Seorang Pengusaha Muda Ternama, Bendefidh Reginaldo Wilson. Pria yang dikenal sukses meraih karir di usia muda, memiliki kepribadian tertutup.
Sikapnya yang dingin, arogan, dan terkesan sangatlah cuek itu tak membuat banyak gadis menyerah mendekatinya.
Namun saat menemukan wanita yang berbeda, Dennastasya Yura adalah gadis bagaikan magnet untuk Bende yang terus menariknya untuk masuk dalam kehidupan Denna.
Yuk mampir dan mari simak ceritanya, perjalanan kedua manusia yang menemukan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tasyaaerm05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Sedangkan Denna terus tersenyum tatkala banyak pengujung yang datang dan menyapanya
Seorang ibu-ibu melihatnya dari kejauhan dengan tatapan takjub pada gadis muda yang sangat ramah dalam bekerja
"Lihat jeng, itu pemilik terbaru Resto ini. Sangat cantik" puji salah satu Ibu-ibu yang tengah duduk dengan menyantap makanannya
"Iyaa, sedari tadi ia ramah menyapa pengunjung. Jarang ya ada bos seperti itu" timbal salah satu dari mereka
"Seandainya saya ada anak bujang, sudah ku jodohkan dia dengan anakku" tambah ibu-ibu satunya
"Kira-kira dia sudah punya suami apa belum ya"
"Bu, ini tempat makan bukan tempat bergosip" tegur Bende yang mendengar semua ucapan ibu-ibu itu
"Iya mas, kita bukan bergosip yang tidak-tidak. Kami hanya terpesona oleh ramahnya pemilk Resto yang baru ini, sangat berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya" jawab ibu-ibu tadi
Bende akui, Denna sangat mudah akrab dengan orang-orang yang baru di kenalnya. Ia menatap gadisnya dari kejauhan yang tak pernah berhenti tersenyum kepada para pembeli
"Mbak, Resto ini makin ramai pengunjung ya" ucap salah satu pelanggan
"Iya, pelayanannya baik, dan dengar-dengar boss baru disini masih muda, cantik, juga ramah" balas pelanggan ke 2
Semua orang memuji Denna, bahkan tak jarang ada pembeli yang meminta foto padanya, baik perempuan ataupun laki-laki. Namun Denna menjaga jarak dengan laki-laki yang meminta berfoto dengannya
Bahkan ibu-ibu yang tadipun berebut juga ingin berfoto dengan boss cantik di Restoran Mari Singgah itu
"Tuan, saya harap anda tidak marah dulu. Kita melihatnya sendiri bukan bahwa Nona Denna bekerja sangat baik dan membatasi dirinya dengan pria lain" ungkap Dava yang melihat perubahan di muka Bende sejak tadi, Bende hanya diam tak menanggapi
"Mbak, mbaknya ada pacar apa belum? kalau belum mau gak saya kenalkan dengan Abang saya?" tanya seorang pembeli yang menyapa Denna
"Dia calon istri saya" Bende langsung menyela ucapan perempuan tadi
"Oh maaf ya mas, saya tidak tahu" jawabnya cengengesan
Tanpa memperdulikan ucapan wanita itu Bende langsung menarik tangan Denna dan mendudukannya di kursi sebelah.
"Anda mau makan apa tuan?" tanya Denna sedikit bercanda
"Makan kau" balas Bende
"Wkwk.. Ada apa hm?" tanya Denna ketika ia melihat muka Bende memerah menahan amarah
"Aku tak suka" singkatnya dengan menggenggam tangannya
"Bendefidh, aku bisa menjaga jarak dari pria lain. Kenapa kau semakin posessif?" tanya Denna tetap dengan tenang, jika biasanya ia selalu membantah. Kali ini ia mengesampingkan egonya
"Aku ingin makan, kau harus menemaniku" pintanya tegas
"Iya-iya. Iraa kemarilah" tegur Denna pada Ira, salah satu karyawannya
"Iya bu, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sopan
"Saya ingin pesan makanan yang teristimewa disini" jawab Bende datar
"Baik tuan" jawabnya lalu beranjak pergi
"Bendefidh, kapan kita berkunjung ke rumah Bunda?" tanya Denna di sela-sela percakapan
"Kau maunya kapan?" tanyanya kembali
"Aku mengikut saja" jawab Denna singkat
"Malam ini kita kesana, sayang nanti akan ku jemput aku harus kembali ke kantor"
"Tapi kau belum makan" cegah Denna
"Aku akan meminta Dava membawanya" jawabnya lalu berlalu pergi
Denna menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bende, laki-laki itu sangat posessif akhir-akhir ini.
"Dava, ada apa dengan tuan mudamu itu. Kenapa sangat posessif sekali" tanya Denna dengan sedikit tertawa
"Wkwk biasalah Nona, Tuan Muda terbakar api cemburu" balas Dava dengan candaan juga
Setelah mengambil makanan itu, Dava berlalu pamit meninggalkan Resto dan kembali ke kantor Bende.