NovelToon NovelToon
Kaisar Penguasa Api & Es

Kaisar Penguasa Api & Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Barat
Popularitas:956.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: Mhanks

"Kenapa, kenapa semuanya harus diukur dengan kekuatan?"
Alta bangun, dia benar-benar suram saat menerima takdir yang baginya benar-benar sangat buruk. Tapi dia sama sekali tidak menyerah.
Lagipula, dia percaya dengan sebuah keajaiban! ketika seseorang berkata tidak mungkin, maka dia percaya dengan teguh bahwa itu mungkin!
Katanya elemental adalah segalanya, baik, dia ingin menunjukkan dan mengikuti permainan itu, berusaha untuk menjadi kuat, dan pada akhirnya menjadi seorang paling tinggi di dunia itu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mhanks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sampai di Negeri Petir

Tubuh Eveni bergejolak, dia mulai memberontak hingga Alta kehilangan sebuah keseimbangan. Tampaknya Eveni sama sekali tidak mengetahui siapa dirinya. Ya, itu bagus, seharusnya sedari awal seharusnya Eveni tidak perlu mengetahui siapa itu dirinya agar identitasnya tidak tersebar dengan cepat.

Hingga hampir terjatuh, Alta segera menurunkan Eveni. Tapi raut wajah Eveni benar-benar sangat buruk. Hingga dia melayangkan sebuah pukulan dengan efek petir.

Secara sigap Alta menghindarinya dengan cukup baik. Kemampuan yang ditempat selama tiga tahun jauh lebih unggul dibandingkan dengan Eveni, sehingga membuat pergerakan Eveni terkunci dan sama sekali tidak bisa bergerak.

“Keparat! Aku sudah menolongmu.”

“Tapi orang itu! sial, bagaimana nasib orang yang bersamaku tadi. Dia rakyat jelata yang tidak memiliki elemental!”

“Aku tidak tahu siapa orang yang kau maksud. Aku menemukanmu terbaring pingsan sambil berhadapan usai berhadapan dengan singa tersebut!” Ucap Alta dengan tegas.

Eveni mencoba mengingat. Terakhir kali dia membuka mata, dia melihat kristal es melesat bersamaan dengan hawa dingin. Setelah itu dia tidak sadarkan diri. Namun penyesalan dalam hatinya, ketika dia sama sekali tidak bisa menyelamatkan orang itu dengan harapan yang tinggi.

Tidak peduli bahwa pakaiannya bagaikan kurang bahan, tapi yang penting perasaan yang membuat dia hancur adalah gagal menyelamatkan seseorang. Baik, dia telah menyelesaikan misi yaitu menyelamatkan ratusan manusia yang melewati tempat ini sesuai targetnya. Bahkan sebelum berniat membantu Alter.

Namun meski dia gagal menyelamatkan Alter, dia menganggap dirinya gagal. Apapun alasannya, dia gagal.

“Kau, kenapa kau tidak menyelamatkannya. Dia memiliki harapan untuk menyelamatkan neneknya yang tengah sakit!” Eveni menangis. Tapi setelah itu dia merasakan rasa sakit di dalam tubuhnya. Hingga akhirnya dia memuntahkan seteguk makanan bercampur darah yang membuat Eveni sedikit panik.

“Aku akan mengantarmu pulang tuan putri.” Alta kembali menggendong Eveni.

Jujur saja, Eveni tidak tahu siapa sosok yang berada di dekatnya. Meski dia berpikir akan terlihat aman, tapi dia merasa kurang nyaman di dekat orang asing itu.

Memang Eveni tidak menolak. Tubuhnya sakit dan lemah, sehingga dia mempersilahkan orang asing menggendongnya di pundak. Tapi dia masih merasa bersalah tentang bagaimana nasib orang tersebut yang menjadi tanggung jawabnya.

Suatu fakta yang tidak diketahui oleh Eveni bahwa sosok yang ada di dekatnya adalah Alta, atau yang dia panggil Alter. Jika dia tahu mungkin dia akan menjadi cukup senang. Tapi Alta tidak mau sesiapapun sebenarnya mengetahui bahwa dirinya adalah Alta, apalagi saat hendak masuk ke negara petir.

Cukup biarkan itu menjadi sebuah rahasia. Hingga suatu waktu.

“Itu merupakan suatu hal yang tidak bisa ku maafkan. Aku benar-benar membencimu. Kau sama sekali tidak menolong orang itu, itu adalah suatu kesalahan yang terbesar!” Eveni mengotot.

“Lantas kenapa? Aku harus berbuat bagaimana? Tolong jawab sesuatu tuan putri. Aku sama sekali tidak mengetahui ada orang lain di dekatmu. Mungkinkah dia lari? Kau juga berkata bahwa dia tidak memiliki elemental, bagaimana jika dia berbohong? Maksudku, bagaimana mungkin seseorang tanpa kuasa berani untuk masuk ke dalam hutan tersebut?”

“Kau ....” Eveni marah. Dia terpancing emosi. Meski bukan dia yang dihina, tapi dia merasakan bahwa penghinaan kepada orang lain adalah suatu kesalahan yang besar. “Jika aku sembuh, aku berjanji akan memberikanmu sebuah pelajaran! Ucapanmu benar-benar diskriminatif.”

Alta tidak menjawab. Tapi dia juga cukup senang, lagipula dia juga tidak menyukai adanya sikap diskriminatif yang cukup menjengkelkan. Ya, dia pernah menjadi seorang korban. Tanpa adanya belas kasihan dari orang sekitar kecuali ayah dan ibunya.

Awalnya dia menganggap bahwa dunia ini kejam, dan yang baik adalah ayah dan ibunya. Tapi dia menyadari sesuatu bahwa masih ada orang asing yang juga baik.

“Siapa namamu?” Tanya Eveni dikala hening.

“Kau bisa memanggilku Ego.”

“Ego? Nama yang aneh.”

Altair tidak marah. Lagipula dia hanya kepikiran tentang nama itu untuk memikirkan nama samarannya.

Hutan sudah berakhir, dia melihat dinding menjulang tinggi untuk penjagaan. Itu memang wajar, negara petir mengedepankan keamanan untuk menjaga serangan elemental beast yang datang dari hutan. Ya, perlu diketahui bahwa elemental beast tidak hanya berjumlah puluhan. Tapi ribuan.

Mereka jarang bertemu karena jalan setapak atau jalan penghubung dibuat di pinggir hutan. Namun sialnya mereka bertemu hewan yang kuat yang tidak berada di tempatnya.

Di bawah dinding itu ada sebuah gerbang yang menghubungkan jalan setapak. Di depan gerbang ada dua prajurit yang sedang bersiaga.

Di sisi lain, melihat ada seseorang pria bertopeng dari kulit hewan sambil menggendong seorang, para prajurit itu bersiap siaga. Tampaknya orang itu terlihat sedikit mencurigakan sehingga mereka memasang kewaspadaan.

“Berhenti! Jangan bergerak!” Seru salah satu dari mereka.

“Tenang, aku membawa tuan putri. Dia terluka parah!” Altair mencoba menjelaskan. Jika tidak segera dia luruskan, maka akan menjadi masalah yang tidak bisa disepelekan.

“Aku, aku Eveni!” Eveni juga mencoba untuk menjelaskan.

Para prajurit itu saling menatap. Mereka mengangguk setelah menyadari bahwa seseorang yang dibawa pria bertopeng itu adalah Eveni. Tuan putri dari kekaisaran mereka yang tengah menjalankan misi pribadi beberapa bulan yang lalu.

Dan secara sigap, setelah melihat tuan putri yang terluka, salah satu prajurit langsung masuk ke dalam untuk mencari prajurit lain.

Hingga beberapa menit, ratusan prajurit berdatangan sambil membawa tandu untuk mengangkut nona Eveni. Berita juga cepat untuk menyebar, tapi hanya sebagian wilayah saja dan tentunya belum sampai di telinga kaisar itu sendiri.

Lagipula wilayah ini benar-benar luas.

“Aku, lantas aku bagaimana? Bisakah kalian mengizinkanku masuk?” Alta sekarang berpihak sendirian. Eveni juga sudah diangkut masuk ke dalam menggunakan sebuah tandu. Selain itu Eveni juga tidak memberikan sebuah konfirmasi untuk mungkin mengizinkan dirinya masuk ke dalam wilayah kekaisaran.

Mungkin karena Eveni masih terlihat marah kepada dirinya karena tidak menyelamatkan sosok yang bernama Altair itu. Padahal Altair adalah dirinya.

“Tuan, tentu saja Anda harus melakukan pemeriksaan. Anda harus membuka topeng dan menunjukkan sebuah lencana.”

Altair tidak tahu harus bagaimana. Jika dia membuka topengnya maka tidak menutup kemungkinan prajurit penjaga akan mengetahui siapa identitasnya. Juga dia tidak memiliki sepeserpun yang akan dia gunakan untuk menyogok para prajurit itu untuk menutup mulut.

Lagipula jika dia menguak identitasnya, dan para prajurit itu mengetahui siapa dirinya, maka dia kurang lebih akan menjadi bahan tawaan. Ya, siapa tahu walaupun kaisar dan keluarganya anti sikap diskriminatif, prajuritnya tidak.

“Bisakah dengan cara lain? Aku tidak akan membuka topeng kulit hewan yang kugunakan ini. Juga, aku tidak memiliki sebuah lencana.”

“Maaf, jika memang begitu, maka Anda tidak diizinkan untuk masuk. Silahkan kembali ke wilayah Anda.” Kata prajurit satu.

“Tidak! apa yang kau katakan!” Prajurit 2 hampir menampar prajurit 1. Kemudian dia melanjutkan ucapannya. “Bagaimanapun dia adalah seorang penyelamat dari tuan putri. Aku akan pergi ke kekaisaran untuk meminta izin secara langsung.”

“Tuan, maafkan aku jika Anda tidak ingin menunjukkan identitas Anda. Tapi bagi negara petir, Anda akan dianggap tamu terhormat. Sehingga kami akan menanyakan hal ini kepada kaisar. Tolong tunggu setidaknya setengah hari.”

1
Eda Eda
👍
spooky836
pengguna api xboleh nk panaskn badan sendiri. apa mc bodoh atau plagiat karya orang 100%.
spooky836
pengemis ke minta duit buat cerita sampah ni.
spooky836
cerita plagiat anak haram buat cerita ni sampah
Mamat Stone
moga sehat selalu Thor
Mia Sagitarius
bahasanya ketinggian...knp GK kayak di novel"sebelah...(elemen saja tak usah elemental....ini hanya contoh sebagian...
Cl00vEeyy
luar biasa
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah
fitri
Luar biasa
RiellCh
Lanjut thor, seru banget novel lu, gw ikutin lu dari P5E, dan novel terbaru lebih seru cuy
Susi Liana sari
bagus,lanjutkan episodenya
Zaenal Abidin
lanjuuuut tooor
Ikram Dicky
penigkatan kekuatan nya seperti ap?
Ikram Dicky
lanjut
Ikram Dicky
Like 👍
Ikram Dicky
ngak pake tinggkat kultaifasi ya?
Ikram Dicky
mantap
Ikram Dicky
lanjut
Kemana Enevi
Yaaaa jangan kendor kayak kemaren Tor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!