Tiara adalah seorang gadis cantik yang periang dan sederhana serta memiliki bakat yang luar biasa.Namun karna ulah kakaknya ,ia terpaksa harus menikahi seorang CEO muda yang sombong,kasar dan angkuh .
Kehidupan Damar yang begitu penuh dengan kemewahan membuatnya terjerumus kedunia malam yang begitu kelam.Damar selalu dikelilingi wanita-wanita jalang yang menginginkan hartanya.Hal itu membuatnya berfikir semua wanita sama begitu juga dengan Tiara .
Damar menikahi Tiara hanya karna sebagai barang yang ia menangkan di meja judi.Dengan penuh keyakinan damar berniat ingin menjadikan Tiara barang koleksinya yang bisa ia nikmati kapan saja.
Tanpa ia ketahui bahwa Tiara adalah wanita yang sangat dicintai oleh Dewa adik kesayangan nya.
Akankah Damar dan Tiara tetap bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Massya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku merindukanmu
Terimakasih...
Terimakasih untuk semua orang yang sudah mendukung ku selama ini..
Bu Mita,sahabatku shiren tanpa kalian berdua aku tidak akan pernah sampai pada titik ini. Terimakasih...
Dan teruntuk kakak saya, Nayra.. dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan betapa saya merindukan nya...Dimana pun kakak berada,semoga kakak selalu sehat dan hidup bahagia..
Kak...jika ada waktu... temuilah Tiara kak. Apapun salah Tiara ,Tiara harap kakak bisa memaafkan nya...
Keberhasilan ini,, Tiara persembahkan untuk kakak' dan seorang lelaki yang kakak pilihkan untuk Tiara..
Terimakasih kak,dia sangat baik pada Tiara...
Dan mungkin Tiara sudah terlanjur jatuh hati padanya...
Tapi Kak....maaf ,sulit sekali mengetuk hatinya....maaf jika Tiara tidak sekuat yang kakak inginkan...
Tapi Tiara mohon temuilah Tiara kak, Tiara harap kakak bisa melihat Tiara di sini. Tiara sangat Rindu kakak...sangat Rindu....
Begitulah cuplikan video Tiara saat di atas panggung malam itu yang di kirim oleh Riko pada Damar.
Damar memutar video itu berulang-ulang. Tidak bosan ia mendengar saat Tiara mengatakan bahwa ia sudah jatuh hati padanya.
Rasanya senang dan sedih itu bercampur menjadi satu. Senang karena Tiara juga mencintai nya,dan sedih karena betapa damar sangat tau orang yang Tiara rindukan tak mungkin bisa melihat video itu, apalagi menemuinya.
Bagaimana mungkin orang yang sudah meninggal bisa menemui orang yang masih hidup.
Ingin rasanya Damar mengatakan bahwa mereka sudah berada di dua dunia yang berbeda.
Tapi.....
Entahlah Damar masih belum sanggup membahas ini pada Tiara. Hati wanita itu akan lebih sakit,dari saat ini pikir Damar.
Haruskah ia katakan pada Dewa bahwa ia juga sudah jatuh cinta pada Tiara?
Lalu bagaimana dengan perasaan adiknya itu?
"Kenapa harus Tiara?"
Kini Damar pun menanyakan hal yang sama pada dirinya sendiri.
Kenapa harus mencintai wanita yang sama?
Benar-benar pilihan yang sulit baginya. Karena ia pun tak pernah mencintai wanita sedalam ini.
Dan apa ini?
Rindu?
Yah Rindu...
Sekeras apapun ia menolaknya,tapi rindu itu benar-benar tak mau pergi.
Drrrtt drttttt
Ponsel Damar berbunyi. Dewa memanggil.
"Halo"
"Bisa kita bertemu kk"
"Hmm"
"oke nanti aku Sherlock"
Tut Tut Tut... hubungan telepon itu pun langsung terputus.
Damar segera bersiap menuju alamat yang di kirim Dewa.
Sesampainya di sana, ternyata dewa sudah menuggu. Damar langsung menghampiri adik kesayangannya itu.
"Mau minum apa kak?"
"Tidak usah,langsung saja pada topik utama nya. "
Dewa menarik napas dalam,ia sangat kenal nada dingin itu. Pertanda bahwa sang kakak sedang tidak enak hati.
"Kak aku mencintai Tiara, sangat mencintainya"
"Hmm,aku tau!"
"Tapi sepertinya Tiara sudah jatuh hati padamu kak"
"Hmmmm"
"Sejak kecil aku selalu patuh padamu,dan sejak kecil kakak selalu memberikan apa yang aku mau. Walau terdengar egois,tapi aku ingin meminta Tiara darimu kak. Aku ingin kakak membuat Tiara jatuh cinta padaku"
"Sekarang kau bukan anak kecil lagi,dan permintaan mu itu sungguh konyol. Tiara bukan barang yang bisa kubeli untukmu"
"Tapi aku tak bisa hidup tanpanya kak"
"Jadi lelaki jangan lemah ! ucapan mu itu seperti banci"
"Kak aku sudah menyukai nya sejak kecil, terserahlah kakak mau ngomong apa. Tapi inilah kenyataan bahwa adikmu ini tidak bisa melihat wanitanya bersama pria lain termasuk kakak"
"hmmm Wanitamu sejak kapan? kau bahkan tak punya nyali untuk mengungkapkan perasaan" ejek Damar.
Lelaki itu memang seperti itu,bicara tanpa filter.
Tapi Dewa juga sangat kenal dengan lelaki itu. Walaupun mulutnya keji tapi hatinya tidak akan tega.
"Terserah kakak...!" seru Dewa sambil menyedot cofilate miliknya.
"cuma mau bahas ini?" tanya Damar sambil menatap lekat wajah lelaki yang masih dia anggap bocah itu. Bocah yang meminta istrinya...."Das6ar bocah" umpat nya sambil beranjak pergi.
Walau begitu,Damar tetap saja tidak bisa mengabaikan rengekan Dewa.
Berkali-kali ia menarik nafas dalam. Otak nya terasa mau pecah. Andai saja yang dewa minta itu adalah
sesuatu yang bisa di beli. Tanpa ragu Damar akan memberikan nya untuk adiknya itu.
Tapi ini cinta....
Kini barulah ia menyadari,bahwa seberapa banyak pun uangnya tidak bisa membeli cinta. Cinta Tiara.
Sudah dua hari tidak masuk kantor,sudah dua hari pula tak bertemu wanita itu.
Ternyata benar, patah hati bisa membuat frustasi. Pikir Damar. Lalu bagaimana dengan bocah kecil itu?
Apa Dewa bisa mengatasi rasa yang menyebalkan ini? yang bahkan membuat Damar hampir gila.
Mengancam tak bisa hidup tanpa Tiara lagi. Benar-benar seperti bocah.
Terus saja lelaki itu mengumpat di dalam hati,merutuki dirinya dan Dewa yang sedang jatuh terlalu dalam pada cinta yang sama.
Dahulu bahkan saat patah hati karena Nayra,tidak seperti ini .Pikir Damar.
Rasa ini sulit untuk di jelaskan,,,,
Oh tuhan,,inikah caramu menghukum ku. Aku yang selama ini terlalu sombong dengan uangku...
"Huh" Desah Damar sambil menepikan mobilnya di bahu jalan.
Tangannya meraih benda pipih yang menyimpan wajah Tiara.
"Aku merindukan mu" ucapnya lirih sambil mengusap lembut senyuman indah yang terpampang di layar smartphone nya.
"Sepertinya Aku juga tak sanggup hidup tanpamu" ucapnya jujur.
"Hhhh bahkan sekarang aku juga seperti banci, yang mengucapkan kata menjijikkan ini" Damar tersenyum kecut, menertawakan diri nya sendiri.
Drrrtt drttttt....
Riko memanggil...
"Halo tuan?"
"Hmmm"
"Saya sudah berada di depan kontrak kan nyonya Tiara"
"Sedang apa dia?"
"Sedang merapikan barang tuan"
"Kirim alamat nya"
"Baik tuan"
Tut Tut panggilan sudah terputus.
Tak lama kemudian,Ting.... satu pesan wa dari Riko. Berisikan alamat beserta foto terbaru wanita itu .
Damar Tersenyum,
"Berbakat juga kau jadi penguntit, terimakasih" balas Damar.
"Demi bonus tahun baru "
"Dasar laki-laki mata Duitan !"
Riko hanya membalas dengan stiker senyum,mata Duitan itu memang dirinya.
Tapi setidaknya,saat ini hanya Riko lah yang paling memahami hatinya. Di saat-saat seperti ini lelaki itu sangat bisa di andalkan.
"Aku akan jadi lelaki terbodoh bila melepas mu,tapi aku juga akan jadi kakak terjahat bila bersamamu" ucap Damar sambil menatap layar ponselnya.
"Katakan padaku Tiara,jalan mana yang harus ku ambil?"
Ting ting....
Satu pesan dari Tiara.
"Assalamualaikum mas? apa kabar ? "
Damar mengatur napasnya dengan perlahan. Satu pesan itu benar-benar sudah memporak porandakan hatinya yang sudah kacau.
Jangan seperti ini Tiara....
Jangan membuatku jadi kakak yang sangat jahat....
Jangan peduli atau merindukan ku...
Aku tak sanggup mendengar nya...
Ting...
" jika merindukan mu adalah sebuah dosa. Mungkin saat ini aku sudah membuat dosa yang sangat besar"
Riko mengirimkan screenshot story' wa Tiara.
"Sialan....." umpat Damar sambil menstarter mobil nya.
Gejolak di jiwa nya,tak mampu ia tahan lagi.
Tembok pertahanan yang sudah merapuh itu kini benar-benar hancur. Hancur seketika.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu