NovelToon NovelToon
FOREVER WITH YOU

FOREVER WITH YOU

Status: tamat
Genre:Gangster / Bad Boy / Romantis / Cintamanis / Cinta Murni / Playboy / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Athaya Putri

Sequel Perfect Man

Landon Bennington yang terkenal bad boy terlibat masalah dan dihukum oleh sang Mommy untuk menjadi relawan di Yayasan Amal milik Neneknya tanpa memakai identitas aslinya. Saat bekerja ia bertemu seorang wanita yang merupakan anak mantan Walikota yang sering mengikuti kegiatan ibunya saat acara amal.

Luna Rowland yang terbiasa hidup mewah bertemu dengan Landon tanpa sengaja dan membuat mereka menjadi dekat, hingga Luna harus melanggar janjinya untuk tidak jatuh cinta pada siapapun karena penyakit yang di deritanya.

Hingga saat identitas Landon terbongkar membuat Luna sangat membenci pria itu dan menghilang dari hidup Lando tanpa jejak. Apakah Landon bisa menemukan kembali Luna yang sangat dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athaya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

Luna memeluk tubuhnya yang terasa dingin dan juga gemetar, ia sekarang berada didalam kamar mandi. Berusaha membuka kancing kemeja Landon, Luna memutuskan mengganti pakaian pria itu dengan pakaiannya sendiri. Ia sangat ingin segera pergi dari tempat ini dan kembali kerumah.

Pintu kamar mandi terbuka dan Luna menutupi tubuhnya dengan melipat kedua tangannya. "Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Luna dengan suaranya yang terdengar lemah kepada Landon yang berjalan semakin dekat dengan dirinya.

Landon tidak menjawab ucapan Luna, dan hanya meletakkan kedua tangannya di pinggang Luna kemudian mengangkat tubuh wanita itu duduk diatas wastafel. Landon kemudian mengancingkan kemeja miliknya kembali agar tetap dipakai wanita itu. Ia bisa merasakan Luna menahan nafas, ketika jemarinya menyentuh dada milik wanita itu.

"Kau bisa memakainya dan tidak perlu mengembalikan padaku lagi. Aku sudah tidak membutuhkan pakaian ini." Jawab Landon sembari menggendong tubuh Luna ketika selesai dan membawanya turun menuju parkiran mobil.

Beberapa karyawan menatap mereka berdua, hingga membuat Luna menutupi wajahnya dengan jas hitam milik Landon yang sengaja ia letakkan untuk menutupi pahanya yang telanjang. "Kau membuat orang-orang memiliki topik untuk membicarakan tentang kita berdua besok."

"Kau tahu, aku sangat tidak peduli akan hal-hal seperti itu." Balas Landon sembari turun menggunakan lift khusus menuju tempat dimana mobilnya berada.

Benar, pikir Luna. Landon bukanlah pria yang akan peduli dengan omongan orang lain. Meskipun pria itu terkenal akan sikap buruknya dimasa lalu, ia tidak pernah membuat hal itu mempengaruhi dirinya yang sekarang. Akan tetapi akan berbeda jika Landon memiliki pasangan yang asal usulnya tidak jelas dan merupakan aib yang akan menjadi masalah bagi Landon dan juga keluarga besarnya.

Luna mengencangkan pelukannya dileher Landon dan mencium aroma parfum pria itu sebanyak-banyaknya. Ia ingin menyimpan semuanya mengenai pria itu dalam ingatannya. Landon adalah pria pertama yang membuat dirinya memiliki perasaan cinta dan juga membuat ia memiliki keinginan untuk bertahan hidup.

"Apa kau tahu, hampir semua wanita di perusahaan ini menyukaimu? Mereka semua menjadi bersemangat ketika kau datang." Gumam Luna pelan sembari menatap wajah Landon dari samping. "Akan tetapi hampir semua pria membencimu, karena sikapmu yang sangat menjengkelkan."

Rahang Landon mengencang ketika merasakan hembusan nafas Luna dilehernya ketika wanita itu berbicara. Ia berusaha menahan diri karena wanita dalam gendongannya ini sedang tak berdaya. "Apa kau cemburu?"

Luna mengangkat sedikit kepalanya dan merasa kesal ketika melihat pria itu tersenyum. "Aku tidak memiliki hak untuk cemburu, lagipula beberapa dari mereka sangat cantik dan cukup baik untuk bisa kau jadikan pasanganmu. Keluarga mereka juga cukup berpengaruh dan mengenal orang tuamu dengan baik."

Raut wajah Landon berubah dalam sekejap ketika mendengar perkataan Luna. Sekarang ia cukup yakin apa alasan wanita itu memutuskan hubungan mereka. Meski sudah menduganya, ia masih berharap ada alasan lain yang lebih masuk akal. Landon mempercepat langkahnya ketika pintu lift terbuka dan bergegas menuju mobilnya. Ia sudah sangat ingin mencium bibir Luna dan itu bisa dilakukan ketika mereka sudah berada didalam mobil.

"Kau bisa membuka pintunya bukan!" Ucap Landon ketika mereka sudah berada disamping mobil miliknya.

Kemudian ia mendudukkan Luna dikursi penumpang begitu pintu mobil terbuka. Landon memperbaiki letak jas miliknya untuk menutupi tubuh Luna agar tidak kedinginan. Asistennya yang mengikuti mereka membawakan tas dan juga pakaian milik wanita itu dan meletakkan barang-barang Luna dikursi belakang.

"Ibu anda menitipkan ini untuk Miss Luna." Ucap Asistennya sembari memberikan kotak makan berukuran sedang kepada Landon.

Luna menerima kotak makan berisi sandwich dan juga buah yang sudah dipotong-potong kecil. "Aku belum sempat mengucapkan terima kasih pada ibumu karena sudah merawatku."

Landon menyalakan mesin mobilnya dan menatap kearah Luna dengan intens. "Kau bisa menitipkan ucapan terima kasihmu itu padaku." Ucap Landon sembari menunduk dan mencium bibir Luna.

Luna tidak menolak ciumannya. Wanita itu hanya diam dan tidak membalas ciumannya. Landon melepas ciumannya dan memandang Luna yang memejamkan matanya. Ia menunggu hingga wanita itu membuka matanya dan mereka saling memandang beberapa detik sebelum Landon mencium bibir Luna lagi.

Landon memaksa mulut Luna terbuka untuk memasukkan lidahnya dan ia bisa merasakan rasa manis yang selembut sutra serta berbahaya. Ia tahu bibir Luna akan secandu ini dan membuat dirinya menginginkan lebih dari sekedar ciuman.

Luna mendorong dada Landon ketika merasakan dirinya akan kehabisan nafas. "Apa yang... Yang baru saja kau lakukan?" Tanyanya dengan terengah-engah.

Landon tidak pernah menciumnya seperti ini sebelumnya dan ia juga bisa melihat bagaimana pria itu berusaha menahan diri dari sesuatu yang akan ia lakukan padanya. Jika saja ia tidak sedang sakit, mungkin mereka akan bercinta didalam mobil. Luna bisa merasakan jemari Landon mengelus bibir bawahnya.

"Bisakah aku menciummu lagi?" pinta Landon tanpa berpikir panjang.

"Kau tidak mau?" Tanya Landon lagi karena Luna tidak menjawab permintaannya.

"Tentu saja aku mau." Jawab Luna dengan suara parau dan meletakkan tangannya dibelakang leher Landon ketika pria itu menciumnya.

Luna membalas ciuman Landon dan merasakan ciuman mereka kali ini berkali-kali lebih menggairahkan daripada ciuman yang pernah mereka lakukan. Landon seolah tidak merasa cukup dan semakin memasukkan lidahnya kedalam mulut Luna dan meraih lidah wanita itu.

Aroma Luna yang bercampur dengan aromanya membangkitkan gairah Landon sehingga membuat dirinya terpesona. Landon tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya. Perasaan yang membuat dirinya tidak berdaya jika wanita ini terluka ataupun menghilang. Ia bisa menjadi pria yang gila jika sampai itu terjadi.

Landon mengangkat tubuh Luna dan mendudukkan wanita itu dipangkuannya. Jas yang menutupi paha wanita itu terjatuh sehingga menampakkan paha mulus Luna. Mereka masih terus berciuman dan jemari Landon sudah membelai punggung wanita itu dan memeluknya erat.

Landon mengakhiri ciumannya dan berbisik. "Ijinkan aku menyentuhmu, Luna."

Ciuman Landon berpindah mengecup rahang Luna dan mengisap kulit putih wanita itu, disepanjang rahang sampai leher. Ia bisa mendengar erangan Luna yang berusaha ia tahan ketika tangannya menyusup masuk kedalam kemejanya yang kebesaran dan menyentuh dada wanita itu.

Luna menggigit pundak Landon, ketika pria itu meremas dadanya. Ia tidak bisa berpikir jernih dan membiarkan pria itu menyentuhnya. Mereka berada didalam mobil dengan tampilannya yang sudah acak-acakan. Mereka bisa saja diketahui orang lain, tapi keintiman ini sangat sulit untuk dihentikan.

"Kita tidak seharusnya melakukan ini." Bisik Luna ketika Landon akan mencium bibirnya lagi. "Kurasa ini sudah cukup untuk menunjukkan rasa terima kasihku."

Luna bisa melihat tangan Landon berhenti bergerak dan kemarahan yang pria itu tunjukkan saat menatap matanya. Dalam diam, Landon mengancingkan kembali kemeja Luna dan mendudukkan wanita itu kembali ke kursinya.

Darah Landon mendidih ketika mendengar ucapan menohok Luna padanya. Ia kemudian menyalakan mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan suara deru mesin yang kencang.

1
Erna Tazmania
lanjuutttt🤩🤩🤩🤩🤩
Athaya Putri: siaaap KK.. maafkan telatttt
total 1 replies
Erna Tazmania
london luna😍
Erna Tazmania
lanjutt tor.. keren abis
Athaya Putri: makasih ❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Erna Wati
keren
Athaya Putri: Thank you ❤️❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!