisi menghentikan ucapannya ketika melihat raut wajah Azril yang berubah pucat dan tegang

Azril diam terpaku kenapa bisa begini, bukankah semalam istrinya menelponnya, hati Azril bergemuruh sesak rasanya mendapat kabar seperti ini, lagi-lagi Azril mengingat suara isak tangis istrinya suara pilu yang keluar dari bibir mungil Rara terus berputar di otaknya

"Azril" Afham menepuk bahu Azril berkali-kali untuk menyadarkan dirinya dari lamunannya

Seketika Azril langsung bangkit dan berlari, tujuannya hanya satu rumah sakit tempat Rara di rawat

Kini disinilah Azril berdiri, di depan ruang ICU ruangan yang tertutup rapat dengan jadwal kunjungan yang teratur dan batas waktu dalam mengunjungi pasien, tidak boleh sembarang orang memasuki tempat tersebut

"Sus bolehkah saya masuk untuk melihat istri saya" tanya Azril ketika melihat suster yang keluar dari pintu ruang ICU

"Maaf pak belum waktunya kunjungan" ujar suster itu ramah

"Tapi sus istri saya di dalam dia mengalami kecelakaan saya belum melihatnya sama sekali" ujar Azril sendu

"Siapa nama istri bapak?" tanya suster tersebut

"Syafeera dok Syafeera Halwah Adelard" ujar Azril

"Bapak suami dari korban kecelakaan truk pukul dua pagi itu?" tanya suster memastikan

"Iya sus benar saya suami dari korban tersebut, tolong izinkan saya melihat keadaan istri saya" mohon Azril lagi

"Baik pak silahkan masuk" suster tersebut memberi izin untuk Azril memasuki ruang ICU

Azril menatap seluruh isi ruangan, ruangan dengan tiga orang pasien dengan peralatan yang melekat pada tubuh mereka masing-masing tergantung penyakit apa yang mereka alami

Pandangannya ia edarkan mencari sosok Rara, matanya menatap sosok perempuan dengan alat oksigen untuk membantu pernafasannya, dia berjalan mendekat ke arah ranjang tersebut

"Pak mohon maaf pasien yang bernama Syafeera di ranjang sebelah kanan" tegur suster tersebut sembari menunjukkan ranjang milik Rara

Deg

1
Beti Hartati
kisah kakak nya azril judul nya apa thor
Inkcone: satu imam dua ikatan baca di aplikasi fiz**
total 1 replies
Beti Hartati
mang janin rara kenapa thor
Beti Hartati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ernita Anwar
Luar biasa
Wina Ningsih
Biasa
Wina Ningsih
Kecewa
Depp Kazieh
ko ymbh nyeleneh ya kwsini2 nab nya,mkin g jls
Depp Kazieh
aztil bego ny g sembuh2,udh cere aja pdhl
Linda Wati
🤣🤣🤣 keren juga kata2 ngasal dari ustad zidan.kan ngacir tu ustad azriel
Linda Wati
Biasa
Linda Wati
Kecewa
Ai Khoeriah
the best
asti tutik
thor harap adil ya masa dari awal cuma rara aja yang di siksa azril juga dong thor yang salah kan dia
asti tutik
dasar pengen tak becek2 itu ustad tau agama cuma buat alesan dasar...
asti tutik
ini kluarganya pada kemana masak gak mencoba nyari sih cuma gara2 udah nikah padahal udah tau klo nikahnya cuma paksaan dasar suami kejam tau agama gak punya akhlak kena azab sana...
Mama Nafis
walaupun in cma cerita, tpi saya kurang suka klo membawa kehidupan pesantren
Beti Hartati: tapi pada kenyataanya memang ada pesantren seperti itu
total 1 replies
Mama Nafis
seharusnya jgn bawa pesantren klo sikapnya begini..walaupun semua manusia ad yg baik dan ad yg buruk..TPI ini kesannya cerita disini para pesantren nggak ad yg baik..sungguh sangat disayangkan..tolong dperhatikn lg.karena saya lulusan pesantren.🙏🙏
Bella Handayani
akhirnya muncul juga
Kadek Bella
lanjut thoor
Mariana Frutty
✅✔️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!