NovelToon NovelToon
To Be New Yiyi

To Be New Yiyi

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:184.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgi

Sinopsis

Pernah tidak kepikiran kalau saja kalian punya ilmu yang tiada tanding di alam lain? Ya... kita mungkin tidak pernah kepikiran sampai ke sana, tapi ini beda dengan yang di alami oleh Tan Xiao Yi. Di kehidupannya saat ini dia adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak dan sebagai istri dari seorang pengusaha yang cukup sukses.
Hingga suatu ketika pada saat malam tiba, dia langsung pindah ke dimensi alam lain yaitu era 700 masehi masa Dinasti Tang. Disanalah dia memasuki ke dalam tubuh seorang gadis cantik bernama Yiyi.
Bagaimana kehidupan dia disana sebagai Yiyi? Apakah dia bisa kembali ke alam nyatanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerajaan Yu di wilayah selatan 1

Mo Yan jalan dengan gayanya yang acuh sambil memasuki ke dalam arena istana Yu. Sesampainya di halaman istana, ada seorang gadis cantik yang sedang berbincang ria dengan para dayangnya.

"Liu Shi, kemarilah nak!" seru paman Wu Jin pada gadis cantik nan riang itu.

ini adalah ilustrasi dari Liu Shi

Dengan wajahnya yang sangat manis, dia menghampiri paman Wu Jin. Kami menghentikan langkah kaki kami sementara sambil menunggu arahan dari paman Wu Jin yang akan memberitahu kami kamar untuk istirahat.

"Paman Wu Jin, ada apa memanggilku?" tanyanya sambil tersenyum manis di depan kami semua.

"Perkenalkan, ini adalah tamu kita dari kerajaan Lim! Pria gagah yang tampan ini adalah pangeran ke-3 dan ini...."

"Ooooo.... jadi ini yang bernama pangeran Mo Yan yang tampan itu?" selanya dengan mata berbinar. Dia mengelilingi Mo Yan sambil tersenyum centil. "Ternyata kabar berita di luar sana tidak bohong. Paman, apakah mereka akan inap di sini?" tanyanya dengan mimik wajah yang gembira seperti seorang anak kecil yang menanti diberikan permen.

"Liu Shi, jangan tidak sopan! Mereka..." ucap paman Wu Jin yang belum selesai.

"Paman, sepertinya kami tidak bisa inap di istana ini, karena saya dan istri saya membutuhkan tempat yang sangat pribadi," sela Mo Yan sambil menarik pinggulku hingga badan kami bersentuhan.

"Jadi, ini?" tanya Liu Shi pada pamannya ketika melihatku.

"Ini istrinya, namanya nona Yiyi," jawab si paman sambil memperkenalkanku.

"Salam kenal nona Liu Shi, saya Yiyi," salamku padanya.

"Nona Yiyi, maaf kalau aku tidak memperhatikan keberadaanmu tadi," katanya sopan sambil tersenyum padaku. "Kalian inap saja di sini. Istana ini mempunyai banyak kamar tamu. Penginapan disini juga sangat jauh jaraknya dari istana. Kau bujuk saja suamimu agar bisa inap di sini," katanya panjang lebar sambil menggandeng lengan kiriku.

"Suamiku yang tampan, lebih baik kita inap di sini saja," bisikku pelan di telinganya agar tidak terdengar oleh siapapun.

Mo Yan langsung tersenyum lebar setelah mendengar ucapanku. "Baiklah, istriku," balasnya lagi dengan berbisik di telingaku.

"Apa yang kalian bisikkan? Apakah sangat rahasia?" tanya Liu Shi penasaran bercampur kesal.

"Kami tidak punya rahasia apa-apa. Hanya saja suamiku sudah setuju untuk inap di istana ini," jawabku sambil tersenyum padanya. "Benarkan, Yang Mulia?" tanyaku lagi memastikan.

"Mm..." jawabnya singkat mengiyakan.

"Benarkah?" tanyanya kegirangan.

Aku hanya mengangguk saja mengiyakan.

"Liu Shi, jaga sikapmu!" titah paman Wu Jin padanya. "Kalau begitu, paman akan tunjukkan kamarnya sekarang agar kalian bisa segera istirahat. Kita lewat sebelah sini," ajak paman Wu Jin yang sudah mengarahkan jalannya.

Mo Yan tidak peduli dengan sikap Liu Shi yang terlihat sangat tertarik padanya. Dia menggandeng tanganku agar terlihat mesra di depan mereka semua. Walaupun demikian, Liu Shi tidak terpengaruh sama sekali. Liu Shi menemani paman Wu Jin mengarahkan kami. Istana kerajaan Yu benar-benar indah. Setiap kamar di kelilingi oleh kolam buatan yang sudah diisi oleh beberapa ikan. Banyak pohon bonsai yang beraneka bentuk terpajang indah di sepanjang jalan yang kami lalui.

"Ini kamar kalian!" seru paman padaku dan Mo Yan sambil membuka pintu kamar tersebut. "Untuk kamar para pengawal dan dayang di sebelah sana," katanya sambil menunjuk ke arah rumah panggung yang tidak jauh dari kamar kami. "Disana ada kamar laki-laki dan kamar perempuan," lanjutnya.

"Terima kasih, paman. Kami akan istirahat dulu," kata Mo Yan yang masih memegang tanganku. "Ayo kita masuk kedalam!" ajak Mo Yan yang sudah tidak sabar.

"Eeeeyyy... tunggu sebentar!" Liu Shi menahan pintu kamar yang hampir ditutup oleh Mo Yan. "Pangeran dan nona Yi, kalian akan diundang makan malam bersama. Kalian harus datang ya?"

"Baik, nona Liu Shi. Kami pasti akan datang," jawab Mo Yan sambil menutup pintu kamarnya tanpa basa basi lagi.

Mo Yan tidak mempedulikan keadaan sekitar lagi. Dengan gesit dia mengganjal pintu kamar dengan sebuah papan sebagai kunci pintu kamar agar tidak ada orang yang bisa masuk. Sedangkan aku langsung melihat-lihat sekitar kamar yang kami tempati. Ranjang yang luas dan di hiasi dengan manik-manik khas wilayah selatan. Lilinnya juga banyak dengan bentuk yang berbeda-beda tapi tampak mempercantik ruangan.

"Ahhh..... lelahnya," ucapku yang sudah berbaring di atas ranjang dengan kasur tipis.

"Istirahatlah! Aku juga sudah lelah," katanya sambil mengambil posisi.

Disusul oleh Mo Yan yang kelelahan dan berbaring di sebelahku sambil memejamkan matanya tanpa berbicara lagi, aku juga mengistirahatkan tubuhku yang sudah tidak tahan lelahnya dari perjalanan tadi.

Beberapa saat kemudian, aku merasakan ruangan menjadi agak redup cahayanya. Ternyata Mo Yan sudah melihatku entah sejak dari kapan. Dengan gaya tubuhnya yang cenderung miring ke arahku dan hanya bertumpu pada tangan kirinya, dia menatapku.

"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanyaku padanya.

"Ini sudah malam, kita di undang untuk makan malam dengan pangeran Yu Tian," jawab Mo Yan tenang.

Aku langsung bangun dari tidurku. "Apakah kita sudah telat?"

"Iya, kita telat tapi baru sebentar."

"Kenapa tidak membangunkanku dari tadi?"

"Karena kamu sangat cantik saat sedang tidur, jadi aku hanya ingin melihatmu."

"Kalau begitu aku ganti baju dulu, lalu kita akan ke sana."

"Tidak usah! Kau tetap pakai ini saja! Hanya saja rambutmu harus di rapikan sedikit. Aku akan menunggumu di luar," katanya yang sudah jalan sambil menuju kepintu luar.

"Baik," ucapku singkat.

"Ingat, jangan lama-lama!" pesannya lagi sambil menutup pintu.

Aku hanya mengubah gaya rambutku saja. Rambutku yang tadinya terurai panjang, aku gulung jadi satu dan aku memakai kembali aksesoris yang sama. Setelah itu, aku langsung bergegas keluar sari kamar. Saat kubuka pintu kamarku, Ruyi berdiri di depan menyambutku kagum setelah melihat penampilanku. Sedangkan Mo Yan masih menunggu sambil berdiri membelakangiku.

"Pangeran, selir Yi sudah selesai," lapor Ling Zhe padanya.

Mo Yan berbalik untuk menyambutku. Dia sempat terpukau beberapa detik. "Ayo kita segera ke sana! Tidak baik sampai mereka menunggu kita terlalu lama," kata Mo Yan sambil berjalan terlebih dulu membimbing jalanku.

Ruyi dan Ling Zhe ikut menemani kami ke sana. Aku hanya berjalan sedikit di belakang dari Mo Yan. Hingga sesampainya kami di tujuan, seorang pria tampan berdiri dari tempat duduknya menyambut kedatangan kami.

"Pangeran Mo Yan, apa kabarmu?" sapa pria itu.

"Baik. Pangeran Yu Tian sendiri, bagaimana kabarnya selama ini?" sapa balik dari Mo Yan.

ini ilustrasi pangeran Yu Tian

"Kami semua di sini juga dalam keadaan baik. Silahkan duduk, pangeran Mo Yan dan...." katanya terhenti saat menatapku yang berada di samping Mo Yan.

"Ini istriku, Yiyi," kata Mo Yan pada pangeran Yu Tian sambil memperkenalkanku.

"Salam hormat hamba ucapkan pada pangeran Yu Tian," kataku sambil memberi hormat.

"Salam kenal juga pada nona Yi. Terima kasih sudah datang ke sini," jawabnya ramah. "Kalau begitu, silahkan duduk semuanya!" ajaknya sambil mengarahkan tempat duduk kami.

1
Ibuk'e Denia
aq mampir thor
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Ni Ketut Patmiari
Ini balas dendam nya kapan ya?
Bukan nya cpet2 slesaiin misi, emang ga mikir ninggalin suami n anak2 di dunia modern
ucan
bagus banget ceritanya thor
Virgi: terima kasih😻
total 1 replies
Sri Tati
Luar biasa
nuke
payah masa pake jampi2 segala
IndraAsya
next 💪💪💪😘😘😘
IndraAsya
👣👣👣 Jejak 💪💪💪😘 😘😘
Natsuki
Wihhh keren "..... 😎
Rani Wardanan
setidaknya mereka diberikan keturunanlah..
Mio mio
semangat kak
Anifka Widha
bukan ngontrak say tapi ngekos
Anifka Widha
tuh kan apa kubilang jampi jampi alias pelet ikan
LilyArni
selir sampe 6 ckckckck.....
Ria Diana Santi
Boom like untuk mu Thor!

Makasih banyak ya buat support mu pada karya ku! ❤️🤗😘
Ria Diana Santi: Sama²...
total 2 replies
Indri Satria
thor semangat
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"Kaisar Rubah"
thanks 🦋🦋🦋
total 1 replies
Rusmina Hz
semangat Thor
Virgi: terima kasih🙏
total 1 replies
Rusmina Hz
ok lanjut
Rusmina Hz
semangat thor
Raina Yuni Apriani
aduhhhh peran nya bodoh banget sih udah tau selir itu jahat masih mau ngebantuin mana katanya mau bales demdam uhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!