Mengisahkan tentang seorang PNS Muda sekaligus Pengusaha dengan gelar Playboy yang sedang berjuang meluluhkan Hati seorang wanita yang berprofesi sebagai Dokter Hewan ..
Seorang Pria yang biasa dikejar dan di idolakan banyak wanita.. sekarang malah sedang berusaha mengejar seorang wanita cuek. dingin. dan mempunyai kekasih ...
nyeseekkk oiii...
but saya hanya seorang pemula.. yang menyukai novel and I want to try .. ✌️
I hope you guys like it ...😍
selamat membaca dan tinggalkan kritik dan saran ya .. 😎👉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chupiidd's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanggung Jawab
Bray... udah tinggal beberapa hari lagi nih hari perjodohan lo.. gimana? lo bakal pasrah aja atau masih mau usaha nih..?", Tanya Regi yang sedang duduk di kantin bersama Adit untuk makan siang..
"Gue bingung bro, gue masih mikirin Aira..", jawab Adit
"Trus kenapa gak minta aja langsung sama orangnya, secara lo juga udah kenal kan", Ucap Regi
"Udah", jawab Adit singkat
"Udah, lah trus gimana hasil nya? eh lo sekarang gak pernah mau cerita lagi sama gue..biasanya juga apa apa bilang ", Umpat Regi
"Cuma gak mau nambah beban lo aja bro, lo kan mau nikah, sudah pasti banyak pikiran, lo juga gak bakal punya waktu buat main-main lagi kan.. pernikahan lo tinggal beberapa minggu lagi bambang", Ucap Adit terkekeh melihat ekspresi Regi yang tiba-tiba berubah, Ya Regi emang sangat sibuk akhir-akhir ini, ia beneran deg-degan sekarang, karena nanti bakal jadi kepala keluarga...
"Nah loh, diam kan lo", Ucap Adit
"Iya sih, lo malah bikin gue deg-degan Bro..gini amat ya rasanya", ucap Regi mengelus dadanya
hahaha.. "nanti gue bakal ceritain soal Aira, Fanya sama lo, kalau semua urusan dan acara pernikahan lo kelar", ucap Adit
"Ya deh, eh sore temenin ke tempat Tante Indri ya, Gue dah bilang Lisa soal dekorasi kita sama istri Om lo aja dan ia setuju", Ucap Regi karena memang Indri istri dari Sean Adik Mamanya Adit adalah seorang Wedding Organizer ternama di Kota mereka...
"Wah, dengan senang hati", Jawab Adit
Merekapun menyelesaikan makan siangnya dan kembali ke kantor dan ruangan masing-masing..
Sementara itu di Klinik, Aira sedang memeriksa laporan mingguan Klinik..
"Rin, pulang kerja mau langsung pulang atau ada acara? kita ke fun cafe yuk kalau kamu free, tiba-tiba aku kepengen makan ayam rica-rica disana", ucap Aira saat Rini masuk mengantarkan berkas laporan lainnya..
"Hm, boleh Dok, kebetulan saya juga free kok", jawab Rini antusias
"Oke", ucap Aira dan melanjutkan pekerjaannya...
Setelah pulang kerja Adit Regi langsung menuju boutique Mama nya, karena saat Adit menelpon Tante Indri, Tantenya sedang di boutique bersama Mama Adit.. Sesampainya di Boutique..
"Assalamualaikum, ", Sapa Adit dan Regi bersamaan
"Waalaikumussalam, kamu udah sampe Dit", Jawab Indri
"Iya Tan, apa kabar?", Tanya Adit
"Alhamdulillah baik, kamu gimana? eh Dit kok bisa keduluan Regi", tutur Indri
"Hahaha. .jodohnya udah nyampe Tan, sedangkan jodoh aku masih kena macet", jawab Adit
"Gi kamu gak coba kenalin ponakan Tante ini sama cewe ya..", Tanya Indri pada Regi
"Udah Tan, udah banyak, tapi gak da yang bisa bikin ponaan nya tante ini bergetar, malah tiap malam Kam.... ", Ucapan Regi terhenti saat Adit membungkam mulut Regi untuk diam..
"Kam kam apa .. kalian kenapa ?", Tanya Indri
"Eh gak kenapa-kenapa Tan, o iya, Mama mana Tan", tanya Adit mengalihkan pembicaraan
"Ke cafe sebelah tadi sama Dea, beli minuman", Jawab Indri
"Ya udah bray, lo langsung bicara aja sama Tante Indri ya, Gue samperin Dea dulu", Ucap Adit dan pergi ke Cafe
"Oke, jadi gini Tan, konsep Gi nikah maunya kayak ....", Ucap Regi dan menjelaskan beberapa idenya kepada Indri...
"Hii De, Kamu beli apa", Tanya Adit
"Om Adit, ", Dea berlari mengejar Adit
"Jangan lari-lari sayang, kakinya masih sakit kan", tanya Adit
"Sedikit Om", Jawab Dea
"Iya, pokoknya jangan lari-lari, Dea beli apa sama Ibu ", ucap Adit
"iya Om, Dea beli minuman coklat keju Om, Om mau ?", ucap Dea menyodorkan minumanya kepada Adit
"Mmm enak De, Om mau semuanya, boleh ?", kata Adit
"Boleh Om, nanti Dea beli lagi", ucap Dea
"Hahaha, kamu ini ya..
Om becanda sayang, nanti om bisa beli sendiri, ini buat Dea aja ya", ucap Adit dan menggendong Dea..
Dea mengangguk..
"Dea, Ibu mana sayang", Tanya Adit yang melihat sekelilingnya tidak menemukan Mamanya
"Tadi Ibu bilang tunggu disini Om, ibu kesana sebentar", Ucap Dea menunjuk ruang Manager Cafe..
"Oo ya udah, Om pesen minum dulu ya.. Dea tunggu disini", ucap Adit dan memesan minum, tidak lama iapun kembali dan mengajak Dea duduk di sebelah tempat bermain anak yang di sediakan di cafe tersebut, tiba-tiba ponselnya berdering..
"Fanya", Ucap Adit dan mengangkat teleponnya..
"Adit, lo dimana", tanya Fanya
"Gue di Fun Cafe sebelah Boutique Mama Fan, kenapa ?", jawab Adit
"Masih lama gak di sana, Gue kesana boleh, lo sama siapa ", Tanya Fanya
"Boleh Fan, Gue sama Dea dsini", jawab Adit
"Oke", jawab Fanya dan mematikan telponnya
"Siapa Om", Tanya Fanya
"Tante Fanya De, dia mau kesini", ucap Adit
"Gak boleh, Dea gak mau", Dea berdiri dan pergi membuat Adit kaget
"Loh kenapa De", Tanya Adit mengikuti Dea
"Tante Fanya itu jahat, Dea pernah dengar Om ngomong sama tante fanya waktu di panti, tante Fanya suruh Om berhenti main ke panti karena kata tante fanya om buang buang waktu dan duit ", Ucap Dea
Adit terperangah," ia dan Fanya memang pernah bertengkar di panti dulu, tapi itu sudah sangat lama, kenapa Dea bisa mengingat se detail itu", Batin Adit
"Sayang, sini.. ", Adit menggendong Dea dan mengajaknya duduk ditempat tadi ia duduk..
Dea masih cemberut," Dea mau ketempat Ibu aja Om", Ucap Dea, Karena setelah Arumi keluar ruang manager cafe ia melihat Dea dan Adit sedang duduk menunggu, kemudian menghampiri mereka dan balik ke boutique ...
"Tidak sayang, kamu harus disini sama Om, sampe tante Fanya datang, begini ya De.. saat itu di panti om sedang bertengkar sama Tante Fanya, dan Om habis membeli motor baru dan Om gak masuk kerja beberapa hari, karena itu tante Fanya sambil marah dan ngomong kalau om buang-buang waktu dan duit..(ucap Adit berbohong, ia harap bisa sedikit meluluhkan hati Dea untuk Fanya) Tante Fanya itu baik kok De, dia juga sayang kan sama Dea?" ucap Adit
"Gak", Ucap Dea singkat
"Ya ampun anak ini susah banget di bujuk", batin Adit dan mengusap wajahnya kasar
Fanya yang melihat dan mendengar percakapan mereka ingin mengurungkan diri untuk menghampiri tapi ia butuh Adit saat ini dan akhirnya ia memberanikan diri dengan membawa satu bungkus gulali dan coklat kesukaan Dea, karena saat tau Adit bersama Dea ia sengaja singgah ke mini market sebelum sampai cafe..
"Assalamualaikum, hii Dea, apa kabar", sapa Fanya
"Waalaikumussalam", jawab Adit sedangkan Dea malah buang muka
"Maafkan Dea Fan, dia sedang tidak mood", ucap Adit
"Tidak masalah Dit, De ini tante tadi belikan gulali sama coklat, Dea mau", Ucap Fanya berharap gadis kecil itu melihatnya
Dea hanya melirik sebentar dan berpaling lagi..
"Duduk dulu Fan", ucap Adit menyuruh Fanya duduk disebelahnya..
"De, kamu gak boleh ka...", ucapan Adit terhenti saat Fanya memegang tangannya untuk berhenti membujuk Dea untuknya
"Maafin Tante ya De, mungkin dulu Tante pernah bikin kamu sedih dan marah, Tante bener-bener minta maaf, makanya Tante bawain kamu coklat sama gulali", tutur Fanya dan pindah duduk ke sebelah Dea yang malah membelakanginya..
"De.. ", Ucap Adit
"Ya udah Dit, gue balik aja, sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat", ucap Fanya berdiri, saat ia berjalan tiba-tiba Dea mengejarnya
"Tante" ucap Dea
Adit yang melihat langsung kaget..
"Dea", Gumamnya
Fanya berbalik dan melihat Dea sedikit susah berjalan karena kakinya masih di perban..
"Dea, kamu kenapa", Tanya Fanya dan menggendong Dea ke tempat ia duduk tadi
"Maafin Dea tante", Ucap Dea
"Dea sayang, Tante yang harusnya minta maaf ", Ucap Fanya dan memeluk Dea
"Alhamdulillah", Batin Adit
"Tapi kenapa kamu bisa berubah-ubah gitu De", ucap Adit
"Karena tadi Tante Fanya nangis Om, Dea sedih liat orang nangis ", ucap Dea
"Jadi karena itu aja", tanya Adit
Dea mengangguk dan tertawa kemudian mengambil gulali dan coklatnya " Makasih Tante, Dea suka", ucapnya polos
"Iya sayang, makasih juga udah maafin Tante ya", ucap Fanya
Merekapun tertawa..
"Jadi tadi lo mau bahas apa Fan, lo baik-baik aja kan", Tanya Adit
"Soal kandungan Gue Dit, jadi tadi sebelum kesini Gue ketemu Teo", jawab Fanya lesu
"Trus ?", Tanya Adit penasaran
*Flashback On*
"Aku udah nyampe taman", Ucap Fanya mematikan telpon, ia dan Teo janjian ketemuan di Taman untuk membahas hubungan mereka..
Saat itu ia memilih tempat duduk yang agak jauh dari keramaian, agar pembicaraan nya tidak terlalu tedengar orang banyak ..
Teo yang sudah di share lokasi oleh Fanya langsung menemui Fanya..
"Aku kesini cuma mau bikin kesepakatan", Ucap Teo tanpa melihat
"Kamu, kesini untuk apa? bukan nanya kabar aku atau bayi kita ?", tanya Fanya
"Tidak, aku tidak menginginkan bayi itu, aku mau kamu gugurin anak itu, aku akan beri kehidupan yang lain, tapi tidak di kota ini ", Tegas Teo
"Apa ??? heh aku tidak akan pernah menggugurkannya, kalau kamu kesini hanya untuk bicara itu. kita akhiri", Ucap Fanya berdiri
"Aku hanya ingin kamu menjaga nama baik dan pekerjaanku", ucap Teo
"Nama baik dan pekerjaanmu, bagaimana dengan nama baik dan karir ku", Fanya terkekeh, sebenarnya ia sedang menahan sakit dan air matanya agar tidak terlihat lemah..
"Maka dari itu Fanya, gugurin anak ini, dan kita bisa hidup tenang, aku mencintai orang lain dan aku akan menikah dengannya ", Ucap Teo sambil memegang pundak Fanya dengan kedua tangannya
Pertahanan Fanya runtuh, air matanya mengalir seketika dan "Cukup Teo !!! silahkan lakukan apa maumu, Sekalipun nyawa ku taruhannya, Aku tidak akan menggugurkan bayi ini", Ucap Fanya gemetar
"Tapi Fan", Ucapan Teo terputus
"Aku cuma minta pertanggungjawaban kamu Teo, tapi ternyata kamu tidak hanya brengsek, kamu pengecut !!!!! ", Teriak Fanya dan menampar Teo, " mulai hari ini jangan pernah menemui ku dan jangan pernah datang untuk mengambil anak ini, kau akan menyesalinya seumur hidup mu, camkan itu !!!!!!!, Ucap Fanya kemudian pergi meninggalkan Teo sambil menangis..
*Flashback Off*
"Brengsek !!!", Umpat Adit mengepalkan tangannya dan mendekati Fanya kemudian memeluknya "Gue tau perasaan lo sekarang, gue harap lo sabar dan gue janji, gue akan menemani lo dan akan membantu lo kapanpun lo butuhin gue Fan..", Ucap Adit sambil menahan amarahnya..
Fanya terus menangis dan terisak..
"Terimakasih Dit, Tapi Gue takut", ucap Fanya
"Gue disini, gue akan selalu lindungi lo dan bayi lo Fan", Ucap Adit menenangkan Fanya
Tiba-tiba Dea yang sedang asik main perosotan dan ayunan berteriak mengejar seseorang yang tidak jauh dari tempat mereka duduk...
"Tante Airaaa", sapa Dea dan menghampiri dua perempuan yang sedang makan
"Dea, heii ", ucap Aira dan memeluk Dea
"Kamu ngapain disini, sama siapa ", Tanya Aira
"Sama Om Adit dan Tante Fanya, itu ", jawab Dea dan menunjuk Adit yang berjalan ke arah mereka
"Oh, iya.. ", ucap Aira dan melihat Adit
"Maaf, Dea menganggu waktu makan kalian berdua", Ucap Adit merasa tidak enak, sebenarnya ia senang bisa melihat Aira hari ini, amarahnya bisa langsung ilang seketika, namun ia menepis semua itu karena selain tau Aira punya kekasih dan akan menikah, ia sedang menyimpan amarah pada laki-laki Ayah dari anak yang di kandung Fanya, yang tidak lain adalah calon dari Aira sendiri, sebenarnya ia ingin memberitahu Aira, tapi tidak mungkin karena hanya akan menambah kebencian Aira kepadanya, walaupun ia punya banyak bukti..
"Tidak masalah", jawab Aira singkat
"Tante, Dea rindu banget sama Tante, kapan kita main bareng lagi", Ucap Dea tanpa menghiraukan Adit
"De, gak sopan ganggu orang makan, ayo pulang " Ucap Adit
"Gak Om, Dea mau sama Tante Aira", ucap Dea merengek
"Iya sayang, besok kita main sama tante Aira, sekarang kita harus pulang udah mau malam", ucap Adit dan menggendong Dea
"Gak mau", teriak Dea dan menangis
"Dea, bener kata om Adit, ini udah mau malam, besok Tante janji kita main Sama-sama lagi", Ucap Aira berdiri dan mencoba memberi pengertian ke Dea
Fanya yang melihat mereka semakin menangis, "apa kamu mengenal perempuan itu Dit, dan kenapa Dea bisa seakrab itu dengannya, Dia cewe yang akan menikah dengan Teo" gumam Fanya
Setelah dibujuk Aira, Dea berhenti menangis dan menurut..
"Tante besok janji ya", ucap Dea memberi kelingkingnya kepada Aira, Aira langsung membalas sehingga kelingking mereka berdua bersatu membentuk sebuah janji
"Iya De, sampe ketemu besok ya", ucap Aira
"Terimakasih, aku akan cari alasan besok biar tidak merepotkan kamu", Ucap Adit sedikit cuek
"Tidak masalah kak, aku akan cari waktu kosong besok", ucap Aira
"Terimakasih, permisi", ucap Adit dan berlalu di hadapan Aira
Kemudian menuju tempat duduknya dengan Fanya
"Ayo, Fan ", ajak Adit, dan mereka bertiga pergi meninggalkan Cafe
"Cewe itu, bukannya yang pernah bersama Bg Teo, apa aku salah liat, tapi kenapa ia seperti habis menangis? ", batin Aira
Rini yang melihatnya kejadian itu hanya diam, karena ia tau siapa cewe yang bersama Adit dan anak kecil yang terlihat dekat dengan Aira..
"Ampas tahu, sama Oppa keren tadi, buaya betina, baru putus udah langsung dapat yang baru, dasar", gumam Rini namun samar-samar terdengar oleh Aira
"Kenapa Rin, kamu kenal", tanya Aira
"Oh, pernah liat aja Dok, waktu itu di klinik", jawab Rini
"Klinik ??", Tanya Aira penasaran
"Mati gue", batin Rini..
"Mm iya Dok, cuma sepertinya hanya mirip Dok", jawab Rini berbohong
hampir saja ia akan jadi tersangka yang sedang diwawancari karena sepertinya Dokter Aira penasaran dengan wanita ular itu , "Apa Dokter Aira pernah melihat si ampas tahu sama Dokter Teo ya", batin Rini
"Oh, mungkin Rin, aku juga gak asing sama wajahnya", ucap Aira
"Tuh kan bener", Batin Rini lagi
"Hanya kebetulan mungkin Dok, ayo lanjut makan, keburu dingin ", Ucap Rini dan merekapun melanjutkan makannya
Sementara itu Adit mengantar Dea ketempat Mamanya dan izin untuk mengantar Fanya pulang, karena Fanya tadi datang menggunakan taksi..
"Ma, Adit antar Fanya dulu ya, dia lagi gak enak badan", ucap Adit
Arumi mengangguk "Iya, kamu hati-hati ya, cepat pulang karena ada yang mau Mama tanyain soal Adisty", ucap Arumi berbohong, ia sebenarnya hanya ingin bertanya kedekatan Adit dengan Fanya lagi, apa Adit berubah pikiran dan menerima perjodohannya dengan Fanya, tapi tidak mungkin ia begitu mengenali sifat anaknya..
"Permisi dulu Tan, Fanya pulang ya", Ucap Fanya
.
.
.
bersambung..
.
.
Makasih banyak yang udah setia menunggu dan membaca, jangan lupa tinggalin jejak dan Vote ya..
huft... btw gue suka ceritanya krn foto dan ada gif nya jadi berasa beneran ya...
congratulation Thor... terus berkarya dan semoga sukses...