NovelToon NovelToon
Gadis Kesayangan Langit

Gadis Kesayangan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ceriwis07

Gladys Chandra Wiguna atau biasa dipanggil Gadis adalah mahasiswi berbakat dari fakultas bergengsi Kota A. Wajah cantik dan sosok mungilnya menyembunyikan jiwa pemberani yang kuat.

Malam itu, saat ia pulang dari cafe, seorang pria memaksanya masuk mobil. Di dalamnya menanti Langit Mahesa seorang bisnis man yang memiliki perusahaan raksasa di kota A. Pria yang sudah memiliki istri, Bella Safira. Akankah Gadis kembali ke kehidupannya yang tenang? Ataukah cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, menggoyahkan semua yang ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceriwis07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anin Membawa Bukti

Melihat Silvia berani membantah dan memohon, dua orang pengawal lain langsung bertindak kasar. Mereka menarik paksa lengan wanita itu, menahannya dengan kuat agar tidak bisa mendekat.

Sama seperti suaminya yang ditahan, kini Silvia pun dipaksa berdiri diam, hanya bisa menangis dan berteriak histeris melihat anaknya sendiri disiksa di depan matanya.

"AYAH! JANGAN! LEPASKAN SAYA! LANGIT!!" teriak Silvia putus asa, air matanya membanjiri wajahnya.

Di sudut lain, Gadis tidak kuasa menahan diri lagi. Pemandangan itu bagaikan pisau yang mengiris-iris hatinya. Melihat punggung kekar yang biasa melindunginya kini penuh luka dan darah, membuatnya ingin rasanya menggantikan posisi pria itu.

"LEPASKAN AKU! CHARLIE, LEPASKAN! AKU HARUS SELAMATKAN DIA!" Gadis memberontak sekuat tenaga, kuku-kukunya mencoba mencakar tangan Charlie yang memegangnya erat. Ia menangis, ia gemetar ketakutan.

Namun Charlie tetap teguh memegangnya, meski matanya juga berkaca-kaca melihat bosnya dihukum sekejam itu.

"Maafkan saya Nyonya... Saya tidak bisa membiarkan Anda terluka juga," bisik Charlie berat.

Dan di tengah teriakan dan tangis itu...

CETAS! CETAS! CETAS!

Tiga kali cambukan lainnya mendarat dengan mulus namun sangat menyakitkan di punggung Langit yang sudah terluka parah.

Kali ini, tubuh kekar itu tidak lagi sanggup bertahan.

BRUKK!

Langit berlutut di lantai marmer yang dingin. Lututnya menyentuh lantai, bahunya terlihat naik turun menahan rasa sakit yang luar biasa, namun...

Wajahnya? Wajahnya tetap sama. Tidak berubah sedikitpun.

Tidak ada keluhan, tidak ada air mata, hanya tatapan dingin yang tajam dan penuh pembalasan yang seolah berkata, 'Pukul saja sepuasmu, Kakek... tapi hatiku tetap milik Gadis.'

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya dan didorong oleh rasa cinta yang tak terbatas, Gadis akhirnya berhasil melepaskan diri!

Ia mendorong tangan Charlie dengan kuat hingga asisten itu pun terpaksa melepaskan genggamannya karena kaget.

Tanpa pikir panjang, tanpa peduli bahaya apa yang menanti, Gadis berlari sekencang-kencangnya melintasi ruangan yang dingin itu.

BRUKK!

Dengan sekuat tenaga ia menerjang dan memeluk tubuh kekar Langit dari belakang. Ia melingkarkan kedua tangannya erat-erat di dada bidang pria itu, menjadi tameng hidup untuk melindungi punggung kekasihnya.

CETAS! CETAS!

Dua cambukan berikutnya, yang keempat dan kelima, seharusnya mendarat di punggung Langit. Namun karena tubuh Gadis yang berada di depan, cambuk-cambuk itu pun tepat mengenai punggung mungil wanita itu.

"AKHH!!"

Gadis meringis kesakitan, tubuhnya tersentak hebat, kulit halusnya langsung memerah dan terluka. Namun... ia tidak melepaskan pelukannya sedikitpun. Justru pelukannya semakin erat, semakin menempel, seolah ingin menyatu dengan tubuh pria itu agar cambukan itu tidak bisa lagi memisahkan mereka.

Langit terkejut setengah mati. Ia bisa merasakan tubuh mungil itu bergetar hebat di belakang punggungnya, merasakan rasa sakit yang sama persis dengannya.

"GADIS!! LEPASKAN! KAU GILA YA?!" teriak Langit panik, suaranya pecah menahan emosi.

Dengan sekuat tenaga ia mencoba membalikkan badan, ingin melindunginya kembali. Namun kedua pengawal yang memegang tangannya semakin mencengkeram kuat, menahan pergerakan pria itu agar tidak bisa bergerak.

Mereka berdua terperangkap dalam pelukan, saling melindungi, sementara luka-luka baru tercipta di tubuh mereka berdua demi membuktikan bahwa cinta mereka lebih kuat dari hukuman apa pun.

Di sudut ruangan yang agak gelap, Bella dan Jerry berdiri mematung menyaksikan seluruh adegan menyakitkan itu.

Namun, tidak ada rasa iba atau sedih sedikitpun yang terpancar dari wajah cantik Bella. Justru sebaliknya...

Sudut bibir wanita itu perlahan terangkat membentuk senyum tipis yang sangat puas dan menakutkan. Matanya berkilat penuh kepuasan melihat darah yang mulai menetes di punggung Langit, melihat pria yang dulu ia idamkan kini berlutut dan menderita.

'Hahaha... pantas kau dapatkan itu, Langit!' batin Bella tertawa jahat dalam hati.

Ia merasa sangat senang dan lega. Rencananya berjalan mulus tanpa cacat. Ia tidak perlu mengotori tangannya sendiri, tidak perlu bersusah payah melakukan apa-apa. Cukup dengan membiarkan kenyataan terbongkar, sang Kakek yang akan menjadi algojo yang menghukum kekasih keponakannya itu.

Jerry di sisinya hanya tersenyum sinis dan mengangguk setuju, melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu.

Mereka berdua menikmati pemandangan penderitaan orang lain layaknya menonton tontonan yang paling seru dan menghibur. Bagi mereka, rasa sakit Langit dan Gadis adalah kebahagiaan terbesar bagi mereka berdua.

"BERHENTI!!"

Suara melengking namun tegas dan keras menerobos masuk, memecah suasana mencekam itu seketika.

Pintu utama terbuka lebar. Berjalan masuk dengan langkah penuh wibawa dan intimidasi adalah sosok wanita tangguh, Anin Wiguna. Di belakangnya, dua orang pengawal pribadinya mengikuti dengan sigap siap siaga.

Anin tidak peduli siapa yang ada di sana. Ia langsung menatap tajam ke arah Kakek Mahesa dengan tatapan menghina.

"Kamu ini sudah tua, Kakek! Tapi kelakuannya masih suka menyiksa cucu dan menantumu sendiri?!" bentak Anin tanpa rasa takut sedikitpun.

"Sudah bau tanah, umur sudah di ujung tanduk sebentar lagi mau mati, tapi kelakuannya masih kejam seperti setan!" hardiknya lagi, membuat seluruh ruangan hening dan menahan napas mendengar keberanian wanita itu.

Tanpa menunggu jawaban, Anin mengulurkan tangannya ke belakang. Salah satu pengawalnya segera menyerahkan sebuah map tebal berisi berkas penting.

Anin berjalan mendekati pasangan yang masih saling berpelukan erat di lantai itu. Ia menepuk pelan kepala Langit dengan ujung map tersebut.

PUK!

"Kau ini bodoh atau bagaimana sih?" celetuk Anin pelan namun tegas. "Sudah dikasih bukti malah tidak dibawa, malah diam saja di siksa begini."

Setelah memastikan mereka baik-baik saja, Anin berbalik dan berjalan mendekati pengawal yang tadi memegang cambuk.

Dengan kasar dan angkuh, ia menempelkan map berisi berkas itu tepat ke dada pengawal tersebut.

"Ambil ini... dan berikan pada bosmu itu," perintah Anin dingin.

Ia menunjuk Kakek Mahesa dengan dagunya.

"Suruh dia melihatnya! Suruh dia membaca isi berkas ini dengan mata yang lebar-lebar! Masih bagus kan matanya? Jangan sampai buta sebelum waktunya karena terlalu banyak melihat darah!" ejeknya dengan nada sinis yang sangat menohok.

Belum selesai sampai di situ.

Tangan Anin bergerak cepat. Di tangannya masih tersisa beberapa lembar foto bukti yang sangat kuat.

WUSSS!!!

Dengan satu gerakan tangan yang anggun namun penuh kekuatan, Anin menghamburkan foto-foto itu ke udara.

BYURR!!

Ratusan lembar foto berhamburan jatuh perlahan ke seluruh lantai ruangan itu, bagaikan salju yang mematikan.

Seketika seluruh ruangan hening total. Semua orang tercengang, mata mereka membelalak lebar melihat apa yang baru saja jatuh di hadapan mereka.

Bahkan Kakek Mahesa yang tadi begitu garang, kini terpaku diam. Wajahnya berubah pucat melihat bukti nyata di depannya.

Di foto-foto itu terlihat jelas...

Bella sedang bermesraan dan bercumbu mesra dengan Jerry di berbagai tempat. Bukti perselingkuhan yang nyata dan tak terbantahkan.

Namun yang lebih mengejutkan, ada juga foto-foto yang memperlihatkan Bella sedang duduk bernegosiasi, menyerahkan amplop tebal berisi uang, dan berbicara serius dengan beberapa orang yang diduga kuat adalah para penculik dan dalang di balik kecelakaan serta peristiwa yang menimpa Gadis di hutan!

1
Erna Riyanto
Anin dulu pacar langit... berarti langit sdh tua dong seumuran bahkan mungkin lebih tua dr Anin(ibunya gladis)
Ceriwis07: Benar sekali 🤭
total 1 replies
anggita
like iklan👍☝
Ceriwis07: Terimakasih sudah mampir 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!