Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 26
Rey mulai menyentuh dan mencium Kania, tak di sangka Kania menerimanya. Namun Rey masih ingat jika dia tidak bisa melakukan hal yang lebih dengan Kania, karena mereka belum menjadi suami istri. Dan Kania pun masih bersetatus seorang siswi SMA.
"Udah gini aja, tidur ya" Kata Rey.
"Yakin gak mau lebih? " Tanya Kania.
"Nanti aja, nunggu kamu lulus sekolah " Kata Rey.
"Terima kasih ya kak, udah bantu aku menjaga kehormatanku" Bisik Kania.
"Jangan PD dulu kamu, setelah lulus nanti. Aku akan buat kamu tak bisa bangun dengan nyaman di pagi hari. Dah tidur cepat sana" Kata Rey.
Bagaimanapun juga, Kania senang jika malam itu tidak terjadi apa-apa, mereka tidur dengan berpelukan sepanjang malam. Kepala Kania berada di lengan Rey dan Rey memeluk Kania. Alarm pun berbunyi, tepat pukul 3. Ketika Kania membuka matanya, wajah Rey ada di depannya masih tertidur. Kania memandang Rey lebih dalam, mirip dengan Fatih, namun sifatnya jauh berbeda. Fatih orangnya lebih hangat, lembut dan sabar. Sedangkan Rey, ya kalian tau lah.
"Udah jam 3 ya? " Tanya Rey yang tiba tiba membuka matanya.
"Hehehe iya, ayuk pulang! " Ajak Kania.
Rey dan Kania bersiap-siap untuk pulang, Karena Rey masih mengantuk, Kanialah yang menyetir sampai rumah tujuan, yakni rumah Rey. Disana Kania di sambut dengan hangat oleh ibunya Rey. Karena harus sekolah, Kania cepat-cepat pamit pulang, agar tidak terlambat ke sekolah. Dan Kania juga belum berpamitan kepada Neta, karena sebelumnya Neta sudah sangat khawatir karena Kania tidak pulang semalam.
Selama di kelas, Kania sangat merindukan Rey. Entah kenapa Kania terus saja memikirkan Rey yang akan pergi selam setahun di luar negri. Sepertinya Kania memang sudah mulai mencintai Rey, bahkan guru pun di matanya terlihat seperti Rey.
"Kania!" Teriak Guru.
" Hey, sadar woy! Tuh guru manggil kamu tuh" Kata Lusi sambil menggetok kepala Kania.
"Kania! Kania, Kania!!! Vera Kania Putri!!" Teriak guru Matematika.
"I iya Pak!" Jawab Kania kaget.
"Kamu melamun di kelas saya? Sekarang juga! Kamu keluar dari kelas Bapak!" Kata Guru tegas, sambil menunjuk ke arah pintu.
"Lah jangan gitu dong Pak, saya cuma lagi banyak fikiran aja kok! Nggak lagi deh, ini mau memperhatikan kok Pak" Bujuk Kania.
"Banyak fikiran apa? Emang kamu sudah memiliki kebutuhan ha? Ada hutang panci? Hutang rentenir? Atau pengen Rabi? (nikah)" Tanya Guru dengan tegas.
Semua murid pun tertawa terbahak bahak. Kania memang sering jadi bahan tertawaan di kelasnya, entah itu apa, pasti Kania yang sering menajadi bahan ejekan teman-temannya. Namun Kania tetap menerimanya dengan lapang dada, asalkan ia tak merasakan rugi pada dirinya.
"Lo kenapa sih Kania yang cantik" Tanya Lusi.
"Ngeblank" Jawab Kania.
"Em ponsel kali bisa ngeblank?" Kata Lusi.
Saat pulang sekolah, Kania kembali ke habitatnya, yakni jadi kuli angkat beras di toko beras yang biasa Kania jalani. Karena sekarang Kania sudah mulai hidup sendiri dengan Kakaknya, ia juga harus memiliki pendapatan sendiri. Walaupun Neta dan orang tuannya mencukupi kebutuhan Kania sehari hari.
"Wehhh mbalek neh to nduk?" Tanya pemilik toko.
"Hehehe iya Koh, bosen nganggur di rumah. Boleh kan aku ikut lagi?" Tanya Kania.
"Boleh lah buat Vera yang cantik ini, oh ya tuh dari kemaren kemaren di cariin sama si Koko" Kata Pemilik toko, ia masih menyebut nama Vera karena beliau belum tau jika Kania telah mengganti nama panggilannya.
"Kamu dari mana aja Ver?" Tanya Dao (Anak pemilik toko).
"Emm Vera pindah rumah Ko, jadi kemarin-kemarin masih sibuk ngurus pindahan, hehehe maaf nggak ngasih kabar ke Koko" Jawab Kania.
Sejak lama Dao sudah naksir dengan Kania, bahkan perlakuannya kepada karyawan lain pun berbeda. Namun Kania sadar diri, bukan hanya setatusnya yang tak mungkin membuat mereka bersama. Namun keyakinan mereka juga berbeda, dulu juga karena Kania masih naksir dengan guru magangnya (Fatih). Dan sekarang juga di hati Kania sudah ada Rey yang mengisi.
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪