Kehidupan Zhen Yuan yang mendapatkan tadir bersama dengan Xiao, dewa pengetahuan agung yang mendapat berkah dari surga sekaligus kutukan pembawa kehidupan roda kelahiran kembali...
update tiap hari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Nurwahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 26
Ia kemudian mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk
menjelaskan pada tetua Yan Wei alasan dari perkataannya. “Ini tidak lain adalah
karena saya bersama dengan Yan Niau mengetahui kekuatan dari beberapa generasi
muda keluarga Cenglou setara dan bahkan bisa jadi lebih kuat dari kita. Mungkin
hanya senior Yan Sennai yang mampu mengalahkan beberapa dan mampu imbang dengan
jagoan nomor satu generasi muda keluarga Cenglou.
Dengan begitu senior Yan Sennai dapat mengambil tempat kedua
dalam kontes bakat tahun ini. Namun beberapa hari yang lalu, saya bersama
dengan Yan Niau beruntung mengetahui kekuatan dari Zhen Yuan jauh lebih kuat.
Bahkan mungkin tidak mustahil baginya untuk mengalahkan senior Yan Sennai
dengan mudah....”
Kemudian Yan Yocai menceritakan kejadian beberapa hari yang
lalu ketika ia mendapati Zhen Yuan memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari
mereka berdua. Dari awal sampai akhir wajah dari para tetua menjadi gelap,
terdapat kecemburuan besar dalam mata mereka ketika Yan Yocai menceritakan
kejadian ketika Zhen Yuan mengeluarkan kekuatannya yang setara dengan
kultivator ranah Qi sejati tengah.
“Ia pasti beruntung mendapatkan pertemuan kebetulan yang
hebat! Selain selamat dari kematian ia juga mendapatkan peningkatkan kekuatan
yang besar.”
“Betul! Bagaimanapun juga kita masih ada disini, bagaimana
si bocah lemah itu mendapatkan keberuntungan besar. Ini tidak adil!”
Para tetua mengeluarkan kecemburuan mereka pada ruang aula.
Seluruh dari yang hadir disana ikut sependapat dan mengatakan bahwa Zhen Yuan
tidak layak mendapatkan keberuntungan seperti itu.Grand Elder keluarga Yan juga
kali ini setuju, menurutnya jika saja Yan Poi atau dirinya yang mendapatkan
pertemuan kebetulan seperti itu maka masa depan keduanya akan cerah.
Mungkin saja dirinya dapat melampaui kekuatan dari patriak
Yan Gizau dan merebut kursi patriak keluarga Yan. Atau membuat Yan Poi menjadi
generasi muda nomor satu di keluarga dan menjadi pewaris kursi patriak yang
sah.
Namun seperti kata pepataha, ekspektasi akan berbeda dengan
realita yang terjadi. Bukan hanya keberuntungan besar tidak jatuh pada dirinya
dan keluarga Yan namun melainkan jatuh pada keluarga Zhen, khusunya Zhen Yuan
yang tidak lain adalah musuh besar keduanya.
“Jika ini terjadi maka harapan kita untuk mengambil tempat
top 3 dalam kontes bakat akan menjadi sangat kecil. Belum lagi keluarga
Cenglou, bahkan para pembudidaya bebas juga dapat ikut serta memiliki peluang
untuk merebut kursi dengan kita.” Yan Ro, ayah dari Yan Li berkata dengan
amarah, tentu dari lima generasi muda keluarga Yan, kekuatan anaknya adalah
yang terlemah. Ini membuatnya sangat kesal dan frustasi.
“Tenang semuanya, saya telah mendapatkan ide untuk mengatasi
masalah kita kali ini. Namun sebelum itu saya membutuhkan dukungan dan
kepercayaan para tetua sekalian. Jika rencana ini berhasil maka kesempatan kita
merebut posisi tiga besar akan lebih besar!”
Patriak Yan memberitahukan rencananya pada seluruh tetua
serta para generasi muda yang hadir disana. Mata mereka semua menjadi lebih
cerah ketika mendengar rencana dari patriak mereka.
“Patriak, rencana yang anda susun sangat matang dan saya
rasa akan berhasil” seru tetua Yan Yu memandang patriak Yan Gizau dengan cerah.
Para tetua mengangguk serentak menyetujui ucapan dari tetua Yan Yu.
Menurut mereka selama rencana Patriak berhasil maka bukan
saja berhasil mendapatkan peluang kemenangan yang lebih tinggi namun juga akan
membasmi dan menyingkirkan duri dalam daging yang mereka miliki.
Entah di dalam keluarga Yan ataupun di luar kediaman tetua
Zhen, Zhen Yuan tidak mengetahui sama sekali jika musuhnya kali ini sedang
merencanakan hal yang besar dan berbahaya baginya dan juga beberapa generasi
muda berbakat desa Cenglou.
Ia kali ini telah berhasil mengadakan pertemuan dengan
sepuluh tetua dan juga wakil Zhen Cong. Permintaan untuk menjadi patriak
sementara atas perintah dari patriak Zhen Shi masih akan diberikan setelah Zhen
Yuan berhasil menyelesaikan tiga kasus masalah yang tengah dihadapi oleh
keluarga Zhen.
Zhen Cong sebagai wakil juga ikut untuk menjadi juri dan
penanggung jawab. Menurutnya selama Zhen Yuan mampu menyelesaikan tiga masalah
keluarga Zhen dengan baik maka ia akan setuju untuk memberikan posisi Patriak
sementara keluarga Zhen selagi patriak Zhen Shi dalam budidaya tertutup.
“Di sini terdapat tiga buah masalah yang harus kau
selesaikan, ingat pikirkan solusinya dengan benar! Saya tidak ingin ada
kesalahan satupun yang dapat mengakibatkan kerugian bagi keluarga Zhen. Dan
jika kau melakukan kesalahan maka akan ada hukuman yang menanti!”
Zhen Cong memperingatkan Zhen Yuan sebelumnya, bagaimanapun
juga selain tanggung jawabnya, Zhen Yuan juga masih merupakan keponakannya. Tentu
ia tidak ingin keponakannya terkena hukuman.
“Kau akan diberi waktu sehari untuk memikirkan solusi untuk
setiap masalah sehingga kau memiliki waktu sebanyak 3 hari untuk menemukan
solusi dari ketiga masalah tersebut”
Setelah menjelaskan beberapa hal penting kepada Zhen Yuan,
Wakil Zhen Cong segera meninggalkan kediaman utama dan kembali menuju
kediamannya sendiri.
“Apa yang dipikirkan patriak? Memberikan perintah kepada
Yuan kecil untuk menjadi patriak sementara keluarga. Jika ini sampai diketahui
oleh Grand Elder maka mungkin ini tidak lagi sederhana sebelumnya. “
Zhen Cong mengumam pelan sambil menggelengkan kepalanya
heran dengan pemikiran kakaknya. Jika saja saudaranya itu tidak budidaya
tertutup maka mungkin ia akan langsung bertanya padanya dan mengeluh tentang
masalah ini.
Bagaimanapun juga ia tidak khawatir dengan pendapat tetua
lainnya namun yang menjadi masalah adalah Grand Elder Zhen Li. Ia pasti tidak
akan memberikan kesempatan bagi Yuan kecil untuk melakukan tugasnya.