NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tertukar

Jodoh Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:328.5k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.

Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.

Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.

Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).

Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-23 Pengakuan Amanda

Tidak terasa Amanda dan Jonathan sudah menghabiskan eskrimnya. Mereka baru tersadar kalau mereka makan eskrim hanya berdua saja. Kemana Asti dan Erna?

Amanda menoleh kaarah antrian, kedua temannya itu tidak ada. Juga di sekeliling ruangan.

“Kemana mereka?” tanya Amanda.

“Teman-temanmu?” tanya Jonathan.

“Iya, eskrim kita sudah habis, mereka belum muncul juga,” jawab Amanda.

Terdengar bunyi pesan di handphnenya Amanda.  Diapun segera mengambil hp  didalam tasnya. Ada pesan dari Asti, kalau merka pulang duluan karena ada perlu.

“Mereka pulang, mereka meninggalkanku sendiri disini,” keluh Amanda.

“Kau tidak bawa mobil?” tanya Jonathan.

“Tidak, mobilku sedang di service,” jawab Amanda.

“Kau ikut denganku saja, aku antar pulang,” kata Jonathan.

Amanda menatap Jonathan.

“Kau serius?” tanya Amanda.

“Iya, ayo,” ajak Jonathan, sambil meraih kunci mobilnya yang tergeletak diatas meja.

“Baiklah ayo,” sahut Amanda, diapun melap mulutnya dengan tisu, lalu beranjak diikuti Jonathan.

Di dalam mobil mereka tidak ada yang bicara. Banyak yang difikirkan Jonathan tentang gadis disampingnya itu. Vincent menyarankan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya pada Amanda kalau dia sebenarnya menyukai Amanda. Tapi itu tidak semudah mengatakannya, karena apa? Ungkapan itu akan membawa malapetaka untuk dirinya dan Amanda. Karena dia tidak tahu hasil dari uangkapan itu apa? Kalau hasilnya ternyata dia harus tetap menikah dengan Agatha, ungkapan perasaan itu akan menyakiti dirinya dan Amanda, bukan kebahagiaan yang dihasilkan.

Amanda menyandarkan kepalanya ke kursi kepalanya menoleh kearah samping kirinya melihat gedung-gedung bertingkat yang dilewatinya.

“Apa kau ada acara setelah ini?” tanya Jonathan.

“Tidak ada,” jawab Amanda.

Jonathanpun tidak bicara lagi, Dia menjalankan mobilnya menuju rumahnya Edward yang di ibukota, sesuai dengan arahan dari Amanda.

Beberapa puluh menit kemudian mereka sampai di halaman rumah itu.

“Kau tinggal disini sendiri?” tanya Jonathan.

“Dengan Agatha saat kami kuliah saja. Kami besar di perkebunan,” jawab Amanda.

Jonathan memarkir mobilnya dan mobilpun berhenti di depan teras. Mereka masih duduk dikursinya masing-masing.

“Setelah kau menikah apakah kau akan tinggal disini atau ke London?” tanya Amanda, menoleh menatap Jonathan.

“Kemungkinan kembali ke London,” jawab Jonathan.

Amandapun diam.

“Kenapa?” tanya Jonathan.

“Tidak apa-apa,” jawab Amanda.

“Apa kau menyukai Vincent?” tanya Jonathan tiba-tiba, kini pria itu menoleh kearah Amanda.

Pertanyaan itu membuat Amanda terkejut, merekapun saling tatap. Jonathan menatap mata indah itu. Melihat matanya itu yang bisa membuatnya membedakan siapa Agatha dan siapa Amanda. Yaitu dari cara mata itu menatapnya.

“Entahlah,” jawab Amanda, kini memalingkan mukanya dan menunduk.

“Apa dia memperlakukanmu dengan baik?” tanya Jonathan.

Amanda tidak menjawab. Entah maksudnya apa Jonathan . Apa sikap ketus Vincent terlihat oleh orang lain? Mengingatnya merasa sedih jadi wanita yang tidak dicintai pasangannya.

“Vincent menyukai saudaraiku,” jawab Amanda.

Jonathan tidak menjawab, dia menatap kedepan keluar mobil, ada taman anggrek disana. Taman yang selalu dibuat disaat dimanapun Elsa berada.

“Apa kau menyukai Agatha?” tanya Amanda kemudian menoleh pada Jonathan. Jonathan masih menatap taman anggrek itu.

“Aku baru beberpa kali bertemu dengannya,” jawab Jonathan.

“Kau akan mencoba menyukainya?” tanya Amanda lagi.

Jonathan tidak menjawab. Dia merasa dia tidak perlu menjawab pertanyaan Amanda itu karena sendirinya juga bingung harus bagaimana. Kalau hanya sekedar pacaran mungkin putus sambung adalah hal biasa, tapi untuk pernikahan apalagi sudah melibatkan keluarga besar, itu tidak mudah untuk diputuskan begitu saja. Itu yang menjadi pertimbangannya.

Bagaimana kalau semua ini terungkap malah menghasilkan kekecewaan diantara orangtua mereka? Apalagi saudara dan rekan bisnis sudah mengetahui rencana pernikahan ini. Ayahnya tentu saja bukan seorang  yang pengecut dan tidak bertanggugjawab dengan perkataannya, dia tidak akan begitu mudah membatalkan pernikahan ini. Kalaupun dia bisa menikah dengan Amanda, bagaimana dengan Agatha, hatinya akan tersakiti.

“Baiklah, aku akan turun. Apa kau akan secepatnya ke London?” tanya Amanda.

“Iya, besok aku ke London,” jawab Jonathan.

“Aku ke London juga besok,” kata Amanda.

“ Apa kau mau kita ke London bersama? Kita ke bandara sama-sama,” ucap Jonathan.

Amanda menatap Jonathan yang juga menatapnya.

Entah kenapa Jonathan berfikir untuk tidak mengatakan isi hatinya, tapi sikapnya seakan tidak bisa menutupi perasaannya, jika dia ingin selalu bersama gadis itu.

“Baiklah,kau jemput aku,kita ke London bersama-sama,” jawab Amanda.

Jonathan mengangguk, dia mendekatkan tubuhnya kearah Amanda, membukakan pintu mobilnya disamping Amanda.

“Kau tidak takut tinggal sendirian disini?” tanyanya, matanya melihat arah rumah Amanda.

“Tidak, banyak pelayan disini,” jawab Amanda.

Jonathan tidak bicara lagi. Matanya kembali bertemu dengan mata Amanda tapi tidak ada kata-kata yang mereka ucapkan, hanya hati mereka yang berkata, aku menyukaimu.

“Sampai jumpa besok,” ucap Jonathan.

“Ya,hati-hati di jalan,” ucap Amanda.

Jonathan menagangguk. Amanda turun dari mobilnya. Dia melambaikan tangannya saat mobil itu perlahan meninggalkan halaman rumahnya.

Amanda belum masuk ke rumah, dia menatap mobilnya Jonathan sampai mobil itu menghilang keluar dari halaman rumahnya.

************

Keesokan harinya..

“Sayang, kau sudah pulang? Kenapa kau tidak menelpon untuk dijemput supir? Kau memakai taxi?” tanya Elsa, saat putrinya sampai di rumah ketika hari sudah larut.

“Iya Mommy,” jawab Amanda, dia berbohong kalau tadi pulang bersama Jonathan.

Elsa memeluk dan mencium kepala putrinya.

“Istirahatlah, semua orang sudah tidur,” ucap Elsa.

“Iya Mommy,” jawab Amanda, kemudian dia pergi ke kamarnya. Elsa hanya menatap purtinya dari belakang. Dia teringat kalau dia dan Edward akan bertanya soal hubungan Amanda dengan Jonathan, dia ingin tahu apa jawaban Amanda soal itu.

Pagi harinya saat sarapan, Edward terkejut tiba-tiba Amanda sudah ada dirumah.

“Kau sudah datang, sayang?” ucapnya, merentangkan kedua tangannya akan memeluk putrinya.

“Iya Daddy,” jawab Amanda, dia langsung memeluk ayahnya. Edward balas memeluk putrinya dengan erat.

“Cuma beberapa hari saja kau pergi rasanya Daddy kangen sekali,” kata Edward, mencium rambut putrinya, lalu memegang wajah putrinya itu dan ditatapnya.

“Aku juga selalu kangen Daddy,” jawab Amanda, sambil tersenyum. Elsa hanya tersenyu melihat ayah dan anak itu berpelukan. Amanda memang lebih manja pada ayahnya.

“Ayo duduklah, kita makan,” kata Elsa, dia membantu koki menyiapkan sarapan mereka.

Terdengar langkah seseorang masuk ke dalam ruangan. Agatha masuk dan langkahnya terhenti saat melihat Amanda berpelukan dengan Edward.

Elsa menatap kehadiran putri satunya lagi itu.

“Sayang, duduklah, kita makan,” kata Elsa.

Mendengar ibunya bicara dengan yag lain, Amanda melepas pelukannya dan menoleh kearah Agatha. Saudara kembarnya itu tampak agak diam saat melihatnya.

“Kau juga merindukanku, kan?” kata Amanda sambil tersenyum.  Agatha tersenyum menatap saudaranya itu.

“Tentu saja,” ucapnya, merekapun berpelukan.

Ada sedih dihati Elsa saat melihat saudara kembar itu berpelukan. Dia sedih kenapa kedua putrinya menyukai pria yang sama. Apa yang terjadi jika semua ini sudah terungkap? Pertanyaan itu terus berulang muncul dalam fikirannya.

“Ayo makanlah,” kata Elsa, sambil duduk di kursi yang kosong, suaminya dan kedua putrinya juga segera duduk. Tidak ada yang berbeda dihari ini semua seperti bisa bicara bersenda gurau seperti biasanya.

Setelah makan, Edward mengajak istri dan kedua putrinya ke ruang keluarga. Mereka berkumpul bersantai, karena Edward belum memberikan pekerjaan pada kedua putrinya, dia juga hanya sesekali saja pergi ke kantornya, karena perusahaan di London sudah diurus oleh putranya, Richard.

“Mommy, kapan kita ke perkebunan, aku rindu perkebunan,” ucap Amanda, menoleh pada ibunya.

“Nanti kita ke perkebunan,” jawab Elsa sambil tersenyum pada putrinya. DIa duduk disamping suaminya. Edward dan Agatha diam saja.

Beberapa menit kemudian Edward menoleh pada Amanda. Kedua putrinya itu sedang menonton televisi.

“Sayang, ada yang ingin Daddy tanyakan,” kata Edward, memulai bicara, suasana tampak langsung tegang.

“Apa Daddy?” tanya Amanda, menoleh pada ayahnya yang duduk berbebeda kursi dengannya.

Elsa mengambil remote dan mematikan teevisi. Melihat ibunya bersikap seperti itu, membuat Amanda merasa tidak enak, sepertinya ada hal serius yang akan orang tuanya tanyakan.

“Daddy harap kau menjawabnya dengan jujur,” jawab Edward.

“Baiklah, soal apa?” tanya Amanda, hatinya semakin gelisah, apalagi orangtua dan Agatha menatapnya seperti itu serasa memvonisnya.

“Tentang hubunganmu dengan Jonathan,” jawab Edward membuat Amanda terkejut.

“Maksud Daddy apa?” tanya Amanda, dia menoleh pada ibunya lalu pada Agatha, kemudian kembali pada Edward. Semua mata memandangnya membuatnya menjadi semakin gugup.

“Apakah kau menyukai Jonathan? Atau kalian mempunyai hubungan. Pacaran mungkin?” tanya Edward. Mendengar pertanyaan itu Amanda terkejut, dia langsung diam. Dia benar-benar merasa gelisah, apa yang harus dikatakannya pada orangtuanya juga Agatha? Semua mata masih tidak beralih memandangnya menanti jawaban dari Amanda.

“Aku tidak ada hubungan apa-apa Daddy, hanya teman saja,” ucap Amanda.

“Benar begitu?”tanya Edward.

“Benar Daddy. Kenapa Daddy bertanya begitu padaku?” tanya Amanda.

“Karena menurut Vincent, Jonathan menyukaimu,” jawab Edward, membuat Amanda semakin terkejut lagi. Jadi Jonathan menyukainya? Dia tidak menyangka kalau Jonathan menyukainya. Ada rasa senang dihatinya ternyata pria itu menyukainya, tapi kenapa Jonathan tidak bicara apa-apa soal perasaannya? Kemudian Amanadapun teringat pada saudara kembarnya, tentu saja Jonathan tidak mungkin mengatakan hal itu karena dia akan menikah dengan Agatha.

“Kau belum menjawab pertanyaan Daddy,” ucap Edward masih menatap Amanda.

Amanda menoleh pada Elsa lalu pada Agatha. Saudara kembarnya itu menatapnya dan tatapannya itu seakan menembus ke jantungnya. Amandapun kembali menoleh pada Edward.

“Aku, aku tidak tahu soal itu, hanya saja aku dan Jonathan tidak ada hubungan apa-apa, mungkin Vincent hanya menduga-duga saja, karena aku sudah lama mengenal Jonathan,” jawab Amanda.

Ada perasaan takut dihatinya Amanda saat mengatakan itu. Dia takut jawabannya menyakiti saudaranya, dia merasa tidak enak.

Agatha menatap Amanda yang sedang menatap ayahnya.

“Kau tidak perlu merasa tidak enak padaku, katakan saja yang sejujurnya jika kau memang menyukai Jonathan atau kalian memang pacaran,” kata Agatha.

Amanda menoleh pada saudara kembarnya. Ditatapnya saudara kembarnya itu. Entah kenapa dia merasa seakan-akan dia adalah orang ketiga dalam hubungan Agatha dengan Jonathan. Dia benar-benar merasa tidak nyaman.

“Tidak, aku dan Jonathan hanya berteman. Aku bahkan tidak tahu Jonathan suka padaku atau tidak, mungkin itu hanya alasan Vincent saja karena dia menyukaimu,” kata Amanda.

Agatha terdiam mendengar jawabab Amanda. Saudara kembarnya itu benar, itu pasti akal-akalannya Vincent supaya bisa menikah dengannya. Dasar pria playboy, bikin suasana suram saja.

“Vincent melamarku beberapa hari yang lalu dan aku menolaknya,” kata Agatha, membuat Amanda terkejut.

“Apa? Benar begitu?” tanya Amanda terkejut.

“Iya sayang, Vincent ternyata menyukai Agatha. Menurutnya Jonathan menyukaimu jadi dia ingin kalian bertukar pasangan,” jawab Elsa.

Amanda semakin terkejut saat mendengar kenyataan itu, ternyata Vincent tidak main-main dengan niatnya. Apa dia tidak memikirkan perasaannya, rasanya sangat menyedihkan jadi wanita yang tidak diinginkan calon suaminya, meskipun dia tidak menyukai Vincent. Vincent benar-benar tidak memikirkan keberadaannya.

Amanda masih terdiam dengan banyak fikiran yang ada di kepalanya. Vincent menginginkan bertukar pasangan. Berarti dia akan menikah dengan Jonathan dan Agatha dengan Vincent.

Bukankah itu bagus? Menurut Vincent Jonathan menyukainya, dia tidak menyangka Jonathan menyukainya, pria itu menyukainya, dia senang mendengarnya, tapi bagaimana dengan Agatha? Yang dijodohkan dengan Jonathan kan Agatha dan Agatha menyukai Jonathan, apa yang terjadi jika Jonathan menikah dengannya, saudara kembarnya? Hati Agatha pasti akan sangat kecewa.

“Jadi benar kau dan Jonathan tidak ada hubungan?” tanya Edward pada Amanda.

Amandapun mengangguk memastikan jawabannya.

“Aku tidak ada hubungan dengan Jonathan,” jawabnya.

Meskipun dalam hati Amanda senang Jonathan menyukainya, tapi tidak ada penyataan dari Jonathan kalau dia menyukainya. Dan kalaupun iya, apakah itu akan baik untuk semua orang?

“Bagaimana hubunganmu dengan Vincent?” tanya Elsa.

“Aku akan berusaha menjalin hubungan yang baik dengannya, Momy,” jawab Amanda, meskipun dalam hatinya dia merasa sedih karena Vincent tidak ada niat seperti itu. Vincent terus ketus padanya, seakan akan dia juga menyukainya padahal tidak, dia hanya memendam perasaannya pada Jonathan karena Jonathan adalah calon suami Agatha.

“Baguslah, lambat laun juga kalian akan saling menyukai,” kata Edward.

Edward merasa lega ternyata tidak ada masalah apa-apa diantara putri dan calon menantunya. Hanya saja sepertinya Vincent tipe yang ambisius dan belum bisa menerima kenyataan kalau dia salah mengira calon istrinya.

Sejalan dengan waktu semuanya pasti akan baik-baik saja apalagi Amanda kan mirip dengan Agatha, pasti tidak akan terlalu sulit untuk Vincent melupakan Agatha, fikir Edward.

Setelah percakapan itu, merekapun bicara hal yang lain, kembali bercanda seperti biasanya.

***************

1
Pasikah CwElosbes
cerita yg bagus ga terllu berbelit Belit
Yasinta Nuriyati
1 vote & ☕
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
Yasinta Nuriyati
Kakak author sambil nunggu karya terbarunya..baca2 cerita yang ini sangat bagus juga.. Terima kasih Kakak author karyanya sangat menghibur 🤗😘
Intan Khairani AM
😍
Intan Khairani AM
😍😍😗😗
benar....lebih baik dicintai dari pada mencintai....kita sekalu merasa dijadikan ratu....karena dalam dunia nyata...aq sudah merradasakan sendiri....
ayudisa
bagusss🥰🥰🥰
AsriMaria
Alur ceritanya bagus, konflik dan penyelesaiannya bagus tidak terlalu panjang tapi mampu menggambar kan cerita dengan baikr dan happy ending. Tata bahasanya juga baik.
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
senyum2 sndiri baca ceritamu thor...gokil...😂😂😂😂
Soraya
slmt y Vincent 👍
Soraya
keren 👍
Soraya
permisi numpang duduk dl ya bru singgah👍
Ratna Sari Dewi
🤣🤣🤣
Meimawati
Q puas baca karyamu thoor.,.
tatik mufidah
pdhl bagus loo ini novelnya, yg like kok cmn dikit ya, blm tau mampir sini kayak e
tatik mufidah
wuahaha, kerjakeras vincent
Patrish
lebih indah dicintai..
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤
Patrish
aduh Vincent.... 🙈🙈😩😩😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!