NovelToon NovelToon
Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Penyesalan Berdarah Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:21.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Setelah lima tahun menjadi pelayan tak bergaji bagi suami dan keluarga mertuanya, Rania pergi membawa luka dan kembali sebagai badai yang akan menghancurkan kerajaan mereka."

Selamat membaca...jangan lupa dukung authir yaa...terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reuni di Balik Jeruji Besi

Langkah kaki Rendra Wijaya terasa benar-benar terseret di atas trotoar jalanan yang berdebu. Jarak dari kawasan Sudirman menuju Rumah Tahanan Perempuan sangatlah jauh, namun ia memilih untuk berjalan kaki memotong kompas melewati gang-gang sempit. Di dalam saku celananya yang dekil, jemari Rendra mencengkeram erat selembar uang lima puluh ribu rupiah kumal pemberian Rania yang sengaja ia simpan baik-baik. Ia tidak sudi menggunakan uang itu untuk naik angkot. Bukan karena ia malas atau sok kuat, melainkan karena uang itu adalah satu-satunya harta yang ia miliki saat ini untuk membelikan obat generik tambahan dan makanan sisa untuk ibunya nanti.

​Setiap kali langkah kakinya menghentak tanah, rasa perih yang luar biasa menjalar dari telapak tangannya yang melepuh, lecet, dan berdarah akibat tersungkur di aspal panas tadi setelah didepak oleh mobil mewah Rania. Namun, luka fisik itu sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan luka batin Rendra yang sudah dikuliti habis hingga hancur lebur tak bersisa.

​Begitu menginjakkan kaki di dalam gedung Rutan Perempuan, bau pengap khas bangunan tua bercampur aroma keringat ratusan orang langsung menyergap indra penciumannya. Setelah mengurus administrasi kunjungan darurat dengan sisa tenaga yang ada, Rendra dituntun oleh seorang sipir menuju ruang besuk yang dibatasi jeruji besi kokoh berwarna hitam.

​Jantung Rendra berdenyut liar penuh rasa bersalah saat mendudukkan dirinya di atas kursi besi yang dingin. Tak lama kemudian, pintu besi di seberang jeruji berderit nyaring.

​Sesosok wanita tua dengan pakaian terusan berwarna oranye khas tahanan melangkah keluar. Itu Ibu Ratna. Namun, pemandangan di depan mata Rendra saat ini membuat ulu hatinya seperti diremas kuat-kuat. Rambut ibunya yang biasanya disanggul rapi kini tampak acak-acakan berantakan, wajah tuanya pucat pasi, dan sepasang matanya sembab membengkak karena semalaman menangis ketakutan di dalam sel.

​"Rendra! Anakku!" Ibu Ratna langsung menerjang jeruji besi, mencengkeram besi-besi dingin itu dengan tangan tuanya yang bergetar hebat. "Rendra... Tolong Ibu, Nak! Ibu gak kuat di dalam sana! Selnya pengap, kotor, dan bau! Ibu harus tidur berdesakan di lantai semen dengan belasan tahanan lain! Kepala Ibu pusing, jantung Ibu rasanya mau copot, Rendra!"

​Air mata Rendra runtuh seketika melihat kondisi ibunya yang begitu mengenaskan. Ia maju mendekati jeruji, mencoba menyentuh jemari ibunya. "Ibu... Maafkan Rendra, Bu... Rendra sudah mencoba memohon pada Rania tadi di kantornya... Rendra bahkan sampai berlutut dan bersujud di depan mobilnya, Bu..."

​Mendengar nama Rania, mata Ibu Ratna langsung berkilat penuh harap. "Lalu bagaimana, Rendra?! Rania pasti mau mencabut laporannya, kan?! Dia kan dulu anak yang penurut dan takut sama Ibu! Cepat suruh dia keluarkan Ibu sekarang!"

​Rendra menggelengkan kepalanya perlahan dengan tatapan putus asa. "Tidak, Bu... Rania sudah berubah. Dia menolak mentah-mentah. Dia bahkan melempar uang lima puluh ribu ini ke aspal dan menyuruh kita menggunakan uang ini untuk beli obat di kantor polisi... Rania tidak mau memaafkan kita, Bu."

​Plakk!

​Ibu Ratna memukul besi pembatas dengan histeris, wajahnya mendadak berubah menjadi beringas bercampur frustrasi. "Dasar anak tidak berguna! Kamu itu laki-laki, Rendra! Kenapa membujuk mantan istrimu saja kamu tidak becus?! Dulu dia bersujud di kakimu, sekarang kenapa kamu tidak bisa memaksa dia?! Kalau Ibu mati di dalam sel ini, itu semua karena kesalahanmu yang lemah, Rendra!"

​Bentakan menyakitkan dari ibunya benar-benar menusuk jantung Rendra. Belum sempat Rendra menata hatinya yang robek, pintu besi di dalam kembali terbuka. Petugas sipir membawa satu lagi tahanan wanita untuk bergabung di ruang kunjungan tersebut.

​Itu Tyas Wijaya. Adik kandung Rendra yang sudah sebulan penuh mendekam di sana akibat kasus penggelapan dana yayasan kanker anak.

​Penampilan Tyas tidak kalah hancur. Tubuhnya kurus kering, wajahnya penuh bekas lebam baru akibat siksaan tahanan lain, dan rambut indahnya yang dulu selalu dirawat di salon kini sudah dipotong pendek asal-asalan. Namun, alih-alih menangis haru atau prihatin melihat ibunya yang kini ikut memakai baju oranye yang sama, Tyas justru melangkah maju dengan pandangan yang egois dan penuh amarah.

​"Ibu?! Ngapain Ibu masuk ke sini?!" teriak Tyas kasar, suaranya melengking frustrasi menembus ruangan. "Tyas di dalam sel ini sudah setengah mati disiksa sama napi lain gara-gara kasus Tyas viral! Sekarang Ibu malah bikin ulah nekat demo di kantor Rania sampai masuk tv seluruh Indonesia! Ibu tahu gak? Tadi pagi semua orang di dalam sel menertawakan Tyas! Mereka bilang satu keluarga Tyas isi penjahat dan pencuri! Ibu makin bikin nama Tyas busuk dan nambah beban pikiran Tyas di sini tahu gak?!"

​Ibu Ratna tertegun, matanya membelalak tidak percaya mendengar makian dari putri kesayangannya yang dulu selalu ia bela mati-matian. "Tyas... Kok kamu ngomong begitu sama Ibu? Ibu nekat demo ke kantor Rania itu justru demi mengeluarkan kamu dari sini, Nak! Ibu rela kepanasan dan ditangkap polisi karena Ibu sayang sama kamu!"

​"Halah! Gak usah sok pahlawan deh, Bu! Buktinya apa? Ibu malah ikut dipenjara kan?! Kalau Ibu dipenjara begini, siapa yang mau bawain Tyas makanan enak harian? Siapa yang mau bayar uang jaminan Tyas?!" balas Tyas egois, sama sekali tidak memedulikan air mata ibunya yang mengalir deras. Tyas kemudian menoleh ke arah Rendra dengan tatapan menghina. "Dan kamu juga, Mas Rendra! Kamu jadi kakak mandul banget ya! Punya jabatan CEO dulu tapi sekarang gak guna! Kerjaannya cuma bisa bikin keluarga kita makin melarat!"

​Di depan jeruji besi yang dingin itu, Rendra hanya bisa terduduk lesu di atas kursinya. Ia memandangi kedua telapak tangannya yang terluka dan berdarah, lalu mendengarkan bagaimana dua wanita yang paling ia agungkan dan ia bela di masa lalu kini saling cakar-cakaran secara mental, saling menyalahkan, dan melontarkan kalimat-kalimat parasit yang kejam di depan matanya.

​Seketika itu juga, pikiran Rendra berputar kembali pada kenangan malam badai waktu itu. Ia ingat betul bagaimana ibunya dan Tyas tertawa puas di bawah lampu kristal yang mewah, bersekutu mengusir Rania dan Abid yang sedang kejang-kejang menerjang hujan lebat. Dulu, Rendra merasa mereka adalah keluarga yang sempurna yang wajib ia lindungi, hingga tega mengorbankan anak kandungnya sendiri.

​Namun hari ini, di dalam ruang besuk rutan yang sempit dan berbau apek ini, Rendra baru tersadar dari kebutaannya. Wanita-wanita yang dulu ia ratukan ternyata tidak lebih dari sekumpulan manusia berhati batu yang sangat egois. Di saat mereka jatuh miskin dan hancur, tidak ada lagi rasa kasih sayang keluarga; yang tersisa hanyalah racun saling menyalahkan yang mencabik-cabik sisa hidup Rendra hingga ke titik nadir.

​Hukum karma yang dirancang Rania dibayar tunai tanpa cicilan. Rania tidak hanya mengambil seluruh harta dan lantai tempat mereka berpijak, tapi Rania telah membiarkan keluarga toxic ini berkumpul di dalam satu kubangan jahanam untuk saling menghancurkan satu sama lain dari dalam. Dan di balik jeruji besi itu, mantan suami Rania hanya bisa menangis dalam diam, meratapi sisa hidupnya yang sudah tamat dan terkunci rapat dalam penyesalan yang abadi.

1
Himna Mohamad
kereeeen 👍👍👍👍👍
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Anonim
Yah begitu..... BUAT MEREKA MENDERITA
aku
kan bener lagi kata tetanggaku, tidak ada yg lebih mengerikan selain tidak ada uang adalah wanita yg bls dendam krn skt hati 😌😌
aku
lagian lu udh dikasih kesempatan bukannya lnjut hdp lbh baik malah cari mati. hedehh gk pinter 😁
Dwi Setyaningrum
wah wah penyesalannya hanya Krn terpuruk wkt itu setelah ekonominya mulai membaik berbuat ulah lagi..hadehhh..
Dwi Setyaningrum: minta dirujak thor..🤭😂
total 2 replies
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
tanpa rania kamu bukan apa" rendra🤭
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
ternyata gisela itu anak buah perusahaan lain
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
iya tinggalin aja wes Rendra
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤ •§͜¢•🦢🍒
suami jahat Rendra
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
hukuman rania belum sbrpa ini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
korupsi demi apa ini baskoro
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
wah nyonya datang
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
tiket exclusive😄😄😄😄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
ini sih cari mati dia🤣🤣🤣
pst dapat cap pelakor😄🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
badainya terlalu dasyat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
seorang ibu bisa ngomong kasar begini
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
kena jebakan balik kah
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
menghamliri kalian past
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
enam bulan ga bisa bikin kamu tobat tyas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!