NovelToon NovelToon
Suami Bulukku Mendadak Tajir

Suami Bulukku Mendadak Tajir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Contest / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: indah yuni rahayu

Samsul Ramadhan, ya itulah nama yang cocok untuk cowok miskin plus buluk diantara yang lain.
Di awal pernikahannya dia sudah tak tahan karena hinaan yang diberikan keluarga Erlin karena dia seorang yang papa. Namun, keadaaan mengubah takdir setelah dia bertemu dengan kakek kandungnya.
Samsul mengubah namanya menjadi Samuel.
Dia membalas sakit hatinya dengan mendekati Eliana, adik Erlin. Karena keseringan bertemu, Eliana pun jatuh hati padanya.
Akankah Samuel mempertahankan rumah tangganya dengan Erlin atau kah menikahi Eliana??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Erlin Pov : Aku Sudah Tahu

Dadaku terasa sangat sesak, bahkan aku hampir kesulitan untuk bernafas. Bagaimana tidak? Suami yang selama ini aku rindukan telah berada di dekat ku. Namun, dia tak bisa menerimaku kembali. Dia bilang dia ingin menikahi wanita lain. Ini semua memang kesalahanku. Walau kata maaf telah keluar dari mulut ku, aku yakin dia sepenuhnya belum bisa memaafkan aku.

Aku segera menyeka air mataku dan kembali ke butik. Mengambil tas lalu menutup butik.

Pintu telah aku kunci, dan memastikan semuanya sudah aman aku pergi ke jalan untuk menunggu taksi.

Sekian menit kemudian tak ada satu kendaraan pun lewat. Aku sudah hampir kesemutan. Mataku sejurus melihat dari arah utara datang sebuah mobil Alphard abu - abu. Aku tahu siapa pemiliknya. Mobil itu berhenti tepat di depanku. Dan pengemudinya turun menghampiriku.

"Erlin, masuklah!" ujar Ciko seraya membuka pintu mobil bagian depan.

"Apa! Kamu mau memperkosa ku lagi?" hardik ku tak suka.

"Aku takkan melakukan itu padamu, sungguh! Cepatlah masuk, matahari semakin terik. Kamu nggak inginkan kulit kamu menjadi gosong?" rayunya dan terus memaksa agar aku masuk.

"Beri aku satu alasan, agar aku mau ikut denganmu!" ujarku seraya melipat tanganku di depan dada.

"Oke, dengan begini kamu pasti takkan menolak untuk yang sekian kali," Ciko merogoh sakunya mengambil ponsel. Dia sibuk dengan ponselnya, entah apa yang ingin dia beritahukan.

"Lihatlah Erlin!" Ciko mendekatkan ponselnya ke wajahmu.

"Ini kan ...." Aku membulatkan mata.

"Ayo cepat masuk!" aku segera mengikuti kemauan Ciko.

Ciko menutup pintu dan berputar ke arah kemudi. Setelah menutup pintu mobil dia segera menyalakan mesin.

"Kamu sudah makan?" tanyanya sambil mengemudi. Aku hanya menggelengkan kepala.

"Bagus, kita makan dulu!"

"Uh, kelamaan tahu! Aku ingin tahunya sekarang juga! Bagaimana bisa kamu mendapatkan foto itu?" ujarku.

"Tenangkan dirimu, sifat kamu yang tak sabaran itu perlu di rehab." Ciko menoleh ke arahku lalu fokus lagi menyetir.

"Emang aku bangunan apa," dia terkekeh.

Setelah itu kita hanya diam saja sampai sekian menit lamanya.

"Kita bicarakan ini sambil makan siang, ayo turun, sudah sampai!" Ciko menghentikan mobilnya tepat di sebuah warung makan yang sarat oleh pengunjung.

Langkahku akhirnya mengikuti Ciko, kalau bukan informasi berharga ini aku tak sudi berjalan beriringan seperti ini.

Kami masuk dan memilih tempat di warung lesehan tersebut.

"Ciko, sekarang ceritakan padaku perihal foto tadi!" pintaku, dia segera mengambil ponsel dan memperlihatkan foto Samsul yang tengah berhenti di depan mobil.

"Saat aku akan pergi ke sebuah mini market, tak sengaja melihat mobil Ferrari di ujung jalan. Tak asing dengan mobil itu aku segera mendekatinya. Dan saat aku akan berjalan ke arah sana, tiba - tiba pria dengan gerobak dorong berhenti tepat di mobil itu."

"Mobil Ferrari?" gumamku, seperti milik Samuel?

"Ini, ada beberapa foto lagi!" Ciko memperlihatkan 3 foto pada layar ponselnya.

Jantungku berdegup begitu hebatnya. Dalam foto yang pertama, Samsul tengah melepas tompelnya. Sedangkan foto yang kedua, Samsul mengganti pakaiannya dengan setelan kemeja. Foto yang terakhir, aku melihat itu adalah diri Samuel.

"Oh Tuhan, jadi selama ini aku telah menemukan suamiku sejak awal." Aku menutup mulutku tak percaya seraya sesenggukan.

"Jadi, suami kamu yang bernama Samsul itu adalah pria yang selama ini menghancurkan reputasi bisnis ku, Samuel Ramadhan." ujar Ciko terdengar kecewa.

"Lantas mengapa kamu menyembunyikan pernikahan kamu dengan Samsul dariku?" tanya Ciko.

"Itu karena, aku belum mengenalnya terlalu dekat. Jujur, semenjak aku mengusirnya dari rumah, aku sadar betapa berharganya dia bagiku."

"Pantas saja, selama kita berhubungan kamu selalu menolak untuk ku ajak menikah."

"Ciko, ini gawat!" pekikku membuat dia serius menatapku.

"Apa nya yang gawat?"

"Suamiku bilang dia akan menikah dengan wanita lain. Dan Samuel telah memilih Eliana untuk menjadi istrinya." terangku.

"Gila, masa adik ipar sendiri jadi sasarannya," ujar Ciko tak percaya.

"Sudahlah Erlin, kan kamu sudah tahu seperti apa suami kamu yang sekarang, ceraikan saja dia!" imbuhnya lagi.

Aku melotot ke arahnya.

"Cerai kamu bilang? Sudah sekian lama aku tak mengatakan hal itu, dulu saat dia memergoki kita sedang berduaan, aku juga pernah meminta cerai padanya. Namun apa yang dia katakan, perceraian hanya akan menunda permasalahan dan bukan pemecah persoalan." terangku, dan masih ingat betul seperti apa prinsipnya menjaga ikatan pernikahan.

"Erlin, kamu belum sadar sampai sekarang? Suami kamu itu jahat!"

"Sudah Ciko, cukup! Aku posisi nya yang paling jahat di sini, aku telah mengusir dan mencampakkan dia di jalan."

"Tapi, barusan kamu juga telah mengakui kalau Samsul itu adalah Samuel,"

"Aku baru tahu, kalau suami bulukku mendadak tajir."

"Suami buluk begitu tetap saja dipertahankan?" gerutunya, "Mending sama aku,"

"Cih, sudah di tolak masih saja suka memaksa, dasar cowok nggak tahu diri," omelku seraya beranjak dari cafe.

"Tunggu Erlin, kita belum selesai bicara!" teriaknya.

Aku tak memperdulikan ocehannya sekarang. Yang aku butuhkan saat ini adalah ketegaran hati untuk menjalani karma atas perbuatanku.

Aku tak bisa memungkiri ini, Eliana adalah wanita pilihan Samsul. Aku sangat menyanyangi adikku, tidak mungkin juga aku mengatakan ini padanya.

"Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang?" sepanjang perjalanan pulang aku terus terisak.

Saat tiba di rumah kakek. Aku melihat Eliana datang dan berlari ke arahku. Dia dengan riangnya mengatakan kalau malam ini Samuel akan melamarnya.

Bagai tersengat listrik rasanya. Secepat itukah dia memutuskan tanpa memperdulikan perasaan ku? Aku menahan sakit di hati. Dan tersenyum mendengar kabar duka ini.

Malam pun tiba, aku masih di kamar dan terus berurai air mata. Aku sengaja mengenakan kebaya yang dulu pernah aku pakai di depan Samsul. Berharap dia mengingatnya. Berjanji untuk saling menjaga ikatan pernikahan.

Aku menatap pantulan wajahku di cermin. Memoles wajah dengan make up sederhana. Selesai sudah aku berdandan, tapi masih enggan untuk meninggalkan kamar. Hingga mami datang dan memarahiku. Aku keluar kamar dengan ribuan kekuatan yang telah terkumpul. Meski tubuh ini bergetar hebat, aku sebisa mungkin bertahan.

Samsul suamiku terlihat sangat tampan dengan setelan kemeja putih. Eliana juga sangat cantik. Aku harus kuat untuk melihat mereka bertunangan. Aku tak boleh egois, aku akan merelakan kalian berdua untuk menikah demi kebahagianmu Samsul. Ini adalah karma bagiku.

Samuel kini sedang memakai kan cincin ke jari manis milik Eliana. Aku senang, tapi entah mengapa hatiku sangat sakit. Perlahan tubuhku tak mau diajak kompromi. Aku merasakan pusing, dan tiba - tiba semuanya terasa gelap.

1
DPras
dendam dipelihara.. klo dendam yg elegan donk jgn malah masih berharap... hadeh MC nya aneh
Kam1la: ha ha, iya. maaf mengecewakan
total 1 replies
isma mail
di apartemen kok ada balok kayu?
Ig : Author_fanie.liem
Thor, Folback dong
ga BS kirim chat ya
Ig : Author_fanie.liem
Thor maaf baru mampir LG...
Wangintowe Tundugi
males bacanya
Wangintowe Tundugi
kok jadi ngawur ya
Kam1la: terimakasih sudah mampir,
total 1 replies
Ig : Author_fanie.liem
ya ampun iri sama kakek" wkwkkw
Ig : Author_fanie.liem
KEREN BANGET POKOKNYA SAJIAN PENULISANNYA, AKU JUGA BELAJAR BANYAK
LOVE POKOKNYA
Ig : Author_fanie.liem
mantap jiwa kalau ak punya suami gn wmwnw
Edy Sulaiman
ini bukan balas dendam Sam, tdk spt ini cara bls dendam, bls dendam tuh mereka semua dimelaratkan diam dikontrakan yg sempit kalu ini mah namanya memanjakan...
Edy Sulaiman
mc ny tmbah oon...
Edy Sulaiman
Awal cerita sgt bagus ,namun saat ini alur cerita mengambang terkesan amburadul tdk berkmbang..
Edy Sulaiman
alur critanya mulai gk sreg.thor,kurang dramatis,.
Edy Sulaiman
utk mengetahui isi hati Erlin seharusnya Sam kmbali spt samsul yg lama buluk dan miskin...
Titus Esthi P. W
Luar biasa
Kam1la: terimakasih Kak, semoga terhibur ya!
total 1 replies
Mohammad Ridwan
alurnya patah2. cerita kurang mengalir dan tidak berkembang.. dan parahnya mengapa harus adik iparnya yg mnjadi korban? bukankah dia karakter yg baik?
Kam1la: iya Kak, maaf jika kurang menghibur. Eliana terlalu egois, karena keturunan yang mempengaruhi pikiran.
total 1 replies
Siska Sefyona
udh kaya jd sombong si sam
Siska Sefyona
makin lama cerita ny kok si sam jd makin sombong Thor
Siska Sefyona
AQ ketawa ja y😅😅😅😅
Asmarali
tega nya memfitnah suami sah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!