NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#26

#26

Resha berhenti, namun ia hanya menoleh sejenak. Sorot matanya penuh dengan keyakinan bahwa rencananya telah berhasil dengan baik, dan selangkah lagi tak akan ada yang mampu menghalanginya. 

“Setelah semua yang kulakukan, aku melewati rangkaian pengobatan yang menyiksa dan menyakitkan, aku bahkan berhasil menyingkirkan wanita yang telah merebut kekasihku, dan kini Papa melarangku menjemput hadiah yang telah lama kuimpikan? Tidak, Pa. Tak ada lagi yang bisa menghentikan langkahku termasuk Tuhan sekalipun!” sesumbar Resha dengan keyakinan berapi-api. 

Tapi ternyata kejutan lain menantinya di balik pintu apartemen yang tidak tertutup rapat. 

Firza berdiri di sana, mendengar semua dengan jelas dan gamblang. Bagaimana, dan seperti apa Resha sesungguhnya. Wanita yang ia bela dan perjuangkan mati-matian, hingga berani melawan ucapan mamaknya. Demi Resha pula, Firza merelakan cinta dan kasih sayang istri dan anaknya. 

Sesumbar pada dunia, bahwa kelak ia pun akan bahagia, asalkan bersama dia yang paling dicinta. 

Kini, takdir seolah berbalik menertawakan kebodohannya, menjungkirbalikkan dunianya dalam waktu beberapa detik saja. Kalimat dan ucapan Resha telah ia dengar semua, kepolosannya, kesedihannya, bahkan niat palsunya. Semua telah berhasil mengelabui Firza dengan sempurna. 

Tapi, tentu saja, tak ada yang lebih hebat dari sang sutradara yang mengatur alam semesta. Tuhan jualah yang menjungkirbalikkan keadaan, membuat yang palsu terlihat nyata hanya dalam satu kali kedipan mata. 

“F-Fir-Firza,” ucap Resha terbata-bata. Ia bisa merasakan tatapan dingin pria itu, tajam dan sangat menusuk. Tidak lembut dan hangat seperti biasanya. 

Suasana seketika mencekam seperti di tengah-tengah science adegan horor. “Jelaskan maksud ucapanmu?” 

Resha berpura-pura tersenyum, meski gugup, ia merapikan pashminanya yang turun dari atas kepala. “Ucapan? Ucapan yang mana—”

“Jangan berbohong lagi, Sha!” Suara Firza melengkin menggema di seluruh penjuru ruangan. 

Tuan dan Nyonya Yu tak bisa berbuat apa-apa, apalagi membela, karena mereka sudah menduga cepat atau lambat hal ini akan terjadi. Mereka sudah mengingatkan, melarang, bahkan melakukan hal yang seharusnya mereka lakukan bila melihat putrinya menyimpang dari ajaran agama mereka. 

Tapi, usaha itu tetap gagal, mereka kalah, atau mungkin kasih sayang mereka yang salah. 

Kedua tangan Firza mengepal erat, buku-buku jarinya memutih, dan wajahnya merah padam menahan amarah yang kini berkumpul di kepala. “Aku tak menyangka, setelah bertahun-tahun, aku pikir aku sudah sangat mengenalmu. Tapi ternyata—”

Resha menggeleng cepat, mendekati Firza bermaksud menggenggam tangan pria itu seperti biasa bila mereka sedang bersitegang. Tapi dengan cepat Firza menepisnya, “Tidak, kamu tak salah, aku memang tulus mencintaimu, baiklah, baiklah, aku salah, aku mengaku. Tapi aku bersumpah, aku akan ber—”

“Bulshit! Jangan harap aku percaya!”

Kalimat terakhir itu adalah wujud kemarahan Firza, ia tak mungkin berkata yang lebih kasar dari itu sebab ada orang tua Resha di sana. 

Resha berjalan cepat menyusul Firza yang pergi meninggalkan dirinya. Biasanya Firza akan luluh jika Resha memohon, dan meyakinnya. Tapi kali ini firasatnya berkata lain, seolah-olah Firza akan benar-benar pergi meninggalkannya. 

“Firza! Tunggu! Dengarkan aku!” jerit Resha memanggil pria itu. Namun Firza tak peduli, pria itu bahkan turun menggunakan tangga darurat agar Resha tak bisa menyusul langkahnya. 

Jangan harap bisa mengajak Firza bicara saat ini, karena pria itu sedang dirundung amarah, marah pada dirinya sendiri, marah pada Resha yang membohonginya selama bertahun-tahun, hingga berhasil memporak porandakan seluruh kehidupannya. Rumah tangganya yang tentram bersama Ersha, mengabaikan anaknya yang menangis pilu, orang tua dan saudara yang tak lelah mengingatkan. 

Tapi, semua ia abaikan demi satu kata bernama cinta. 

Di lantai terakhir ia membanting pintu kuat-kuat, suara dentumannya Terdengar hingga di tempat Resha berada. Wanita itu hanya bisa berteriak dan memanggil, sementara tenaganya tak cukup kuat untuk menyamai langkah Firza. “Maafkan aku—” ucapnya pilu penuh sesal. 

Semua yang ia mulai dengan kebohongan, kesombongan dan cara yang tidak halal, kini hancur dalam sekejap mata. “Firza!” 

Teriakan itu hanya dirinya sendiri yang mendengar, karena Firza sudah jauh melangkah, bahkan melarikan mobil yang akan membawanya entah kemana. 

Pria itu terus menginjak pedal gas, mobil melaju lincah di jalanan ibukota yang ramai lancar, seolah sedang ada di lintasan balap. “Aaaarghhh!” jerit Firza sambil beberapa kali menggebrak setir mobilnya sendiri. 

Sakit sungguh hatinya, karena percaya pada sebuah kebohongan yang berakhir menjerumuskan dirinya ke jurang kehancuran. Kehilangan semua yang berharga dalam hidupnya. Hingga rela tidak dianggap anak oleh wanita yang melahirkannya. 

“Kenapa Kau biarkan aku tersesat begitu jauh, kenapa, Tuhan?! Engkau yang menciptakan cinta di hati ini, sebuah rasa yang tak pernah mau pergi, meski aku terus berlari. Mengabaikan surga yang selama ini menanti di rumah.” 

Semua berputar di kepala Firza, seperti roda kehidupan yang datang dan pergi silih berganti, begitupun cintanya pada Resha yang memang luar biasa. Andai Firza ikhlas dan bersedia membuka lebih luas lagi hatinya, tentu ia akan menemukan, bahwa Tuhan sudah menggantikan cintanya yang telah lalu, dengan cinta yang baru. 

Sayangnya ia tak pernah benar-benar rela, hingga terpaksa Tuhan menunjukkannya dengan cara paling ekstrim. Yakni mengungkapkan kebohongan dibalik sikap manis Resha selama ini. 

Tanpa sadar mobil yang dikendarai Firza berhenti di depan tempat yang selama beberapa bulan ini nyaris terlupakan olehnya, karena sibuk dengan Resha, Resha, dan semua tentang Resha. 

•••

“Mama, Gi—” pinta Abizar yang sedang makan sambil bermain, di kedai es krim favorit Abizar. 

Dengan telaten, Ersha menyuapi putranya, hanya fokus pada Abizar, tidak pada yang lain meski seorang diri. “Pintarnya anak Mama.” 

Abizar tersenyum memperlihatkan barisan gigi depannya yang mulai sempurna. “Kalau makannya habis, nanti Mama pesankan es krim, ya?” 

Abizar mengangguk, lalu lanjut naik ke tangga perosotan, sesekali Ersha mengabadikan momen lucu Abizar, tapi jemarinya terhenti ketika hendak mengirimkan foto tersebut pada Firza. 

Bukan tak mau, tapi Ersha selalu menunggu Firza meminta gambar anak mereka, jika sudah meminta, artinya Firza benar-benar rindu. Jika Ersha hanya asal mengirimkan saja, Ersha khawatir ia hanya akan menjadi pengganggu. Mengganggu kehidupan Firza dan kekasihnya. 

Beberapa saat kemudian, Abizar pun menyelesaikan makannya, Ersha segera membawa Abizar ke counter pemesanan es krim, tapi tanpa diduga ia justru bertemu dengan Ahtar. 

“Bang.”

“Ersha.” 

Keduanya saling sapa di waktu bersamaan. 

“Eh, ada Abi juga,” sapa Ahtar pada Abizar yang ada di gendongan mamanya. 

Abizar yang polos segera mengangkat kedua lengan kecilnya pada Ahtar. “Eh, nggak boleh, Sayang. Om Ahtar mau beli es krim,” cegah Ersha. Khawatir bila sikap Abizar mengganggu Ahtar. 

“Tidak apa-apa, kok.” Ahtar tersenyum manis pada Abizar. Bocah yang tak mudah akrab dengan orang baru itu, dengan ajaib bisa akrab dengan Ahtar hanya dalam waktu beberapa kali perjumpaan saja. Dan Ahtar paham, mungkin Abi merindukan ayahnya yang tak pernah datang. 

“Tapi, Bang—” kata Ersha kikuk. 

“Tidak apa-apa, tolong pesankan es krim matcha dan ketan hitam untukku, ya? Ini uangnya. Sekalian buat traktir keponakan Om.” Ahtar mengeluarkan dua lembar uang berwarna merah, dengan maksud agar Ersha membayar pesanan es krim dengan uang tersebut. 

Ahtar tak menunggu jawaban Ersha, pria itu membawa Abizak ke tempat bermain. Tanpa pria itu sadari, ada hati yang tak rela melihat Abizar begitu akrab dengan pria selain dirinya. Padahal, Abi tak mudah akrab dengan orang asing, tapi kali ini, putranya menempel erat dan juga memeluk pria asing seolah pria itu adalah pelindung baginya. 

Ingin turun dan menghampiri, tapi Firza tak punya muka, ia malu, pada anak dan mantan istrinya. Dan hanya mampu diam terpaku, menatap Abizar penuh rindu. 

1
Dozky 2 Crazy
couple ghaib monggo bersatu
Dozky 2 Crazy
ciieee sambil ngee pel😁😁
Dozky 2 Crazy
alhamdulillah berkah lancar usahanya ya
Hasanah Purwokerto
Alhamdulillah..akhirnya kesampaian juga ngomongnyaa
Hasanah Purwokerto
Pokoknya.....sukurin...sukurin
..sukurin....🤭🤭🤭🤭
Hasanah Purwokerto
Oeh...masih ounya muka dan masih punya malu to ternyata kamu Fir...


Kuaaaapoooookkkk to,,anakmu memilih orang lain sbg sandaran rindunya..
Hasanah Purwokerto
Lah....malah nyalahin Tuhan...
semua orang di dekatmu sudah mengingatkan,,tapi kammu abaikan..
Skrg nikmati aja...makan tuh cinta...👊👊👊👊👊👊
Hasanah Purwokerto
Maafmu ga Guna,,dimana kesombonganmu yang tadi Res...
Sampai kamu pun berani menantang Tuhan..
Hasanah Purwokerto
Syukurin..rasain...
Hasanah Purwokerto
Tetnyata selama ini kamu mencintai pembohong ulung ya Fir...
Hasanah Purwokerto
Hahahahaaaaaa...
ikut tertawa dg kebodohan Firza
Hasanah Purwokerto
Gubraaakkkkkk...
Gimana Rasanya Fir...? hatimu amankah..?
Orang yg kamu bela mati matian ternyata manipulatif....🤪🤪🤪🤪🤪🤪
Dewi
udah thor biar ersha bahagia sama athar, tinggalin aja tu si firza
tris tanto
hadir thor.memvangjn apa ya thor.ggl paham oee
moon: typo oey

membangun

gas repisoyy dulu 😜
total 1 replies
Eka Burjo
oke
vania larasati
lanjut
Rahmawati
gasskeun langsung bawa ke penghulu, abah sudah kasih restu
nayla tsaqif
Tim athar,, 💪💪💪 gk boleh rujuk sama firza,, pokoknya thor,,
Rahmawati
ayo ahtar saatnya km utk mendekati ersha
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Alhamdulillah ada kesempatan 🥰🥰
tapi gak tahu dengan keluarga Ahtar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!