Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER twenty-six
Raja Ming di ajak masuk kedalam rumah Bao-yo. raja Ming juga melihat rumah yang di penuhi oleh sayur buah segar yang bergantung di pohon nya
Sedangkan Annchi saat ini menatap tajam kearah Putri sambungnya. tadi Bai melaporkan kenakalan sang adik pada ibu, Huwa Ming duduk dekat Bai. dia tak berani mengeluarkan suara sedikitpun begitu juga Bai
"Apa selama ini ibu pernah mengajarkan An dan Bai, untuk tidak sopan?" tanya Annchi pada An dan Bai. mereka pun menggelengkan kepala, An menunduk sambil menahan air matanya. dia memang semakin kesini sering melakukan kenakalan di luar batas, menurut orang orang tua nya
"An... ibu selalu menuruti keinginan An, ibu belajar menjadi ibu dan istri yang baik. ibu tak ingin anak-anak nya mengikuti keburukan ibu, apa ibu masih kurang baik sebagai ibu kalian... ibu tak pernah membeda-bedakan An dan Bai kan? ibu selalu memberikan kasih sayang yang setara, ibu ingin kalian menjadi anak yang berbudi luhur, memiliki sifat lemah lembut dan menjunjung tinggi moral dan etika.... kalau An terus seperti itu ibu menyerah, ibu lebih baik pergi dari rumah ini. Untuk apa ibu bertahan disini kalau putra dan putri ibu tak memiliki etika dan moral" ucap tegas Annchi
DEG
An dan Bai langsung menatap ibunya, bukan hanya kedua anaknya tapi Bao-yo yang baru mau masuk ke dalam ruang keluarga pun menegang, An langsung berlari mendekati Annchi
"Hiks... ibu maaf Tan An'el ibu, maaf An'el menjadi anat yang tat belbatit. An'el janji atan melubah cifat An, tolong jangan tinggal tan An ibu" ucap An sambil memeluk kaki Annchi. dia tidak ingin kehilangan ibunya lagi, apa dulu juga dia nakal sampai ibu kandung nya memilih pergi dengan lelaki lain
Bai pun menangis dia tak ingin kehilangan kembali sosok ibunya, Annchi ibu yang luar biasa menurut nya. dulu ibu kandung nya saja tak pernah memperhatikan dirinya, tapi Annchi ibu yang memperlihatkan dia adiknya dan juga Ayah nya
"Ibu Bai janji akan mendisiplinkan An kalau nakal lagi, Bai janji tak akan membuat An menjadi anak yang tidak berbakti, Bai terlalu sibuk dengan kehidupan sendiri. dan melupakan adik yang harus Bai beri arahan" ucap Bai. sambil menahan air matanya. Annchi sengaja melakukan ini agar An bisa lebih sopan dan santun bukan melakukan hal sesuka hati
"Lakukan lah, ibu tidak butuh janji tapi ibu butuh bukti... dan kalian tahu bukan ibu tak pernah main-main dengan ucapan ibu, kalau An terus seperti itu! ibu pergi saat itu juga paham" ucap tegas Annchi. dia melihat mata Suaminya, Bao-yo pun tersenyum dengan ketegasan sang istri. dia sudah sering menegur putrinya, tapi An yang merasa ibunya itu akan selalu membela nya jadi tak pernah mendengar teguran sang ayah. tapi sekarang ibunya sudah mengancam akan meninggalkan mereka lagi, tidak An tidak mau ibu nya pergi
Bao-yo pun melangkah masuk ke ruang keluarga, dia menatap Huwa Ming. Huwa Ming yang di tatap pun memberikan kode seolah bertanya ada apa
"Huwa... keluarlah, ayah mu sudah tiba dan dia ada di ruang tamu. Gege mau minta jie jie mu untuk menyiapkan minuman dan cemilan" ucap Bao-yo. Huwa Ming yang mendengar itu pun menegang, dia masih ingin berada di tengah-tengah kehidupan Annchi. dia belum ingin kembali, dia masih ingin merasakan kasih sayang seorang ibu yang tulus dan tegas. walau pun Annchi sering keras dalam mengajari ilmu bela diri, tapi setelah selesai belajar bela diri Annchi. selalu memberikan Ramuan agar mereka tak merasakan sakit dan pegal-pegal
"Ah.... ayah sudah tiba rupanya, apa aku masih boleh menginap disini saat aku datang ke desa ini Ge ge. jie jie?" tanya lirih Huwa Ming. Annchi yang mendengar itu pun memukul tangan Huwa Ming
BUG
"Pertanyaan bodoh apa ini Haa... ini juga rumah mu, kapan pun kau ingin pulang kesini, jie jie dan Gege mu pasti akan menyambut mu gadis nakal" ucap Annchi. Huwa Ming pun langsung menatap wajah wanita yang menyelamatkan nyawa nya itu dan dia pun langsung berlari untuk memeluk Annchi
BUG
Aduh
"Jie jie huwa.. tenapa dolong atu? catit ini botong cetci Tu ini" ucap An. yang terdorong oleh Huwa Ming
"Eh... masih ada An ternyata, maaf ya jie jie tak melihat mu. jie jie sangka kau sudah berlari ke halaman belakang, karena di omelin ibumu" ledek Huwa Ming. An yang mendengar ucapan Huwa Ming pun menatap kesal
"Jie jie tenapa di ungtit lagi cih... ibu udah lupa loh tadi" gumam lirih An. tapi semua orang masih mendengar gumaman itu, Bao-yo pun langsung melangkah
"Kalau kau terus seperti itu bukan hanya ibumu yang akan pergi, tapi ayah juga akan meninggalkan mu. ayah tidak ingin memiliki putri yang tak mendengar teguran orang tua nya, kami menegur mu bukan karena tak menyayangimu. kami tak ingin kau tumbuh besar dengan sifat yang congkak, ayah tidak ingin memiliki anak yang keras kepala dan tak mau di atur... kami melakukan ini karena kami tak ingin kalian menyesal di kemudian hari, kami tak akan selamanya bersama kalian. pasti saat kalian dewasa dan memiliki keluarga, jadi kami tak ingin kalian menyesal dan gagal menjadi orang tua untuk anak-anak kalian Nanti" ucap Bao-yo dia memberikan pengertian kepada kedua anaknya itu, menjadi orang tua itu tidak mudah, walau ada orang tua yang menjerumuskan anak nya ke lingkungan gelap. tapi ada juga orang tua yang ingin anak-anak nya hidup dengan baik dan benar
"Atu mengelti ayah... maaf tan An'el yang natal dan tat copan ayah.. ibu" ucap An sambil menunduk
"Baiklah ibu maafkan kamu kali ini, tapi tidak untuk kedepan nya. ibu berlaku bukan buat An saja tapi Bai dan Huwa Ming juga... hidup ini tak baik yang kalian lihat sekarang, orang baik juga masih ada yang tidak menyukai, apa lagi orang yang congkak dan sombong. jadi kalian harus membawa diri dengan lingkungan paham" ucap tegas Annchi
"Paham ibu....paham jie jie" jawab An Bai dan Huwa Ming. mereka tidak sadar dari tadi ada banyak pasang mata yang melihat dan mendengar teguran tegas tapi penuh kasih sayang
DEG
"Aku terlalu fokus pada kekuasaan ku Jendral, sampai aku melupakan didikkan anak-anak ku... lihat lah putriku begitu manja kepada wanita yang dia sebut jie jie, selama ini aku hanya menanyakan kabar nya. tanpa menanyakan hatinya, apa dia kesepian? apa dia bahagia? dan bodoh nya aku membiarkan hidup putri ku di tangan wanita yang ambisius dengan tahta" ucap lirih Raja Ming. dia melihat Putri nya memeluk manja dan merengek seperti anak kecil di hadapan wanita muda yang tak ada ikatan kekeluargaan
Jendral Besar dan Kasim pribadi Raja Ming pun mengangguk, mereka juga masih sering lalai dalam kehidupan keluarga mereka
"Huwa'er" pangil Raja Ming
DEG
Hati dan jantung Huwa Ming berdetak, walau baru beberapa bulan tidak bertemu dengan ayahnya tapi selama dia hidup ayahnya jarang bertatap muka karena ayahnya terlalu sibuk dengan kerajaannya
"A ayah.....
.
.
.
.
BERSAMBUNG.....
dunia serasa milik berdua....
yang lain mah tak kasat mata.....😁