NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Sembuh Dari Luka

Alea saat ini terlihat memasukkan kembali pakaiannya ke dalam koper. Raidan berada di dalam kamar itu menunggu bagaimana Alea tampak berkemas.

"Katanya mengajakku ke tempat sesuatu dan nyatanya malah akan meninggalkan Singapura," ucap Alea sembari melanjutkan pekerjaannya.

"Untuk apa juga kamu berada lama-lama di sini, bagaimana jika Dharma mengetahui keberadaan kamu?" tanya Raidan.

"Iya juga sih, tapi benar kamu hanya mengajakku untuk kembali ke Jakarta dan tidak berniat untuk mengajakku pergi kemana?" tanya Alea.

"Saya akan mengajak kamu ke tempat sesuatu sebelum ke Jakarta, tetapi semua yang kamu bawa dari Jakarta ke Hotel ini juga harus kembali di bawah, karena kita tidak akan kembali ke Hotel ini," jawab Raidan.

"Baiklah, kalau begitu aku akan lebih cepat lagi untuk menyiapkan semua barang-barangku," ucap Alea membuat Raidan menganggukkan kepala dengan tersenyum.

Alea terlihat begitu semangat dan bahkan kembali ceria, dress pink selututnya itu membuatnya semakin cantik dengan rambut di gerai, wajahnya tampak berseri, masalah kemarin seolah-olah hanya angin lalu menurutnya.

Raidan juga merasa lega, karena Alea sudah tidak larut dalam kesedihan lagi dan benar-benar bangkit. Ketika sudah selesai membereskan barangnya akhirnya keduanya check out dari hotel tersebut.

Mereka sama-sama berada di dalam mobil dengan Raidan menyetir. Alea menurunkan kaca mobil, ingin mendapatkan udara yang terasa begitu sejuk saat keduanya melewati jalanan tebing yang tampak terlihat bagaimana ombak yang terus saja menyapu bebatuan.

Alea memejamkan mata dengan mengulurkan tangannya keluar jendela merasakan aliran udara tersebut menyentuh kulit paha membuat tubuhnya benar-benar fresh.

Raidan tersenyum melihat bagaimana Alea menikmati keindahan alam di Singapura itu tampak bangunan yang tinggi sampai menjulang ke atas langit.

Tiba-tiba atap mobil terbuka, mata Alea yang perlahan terbuka dan melihat secara jelas bagaimana awan biru di atas sana tampak begitu indah. Senyum Alea melebar melihat ke arah Raidan. Raidan seolah-olah tahu apa yang membuat dia senang.

Tidak lama mobil itu berhenti di pasir pantai. Alea melihat ada kapal mewah yang tampak dipinggir dermaga.

"Untuk apa kita ke tempat ini?" tanya Alea kebingungan melihat ke arah Raidan.

Raidan tidak menjawab pembuka sabuk pengamannya dan kemudian keluar dari mobil. Raidan terlihat membuka bagasi mobil dengan menurunkan koper Alea.

"Membuatku benar-benar penasaran," gumam Alea kebingungan membuka sabuk pengamannya dan menyusul Raidan keluar dari mobil.

"Kita mau kemana?" tanyanya lagi.

"Ikutlah denganku!" ajak Raidan mengulurkan tangannya. Alea masih kebingungan tetapi menyambut uluran tangan itu dan membuat Raidan membawanya.

Alea tetap saja tidak tahu kemana Raidan membawanya yang saat ini melewati titi menuju dermaga. Seorang pria terlihat mengambil koper dari tangan Raidan dan Raidan menaiki kapal mewah itu dan kemudian mengulurkan tangannya untuk membawa Alea ikut dengannya.

Alea menurut saja apapun yang dilakukan Raidan kepadanya yang terpenting Alea bisa merasa nyaman dan tidak memikirkan pengkhianatan suaminya.

Sampai akhirnya kapal itu meninggalkan daratan. Kapal yang tampak begitu luas. Alea mengikuti bagaimana Raidan yang saat ini bersama dengan pria tersebut yang sejak tadi membawa koper Alea.

Pria itu ternyata menunjukkan fasilitas di kapal tersebut. Selain ada nahkoda yang membawa kapal itu, terlihat kapal itu juga memiliki kamar yang cukup luas, dilengkapi dengan kamar mandi dan ranjang besar, jendela kaca yang langsung melihat ke arah lautan yang luas.

Alea baru pertama kali menaiki kapal dan tidak menyangka kapal yang dia naiki itu sangat mewah dengan fasilitas yang benar-benar lengkap. Sejak tadi Alea tidak berhenti dibuat takjub dengan apa yang diperlihatkan kepadanya.

Sampai akhirnya Alea bersama dengan. Raidan dibawa keluar dari kamar itu menuju teras kapal yang begitu luas. Alea benar-benar melihat luasnya lautan dan tidak terasa mereka seolah-olah sudah berada di tengah lautan.

Pria itu berpamitan kepada Raidan dengan menundukkan kepala. Raidan mempersilahkan pelayan kapal tersebut untuk pergi dan melihat ke arah Alea yang sejak tadi kepalanya berkeliling dengan wajahnya tampak begitu takjub.

"Kamu suka tempat ini?" tanya Raidan memastikan.

"Jadi ini tempat yang ingin kamu tunjukkan kepadaku?" tanya Alea memastikan.

"Hmmm, aku tidak tahu tempat seperti apa yang menurut wanita itu sangat indah. Aku pikir tempat ini bisa membuat kamu jauh lebih tenang, berada dari kejauhan banyak orang dan terasa begitu sunyi hening dan bisa menenangkan pikiran," jawab Raidan.

"Ini tempat yang sangat indah. Aku merasa sedikit demi sedikit apa yang aku lihat hilang begitu saja," jawab Alea.

"Kalau begitu kamu nikmatilah hari-hari kamu di tempat ini. Aku akan menemani kamu dan apapun yang kamu butuhkan ada di tempat ini," ucap Raidan.

Alea tersenyum dengan menganggukkan kepala. Alea tampak berlari kecil menghampiri pagar-pagar kapal dengan meletakkan kedua tangannya di pagar besi itu, memejamkan mata dengan menarik nafas panjang dan membuang perlahan seolah-olah menikmati udara di atas kapal.

"Aaaaaaaa!" Alea berteriak sekencang-kencangnya, meluapkan semua kemarahan seolah-olah ingin menceritakan kepada alam apa yang dialami.

Raidan hanya tersenyum memandanginya dari jauh dengan kedua tangannya berada di saku celananya. Laki-laki itu sangat tulus kepadanya benar-benar mengetahui apa yang diinginkan Alea.

Alea menikmati fasilitas di atas kapal itu, sejak tadi mengambil foto untuk mengabadikan momen, tidak lupa menikmati makanan yang disiapkan oleh pelayan.

Makanan yang sangat lezat dari chef handal sebagian dari fasilitas berada di kapal itu. Alea dan Raidan layaknya pasangan bulan madu yang saat ini duduk berhadapan dengan menikmati banyaknya makanan lezat hidup dan pasti makanan itu sudah aman untuk kandungannya.

Alea tiba-tiba saja mengambil salah satu makanan menggunakan garpu dan menyodorkan kepada Raidan.

"Ini sangat enak sekali!" ucap Alea memastikan membuat Raidan membuka mulut dan ternyata benar apa yang dikatakan Alea.

Makanan yang baru saja dia terima memang sangat enak.

"Kamu juga harus cobain?" Raidan tidak mau kalah dan mencoba menyuapi Alea. Dengan senang hati Alea menerima suapan pertama kali dari Raidan.

Keduanya sama-sama menikmati makanan itu sembari mengobrol ada saja yang mereka ceritakan dan tidak lupa keduanya juga bahkan saling menyuapi satu sama lain.

Dari mengambil foto menikmati fasilitas di kapal tersebut, makan siang dengan nikmat, bahkan di sore hari Alea juga berenang ditemani dengan ikan-ikan kecil, tetapi sudah pasti tidak lupa diawasi Raidan, keduanya juga sama-sama melihat indahnya sunset dengan duduk di salah satu kursi dengan kepala bersandar di bahu Raidan, melihat bagaimana matahari terbenam.

"Aku tidak pernah menyangka di dalam hidupku akan pernah mendapatkan momen seperti ini," ucap Alea.

"Kamu bahagia?" tanya Raidan.

"Hmmmm, aku sangat bahagia, makasih Raidan, kamu memberikan tempat seperti ini untukku," ucap Alea melihat tampak begitu tulus ke arah Raidan.

Raidan tersenyum dengan mencium lembut kening Alea. Raidan tampak tidak sungkan melakukan hal itu dan juga tidak ada penolakan dari Alea. Hubungan mereka benar-benar sangat dekat seolah-olah tidak ada jarak diantara keduanya.

"Hmmmm, aku mau ke kamar sebentar mengambil ponsel," ucap Alea.

"Untuk apa mengambil ponsel?" tanya Raidan.

"Hanya memeriksa saja siapa tahu ada yang menghubungiku?" jawabnya.

"Kamu mengharapkan Dharma akan menghubungi kamu?" tanya Raidan memastikan membuat Alea menggelengkan kepala.

"Tidak ada yang aku harapkan darinya," jawab Alea.

"Tunggu sebentar di sini," ucap Alea kemudian berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan Raidan.

Raidan terus aja menatap bagaimana Alea yang semakin lama sudah tidak terlihat lagi. Raidan menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, sepertinya terlihat jelas kecemburuan di wajahnya.

Mungkin Raidan tidak ingin Alea terlalu mengharapkan Dharma akan berubah dan benar-benar mencintainya, pada nyatanya laki-laki itu benar-benar sakit, menyerahkan istrinya kepada orang lain di malam pertama dan bahkan mengkhianati pernikahannya setelah banyak pengorbanan yang dilakukan Alea.

Raidan hanya menginginkan Alea benar-benar sadar akan kehidupan pernikahannya yang salah.

Bersambung...

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!