NovelToon NovelToon
Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Tak kusangka aku bahagia bisa memiliki keluarga kecil.

Sebuah cerita perjuangan gadis yang bernama Indira Mahesa, gadis yang memiliki karir begitu baik. Harus menghadapi pernikahan yang terjadi karena pembalasan dendam yang salah sasaran.

Pria tampan yang bernama Abian Malik seorang pengusaha kaya yang mampu mencuri hati semua wanita termasuk sang sekertarisnya yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Akankah pernikahan mereka mampu bertahan?


Mohon untuk tidak promosi di lapak ini🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perlawanan Tanpa Hasil

Pagi yang begitu cerah membangunkan semangat untuk memulai aktifitas namun tidak bagi Indira, wanita yang saat ini sudah tidak memiliki harapan untuk bahagia berharap waktu terus menjadi malam menemani tidurnya.

"Emmm....emmm." Suara Indira yang terdengar berusaha menggerak-gerakkan tubuhnya untuk melepaskan tindihan di wajahnya itu matanya begitu bingung saat melihat sesuatu yang gelap dan banyak rambut-rambut yang tumbuh..

"Astaga apa-apaan sih dia ini mengapa menindih wajahku dengan ketiaknya uweeee." gumamnya yang mulai sadar saat meraba-rabanya.

Abian yang tertidur pulas masih tidak terasa dengan gerakan Indira, seketika matanya terbuka. "Awww...aw apa yang kau lakukan?" tanyanya begitu terkejut.

Indira yang tak kalah terkejut mendengar bentakan suaminya langsung menjauh. "Kau menindih wajahnya dengan ketiakmu yang jorok itu." jawabnya tampak ragu.

Abian yang tidak sadar sedikit menahan malu, ia tidak sadar dengan tidurnya semalam memang Abian selalu tidur tidak terkendali dan baru kali ini ada yang mengetahui hal itu. Merasa malu akhirnya Abian memilih untuk bergegas ke kamar mandi tanpa mau menatap Indira lagi.

"Huh dasar pria gila, kau itu suami malaikat tapi malaikat penajage neraka." umpat kesal Indira sambil menatap punggung suaminya yang putih.

Tanpa sadar kini Abian yang mendengarnya sudah kembali melangkah tepat di depan istrinya dengan mendekatkan wajahnya. Indira sangat terkejut mata keduanya saling berpagutan seolah berbicara dengan pandangan tanpa suara.

Wajah Abian yang terus mendekat membuat Indira mencondongkan tubuhnya hingga terjatuh ke kasur lagi. Rasa malu Indira ketika melihat Abian yang meraih ponselnya di meja samping tepat di kepala Indira.

"Mau sekali sepertinya kau tidur denganku." ucap Abian yang tertawa sinis membuat Indira semakin kesal. Ia hanya bisa menghela nafas dengan kasar lagi-lagi harus membuang tenaga di pagi hari.

"Huh dasar suami malaikat apa tidak bisa kau membuat pagi sedikit lebih indah begitu?" ucapnya dalam sorotan mata yang tajam tak kalah tajamnya dengan Abian.

Abian yang sudah berada di dalam kamar mandi terus berfikir keras seolah merencanakan apa lagi untuk membuat istrinya semakin menderita. Sedangkan Indira yang berada di kasur mematung tampak berfikir untuk kabur dari kediaman suaminya yang selalu di penuhi dengan penjaga.

"Apa pun caranya dan resikonya aku harus bisa keluar dari neraka ini, mungkin setelah lama kekuatanku bertambah dan bisa melawan lebih banyak pengawal itu." ucapnya sambil tersenyum bersemangat.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Abian dengan tegasnya.

Indira yang terkejut melihat kehadiran suaminya tidak tahu jika mandinya secepat itu, ia kembali terdiam tanpa menunduk. Abian yang melihat seakan mengerti tatapan melawan dari istrinya, akhirnya aktifitas mandinya yang seharusnya sudah selesai ia tambahi lagi. Tubuhnya yang masih basah dengan balutan handuk di pinggang kini melangkah semakin dekat, dan semakin dekat sampai akhirnya ia benar-benar sampai di hadapan wanita cantik tanpa polesan make up.

Belum sempat Indira melangkah menjauh darinya, Abian sudah menarik keras pergelangan tangan istrinya ke kamar mandi.

"Apa yang kau lakukan? hentikan!" teriak Indira sambil terus menahan langkahnya yang tak mampu melawan kekuatan Abian.

Beberapa kalia Indira mencoba menendang perut suaminya namun tangan kekar itu lebih cepat menangkapnya, sampai Indira ingin memutar tangan suaminya justru tangannya yang keseleo. Indira berfikir kemampuannya bela diri cukup baik tapi mengapa saat bersama suaminya seolah ia menjadi wanita yang sangat tak bertenaga.

"Hiyaaaaa." teriak Indira kembali ingin menyiku perut Abian dengan sebelah tangannya. Lagi-lagi hal itu percuma Abian yang sudah lebih sigap menggenggam kedua tanganya dengan satu tangan membuat mata Indira membulat tak percaya.

Bagaimana bisa tangan Indira seperti kedua tangan anak bayi yang dengan mudahnya di satukan dalam satu genggaman sedangkan kedua kakinya sudah berada di lingkaran lengan suaminya.

"Masih berani melawan bocah bodoh?" ancam Abian yang terlihat sangat kesal melihat tingkah Indira terus melawannya.

Kini tubuh Indira menggantung di depan Abian yang sudah menggantung Indira di depannya dengan kedua tangannya. Indira hanya terus berusaha memberontak sampai akhirnya tenaganya habis.

"Aw sakitttt." cekiknya menahan tangan yang sejak tadi keseleo.

Abian segera membawanya masuk ke kamar mandi sampai akhirnya mendaratkan tubuh Indira ke dalam bethup. "Biasakan mandi saat aku mandi jangan hanya diam mematung di sana." pintah Abian yang sudah meninggalkan Indira di dalam bethup dengan pakaian yang masih lengkap dan basah.

"Huhh ku fikir akan ada apa lagi, jika tahu begini aku tidak akan melawan aw." ucap Indira sembari merintih merasakan sebelah tangannya yang sakit.

Abian yang tengah bersiap ke kantor kini memakai sepatunya di sofa sudut kamar itu. Indira yang takut keluar terus berdiam di balik pintu kamar mandi yang terlihat jelas dari mata Abian. Kamar mandi yang memang di desain kaca transparan semuanya oleh Abian sayangnya tidak di sadari oleh wanita cantik itu.

"Aduhh kapan aku keluarnya kalau handuk saja tidak ada di sini?" Indira yang masuk dengan paksaan tidak tahu jika berakhir seperti ini. Sementara Abian yang ingin tertawa melihat tubuh istrinya di balik pintu transparan berusaha terlihat datar.

Beberapa kali Indira berkaca memandangi tubuhnya tanpa sehelai kain yang menutupinya. "Dasar wanita gila, bagaimana bisa tidak sadar dengan dinding kaca itu?" tanyanya dalam tatapan yang terus melirik ke arah kamar mandi.

Mata Abian yang tampak menikmati pemandangan itu seketika tersadar ketika ponselnya berdering, menandakan pesan dari sekertaris Zanna yang mengingatkan akan ada meeting setengah jam lagi. Abian yang masih ingin berlama-lama dengan permainan pagi itu akhirnya beranjak pergi dari kamar dan meninggalkan Indira tanpa kata apa pun.

"Huhhh akhirnya pergi juga si penajaga neraka itu." umpat kesal Indira yang menghela nafas kasar.

Seketika wanita itu berlari mengambil handuk dan mengganti bajunya yang sudah tertata rapi di lemari. Beberapa kali ia memijat lembut tangannya namun rasanya semakin sakit. Seketika terdengar ketukan pintu dari luar, perlahan pintu pun terbuka. Indira melihat sosok wanita yang menyambutnya saat pertama kali tiba di kediaman Malik.

"Permisi Nyonya. Tuan memerintahkan saya untuk membantu anda mengobati tangan." jelasnya dengan sopan.

Indira yang terdiam mematung hanya menatapnya dengan penuh tanya. "Si penjaga neraka itu menyuruhnya?" begitu ucapan dari sorot mata indah gadis itu.

Bi Qila yang segera meraih tangan Indira dan memberinya minyak sambil mengurut perlahan Indira yang beberapa kali merintih kesakitan. Terlihat pergelangan tangan yang membengkak, sampai akhirnya Bi Qila yang merasa cukup kini menyarankan Indira untuk tidak menggerakkan tangannya dulu sampai benar-benar sembuh.

Tak lama kemudian satu pelayan lagi masuk mengantarkan makanan dan beberapa buah lainnya. Indira tidak bernapsu sama sekali saat melihatnya. Fikirannya hanya ingin keluar dari rumah neraka itu tapi ia tidak tahu harus bagaimana agar bisa keluar.

Kedua pelayan yang sudah keluar meninggalkannya seorang diri di kamar yang luas itu membuatnya semakin stress. Perlahan ia melangkah mendekat ke arah jendela, matanya menatap ke dasar bangunan terlihat sangat tinggi. Wajahnya terlihat lemas kembali tidak akan mungkin jika ia melompat dari tempat tinggi, mungkin setelah ia melompat ia akan bertemu dengan malik yang sebenarnya bukan lagi malik si suami gilanya itu.

"Haaah, aku tidak mungkin melakukan ini. Apa aku harus tetap dengan jalan pertama melawan para penjaga itu? sepertinya mereka tidak memiliki kekuatan seperti si malaikat itu. Iya aku bisa mencobanya dulu pasti berhasil." ucapnya dengan penuh semangat.

1
falea sezi
rejeki ya gia/CoolGuy//Facepalm/
Riri Khoeriah
visual nya cocok kak👍👍👍👍👍
Meliala Kolompoy
tuan damar suaminya nuonya nigrum atau MantaN suami..??
membaca smbil meraba2 jalN ceritanya...
rada bingung
Lena Sari
hebat kamu Abian,terus hargai apapun hasil potongan rambutmu.
Lena Sari
dasar ya pasangan somplak.
nokdenok
minyak srimpi itu udah poll wanginya torr
Margaretha Sukmawati
indira terlalu lemah dan cengeng. seharusnya dgn setiap masalah harus menjadi wanita Tegar dan kuat.
Fatimah's
bener banget Thor , nasehat yg sangat bagus👌👍
itanungcik
cerita 👍👍👍👍
may Saka
ceritanya sangat seru aku menyukainya 🥰🥰
GALAXY GAMING
bian, Indira memang tak selembut dan sesabar diba, tapi demi dia kau bersedia melakukan banyak hal konyol, dia mewarnai hidupmu
cloe
males x, cewek lemah
ria onits
aku lagi maskeran pas baca ini ngakak seketika😂😂😂
Kalee Chan
huuwooooowwww.... mari kita ikuut main yok
Kalee Chan
ini adegan malam pertama...
apa latiahan karate...
oohh AQ tkungfuu Jecky Chen
Kalee Chan
hahahaha... gia kocakk abisss
Kalee Chan
saudara Bram_bang bin almarhum Pram_banan...
naah ituu baru nama panjangnya thorrrr....
😅😅
Kalee Chan
oh yaa ampunnn gia..
ternyata kau bisa juga malu2 meong...
Dinar David Nayandra
gw jarang ketawa klo baca novel walau ada yg lucunya tp ini bikin gw ketawa ngakak 😅😅😅😅😅😆😆😆😆
Roha12
thanks for u Thor
karya mu luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!