Dua wanita cantik yang memiliki paket lengkap dan komplit bikin pusing kepala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rania Buat Masalah
". Hahahahha anj*rrr nangkap ikan se kolam, bawa pulangcnya cuma dua ekor. " celoteh darren sambil membolak balikan ikan yang terbungkus plastik.
" Hahah, mana kecil kecil lagi.. " kekeh rian, kiki pun sama sama terkekeh.
" Kuy kesana kuyy. " ajak kiki, Sambil menunjuk ke tempat melukis anak.
"Kuyyyy. " ucap Rian dan Darren serempak.
Ketiga serangkai, kini Shakira dan Raka telah usai menjelajahi semua wahana.
" Hah! Gila gilaaa seru banget. " ucap Rania yang telah usai turun dari bianglala.
" Kemana?. " ucap Raka, Rania pun menoleh ke arah Raka.
" Elah lo dingin banget! Kuyy kita cari rian aja. " ajak Rania yang diangguki Raka mengedarkan pandangan ke segala penjuru area pasar malam, Sekitar lima menit berjalan, Rania dan Raka pun menemukan keberadaan ketiga serangkai itu.
" Astagaaa! Bukan sepupu gue itu!. " gumam Rania yang masih terdengar di telinga Raka.
" Bukan temen gue. " sambung Raka, kini kedua nya menoleh dan saling pandang kemudian mereka pun mengangguk dan berbalik badan bersamaan.
Niat hati mau kabur menghindar dari tiga serangkai itu, justru darren berteriak memanggilnya.
" Raka, Rania !!!!. " teriak darren, membuat kiki dan Rian yang sedang fokus pun ikut menoleh dan serempak mereka pun ikutan berteriak memanggil Rania dan Raka.
" Ohh anjir. " gumam Rania menepuk jidat nya.
" Shit. " Raka pun mengumpat, Dengan amat terpaksa mereka berdua jalan menghampiri tiga serangkai itu.
" Sini sini, Gabung gabung, Lo mau main gak?? Seru ini cuyyy. " ajak daren heboh.
" Yoiii seru banget gilaaa. " timpal Rian, tapi tidak untuk kiki yang justru menyudahi acara bermainnya.
" Hehe ada honey. " sapa kiki kikuk dengan menggaruk tengkuk nya dan meringis.
" Ayo lanjut Ki, Ra Lo mau maen kagak. " ajak Rian.
" Ogah! Lo malu malu in anjirrr Rian Bisa bisa nya badan gede tapi tingkah hello kitty. Udah ihhh! Loe gak malu apa? Tuh liat sekeliling lo bego!. " tolak Rania Dan seketika Rian yang sedang menyuapi darren dengan makanan bohongan yang terbuat dari pasir itu pun menoleh ke sekeliling nya begitu pun dengan darren, Dan sontak aja mereka berdua yang lagi mendalami peran nya sebagai ibu dan anak, dimana Rian yang memasak nya dan menyuapkan hasil maha karya masakan nya itu berpura pura menjadi ibu yang baik juga menyuapkan nya ke darren yang sebagai peran anak nya Dan seketika mereka berdua pun kembali ke setelan awal dengan gaya cool tidak ada lagi gaya menye menye seperti tadi.
" Heheh, nih bu. " ucap Rian langsung memberikan uang hijau kepada ibu ibu pemilik wahana permainan masak masak kan pasir.
" Nih kembali nya mas, dan ini hadiah nya makasih ya. " Rian pun menerima nya dan segera bangkit berjalan menjauh dari situ.
" Njirrr buku mewarnai hahaha. " ucap darren tertawa dan membolak balikan buku mewarnai nya.
" Lo tuh pada malu malu in tau gak sih! Kaya masa kecil kurang bahagia. " gerutu Rania.
" Yeee mainan gitu doang juga, Gada sangkut paut nya masa kecil kali ra, Masa kecil gue juga bahagia kali, bukti nya nih gue sampe segede gini. " ucap Rian tak Terima.
" Iya, badan doang pada gede.. Kelakuan kaya bocah. " cibir Rania.
". Udah jangan berantem! Jajan Kuyy butuh amunisi gue. " ajak darren dengan melerai Rania dan Rian Mereka pun mengangguk
" Yokk gue juga mau beli itu, penasaran dari tadi kok rame terus. " ajak Rani sambil menunjuk ke salah satu pedagang yang sedang di kerumuni banyak orang terlebih anak kecil, Mereka pun mengangguk dan ikut melangkah.
" Ini namanya apa?. " tanya Rania.
" Itu namanya papeda dari tepung tapioka sama telor terus di kasih bumbu." jelas Raka dengan singkat Dan ketika acara mengantri selesai kini giliran Rania.
" Kalian mau gak? Gue yang traktir. " tanya Rania.
" Gue mau lima." ucap darren.
"Dua aja. " sambung Rian
"Gue juga." lanjut kiki dan diangguki Raka.
"Bang, papeda 20 yaaa pedess. " titah Rania.
" Anjirrr nanya nanya tapi ujung ujung nya banyak banget.. " celetuk darren.
". Hahahhaha sekalian buat Riri. " jawab Rania.
" Ya udah gue mau beli sesuatu dulu, lo jangan kemana mana gue bentar kok, Ka, ren ki gue titip Rania bentar"_ucap reno, yang diangguki Rania juga lain nya.
Setelah lima belas menit menunggu, kini pesenan mereka sudah jadi.
" Nih bang. " ucap Rania sambil menyodorkan sesuatu dari balik cash ponsel nya.
" Aduh maaf mbak, gak bisa bayar pake itu!"
" Loh kenapa gak bisa? Orang gak ada masalah kok, tadi juga habis make ini buat bayar masih bisa kok. " tanya Rania heran.
" Pake uang aja mbak, di sini bukan swalayan yang bayar nya pake itu. " terang si penjual papeda.
" Kenapa gak bisa coba? Di tempat gue aja tempat beginian bisa kok bayar pake ini. " gerutu Rania.
" Maaf ya mbak tapi di sini gak bisa. " tolak nya halus, Mendengarkan perdebatan Rania lantas Kiki, Raka dan Darren pun menghampirinya.
" Ada apa ya bang. " tanya kiki memastikan.
" Oh ini mas, embak nya gak mau bayar. "
" Eh mana ada gue gak mau bayar!. " tolak Rania tak Terima.
" Bener kok mas, bukti nya saya minta uang dari tadi mbak nya gak mau ngasih saya uang. " tutur penjual papeda itu, mereka bertiga pun menoleh ke arah Rania.
" Ya kan gue gak bawa uang cash! Orang biasa nya juga di tempat gue bisa bisa aja kok, Sekarang zaman udah maju, ada yang mudah kenapa di persulit sih!. " ucap Rania sebal.
Membuat Raka Kiki dan Darren mengernyitkan dahinya, bingung.
" Ini maksud nya gimana sih?! Abang nya bilang kalo lo gak mau ngasih uang, " abang penjual papeda pun mengangguk, namun tidak dengan Rania yang menggeleng.
" Terus lo bilang, lo gak punya uang cash. " tanya darren lagi. Dan kali ini diangguki Rania, Raka kiki darren pun saling pandang.
" Terus kalo lo gak bawa uang cash, lo bayar papeda ini pake apa. " tanya kiki was was.
" Pake ini. " ucap Rania polos sambil menunjuk kan sebuah kartu ATM ke hadapan mereka, Sontak membuat darren Raka dan kiki melongo.
" Astagaaaaaa. " ucap darren dan kiki serempak. Sedangkan Raka hanya menggeleng mengusap wajah nya.
" Kenapa sih, emang ada yang salah? " tanya Rania yang tak paham.
" SALAH!. " ucap darren dan kiki serempak. Rania pun hanya menggaruk pelipis nya yang tak gatal itu.
" Apa yang salah coba???. " tanya Rania bingung.
" PAPEDA NYA YANG SALAH. " ucap darren.
" Nih bang, buat bayar punya temen saya. Kembalian nya ambil aja. " ucap Raka sambil menyodorkan uang nya ke penjual papeda.
" Eh? Kenapa jadi lo yang bayar sih?. " protes Rania .
Peletak!
" Aw shh kenapa di jitak sih kening gue!! " gerutu Rania mengaduh dan mengusap kening yang terkena jitak kan dari Raka
" Ini pedagang pinggir jalan, bukan supermarket ngapain lo bayar pake kartu!. " ucap Raka sambil berjalan menuju tempat rian.
" Kan sama aja? Sama sama uang kan?? Jangan kaya orang susah deh! Ada yang gampang ngapain harus ribet sih! Lagian juga gue mana ada punya duit cash, Males gue bawa bawa nya" ucap Rania sewot
" Ya tapi gak semua orang jualan di sini bayar pake kartu! Beda sama negara lo. " saut kiki.
". Apa yang beda?. " tanya Rania yang memang masih belum paham
" Udah mending lain kali kalo lo mau makan di pinggir jalan di warung warung kecil mending lo bawa uang cash, karena di sini kartu lo itu cuma laku di cafe resto supermarket gitu." titah Raka.
" Kenapa harus bawa uang cash? Di tempat gue aja warung pinggir ja... " ucapan Rania terpotong ketika ucapan Raka menyela nya.
" Negara lo sama disini beda! Yang penting loe harus inget kata kata gue. " Ucap Raka pusing
" Iya iyaaa. " Rania pun ngalah.
Setelah membeli sesuatu, Rian pun melangkahkan kaki nya menghampiri mereka.
" Kenapa sih kok sepupu gue cemberut gitu. " tanya Rian melihat wajah Rania yang cemberut.
" Rian Gue minta duit, gue mau beli itu Haus gue. " ucap Rania sambil menyodorkan tangan nya.
Walau bingung, namun Rian tetap memberikan uang warna merah dua lembar. Dan Rania pun segera beranjak dari sana..
" Eh kenapa tuh bocah. " tanya Rian yang memang tak tahu.
" Sepupu lo bikin masalah. " jawab darren,.
" Masalah apa. " kini kiki pun menceritakan kejadian tadi dimana Rania membayar tukang papeda menggunakan kartu.
" Astagaaa anak itu!. " ucap Rian geleng geleng.
" Jadi tadi bayar pake duit siapa. " daren dan kiki pun menunjuk Raka yang sedang memesan sate ayam, Rian pun mengangguk.
Setelah drama papeda, dan Rania yang memborong semua jajanan di are pasar malam pun kini mereka memutuskan untuk pulang..
Tin
Tin
Brom
Brom
Keempat motor sport memasuki mansion dan terlihat sekali di halaman mansion sangat ramai.
"Weehh ada acara apa nih! Udah kaya mau arisan aja. " celetuk Rania, mereka pun menoleh.
" Ehh yayang Rara habis dari mana? Babang arel kangen tau. " saut Farel.
" Dari mana lo. " tanya Raisa.
" Pasar malem. " jawab Rania yang mengabaikan Farel, dan langsung menduduki diri nya di samping Kenzo.
" Wihhh makan makan nihh gilaaa banyak banget ini. " heboh lino ketika Rania mengeluarkan satu persatu hasil berburu nya tadi di pasar malam.
" Sabar... Sabar.. " gumam Farel yang ikut duduk di samping Rania.
" Raka, nih punya lo. " ucap Rania sambil menyodorkan nya ke Raka kiki darren dan Rian.
" Kok kalian ke pasa malam gak ngajak ngajak gue sih?. " ucap Raisa cemberut.
" Kita kesini lo gak ada, lain kali kalo ada pasar malam gue ajak lo. " ucap Rian, Raisa pun mengangguk.
"Eh, kila Lo kok ada di sini? Loh desi Ratna juga ada?. " ucap Rania yang baru menyadari kehadiran mereka.
" Iya, gue tadi gak sengaja ketemu di toko buku tadi. " jawab Ratna, Rania pun mengangguk.
" Ihhhhh kok lo main makan makan aja sih. " protes kila ketika miko melahap jasuke milik kila dari sendok yang sama.
"Jangan rebutan kaya orang susah deh! Noh masih banyak, eh lo gak mau?. " ucap Rania ketika menoleh ke arah samping nya mendapati kenzo duduk berdampingan, bahkan lutut nya pun saling menempel.
" Hmm, gampang tar kalo mau gue ambil. " ucap kenzo, Rania pun mengangguk.