NovelToon NovelToon
Jodohku Yang Luar Biasa

Jodohku Yang Luar Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Poligami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: zien

Ririn, seorang gadis sederhana yang tiba-tiba mendapat lamaran dari Devan yang merupakan direktur perusahaan tempat Ririn bekerja.

Devan, seorang direktur perusahaan sekaligus seorang suami dari wanita bernama Citra.

Citra, seorang istri yang baik tetapi malang nasibnya. Dokter telah memvonisnya mandul, tidak bisa mempunyai anak. Karena rasa sayang luar biasa pada suaminya, Citra menyuruh suaminya yaitu Devan untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan.

Bagaimana kelanjutan cerita Ririn, Devan dan Citra? Yuk baca novel ini sampai tamat😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluargaku, Sumber Kebahagiaanku

"Rin, kok baju tidurnya yang itu?"

"Sama saja kan Mas yang mana juga."

"Jelas tidak dong... pakai yang ada di lemari itu."

"Nggak mau... itu sih sama aja nggak pakai baju."

"Kan walau pakai yang tebal dan panjang juga, nanti kan didepan aku dibuka juga, jadi sama saja kan akhirnya," Devan tersenyum lebar.

Ririn tidak menurutinya, ia cepat-cepat naik keatas tempat tidur dan menarik selimut sampai menutupi leher, hanya kepalanya saja yang terlihat.

Devan tertawa melihatnya. Ia ikut masuk kedalam selimut dan mendekati Ririn. Tangannya memeluk Ririn. "Deket-deket dong jangan jauhan gitu, nanti kangen sama aku lho."

Ririn tahu ia harus menunaikan kewajiban seorang istri....

...***...

"Rin, aku berangkat kerja dulu... pulang kerja aku ke rumah Citra, aku pulang kesini hati Senin ya." Devan mengulangi perkataannya yang kemarin.

"Ya Mas, saya mengerti," Ririn meraih tangan Devan dan menciumnya.

"Hari ini kamu akan ke rumah ibumu?"

"Iya Mas saya akan mengajaknya kemari."

"Iya boleh nanti diantar Pak Memet."

"Terima kasih Mas."

...***...

"Assalaamualaikum."

"Wa'alaikumsalaam... aduh Teteh... Emak teh meni kangen," Emak memeluk Ririn.

"Mana Tami sama si Ade, Mak?"

"Tami ... Ade... ada Teteh!!" Emak mengeluarkan jurusan andalannya 'gorowok boy' (teriak sekerasnya).

"Teteeeh...." Tami dan Amran memeluk Ririn.

"Semuanya sehat?"

"Sehaaat," mereka serempak menjawab pertanyaan Ririn.

"Termasuk si Beno? Sehat?"

"Sehat Teh, wah kalau berkokok... uh dia mah kereen."

Ririn mengusap-usap kepala Amran.

"Sekarang mau lihat rumah Teteh nggak? Sekalian nginep mau nggak? Ade sama Tami masih sekolah online kan?"

"Mau atuh Teteh." Amran tampak bersemangat.

"Teteh udah punya rumah sendiri?" Emak sedikit tak percaya.

"Iya Mak. Sok atuh siap-siap, kita sebentar lagi pergi, bawa baju ganti, Teteh juga ada yang mau dibawa dari kamar Teteh."

Semuanya sibuk menyiapkan barang bawaan, termasuk Ririn yang mengepak sebagian barang kepunyaannya dari dalam kamarnya.

"De, si Beno aman nggak kalau ditinggal dua hari? Atau titip dulu ke Mang Ujang biar ditengokin sama dia..."

"Iya Teh, lebih aman kalau dititip ke Mang Ujang... minta uang dong Teh buat ngasih ke Mang Ujangnya."

"Ini De," Ririn memberikan uang pada Amran. Kemudian Amran pun berlalu keluar dari rumah.

"Teteh, kita perginya naik apa?" tanya Emak.

"Teteh bawa mobil Mak."

"Euleuh, Teteh juga sekarang punya mobil?" sekarang Tami yang nanya.

"Iya alhamdulillaah."

"Tami... sebelum pergi periksa dulu kompor, semua jendela pastikan sudah terkunci... Ade juga bantu Teh Tami periksa-periksa dulu," Ririn memberi perintah pada kedua adiknya.

Setelah semua dirasa beres, mereka pun meninggalkan rumah dan masuk ke dalam mobil. Mobil yang diberikan Devan untuk dipakainya adalah Toyota Yaris keluaran terbaru yang harganya 300 jutaan berwarna merah.

"Wah Teteh mobilnya bagus banget... bisa sering jalan-jalan nih..." Amran menggerak-gerakkan alisnya.

"Boleh nanti sering-sering aja nginep di rumah Teteh ya?"

"Iya... iya... aku mau," Amran langsung saja mengiyakan.

"Jangan sering-sering Amran... Teteh kan sudah punya suami... kalau sering-sering nanti mengganggu." Emak menasehati Amran.

"Nggak apa-apa De... nanti Teteh atur waktunya," Ririn menghibur Amran yang langsung terlihat kecewa.

Jarak Cimahi ke Dago Atas lumayan jauh. Tapi Amran dan Tami terlihat sangat senang... mereka bilang serasa piknik.

Akhirnya sampai juga di rumah Ririn.

"Masya Allah... rumahnya bagus Teteh... alhamdulillaah ya Allah Teteh diberi rejeki luar biasa," Emak terlihat berkaca-kaca karena terharu.

Amran dan Tami berkeliling di halaman depan, sedang Emak langsung mengikuti Ririn masuk ke dalam rumah.

"Teh, rumahmu bagus sekali, Emak ikut senang."

"Bu, ini minumannya, Bibi buatin jus jambu biar sueger." Bi Isah meletakkan nampan diatas meja.

"Bi perkenalkan ini ibu saya diluar ada dua adik saya."

Emak bersalaman dengan Bi Isah.

"Bi... titip anak saya ya, tolong jagain," Emak berkata pada Bi Isah. Bi Isah hanya mengangguk dan tersenyum pada Emak.

Tami dan Amran masuk kedalam rumah sambil menjinjing tas yang berisi pakaian ganti. "Teh tasnya simpan dimana?" tanya Tami.

"Kamar yang itu untuk Emak tidur, Ade sama Tami pilih aja ada kamar diatas yang itu atau yang itu," Tami menunjuk kamar-kamar untuk keluarganya tidur menginap di rumahnya.

"De, dibelakang ada ayunan dan pohon buah-buahan cangkok... mungkin juga ada buah yang mateng, boleh dipetik tapi hati-hati metiknya jangan merusak pohonnya."

Secepat kilat Amran dan Tami menuju halaman belakang. Emak yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.

Ririn melangkah ke arah dapur. "Bi masak apa saja hari ini?"

"Ayam goreng tepung, acar ikan mas, rendang daging, sayur sop, sambal sama lalapan, kerupuk udang, emping.... cukup segitu Bu? atau saya harus masak yang lain lagi?"

"Sudah cukup Bi... itu sudah banyak, terima kasih."

Ririn kembali menghampiri ibunya. "Mak, kita makan siang sekarang yuk..."

"Ayo... ajak adik-adikmu sekalian".

Sekarang Ririn pergi ke halaman belakang, dilihatnya sedang duduk berdua di ayunan.

"Teteh kebunnya bagus banget, tuh ada jeruk yang matang tapi nggak tega metiknya... kayaknya bagus tetep dipohonnya... bisa dipandang terus."

"Iya bagus dipandang... tapi kalau dibiarin terus kan jadi busuk... malah jadi mubazir nggak kemakan." Ririn mengambil gunting khusus untuk memotong tangkai buah jeruk.

Ririn memberikan jeruk itu pada Amran.

"Ayo makan dulu... Emak udah nungguin di meja makan."

"Ayo cuci tangan dulu di wastafel ini," Ririn menunjukkan wastafel yang ada di halaman belakang.

"Emak ayo silahkan dimakan," Ririn mempersilahkan Emak agar lebih dahulu mengambil makanan.

Emak menyendokkan nasi ke piringnya lalu untuk Amran dan Tami. "Mau diambilkan juga?" tanyanya pada Ririn.

"Iya Mak biar terasa seperti dulu waktu tinggal dengan Emak," kata Ririn sambil tersenyum.

"Teh makanannya sangat banyak ... enak-enak lagi," kata Tami sambil memilih lauk yang akan diambilnya. Sedangkan Amran mengambil semua lauk yang terhidang di meja makan dan menyusunnya didalam piring makannya.

"Duh Ade, kalau makan jangan begitu, ambil saja sedikit-sedikit, nanti kalau habis tinggal ambil lagi, jangan menumpuk makanan di piring... nggak baik," Emak menasehati Amran.

"Iya Mak... maaf," Amran menunduk.

"Udah ... nggak apa-apa... ayo dimakan De," Ririn kasihan melihat Amran, ia takut adiknya kehilangan selera makan karena diceramahi Emak.... tapi ternyata tidak. Amran terlihat lahap menyantap makanannya. Dan Ririn pun tersenyum melihatnya. Ia puas melihat keluarganya terlihat bahagia.

"Gimana kalau sore kita jalan-jalan? mau beli baju baru nggak? atau buku cerita?"

"Iya Teteh aku mau", Tami dan Amran langsung mengiyakan.

"Kamar yang ini Teteh jadiin musholla.. sesudah makan, kita sholat berjamaah ya... biar Ade yang jadi imamnya... biar seperti dulu kayak di rumah Emak," kata Ririn.

*********************************************

terima kasih sudah membaca novel ini, mohon beri dukungan author dengan memberikan rate, vote, comment n like ya 😘😘😘

*********************************************

1
Naimatul Jannati
blum ada lnjutannya thor ririn sm mas devan
kohuna kojana
jempol
Sri Mulya
lanjut
Susantri
kayaknya hanya citra ja yg da dihati Devan..bilang I love u ja hny ma Citra ma Ririn hny kt syg gk lebih..kesal AQ ma Devan lama2..
mizuki
makin kesini ceritanya jadi monoton yg gak perlu di ceritain jangan di tulis dong thor😴😴😴
mizuki
Mak sama anak sama matrenya....maknya ngerestui anaknya nikah sama suami orang biar bisa hidup enak
mizuki
Ternyata si ririn matre juga ya..
Ucy (ig. ucynovel)
aku baru mampir thor

ceritanya kyk keseharian bagus 👍
anggita
👌✌,,
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama...
Devi Sihotang Sihotang
kalo udah nikah, nnti egois istri pertama
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
seru cerita nya
Fiwanaka
aku mampir Thor...
mampir juga di karya ku ya Tangis Gadis Tegar dan Dikhianati tapi Dicintai karya Fiwanaka
terimakasih
Fiwanaka
aku mampir Thor saling dukung ya thor
N13
btw ini cerita dilanjutkan / nggak ya
N13
Citraaaaa mulu yg diprioritaskan, sepertinya cuma citra yg punya rasa cemburu, jadi seolah2 citra yg jd korban,,,, helowwww
yg maksa minta devan nikah lagi sopo,,, devan jelas² saranin adopsi, citra ngeyelll !!!
akh sumpah kasian aku mah sama Ririn, sekolah yg tinggi Rin, trus berkarier, buka usaha ato apa,,, hempaskan lah Devan n Citra,,, seumur hidup makan ati klu kayak gitu ceritanya,,,
N13
ya iyalah citra dan devan sdh liburan 2x,,, Ririn ?????
N13
nah jd apalagi pertimbangan nya,,, ceraikan Ririn, Ririn jg wanita biasa, yg butuh dicintai
N13
ya sdh minta Devan ceraikan Ririn,,, disini Ririn korban Ego mu Citra,,, biarlah Ririn bebas, kasian mentang² istri kedua harus banyak nahan rasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!