Namanya Alesha Khalila seorang office girls di sebuah perusahaan besar yang berada di Ibukota. Dia mempunyai cowok yang bernama Dani Pratama . Alesha berpacaran sama Dani sudah lama sekali tapi setiap Alesha meminta untuk meresmikan hubungan mereka Dani selalu menghindar dan mempunyai seribu alasan untuk menolak.
Suatu hari Alesha sengaja pergi ke Bandung untuk memberikan surprise untuk sang pacar tapi sampainya di Apartemennya sang cowok. Alesha terkejut ketika membuka pintu Apartemennya, Alesha mendapatkan Surprise yang sangat menyakitkan dari sang Cowok...
Apakah Surprise yang didapatkan Alesha dari sang Cowok..
Ikuti kelanjutannya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Hari ini Alesha akan pindah ke rumahnya yang sudah selesai pembangunannya. Soal Dek Nisa dia jadi dijadikan pengasuhnya Rara dan untuk pembantunya Mbak Widya yang akan menjadi Artnya dan satpamnya suaminya Mbak Widya yang bernama Fahrul.
" Mbak Celine, ini ada kulkas sama mesin cuci dan semua barang barang ini apa ada yang mau ya Mbak celine ." Ucap Alesha .
" lho Memangnya nggak kamu bawa ke rumah baru Dek, kulkas sama mesin cuci masih kelihatan bagus ?" Tanya Mbak Celine.
" Nggak Mbak aku kemarin sama Siska sudah beli semua barang yang baru Mbak. Jadi yang barang lama aku mau berikan ke orang tapi siapa ya Mbak. Aku nggak tahu Mbak ." Jawab Alesha membereskan baju bajunya Rara.
" Ya sudah kalau kamu nggak mau Dek, Nanti aku tanya-tanya ke tetangga Siapa yang mau biar diambil Dek. Lagian barangnya masih bagus semua kok Dek ." Jawab Mbak Celine lagi.
Mbak Celine membantu Alesha menata baju-bajunya ke dalam koper. Sedangkan Karina sama Rara diajak bermain sama Siska dan ditemani sama Bu Ranti juga.
" Assalamualaikum ." Ucap salam dari Dek Nisa.
" Waalaikumsalam eh Dek Nisa. Silakan masuk ." Jawab Siska yang masih main bersama dua batita itu.
" Mbak Alesha ada yang bisa Nisa bantu ?" Tanya Nisa ketika melihat Alesha sama Mbak Celine lagi menata baju di dalam koper .
" Nggak sah Dek, ini juga sebentar lagi sudah selesai. Dek Nisa apa ibunya mau mesin cuci atau kulkas ?" tanya Alesha. Siapa tahu ibunya Dek Nisa memerlukannya .
" Mau mau Mbak, alhamdulillah terima kasih Mbak Alesha akhirnya Ibu punya Kulkas !" Seru Dek Nisa dengan mata berkaca kaca. Karena mulai sekarang dia bisa beli lauk yang agak banyak untuk menyimpannya di dalam kulkas.
" Iya sama-sama Dek Nisa, Nanti suruh bapaknya mengangkat sendiri ya Dek. Atau sekarang kamu pulang dulu kasih tahu Bapak untuk mengangkat kulkasnya !" Seruh Alesha menyuruh Dek Nisa pulang ke rumahnya dulu .
Mereka berbondong bondong membantu Alesha pindahan dan disana sudah ada Mbak Widya, Bang Fahrul sama Bang Bayu yang tangannya masih sakit.
" Selamat datang semuanya !" Seru mereka bertiga memyambut Alesha dan yang lain.
" Terima kasih Mbak Widya, Bang Fahrul sama Bang Bayu. Tolong Mbak Widya koper yang warna putih taruh di kamar aku dan yang hitam dikamarnya Siska ya Mbak Widya !" Perintah Alesha dengan sopan.
Sedangkan di Medan Ibu tirinya Bang Bayu mengamuk barang barang yang ada didekatnya dipecahkan semua. Karena preman yang disuruh menghabisi Bayu nggak bisa di hubungi.
" Ada apa sih Ma ?" Tanya Andre yang baru pulang dari rumah temannya .
" Kamu dari mana sih Ndre bukannya membantu bagaimana cara merebut warisannya Bayu, kamu kerjanya cuma main dan main sendiri ?" Tanya Bu Yasmin sambil marah-marah nggak jelas.
Sedangkan di dapur dua pembantunya menguping dan bersyukur kalau para preman itu nggak menemukan Tuannya.
" Dasar orang serakah semoga cepat mendapatkan karmanya ." ucap lirih Bi Ratmi.
" Huusstt jangan keras keras Bi, kalau mendengar mereka berdua kita pasti dimarahi. Kita doakan saja Tuan Bayu selamat dan sehat sehat dimanapun dia berada ." Pesan Bi Lilis ke Bi Ratmi.
Kembali ke rumahnya Alesha.
Dirumah sekarang sudah banyak warga yang diundang oleh Alesha untuk makan siang bersama untuk merayakan syukuran rumahnya Alesha.
" Terima kasih lho Nak Alesha sudah diundang makan enak ini hehehe ." Ucap Ibu dekat rumahnya.
" Sama-sama Bu , aku juga berterima kasih kepada ibu-ibu semua yang sudah membantu Alesha selama ini dan membantu menjaga Rara ." Jawab Alesha dengan penuh kebahagiaan .
" Iya Nak Alesha kita harus menjaga Rara dengan baik karena dia anak kami juga dan dia akan menjadi kebanggaan warga kita ." Ucap Ibu yang lain.
Setelah selesai makan siang bersama Mbak Widya sama Dek Nisa membersihkan tempat yang digunakan untuk makan mereka tadi.
" Bang Bayu nanti malam habis magrib kesini ya dan untuk makan kamu juga sebaiknya makan bareng sama Mbak Widya sama Bang Fahrul supaya rumah ini nggak sepi dan aku ingin membicarakan usaha yang akan kita buka nanti Bang !" Ucap Alesha kepada Bang Bayu.
" Siap Dek Alesha nanti setelah sholat magrib aku kesini bareng Bang Fahrul ya . Kalau begitu aku pamit kembali ke rumah ya Dek ." Jawab Bayu mantap.
Alesha membawa Rara ke kamarnya yang sudah dibersihkan sama Mbak Widya.
" Selamat datang dikamar kita Sayang, Putri Mama tidur siang dulu ya. Mama mau bekerja sebentar ada email dari Tante Citra ." Ucap Alesha kepada Rara yang sudah ditidurkan di ranjang boxnya.
Alesha menyalakan laptopnya dan langsung fokus ke pekerjaan yang dikirimkan Kak Citra. Satu jam telah berlalu dan pekerjaan sudah selesai. Dia ingin membuka dua email yang tidak dikenal siapa pengirimnya dan itu justru melalaui email yang dikhususkan untuk pekerjaan dibidang hackersnya.
Alesha membuka dan ternyata kliennya meminta bantuan untuk memperkuat sistem pengamanan untuk perusahaannya.
Alesha menyanggupi kliennya itu dan langsung mengerjakan tugasnya dengan sangat teliti supaya sistemnya nggak bisa ditembus virus yang lain.
Jam empat sore pekerjaan Alesha sudah selesai dan dia ingin membangunkan Rara untuk mandi dan akan dikasihkan ke Nisa kalau Rara sudah bersih dan wangi.
" Sayang, bangun yuk sudah sore, tuh kelihatannya Mbak Karina main ke rumahnya Rara lho ." Ucap pelan Alesha membangunkan Rara sang putri kesayangan.
Rara mengerjap matanya yang kecil itu dan terbuka dengan sempurna. menyodorkan tangannya minta di gendong.
" Mandi dulu ya biar Rara semakin cantik. Nanti main sama Mbak Karina ya Sayang ."
Alesha membawa Rara ke kamar mandi dan didudukan di tempat mandinya Rara sendiri dan sudah diisi air hangat sama mainan dari bahan karet.
Sedangkan dilantai bawah Siska, Dek Nisa sama Mbak Widya lagi pada mengobrol tentang apapun. Dek Nisa cerita pengalamannya bekerja dari jam enam pagi pulang jam tiga cuma dibayar tiga puluh ribu rupiah .
Tap tap tap suara sandal yang berbenturan sama lantai .
" Kalian lagi pada asyik ngomongin apa sih? Seru banget ?" Tanya Alesha yang menggendong Rara baru turun dari lantai atas.
" Masyaallah cantiknya Rara kesayangannya Tante, sudah cantik dan wangi sekali. Sini Sayang sama Tante !" Seru Siska memint Rara untuk dipangkunya.
" Rara itu cantik sekali ya Mbak Siska, mukanya juga hampir mirip sama Mbak Alesha. Lihatlah hidung sama matanya kalau orang yang nggak tau asal usulnya pasti mengira Mbak Lesha itu Mama kandungnya Rara ." Ucap Mbak Widya sangat menganggumi Rara cantik, putih dan imut sangat menggemaskan sekali.
Rara bertepuk tangan dan berceloteh sendiri dengan bahasa bayinya .