Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 26
Keesokan harinya, terdiri dari empat orang sedang berjalan bersama menuju kamar Victoria. Mereka terdiri dari kaisar, Alesio, nyonya Viona dan Reyna.
Mereka beriring-iringan menuju kamar Victoria, untuk mengakhiri hukuman yang dijalankan oleh Victoria. Berjalan dibelakang dua pria berjalan gagah, nyonya Viona merasa senang karena putrinya telah menyelesaikan hukumannya.
Akan tetapi ada sedikit kekhawatiran diwajahnya, disaat kemarin tengah malam dia bermimpi buruk bahwa ada seorang yang ingin membunuh putrinya.
Karena itu, nyonya Viona sudah lebih dulu menunggu kedatangan kaisar pagi-pagi, untuk menemui Victoria dan juga memastikan apakah Victoria dalam keadaan baik-baik saja.
Dan tidak ingin mimpi buruk yang dia mimpikan terjadi dan menimpa putrinya.
Langkah kaki mereka semakin dekat menuju kamar Victoria, begitu mereka telah sampai didepan pintu. Tanpa menunggu lagi Kaisar langsung membuka pintu setelah menerima kunci dari pelayan pribadi istrinya.
Begitu pintu terbuka, semua orang langsung bergegas masuk kedalam dan mencari keberadaan pemilik kamar yang sedang mereka cari-cari.
Pada saat mereka masuk kedalam, nyonya Viona langsung mendahului suaminya. Untuk memastikan bahwa putrinya dalam keadaan baik-baik saja dan mimpi itu tidaklah benar terjadi.
Dengan ekspresi wajah khawatir nyonya Viona telah berdiri disamping ranjang putrinya. Menatap putrinya yang sedang tertidur dan sama sekali tidak menyadari kedatangan mereka semua disini.
Melihat putrinya dalam keadaan baik-baik saja, nyonya Viona menghela napas lega setelah melihat keadaan putrinya sekarang. Sepertinya mimpi buruk yang dimimpikannya tidaklah terjadi.
"Ibu, ada apa?. Kenapa ibu begitu khawatir, dan secara langsung meminta kita untuk segera menuju kamar Victoria. Apakah telah terjadi sesuatu pada Victoria?."ucap Alesio menatap wajah ibu keduanya dengan ekspresi bingung sekaligus tidak mengerti apa yang sedang dikhawatirkan ibu keduanya
Mendengar putranya mempertanyakan kenapa dia meminta mereka untuk segera menuju kamar Victoria. Membuat nyonya Viona terdiam sejenak dengan pandangan turun kebawah sebentar lalu mulai mengatakan alasannya.
"Sebenarnya tengah malam tadi, ibu bermimpi buruk. Dimimpi itu ibu melihat ada seorang yang ingin membunuh Victoria. Karena itulah ibu meminta kalian untuk segera datang kemari dan memeriksa Victoria."jawab nyonya Viona dengan ekspresi khawatir
Mendengar penjelasan ibu kedua, Alesio sontak terkejut saat mendengar bahwa ibu keduanya bermimpi bahwa ada seorang yang ingin membunuh Victoria. Tetapi juga ada rasa bingung dibenaknya.
Kaisar yang mendengar ucapan istrinya, sejenak menjadi terdiam dan memahaminya. Karena kaisar mengerti akan satu hal bahwa setiap istrinya bermimpi maka hal itu pasti akan terjadi diluar dugaannya.
Sesaat kaisar merasa bahwa mungkin saja ucapan istrinya tidaklah meleset seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Mungkinkah ada seorang yang berusaha ingin membunuh Victoria disela-sela hukumannya.
Satu tangan kaisar seketika terangkat dengan lembut, kemudian menyentuh bahu istrinya yang tepat berada dihadapannya menenangkan.
"Meskipun begitu, Victoria dalam keadaan baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir, jika itu benar maka aku sendiri yang akan menyelidikinya."ucap kaisar menenangkan istrinya dengan nada lembut mengusap bahu istrinya
Memperhatikan bagaimana ayahnya tampak mempercayai ucapan ibu kedua, membuat Alesio bingung dan bertanya-tanya dipikirannya. Kenapa ayahnya bisa langsung mempercayai mimpi yang ibu kedua katakan?.
Pada saat ketiga orang sedang berbicara ditepi ranjang, seorang yang sedari tadi masih tertidur seketika merasa terusik oleh suara yang menganggu telinganya.
Kemudian Victoria lantas membuka matanya dengan perlahan, saat kedua matanya terbuka dan menyesuaikan pandangannya. Arah tatapannya langsung tertuju pada tiga orang yang sedang berbicara.
Memandangi mereka lebih jelas lagi, Victoria mulai mengenali mereka. Melihat kedatangan mereka Victoria dengan nada lemah sedikit merasa pusing dikepalanya memanggil mereka dengan ekspresi bingung.
"Kenapa kalian semua berkumpul disini?."ucap Victoria terdengar pelan suaranya lemah tidak bertenaga
Saat mendengar suara Victoria mulai bangun, nyonya Viona dengan cepat menoleh kearah Victoria. Melihat putrinya bangun nyonya Viona dengan ekspresi tenang langsung duduk ditepi ranjang.
"Tidak ada apa-apa, kami semua datang karena ingin memberitahu bahwa hukumanmu telah selesai."jelas nyonya Viona menatap putrinya yang masih terbaring menatap mereka semua dengan ekspresi bingung
Mendengar penjelasan ibunya, Victoria mulai mengerti kenapa semua berkumpul dikamarnya. Kemudian Victoria beranjak dari berbaringnya untuk duduk, disaat Victoria telah duduk diatas ranjang sambil menatap semua orang.
Pada saat Alesio memandangi Victoria sedari tadi, tatapannya langsung tertuju pada leher Victoria yang berwarna merah, mengelilingi lehernya.
Melihat keanehan pada leher Victoria, sejenak membuat Alesio langsung mempertanyakan bekas luka dileher Victoria yang tampak begitu parah.
"Victoria, ada apa dengan lehermu?."tanya Alesio dengan ekspresi serius mempertanyakan bekas luka dileher Victoria
Ketika mendengar Alesio selesai bicara, dan mempertanyakan soal lehernya. Victoria mengangkat satu tangannya meraba lehernya sendiri.
Saat dia menyentuh lehernya sendiri tiba-tiba muncul rasa perih ketika disentuh, membuat Victoria menahan perih.
Mendengar perkataan Alesio, nyonya Viona langsung mengarahkan pandangannya pada leher putrinya yang memang ada bekas luka yang cukup parah.
"Bagaimana lehermu bisa terluka, Victoria!."panik nyonya Viona langsung khawatir sangat terkejut setelah melihatnya
Mungkinkah mimpi itu memang benar-benar terjadi!.
"Sepertinya luka dileher Victoria bukan berasal dari benda tajam, tapi berasal dari cengkraman tangan."ucap Alesio memastikan luka dileher Victoria yang bukan berasal dari benda tajam
Ketika kaisar dan nyonya Viona yang mendengar penjelasan Alesio tentang luka yang diderita Victoria. Membuat mereka saling tukar pandang dengan keterkejutan diwajah mereka.
"Apakah yang dikatakan oleh Viona benarkah terjadi?, tetapi siapa yang berani melakukan ini disaat penjagaan dikerajaan sangat ketat."batin kaisar seketika tatapannya berubah serius