Karena di sukai oleh kakak ipar nya membuat Aulia hidup dalam kegelisahan.
Aulia yang masih berstatus anak kuliahan bingung dengan kehidupan nya saat ini,dia ingin pergi dari rumah kakak nya tapi dia tak memiliki tempat tinggal bahkan uang sepeser pun selama ini kakak ipar nya lah yang membiayai hidup Aulia hingga membuat kakak ipar nya semena-mena pada diri nya.
Aulia memutuskan untuk mengajak Rendy sang kekasih menikah tapi saat mendatangi apartemen kekasih nya ini justru dia melihat perselingkuhan Rendy dengan teman kampusnya sendiri membuat Aulia kecewa berat.
Bagaimana kisah hidup Aulia selanjutnya akan kah dia bisa lari dari kejaran kakak ipar brengseknya itu atau dia justru menjadi madu untuk kakak kandungnya sendiri?
Yuuk baca kisah nya hanya di Nt🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang
"Selamat siang bapak ibu sekalian, selamat datang di Armada hotel, silahkan langsung masuk ke restoran pak Arlan sudah menunggu kalian di sana" ucap bu Yuni dengan sedikit membungkuk kan tubuh nya sopan mempersilahkan para karyawan perusahaan Arlan untuk masuk.
Bu Yuni berjalan sedikit di depan dengan sikap tegap dan anggun, sesekali menoleh memastikan tamu mengikuti, sambil menunjuk arah dengan telapak tangan terbuka. Sesampainya di meja terbaik yang telah disiapkan,Bu Yuni dengan sigap menarik kursi agar tamu dapat duduk dengan nyaman.
"Silakan duduk, Bapak dan Ibu" lanjut Bu Yuni dengan tersenyum ramah.
Setelah semua tamu di pastikan duduk dengan nyaman bu Yuni memundurkan tubuhnya selangkah kebelakang memberikan celah untuk para tamu bisa mengobrol dengan santai"
"Ini semua di siapkan untuk kita oleh koki terbaik restoran ini" jelas bu Sherly
"Terimakasih pak Arlan atas jamuan nya" ujar mereka serentak dan diangguki pak Arlan.
"Silahkan di nikmati jika ada yang kurang bapak dan ibu bisa panggil saya" ucap Bu Yuni dan diangguki mereka.
Bu Yuni permisi karena harus melayani tamu lain nya.
Bu Yuni memang pantas menjadi kepala resepsionis,sikap nya yang sopan dan tegas membuat diri nya di percaya oleh atasan,banyak yang kagum dengan sikap dan kepribadian nya dalam bekerja.
"Ayo di nikmati jangan malu-malu,ini bentuk apresiasi saya atas kerja keras kalian selama ini" ucap Pak Arlan.
Arya segera mengambil nasi yang terhidang dan menambah kan beberapa lauk di piring nya tapi saat hendak menyuap makanan ke dalam mulutnya sekilas dia melihat perempuan mirip Aulia tengah melintas membuat acara makan nya terhenti.
"Aulia....." gumam nya pelan
"Kenapa pak Arya?" tanya Thania
Arya melihat kiri kanan tak ada lagi sosok perempuan itu.
"Apa aku terlalu merindukan nya hingga sampai berhalusinasi seperti ini" batin Arya
"Pak Arya ada apa?" tanya Pak Arlan yang melihat bawahan nya ini seperti tidak nyaman .
"Ti-dak pak,,,saya merasa melihat orang yang saya kenal saja tapi seperti nya salah orang" jawab Arya cepat membuat Arlan ikut memandang ke arah pandangan mata Arya.
"Mungkin hanya mirip saja pak Arya" sahut pak Rizal dan diangguki Arya pelan.
"Ayo di makan lagi,pak Rizal kalau ada yang kurang bisa minta lagi"
"Nggak usah bu Sherly ini sudah cukup"tolak pak Rizal
"Jangan malu-malu pak Rizal ini semua memang sengaja di siapkan oleh pak Arlan,kalian pulang nanti harus dalam keadaan kenyang"
"Iya bu Sherly terimakasih" sahut pak Rizal lalu meneruskan makan nya.
"Lia,kamu dari mana?" tanya Vina
"Ini tadi ada dompet kecil tamu tertinggal di lobby jadi aku mengembalikan nya ke kamar"
"Pasti uang nya di ambil!" tuduh Ratna ketus membuat Aulia menghela nafas panjang.
"Jangan asal tuduh kamu Ratna,kalau tidak ada bukti kamu jatuh nya Aulia" tunjuk Vina tapi Aulia segera menggeleng kecil ke arah Vina agar tak meladeni Ratna karena Aulia tau kalau hari ini Pak Arlan ke hotel karena ada jamuan makan siang bersama karyawan nya jadi Aulia tidak ingin ada keributan.
"Kenapa diam,takut?"tantang Ratna
"Jika ada yang hilang bukan kamu orang yang harus berkoar-koar tapi pemilik dompet! nyatanya mereka berterima kasih bukan menuduh seperti yang kamu pikirkan" jawab Aulia lalu menarik tangan Vina mengajak teman nya pergi sedangkan Ratna mengepalkan tangannya kesal.