NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Kembalinya Sang Penguasa Abadi

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:253.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bodattt

Lin Feng, seorang Kaisar Abadi yang tak tertandingi di generasinya, yang dikenal sebagai "Penguasa Abadi," tewas dalam sebuah pengkhianatan keji. Murid terdekat dan wanita yang paling dicintainya bersekongkol untuk merebut Kitab Suci Kekacauan Abadi miliknya, sebuah teknik kultivasi tertinggi, tepat saat ia mencoba naik ke Alam Dewa. Meskipun raganya hancur, seutas jiwa ilahinya berhasil lolos dan bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang pemuda yang baru saja mati di dunia fana yang terpencil.

Tubuh baru ini, yang juga bernama Lin Feng, dianggap sebagai "sampah" dengan meridian yang hancur, dikucilkan oleh klannya sendiri, dan dihina oleh tunangannya. Berbekal ingatan dan pengetahuan dari kehidupan masa lalunya yang gemilang, Lin Feng harus memulai segalanya dari nol. Dia akan menggunakan pemahamannya yang tak tertandingi tentang Dao agung untuk menempa kembali takdirnya, menantang langit, dan menapaki jalan menuju puncak kekuasaan sekali lagi, sambil merencanakan balas dendam yang akan m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Langit di Atas Kota Awan Mengambang

Kapal terbang elang melesat menembus awan dengan kecepatan yang mengagumkan. Di bawah, pegunungan dan hutan berubah menjadi bentangan hijau dan cokelat yang kabur.

Di dek kapal, Liu Xue'er dan dua murid inti lainnya menatap pemandangan itu dengan gugup dan gembira. Ini adalah pertama kalinya bagi sebagian besar dari mereka meninggalkan wilayah Klan Lin untuk acara sebesar ini.

Sebaliknya, Lin Feng duduk bersila di sudut dek, matanya terpejam, Pedang Bayangan Kuno diletakkan di pangkuannya. Dia tampak tidak terpengaruh oleh perjalanan itu, seolah-olah dia sedang bermeditasi di kediamannya yang tenang. Dalam benaknya, dia sebenarnya sedang menganalisis struktur internal pedang kuno itu, merasakan aliran energi samar di dalamnya.

Tetua Ketiga Lin Bao berjalan di antara para murid, ekspresinya serius. "Dengar, semuanya. Kota Awan Mengambang berbeda dari kota asal kita. Tiga klan besar memerintah di sana, dan persaingan sangat ketat. Klan Wang dikenal karena gaya mereka yang agresif dan sombong. Klan Zhao dikenal karena sifat mereka yang keras kepala dan bangga dengan pertahanan mereka. Kalian akan menghadapi provokasi sejak kalian mendarat. Jaga ketenangan kalian. Jangan terpancing ke dalam pertarungan yang tidak perlu sebelum kompetisi."

Matanya kemudian tertuju pada Lin Feng. "Terutama kau, Lin Feng. Kau adalah target utama mereka tahun ini. Kemenanganmu dalam kompetisi internal kita tidak lagi menjadi rahasia. Mereka akan mencoba menguji dan mempermalukanmu."

Lin Feng perlahan membuka matanya. "Jika seekor anjing menggonggong padaku, haruskah aku membuang waktu untuk menggonggong kembali?" tanyanya dengan tenang.

Lin Bao tertegun sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. "Haha, baik! Mentalitas seperti itu yang kau butuhkan!"

Saat mereka sedang berbicara, salah satu murid inti tiba-tiba menunjuk ke kejauhan. "Tetua, lihat!"

Di kejauhan, dua titik hitam lainnya muncul di langit, terbang menuju arah yang sama. Saat mereka semakin dekat, bentuk mereka menjadi jelas.

Salah satunya adalah kapal terbang yang lebih kecil tetapi sangat ramping, berbentuk seperti ular petir, seluruh tubuhnya dicat perak dan berkedip dengan busur listrik samar. Di layarnya, berkibar bendera dengan karakter "Wang" (王).

Kapal lainnya berbentuk seperti kura-kura raksasa yang kokoh, berwarna perunggu, memberikan kesan tak tergoyahkan. Benderanya dengan bangga menampilkan karakter "Zhao" (赵).

"Klan Wang dan Klan Zhao," gumam Lin Bao, matanya menyipit. "Mereka selalu suka pamer."

Seolah-olah telah sepakat, ketiga kapal itu melambat, terbang sejajar satu sama lain, dipisahkan oleh jarak beberapa ratus meter.

Di dek kapal Klan Wang, seorang pemuda jangkung dan angkuh berdiri di depan. Dia membawa tombak perak dan rambutnya diikat tinggi. Matanya tajam seperti elang, dan senyum mengejek tersungging di bibirnya. Dia adalah Wang Teng.

"Oh, lihat apa yang kita punya di sini," suaranya, yang diperkuat oleh energi spiritual, melintasi langit. "Bukankah ini Klan Lin yang selalu berada di posisi terakhir? Aku dengar kalian membawa beberapa wajah baru tahun ini. Apakah kalian akhirnya bosan menjadi yang terbawah?"

Beberapa murid Klan Wang tertawa terbahak-bahak di belakangnya.

Di kapal Klan Zhao, seorang pemuda berotot dengan kulit berwarna perunggu berdiri dengan tangan terlipat. Dia botak dan tidak membawa senjata apa pun. Auranya sekokoh gunung. Dia adalah Zhao Wuji. Dia tidak mengatakan apa-apa, hanya menatap ke depan dengan ekspresi acuh tak acuh, seolah-olah yang lain tidak layak mendapatkan perhatiannya.

Wajah dua murid inti Klan Lin memerah karena marah. Liu Xue'er mengerutkan kening, aura dingin samar mulai terpancar darinya.

Tatapan Wang Teng menyapu mereka, dan akhirnya berhenti pada Lin Feng, yang masih duduk dengan santai.

"Jadi kau Lin Feng?" Wang Teng menyeringai. "Aku dengar kau membuat sedikit keributan di klanmu yang terpencil. Jangan berpikir itu berarti apa-apa di sini. Di Kota Awan Mengambang, seekor naga harus melingkar, dan seekor harimau harus berbaring. Semoga kau tidak menangis saat aku mematahkan tulangmu di atas panggung."

Lin Feng bahkan tidak mengangkat kepalanya. Dia dengan lembut mengelus bilah tumpul Pedang Bayangan Kuno, seolah sedang membelai hewan peliharaan kesayangannya. Sikap pengabaian total ini adalah penghinaan terbesar.

Wajah Wang Teng menjadi gelap karena marah. "Kau...!"

Sebelum dia bisa mengatakan lebih banyak, kapal mereka telah tiba di atas kota raksasa.

Kota Awan Mengambang jauh lebih besar dan lebih megah daripada kota mana pun yang pernah dilihat para murid Klan Lin. Bangunan-bangunan tinggi menjulang ke langit, dan jalanan yang ramai dipenuhi orang. Energi spiritual di sini jauh lebih padat, dan banyak aura kuat bisa dirasakan di seluruh kota.

Di pusat kota, tiga arena raksasa telah didirikan, dikelilingi oleh lautan penonton.

"Kita sudah sampai," kata Lin Bao, nadanya serius. "Ingat, begitu kita turun, kompetisi telah dimulai. Jaga martabat Klan Lin."

Kapal elang mulai turun menuju area pendaratan yang telah ditentukan untuk Klan Lin. Saat mereka turun, Lin Feng akhirnya berdiri. Dia melirik sekilas ke arah Wang Teng yang masih marah dan Zhao Wuji yang diam.

Tidak ada ancaman, tidak ada kata-kata. Hanya tatapan yang tenang dan dalam, seperti lautan yang memandang riak di permukaan.

Namun, baik Wang Teng maupun Zhao Wuji, untuk sesaat, merasakan hawa dingin yang tak bisa dijelaskan menjalari tulang punggung mereka.

1
Erni andi arifuddin
banyak amburadul
Erni andi arifuddin
kok ceritanya lari ke bab yg lain🤭
Alga Kabur
ngalur ngidul cerita nya....lompat bab terlalu jauh...antar bab ngak nyambung cerita nya
Erni andi arifuddin
kapan habis 49 harinya Thor jgnkan Lin Feng aku saja yg baca mulai jenuh menunggu 🤭🙏
Erni andi arifuddin
Thor perasaan yg jadi tunangan Lin Feng adalah Liu xio'er bukan xio mei kenapa jadi berubah lagi😇
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
mantappp
Erni andi arifuddin
aku kira lagi Liu xia'er😂🤭
Erni andi arifuddin
ngak malu tuh mantan tunangannya mau berharap lagi atau apa outhornya lupa lagi bab awal yg kl tidak salah Lin Feng akan membalas semua yg menghianatinya termasuk mantan tunangannya 😂😂😂
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma perlu lebih fokus lagi ke bab bab sebelumnya jgn di lupakan supaya tidak membangunkanbolak balik begitu pula dgn tokoh di dalamnya jadi pusing sendiri
Erni andi arifuddin
kok tiba tiba klan Lin di bangun kembali ada apakah dgn klan Lin setau yg saya baca klan Lin baik baik saja sebelum Lin Feng mengikuti turnamen 3 klan??????
Dao Biru: Mampir gan ke novelku "Penguasa Agung"
total 1 replies
Erni andi arifuddin
saran Thor pedang guntur saja kayaknya lebih bagus di banding pedang guntur berat😄
Erni andi arifuddin
lalu kemana klan Lin SDH tidak naik lagi namanya selama Ling Feng tinggal di klan mantan tunangannya atau klan Liu,dan pertamanya cuma ada 3 klan,Lin,Wang,shu kenapa sekarang klan Lin hilang justru yg muncul klan liu😇😇😇
Erni andi arifuddin
bagus sih cuma yg jadi pertanyaan masalah pedang hitam yang dari klan Lin dan masal mantan tunangannya kayaknya Thor lupa kl Ling Feng itu mau balas dendam dengan semua orang yg menghinanya termasuk mantan tunangannya tp kayaknya malah sebaliknya makin ke sini makin Ling Feng lupa akan dendamnya 😂🤭
Erni andi arifuddin
kayaknya Lin Feng punya pedang yg berat juga
Erni andi arifuddin
apakah itu Golem???
Alga Kabur
lanjut thor
Alga Kabur
pembantaian klan Lin... kelewat kayaknya
Alga Kabur
lumayan menarik ceritanya, tapi ada sedikit kekurangan, itu biasa
Alga Kabur
iya... bingung bacanya....ketua 3 klan lin...Lin Bao..hilang dr cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!