NovelToon NovelToon
Bosku Perawan Tua

Bosku Perawan Tua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dtyas

Sarah dan Arya, pernah kecewa akan cinta lalu dipersatukan sebagai Direktur dan asisten pribadi. Sifat Sarah yang tegas dan perfeksionis bertentangan dengan Arya yang cengengesan dan masih kinyis-kinyis alias berondong.

Disebabkan oleh kondisi, Arya pun hanya pasrah ketika Sarah memanfaatkannya. Bukan hanya diakui sebagai asisten priadi, Arya dikenalkan sebagai kekasihnya.

===

“Mana mungkin aku suka dengan bocah polos begitu.” -- Sarah Alesha --

“Cinta itu buta bahkan kadang juga tuli, seperti aku yang klepek-klepek padamu seakan tidak mendengar ocehan mulutmu yang memekakkan telinga.” -- Arya Bimantara --

Follow IG : dtyas_dtyas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26 ~ Para Mantan

Doni segera melapor pada Ares, tentang usul Arya. Permintaan itu sangat beresiko dan akan mengancam hubungan dari keluarga Bimantara dan Ryan Simon kalau sampai terungkap status Arya dan orangtua palsunya.

Ares menarik nafas panjang mendengar kelakuan adiknya. Menikahi Sarah Alesha saja sudah membuat kepalanya berdenyut dan parahnya ingin mencari orang tua pengganti.

“Maaf Pak Ares, saya minta tolong amankan hidup saya. Maju kena mundur kena Pak. Saya ikut Mas Arya, Pak Adam bisa gantung leher saya pak. Saya tolak Mas Arya, dia juga bisa ngamuk.”

“Biar aku yang urus, nanti malam kita temui Arya.”

“Loh, jangan Pak. Mas Arya sudah ancam saya agar tidak menemuinya di depan Bu Sarah apalagi datang bersama Pak Ares.”

“Kamu mau pro ke saya apa Arya?”

“Dilema lagi aja Pak,” sahut Doni pasrah dengan masa depannya di tangan kedua putra Bimantara.

***

Meskipun pernikahan yang disepakati oleh Sarah dan Arya hanya ijab qobul, Sarah tetap menggunakan WO untuk mengurus segala sesuatunya. Siang ini pasangan itu akan mendatangi butik untuk mencari kebaya dan setelan yang akan dikenakan saat akad nanti.

Sarah terap profesional dengan fokus dengan urusan pernikahan, berbeda dengan Arya yang terus menatap wajah calon istrinya. Bahkan wajah pria itu disangga dengan kedua tangannya.

“Ar, pergi ke bagian HRD dan minta berkas yang aku butuhkan!”

“Nggak darurat ‘kan?”

Sarah menatap Arya yang sedang tersenyum menatapnya. Kelamaan dia bisa ikut tidak waras dengan kelakukan Arya. Selain sudah mulai jatuh hati, perhatian dan tingkah Arya kadang bisa bikin sakit kepala.

“Apa perintahku bukan hal yang darurat?”

“Bukan dong. Yang darurat itu kita dekat, tapi jauh. Kayak sekarang ini, aduh saya udah nggak sabar deh nikah sama Ibu.”

“Kamu mau ke HRD atau saya mutasi ke bagian lain?” tanya Sarah sudah mengangkat gagang telepon.

“Eh, jangan Bu. Saya ke HRD sekarang.” Sarah menggelengkan kepalanya menatap Arya yang bergegas meninggalkan ruangan dan setelah itu Arya disibukan dengan tugas bersama Edric.

Saat jam istirahat, Arya hendak menemui Sarah dan ditahan oleh Melan.

“Bu Sarah sudah ke bawah.”

“Hah, yang bener?” Arya pun membuka ponselnya dan membaca pesan dari wanita itu dan menunggu di lobby dan pesan yang dikirimkan Sarah diterima lima belas menit yang lalu. Sudah terbayang akan seperti apa ocehan Sarah untuk Arya yang bergegas menuju lift.

Ternyata Sarah sedang berbincang dengan Edric dan seorang lainnya, yang tidak begitu Arya kenal. Tidak mungkin ia ikut nimbrung karena bukan kapasitasnya, Arya menunggu dengan berdiri di depan resepsionis sambil sesekali melirik ke arah Sarah.

Perbincangan sepertinya sudah usai, tinggalah Edric dan Sarah.

“Jadi keluar Bu?”

“Iya.”

“Sore ini kita harus bicara Sar, penting dan empat mata,” seru Edric pada Sarah.

“Oke.”

Arya ingin protes, tapi tidak jadi. Mungkin saja yang dibicarakan masalah perusahaan dan bukan ranah dia untuk ikut campur. Di mobil, Sarah kembali duduk di samping Arya sesuai perintah pria itu. Ternyata butik tujuan mereka harus melewati jalan yang biasa macet dan padat. Setiap berhenti karena padatnya kendaraan, Arya selalu menggoda Sarah.

“Iya nggak Bu, nggak nyangka ‘kan?”

Sarah hanya diam membayangkan apa yang barusan Arya jelaskan. Perbedaan umur mereka hampir sembilan tahun, jika dianalogikan dengan pendidikan. Sarah sudah lulus sarjana dan Arya baru kelas satu atau dua SMP.

“Saya sudah kelas empat SD kamu baru lahir. Kok jadi minder ya,” sahut Sarah.

“Minder kenapa? Harusnya bangga dong Bu, lagian mana kelihatan beda umur kita sampai sembilan tahun. Kelihatan beda lima enam tahun aja, Ibu Sarah tuh awet muda.”

“Halah, gombal.”

Arya terkekeh lalu berbelok memasuki area butik. Butik mewah dan cukup ternama, wajar karena posisi Sarah tidak mungkin dia akan mencari kebaya pernikahan di toko emperan apalagi mengharapkan diskon lima puluh persen.

Sepertinya Sarah langganan butik tersebut, karena dia disapa dan disambut dengan baik dan beberapa pegawai menyapa menyiratkan sudah mengenal Sarah.

“Ibu Sarah mau langsung kami temani cari yang dibutuhkan atau bertemu dengan ….”

“Langsung saja, saya belum ada pesan apapun dan ke sini juga dadakan,” ujar Sarah menyela usulan dari petugas yang menemaninya mencari apa yang dibutuhkan.

“Kalau boleh saya tahu, Ibu Sarah mencari busana atau pakaian apa?”

Sarah menyebutkan apa yang dia cari. Arya mengerti kalau perempuan mencari pakaian tidak mungkin sebentar, bahkan untuk setelan yang akan ia kenakan sudah didapat. Tinggal menunggu Sarah yang masih sibuk memilih dan mencoba. Sepertinya bukan hanya kebaya yang dicari wanita itu.

“Perempuan ya begitu,” gumam Arya lalu menunggu di salah satu sofa sambil fokus dengan ponselnya.

[Temui aku nanti malam]

Arya berdecak membaca pesan dari Ares dan mengabaikannya. Tidak lama ada pesan lagi dari pria itu.

[Aku serius Arya. Jika kamu tidak datang, aku pastikan besok kami akan datang menemui Sarah Alesha. Aku dan papi]

Arya mengumpat pelan lalu mengusap kasar wajahnya. Identitasnya pasti akan terbongkar karena ancaman Ares dan ia tidak tahu Sarah akan mempermasalahkan dengan statusnya sebagai keluarga Bimantara atau tidak peduli tentang ini.

“Arya,” panggil Sarah sambil memasukan kembali dompetnya ke dalam tas.

“Sudah dapat?” tanya Arya menghampiri Sarah.

“Sudah. Ayo, aku sudah lapar.”

Sempat berdebat karena Sarah sudah membayar semua yang dibeli, padahal Arya sebenarnya sanggup membayar. Namun, Sarah tidak ingin memberatkan Arya karena nominal yang harus dikeluarkan tidak cukup dari gaji seorang asisten pribadi.

“Padahal saya ada tabungan, kenapa malah kamu yang bayar.”

“Kamu siapkan saja untuk mahar dan yang lainnya.”

“Hm.”

Sarah memeluk lengan Arya agar pria itu tidak merajuk. Baru beberapa langkah keduanya dikejutkan dengan seseorang yang memanggil Arya.

“Mas Arya.”

Arya terdiam menatap perempuan di hadapannya. Sarah menatap bergantian perempuan itu lalu pria di sampingnya.

“Mas Arya di Jakarta?”tanya perempuan itu.

“Iya. Saya sudah kembali ke Jakarta.”

Perempuan itu memandang Sarah dan Arya lalu menghela nafasnya.

“Dia … siapa?” tanya Sarah lirih.

“Ajeng, kenalkan dia Sarah calon istriku,” ujar Arya tersenyum menatap Sarah.

“Mas Arya … mau menikah?”

“Hm. dalam waktu dekat,” jawab Arya penuh keyakinan.

Sarah menduga Arya dan perempuan itu pernah dekat atau ada hubungan karena wajah sendu setelah Arya menyampaikan akan menikah dengannya. Setelah ini Sarah akan menanyakan siapa perempuan itu, tidak ingin menjadi masalah di kemudian hari apalagi kalau Arya ternyata masih ada hubungan atau urusan yang belum selesai.

“Kami permisi,” ujar Arya.

“Sayang, kenapa lama?”

Sarah dan Arya terkejut dengan seorang pria yang menghampiri Ajeng bahkan tanpa malu langsung memeluk perempuan itu.

“Felix!”

 

1
R Melda
terima nasib mu doni🤭🤭🤭
bunda DF 💞
bikin ketawaa,, asiik ceritanya
R Melda
dasar otak mesum😅😅😅
R Melda
boro² bangunin sarah🤣🤣🤣🤣
Relimawati Sihombing
terimakasih bagus ceritanya sukses lh
Camera Gaming
ya Alloh Arya gesrek bgt 😄😄😄
Camera Gaming
baru tau kalo tonggeret semacam ulat bulu🤣🤣🤣
Camera Gaming
aku malah baru baca ,ug ke 2 si yg pertama malah baca kisah anaknya yg bungsu🤭 maaf y thor aku baru nemu karyamu thor🙏
Ridwani
👍👍👍
Rahmawati
bagus bgt
gina altira
nah kan bener, Arya anak Orang kaya
gina altira
jd mikir klo sebenernya Arya itu anak orang kaya juga
gina altira
Lanjut aktingnya
gina altira
Aryaaa yang sabar yaaa
Mefazha ghania
ada bab yg mengrh kalo nela tau siapa arya..
Sri Udaningsih Widjaya
Luar biasa kak
Ellya Sari
🤣🤣🤣
Siska Febriana
bagus
Maya Mawardi
suka ceritanya
Maya Mawardi
asli bagus ceritanya....i love u MBK author sehat selalu
dtyas (ig : dtyas_dtyas): aamiin, terima kasih sudah mampir kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!