NovelToon NovelToon
KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

KEENAN (Kontrak Pernikahan 3)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:11.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: samudra lee

Bagaimana rasanya saat kamu terpaksa harus menikahi gadis yang menjebakmu? Itulah yang di alami Keenan Wijaya, dia terpaksa menikahi gadis yang sudah dengan sengaja menjebaknya, Anindira.

"Aku akan membuatmu menyesal karena telah menjebakku!" ujar Keenan.

Apakah rumah tangga itu akan kandas di tengah jalan atau akan tetap langgeng dan menimbulkan benih-benih cinta di hati keduanya?

Apa yang melatar belakangi Anindira melakukan penjebakan itu?

Jangan lupa, like, favorite, komen dan vote-nya ya🤗.

Follow:
~ Fb: Samudra Lee
~ Ig: Samudra_Lee_19

Salam sayang dari otor ter--KECEH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Mata Keenan langsung terbuka saat menyadari sesuatu, demikian juga Dira, matanya membeliak sempurna karena ada yang dia rasakan.

"Aaaaa," teriak Dira seraya menyingkirkan tangan Keenan yang menyentuh gundukan kembar miliknya. Begitu juga Keenan, dia langsung bangun dan menjauhkan tangannya dari hal yang tidak ingin dia sentuh.

"Apa yang barusan kamu lakukan? Dasar mesum!" omel Dira dengan menyilangkan kedua tangannya.

"Hei, harusnya aku yang bertanya, apa yang sedang kamu lakukan disini? Kamukan harusnya tidur di sofa, kenapa kamu bisa sampai disini? O ... jangan-jangan kamu sengaja ingin memperkosaku ya?"

"Heh, dasar sinting! Mana ada perempuan yang memperkosa laki-laki, kamu tuh yang barusan ingin berbuat tak senonoh padaku," sahut Dira.

"Siapa juga yang ingin berbuat tak senonoh padamu. Kamu sendiri yang naik ke atas tempat tidurku dan lihat kamu bahkan sengaja menggodaku dengan berpakaian seperti itu," cibir Keenan.

"Aku ...."

"Apa?!?" Keenan melotot menatap Dira.

"Percuma juga berdebat dengan dia. Tetap saja aku yang kalah, apalagi pakaianku memang seperti ini," batin Dira.

"Sana, palingkan wajahmu! Aku tidak mau kamu melihat tubuhku!" suruh Dira.

"Siapa juga yang ingin melihat tubuhmu. Najis, tahu nggak." Ketus Keenan. Dia mendengkus seraya memalingkan wajahnya dari Dira.

Dira menarik selimut yang menjadi sumber keapesannya barusan. Dan mungkin hari itu benar-benar hari apes untuk Dira, gara-gara dia memaksa untuk menarik selimut yang ujungnya masih tertindih tubuh Keenan membuat tubuhnya terjungkal dilantai dan lebih apesnya lagi Keenan ikut terjatuh di atas tubuhnya. Beruntung Keenan memiliki refleks yang bagus, tangan kanannya berhasil menyangga kepala Dira agar tidak membentur lantai.

Bak sebuah magnet mata keduanya bertaut dan menimbulkan getaran aneh pada diri sepasang suami istri yang tidak saling memcintai tersebut. Dira kembali mendorong tubuh Keenan saat bagian sensitif dari pria itu menegang.

"Dasar mesum, sana menyingkir dari tubuhku!" seru Dira.

Keenan yang sudah sepenuhnya sadar segera bangun dari posisinya.

"Heh, aku ini pria normal, walau bagaimanapun bagian itu pasti akan sensitif saat bertemu dengan hal yang memancingnya," jawab Keenan.

Kini Dira juga sudah dalam posisi berdiri tepat didepan pria ketus yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.

"Bukannya tadi kamu bilang, kalau tubuhku ini najis untuk kamu sentuh? Terus kenapa bisa kamu terpancing?" Dira sengaja mengingatkan Keenan akan ucapannya. Dia mencoba memberitahu Keenan, kalau tubuhnya tidak senajis yang pria itu pikirkan.

Gleg. Kini Keenan yang bersusah payah menelan ludahnya sendiri. Hem yang dipakai Dira memang tidak tipis, tapi juga tidak terlalu tebal untuk bisa menutupi tubuh sintalnya. Bahkan gundukan kembar yang berada dibalik itu tampak jelas terlihat.

"Sial! Jika aku masih tetap disini, aku pasti tidak akan bisa mengendalikan diriku," batin Keenan.

Keenan lebih memilih keluar dari kamarnya, daripada harus meladeni hal yang menurutnya tidak penting. Dan sebelum keluar, Keenan menyuruh Dira untuk mengunci pintu kamarnya.

Setelah Keenan keluar dari dalam kamar, Dira membaringkan tubuhnya di atas sofa. Tidak lupa dia menutup tubuhnya dengan selimut yang sejak tadi menjadi biang keributan dirinya dengan Keenan.

"Apa yang sedang aku pikirkan kenapa sentuhan itu masih terasa dan benda itu ...."

Dira menggeleng dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, dia berusaha menghilangkan pikiran aneh dari kepalanya.

"Dasar cowok mesum." Kembali Dira mengumpat agar bisa melupakan hal yang dia rasakan beberapa menit yang lalu.

Di tempat lain, Keenan memilih menghabiskan waktunya dengan berdiri di atap gedung hotel sambil menikmati indahnya malam.

"Shit, kenapa aku harus menyentuhnya," umpat Keenan. Dia menatap telapak tangan yang tanpa sengaja menyentuh benda kenyal milik Dira tersebut. Bahkan bayangan tubuh Dira yang berada dibalik hem juga ikut muncul di kepalanya.

"Kalau begini, cara satu-satunya untuk menghilangkan bayangan itu, aku harus menyibukkan diriku dengan bekerja." batin Keenan.

Saat Keenan hendak meninggalkan atap gedung, saat itu pula Arya datang.

"Pengantin baru kenapa diluar?" goda Arya. "Harusnya malam inikan waktu untuk kalian bermesraan."

"Apaan sih, Ar."

Arya tertawa melihat ekspresi kesal sahabatnya.

"Ohya, bagaimana hasil penyelidikannya? Apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Keenan.

Arya mengambil sesuatu dari dalam sakunya. "Ini," ucapnya sembari memberikan sebuah USB kepada Keenan.

"Terimakasih," ucap Keenan.

Arya hanya menjawabnya dengan acungan jempol.

"Aku mau lihat ini sekarang." Keenan melangkah meninggalkan tempat itu. Tapi, baru beberapa langkah dia kembali lagi.

"Ada apa, Kee?" tanya Arya yang heran melihat tingkah sahabatnya.

"Aku pinjam laptopmu ya," jawab Keenan.

"Kenapa?"

"Aku hanya malas kembali ke kamar," jawab Keenan.

"Aku makin yakin, kalau terjadi sesuatu barusan dan itu mengganggu pikiranmu." Arya menatap Keenan penuh selidik. "Apa? Ceritakan saja padaku!"

"Mana mungkin aku menceritakan hal konyol yang terjadi di kamar barusan? Apalagi sampai bilang kalau gara-gara itu aku jadi menginginkannya," batin Keenan.

"Hei, kok malah melamun." Arya menepuk bahu sahabatnya itu.

"Tidak apa-apa. Ayo ke kamarmu, aku sudah tidak sabar ingin melihat ini."

"Baiklah," jawab Arya. "Ayo!"

Akhirnya Arya dan Keenan meninggalkan tempat tersebut.

1
Hariyanti
baik sesama manusia emang bagus tp jg sampai jadi bodoh hanya karena terlalu baik 🤔🤔
Hariyanti
terlalu banyak rahasia 😤
Hariyanti
kenapa ga diceraikan si siluman itu.... bpknya kan tau kalo istri barunya itu siluman ular
Hariyanti
bapak goblok......matre..cocok sama emak tirinya Dira 😤😤😤😤
Hariyanti
siapa sih Anita, Thor??? sok berkuasa amat dgn harta dan kekuasaan yang bukan miliknya
Hariyanti
bisa ga sih menjalani kesepakatan tanpa bertengkar....kalo akur kan adem
Hariyanti
kenapa bisa ular siluman itu masuk dlm keluarga Dira 🤔
Hariyanti
visualnya Erik pas banget dgn karakter tokoh..... pengecut dan Cemen ☺️
Hariyanti
konyol.... kyknya komedi romantis 🤗
Hariyanti
bisa gitu ya 🤔
Hariyanti
aneh pengantin tdk ada pendampingnya gitu 🤔
Hariyanti
masa iya ibu sendiri membiarkan anaknya dijebak 🤔🤔
Hariyanti
licik 😤 menghancurkan hidup orang demi keluar dr masalah.betapa egois kamu😤😤
Hariyanti
kyknya seru walupun belum apa2 aku sdh Ilfeel dgn ulat bulu yang jebak Keenan
Jisa Ajach
luar biasa
prima yanary
Luar biasa
Ray Aza
dirut kok dompetnya sll isi recehan... kl cashless minimal ada kartu atm atau cc.
Chy Achyy
Lumayan
Chy Achyy
Buruk
Amora
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!