Bagaimana jika menderita Hypnophobia? Yaitu sebuah ketakutan untuk tidur.
Hingga akhirnya menjadikan seorang wanita bernama Azalea Bloom menjadi seorang workaholic karena begitu takut dengan tidur.
Kedatangan Julian Kingsford di apartemennya, membuat dia cukup merasa aman dan nyaman karena akhirnya dia bisa tertidur nyenyak setelah cukup lama mengalami hal ini.
SETTING LUAR NEGERI (jangan samakan dengan budaya indo ya.. yg ga suka di skip aja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hal yang tak disadari Lea
Julea
Juilian dan Lea kini sudah ada di dalam pesawat. Mereka akan menghabiskaan waktu perjalanan cukup lama yakni sekitar sembilan jam.
"Berapa lama kita akan berada di atas awan?" tanya Lea.
"Sembilan jam. Tidurlah di dalam kabin jika kau lelah," sahut Julian sembari duduk di depan Lea.
"Tidak, aku di sini saja," jawab Lea sembari tersenyum melihat Julian.
Julian masih tampak memandangi Lea sejak tadi.
"Ceritakan tentang masa kecilmu, Lea," ucap Julian untuk mengisi waktu mereka di dalam perjalanan yang cukup lama itu.
Lea lalu mencoba mengingat-ingat masa kecilnya lalu ia menggeleng.
"Hei, aku lupa dengan masa kecilku. Apakah itu normal?" tanya Lea.
"Tidak juga. Aku juga terkadang lupa dengan masa kecilku," sahut Julian.
Lea hanya mengangguk dan mencoba mengingat lagi.
"Ah ya, aku ingat. Waktu itu Daddy pernah mengajakku ke sebuah taman hiburan terbesar di Rusia. Karena aku sangat senang kala itu, jadi aku cukup mengingatnya," jawab Lea tersenyum.
"Sewaktu umurmu berapa? Enam tahun?" tanya Julian.
"Ya, sepertinya seumur itu karena setelah itu aku masuk ke sekolah pertama," sahut Lea.
"Bagaimana denganmu, Julian? Pasti masa kecilmu sangat bahagia dan ramai karena kau memiliki banyak saudara," ucap Lea.
"Ya, rumahku selalu ramai dengan pertengkaran dan baku hantam," jawab Julian.
Lea tertawa mendengar itu.
"Itu sangat seru. Aku tak sabar bertemu dengan keluargamu," ucap Lea.
"Bersiaplah karena semua saudaraku tak ada yang terlalu beres. Hanya Kak Max saja yang paling normal," jawab Julian.
"Dia kakak tertuamu, kan?" tanya Lea.
"Hmm ... Dengan drama percintaan yang paling dramatis," sahut Julian.
"Oh ya? Ceritakan padaku," ucap Lea dan berpindah tempat duduk di sebelah Julian lalu bersandar di lengannya.
"Sebaiknya dimulai dari mana?" tanya Julian.
"Mana kutahu? Kau yang tahu ceritanya, bukan?" sahut Lea.
Lalu Julian mengangguk dan mulai bercerita.
"Aku beri versi singkatnya saja. Paris -- istri Kak Max -- datang ke rumah kami di saat ia masih remaja dan dia hampir seumur denganku," ucap Julian memulai ceritanya.
"Lalu?" tanya Lea.
"Dia menyukai Kak Max ketika Kakak tampanku itu sudah memililki seorang kekasih lalu tragedi cinta segitiga itu terjadi dan membuat Paris jatuh dari sebuah tebing laut. Dia dinyatakan hilang lalu beberapa tahun kemudian dia datang kembali tapi sama sekali tak mengenal kami. Dia bekerja sama dengan perusahaan Kak Max, tapi dia begitu takut pada Kak Max dan merasa tubuhnya sakit jika berada di dekat kakak. Aneh, kan? Kata Dokter itu karena trauma nya yang terlalu mendalam pada Kak Max," kata Julian bercerita.
"Oh my God ... Jadi trauma bisa membuat hal-hal seperti itu?" sahut Lea.
"Ya, sepertimu juga, Lea," ucap Julian dan menangkup pipi Lea.
"Ya, aku takut dengan kamar tertutup karena kejadian itu. Tapi syukurlah aku tak sampai hilang ingatan," jawab Lea.
Julian masih menatap mata Lea.
'Tidak, kau salah, Lea. Ingatan masa kecilmu lenyap entah ke mana dan di sana lah terdapat alasan mengapa pria itu ingin membunuhmu,' batin Julian sembari menatap Lea.
"Hei, ayo lanjutkan. Apa yang terjadi selanjutnya?" ucap Lea melepas tangan Julian dari pipinya.
"Hmm, Kak Max mendekati Paris dengan segala cara meskipun dia harus babak belur dan menerima banyak pukulan dari Paris karena Paris sangat membencinya. Dan itu terjadi karena alam bawah sadar Paris membenci Kak Max," sahut Julian.
"Ya Tuhan, benar-benar dramatis dan penuh tantangan," ucap Lea.
Julian hanya mengangguk lalu memeluk Lea yang ada di sampingnya.
"Hmm, sekarang ceritakan tentang kakak keduamu," kata Lea yang memang senang mendengarkan banyak cerita orang.
"Kak Rillian tak memiliki cerita khusus karena ia sudah dikunci oleh Vea sejak kecil untuk menjadi jodohnya," jawab Julian dan membuat Lea tertawa.
"Bagaimana denganmu?" tanya Lea.
"Aku? Aku terjebak menjadi pria panggilan dengan tugas menemani tidur seorang wanita cantik dan sama sekali tak dibayar," sahut Julian.
Lea kembali tertawa dan kali ini tawanya cukup keras. Julian lebih suka melihat Lea seperti ini. Tertawa bebas dan sama sekali tak terbebani dengan traumanya.
gntung bgt kk