(Sekuel) Sang Pewaris
Kenzo Alvaro Aditama pria tampan yang merupakan calon CEO yang terkenal begitu sangat Arogan dan kejam.Ia tak segan segan mengeksekusi orang yang berniat berbuat curang padanya.
Dalam masalah percintaan pria itu tak tersentuh.Tak ada gadis maupun wanita yang berhasil menaklukkan hatinya.Lain halnya dengan saudari kembarnya yang begitu humbel dan murah senyum.
Namun seorang gadis yang merupakan OB di kantornya begitu mengagumi ketampanan pria itu dan selalu berusaha untuk bisa berdekatan dengan Kenzo.Dia Andini Putri yang akrab di sapa Andin itu harus bekerja keras untuk mendapatkan hati sang pujaan.
Bagaimanakah kisah mereka?, Apakah Andini bisa menaklukkan hati sang Tuan muda, yuk simak!
Yang ingin tau Kenzo masa kecil silahkan mampir di novel Author yang berjudul Sang Pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26
Andin turun dari mobil Kenzo dengan senyuman yang mengembang.Entah hanya perasaannya saja atau memang benar jika Kenzo memiliki perasaan padanya.Tapi ia tak mau berharap lebih karena takut kecewa.Apalagi Kenzo pria dingin yang sifatnya susah ditebak.
Andin memasuki unit apartemennya atau yang lebih tepatnya apartemen milik Kenzo.Gadis itu merebahkan tubuhnya diatas sofa.
Ting
Pak Kenzo
Istirahatlah!,dan jangan lupa sholat dan menghapus make up mu yang bisa membuat kulit wajahmu rusak.
Andin tersenyum lebar dan membaca pesan itu berulang ulang.Karena ini adalah hal langka yang dilakukan atasannya itu.
"Ah... gue bahagia", pekik Andin.
Kenzo yang melihat apa yang dilakukan Andin melalui layar ponselnya tersenyum tipis melihat kelakuan sekretarisnya itu.
"Gadis yang unik", pikir Kenzo lalu turun dari mobil.
Pria itu memasuki rumah milik kedua orangtuanya dengan langkah santai.Pria itu menghentikan langkahnya saat melewati kamar saudarinya yang lampu kamarnya masih menyala.
"Kanza belum tidur?,pulang berapa mereka?",gumam pria itu.
"Kanza...kamu belum tidur?",ujar Kenzo sembari mengetuk pintu kamar saudarinya itu.
Tak lama pintu kamar itu terbuka, tampak Kanza memakai mukenanya."Kak...kamu baru pulang?", tanya Kanza.
"Hmmmm...kamu belum tidur?", tanya Kenzo mengabaikan pertanyaan sang adik.
"Ini mau tidur,baru selesai sholat",jawab Kanza.
"Segeralah tidur,tak baik jika tidur terlalu larut",ujar Kenzo.
"Ya... selamat malam Kenzo",ujar Kanza.
"Ya...", jawab Kenzo melangkah masuk kedalam kamarnya.
Kenzo kembali mengecek apartemennya, tampak Andin masih terjaga sedang menelepon seseorang.
"Telfonan dengan siapa gadis itu?", batin Kenzo menatap gadis itu dari layar ponselnya.
Tak lama Andin menyudahi telfonannya dan masuk kedalam kamarnya.
Kenzo mematikan ponselnya lalu berganti pakaian dan melaksanakan sholat isya.Meski ia bukan muslim yang taat tapi didikan dari sang Mommy saat ia dan Kanza masih kecil sangat membekas dihatinya.
Setelah melaksanakan sholat empat rakaat pria itu bersiap untuk tidur.
***
Di apartemen Andin baru saja selesai mencepol rambutnya keatas.Ia sudah siap untuk berangkat kerja.
Gadis yang memakai rok span itu melangkah keluar kamarnya lalu menguncinya.Gadis itu bersiap pergi, namun sebelumnya ia memastikan apartemen ia tinggalkan dalam keadaan aman.
Ting
Pak Kenzo
Aku sudah dilobi.
Andin segera mengunci apartemen dan langsung berjalan menuju lift yang akan mengantarkannya ke lobi apartemen.
"Maaf Pak membuat Bapak menunggu",ujar Andin saat memasuki mobil mewah atasannya itu.
"Hmmmm...", jawab Kenzo berdehem pelan menatap penampilan Andin yang terlihat berbeda pagi ini.
Kenzo menjalankan mobilnya meninggalkan lobi apartemen setelah Andin duduk dengan nyaman.
"Sudah sarapan?",tanya Kenzo.
"Su-sudah Pak",jawab Andin gugup karena Kenzo menatapnya dengan tatapan tajam.
"Baiknya rambut kamu digerai saja Andin",ujar Kenzo.
"Tapi Pak,saya suka gerah jika digerai",jawab Andin.
"Huffhhh...",Kenzo mengehela nafas berat lalu kembali fokus pada jalanan.
Andin hanya diam saja,aja merasa atasannya ini sangat datar berbeda saat tadi malam yang bersikap manis.
Sesampainya dikantor Kenzo berjalan mendahului Andin.Pria itu tampak kesal membuat Andin bingung dengan sikap pria yang merupakan atasannya itu.
"Tomy...kamu atur semua jadwalku hari ini",ujar Kenzo saat melewati asistennya itu.
"Maaf Pak, bukannya jadwal Bapak sudah diatur oleh Andin", jawab Tomy
"Jangan membantah Tomy",ujar Kenzo melangkah masuk kedalam ruangannya.
"Andin..."
"Ya Pak Tomy",jawab Andin.
"Apa yang terjadi?", tanya Tomy.
"Saya juga tak tau Pak, tiba tiba saja Pak Kenzo diam aja",jawab Andin yang sebenarnya juga bingung dengan sikap atasannya itu.
"Tomy...", teriak Kenzo.
"Andin...mana jadwal Pak Kenzo hari ini, aku pinjam dulu ya",ujar Tomy.
"Ini...",jawab Andin memberikan sebuah tablet pada Tomy.
"Pak Kenzo kenapa ya?",batin Andin.
Sementara itu diruangannya Kenzo tampak masih kesal, Tomy dibuat juga ikut dibuat bingung oleh atasannya itu.Tak biasanya Kenzo bersikap seperti itu.
"Tomy... batalkan semua meeting kita hari ini",ujar Kenzo.
"Tapi Pak--
"Jika terdesak kamu bisa menggantikanku",ujar Kenzo.
"Jika Daddy menanyakan keberadaanku, katakan saja aku lagi keluar",ujar Kenzo memasuki ruangan pribadinya lalu menguncinya dari dalam.
"Arghhh...ada apa denganku",ujar Kenzo menatap pantulan wajahnya di cermin.
"Kenapa aku kesal dengan melihat penampilannya",batin Kenzo.
Kenzo merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.Ia masih sangat kesal melihat penampilan Andin pagi ini yang membuat semua pria yang ada dikantor itu menatapnya.Dan yang lebih parahnya ia tak suka akan hal itu.
Andin ragu untuk masuk keruangan Kenzo.Tapi ada beberapa berkas yang harus Kenzo tandatangani sebelum diberikan pada CEO.
Tok tok tok
"Permisi Pak",ujar Andin
Hening
Tak ada sahutan dari dalam, Andin memutus untuk masuk namun ternyata tak ada siapapun disana.
"Pak Kenzo kemana ya?, perasaan dia gak ada keluar deh", gumam Andin.
"Aaa....", pekik Andin
...****************...
siiplah yaaa