NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Tempat pemakaman Jason Long dipenuhi oleh para kerabat dan tamu yang datang mengenakan pakaian hitam.

Di depan, terlihat peti terbuka. Tubuh Jason Long terbaring di dalamnya, wajahnya pucat, suasana duka terasa berat di sekeliling.

Para pelayat berdiri bergantian, memberikan penghormatan terakhir.

Di antara mereka, terlihat Roland Mu dan Micheal Xie ikut hadir, ekspresi keduanya tenang namun sulit ditebak.

Tak jauh dari sana, Josep berdiri dengan tangannya masih dibalut dan digantung di leher. Di sampingnya, Amy dengan wajah diperban akibat luka air keras, matanya dipenuhi kebencian.

“Kali ini gadis itu pasti dalam masalah besar,” bisik salah satu tamu.

“Lihat saja nanti… keluarga Long begitu berkuasa, dia tidak akan bisa lolos.”

Beberapa tamu lain saling pandang, lalu mengangguk pelan.

“Benar. Menyentuh keluarga Long sama saja mencari mati.”

Namun di sisi lain—

Micheal Xie sedikit menundukkan kepalanya, tatapannya mengarah ke peti.

“…Belum tentu,” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.

Langkah kaki teratur terdengar dari arah pintu masuk.

Semua kepala perlahan menoleh.

Sekelompok pria berpakaian hitam masuk dengan formasi rapi. Di depan mereka, berjalan seorang pria dengan aura tenang namun menekan—Wilbert.

Tatapannya datar, sulit dibaca.

Di belakangnya, anak buahnya berdiri tegap, menjaga jarak namun jelas menunjukkan kekuatan.

Beberapa tamu langsung berbisik pelan.

“Itu Wilbert…”

“Kenapa dia datang ke sini…?”

Wilbert tidak memedulikan tatapan orang-orang.

Ia berjalan lurus menuju peti.

Berhenti.

Beberapa detik hening.

Lalu ia sedikit menundukkan kepala—memberi penghormatan.

Namun ekspresinya… terlalu tenang.

Tidak ada duka. Tidak ada kehilangan.

Hanya formalitas.

Ia mengangkat kembali kepalanya, menatap tubuh Jason Long sejenak.

Sudut bibirnya nyaris terangkat tipis—hampir seperti senyum yang disembunyikan.

“Turut berduka,” ucapnya datar.

Salah satu kerabat Long mengernyit, merasa ada yang tidak beres.

Di belakangnya, anak buah Wilbert ikut menunduk serempak.

Seragam. Disiplin.

Namun aura mereka… lebih mirip pasukan yang datang mengukur situasi, bukan pelayat.

Micheal Xie melirik sekilas ke arah Wilbert.

Tatapan mereka sempat bertemu sepersekian detik.

Cukup untuk saling mengerti.

Bahwa kedatangan ini… bukan sekadar melayat.

Setelah itu, mereka duduk di bangku para hadirin.

Micheal Xie duduk di samping Roland Mu.

“Sepertinya akan terjadi sesuatu. Kalau gadis itu datang, suasana tidak akan setenang seperti sekarang,” batin Micheal.

Di sisi lain, Wilbert duduk bersama asistennya, sementara anak buahnya berdiri di samping dengan sikap siaga.

“Bos, Nona sudah dalam perjalanan,” bisik asistennya.

“Baik. Terus pantau. Kalau mereka bertindak, kita langsung bergerak,” jawab Wilbert tenang.

Sementara itu, di dalam sebuah mobil...

Colly duduk diapit oleh dua anak buah Jason.

Wajahnya tenang, seolah tidak berada dalam situasi terancam.

Perlahan, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.

Klik.

Kotak itu terbuka.

Di dalamnya, sebuah cincin.

Colly mengambilnya, lalu memasangkannya di jari telunjuknya.

“Hei! Jangan macam-macam,” bentak salah satu pria di sampingnya.

Colly melirik sekilas, lalu tersenyum tipis.

“Apa kau buta?” ujarnya santai. “Ini cincin berkabung. Bosmu meninggal. Walau aku tidak menyukainya, setidaknya aku tetap harus memberi penghormatan terakhir.”

Ia mengangkat tangannya sedikit, memperlihatkan cincin itu.

“Ini tradisi keluargaku. Jika ada yang meninggal, aku harus memakainya saat datang sebagai tamu.”

Kedua pria itu saling pandang, sedikit ragu. Namun mereka tetap diam.

Colly menatap lurus ke depan.

Wajahnya tetap tenang.

Namun di dalam hatinya...

“Dasar bodoh… ini pemberian kakakku dulu. Senjata rahasia,” batinnya dingin.

Tatapannya perlahan berubah tajam.

“Lihat saja… acara pemakaman ini akan kujadikan pemakaman yang sebenarnya.”

***

Di pemakaman, Micheal memperhatikan beberapa pria berpostur tinggi dan berotot yang berdiri di sisi ruangan.

“Sepertinya mereka bukan orang biasa… bisa jadi pembunuh bayaran,” batin Micheal.

Tidak lama kemudian...

Suara tangisan pecah.

“Hu… hu…!”

Colly berlari masuk ke dalam ruangan, lalu langsung berlutut di depan peti.

“Tuan Long! Kenapa Anda pergi begitu saja?! Aku belum sempat menjadi anak angkatmu… dan kau malah meninggalkanku sendirian!”

Tangisannya menggema keras di seluruh ruangan.

Semua tamu langsung menoleh, wajah mereka penuh kebingungan.

“Gadis sialan… siapa yang mau menjadikanmu anak angkat?” ketus Amy dengan wajah dingin.

Ia hendak maju bersama Josep, namun langkah mereka terhenti.

Beberapa anak buah Wilbert berdiri menghalangi.

“Apa yang kalian inginkan? Menimbulkan keributan?” ketus Josep.

“Colly hanya berniat baik. Dia juga turut berduka. Kalau kalian menyerangnya, itu justru tidak pantas,” ucap Wilbert santai.

Sementara itu...

“Tuan Long… walau selama ini kita bermusuhan… tapi dalam hatiku, aku sangat mengagumimu…” ucap Colly lirih sambil merangkak mendekati peti.

Ia berdiri perlahan, menatap tubuh Jason.

“Kenapa kau pergi secepat ini… walau kau menyebalkan… aku tidak berharap kau cepat pindah alam…”

Tangisannya terdengar semakin dalam.

Tangannya terulur… menggenggam tangan Jason.

Sekejap...

Tatapan Colly berubah.

“Tangannya… hangat. Warnanya juga tidak pucat. Wajahnya… hanya ditutupi bedak,” batinnya tajam.

“Jangan sentuh papaku!” bentak Amy marah.

Para tamu mulai berbisik.

“Bukankah gadis ini yang membunuh Tuan Long? Kenapa dia justru terlihat paling sedih dibanding anak-anaknya sendiri?”

Mereka saling pandang, semakin bingung.

Di sisi lain...

Micheal menghela napas panjang

“Jangan sampai ada yang tahu dia pernah menjadi muridku…” batinnya, memijat pelipis dengan wajah sedikit malu.

Tak jauh dari sana..

“Bos… apakah Nona tidak berlebihan?” bisik sang asisten pelan.

Wilbert melirik sekilas ke arah Colly.

Ekspresinya tetap tenang.

“Colly memang suka akting,” jawabnya singkat.

“Amy, Josep… maafkan aku karena telah melukai kalian. Karena Tuan Long sudah meninggal, maka semua dendam sebaiknya dikubur saja. Aku akui… aku tidak menyukainya ... dia sombong, bodoh dan tidak tahu diri. Tapi bagaimanapun… dia tetap tetua mafia. Aku harus menghormatinya,” tangis Colly, terdengar seperti berduka namun terselip sindiran halus.

“Kau sedang menghina papaku!” ketus Amy, matanya memerah.

“Bukan menghina,” jawab Colly pelan. “Aku hanya bicara apa adanya. Sekarang dia sudah meninggal… aku hanya berharap raja neraka mau memaafkan semua dosa yang telah dia lakukan.”

Tangannya menggenggam erat telapak tangan Jason.

Di balik lengan bajunya...

Sebuah jarum tipis muncul tanpa suara.

Gerakannya halus. Cepat. Nyaris tak terlihat.

Tusuk

Jarum itu menembus bagian dada Jason.

Sepersekian detik…

Tubuh yang terbaring diam itu tiba-tiba bergetar.

Mata Jason terbuka lebar.

“AARRGH!!”

Jeritannya menggema keras di seluruh ruangan.

Semua orang membeku.

Beberapa tamu langsung mundur dengan wajah pucat.

“Apa—?!”

“Dia… hidup?!”

Jason terengah-engah, tubuhnya menegang karena rasa sakit yang menjalar dari dadanya.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!