Ayana Fristi adalah seorang fans K-Pop yang sangat cantik. Ayana dan para sahabatnya tak pernah absen dalam hal nonton konser Idol mereka. Dia seorang muslimah yang selalu menjaga kesuciannya, meski Ayana menerima Riyan Al Guzhan sebagai pacar atau calon suami.
Riyan tak pernah sekalipun menyentuh Ayana. Mereka berkomitmen untuk menikah saat mereka sudah selesai kuliah dan punya kerja. Ayana gadis yang tulus akan cintanya, dan tidak pernah curiga dengan Riyan.
Hingga... Rahasia busuk Riyan terbongkar tepat dua bulan sebelum jadwal pertunangan antara Ayana dan Riyan dilangsungkan, Riyan ketahuan berselingkuh dengan adik kelas Ayana saat di SMA.
Penghianatan Riyan membuat hati Ayana benar-benar hancur.
Bagaimana nasib hubungan Ayana dan Riyan. Akankah Ayana mempertahankan hubungannya dengan laki-laki yang sangat ia cintai ini, atau harus kandas ditengah jalan.
Bagaimana pula kisah perjalanan cintanya dengan sang Idola..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Ayana dan Sindy menemui Yuan dan Sean setelah bertemu dengan pengawal mereka. Sindy meminta para pengawal segera beristirahat kerena besok mereka akan kembali jalan-jalan di Busan, masih banyak tempat yang belum mereka jelajahi sebelum Festival music berlangsung.
Para pengawal menuruti perintah Sindy dan segera masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat karena Ayana dan Sindy hanya berpamitan untuk turun ke Lobby hotel untuk bertemu Yuan yang sudah para pengawal itu kenal saat menemani Ayana dan Sindy ke Beijing seminggu yang lalu.
Ayana sudah sedikit terbiasa melihat ketampanan Sean, jadi tidak begitu grogi lagi saat bertemu. Ayana menganggap Sean sebagai teman, tidak lebih. Berbeda dengan Sindy dan Yuan, mereka terlihat memang memiliki perasaan lebih. Namun Yuan tidak berani mengungkapkan perasaannya pada Sindy. Terlebih lagi, Sindy sudah mengatakan kalau dia hanya akan menerima seseorang yang se iman dengannya. Walau sedikit kecewa, namun Yuan tetap berusaha mendekati Sindy. Soal masa depan mereka, biarlah nanti mereka pikirkan lagi.
Yuan memberikan beberapa kotak kue pada Sindy dan Ayana. "Jangan khawatir, ini halal.. aku beli di restoran halal, jadi aman " ujar Yuan saat memberikan makanan yang mereka bawa itu. "Terimakasiiiih.. " ujar Ayana dan Sindy saat menerima kotak kue dari Yuan dan Sean. Sean memandang Ayana dengan tatapan rindu yang sangat dalam. Namun tak bisa ia ungkapkan, karena Sean belum siap mengutarakan perasaannya pada Ayana.
"Kalian ke sini karena ada kerjaan atau karena Festival music itu?" tanya Yuan yang penasaran pada hal yang membuat Ayana dan Sindy yang seakan tidak lelah setelah dari Beijing lalu kembali ke Indonesia dan sekarang justru terbang ke Korea.
"Kalau soal K-Pop, kami nggak akan lelah, bahkan siap begadang demi nontonin mereka live, hahaha " ujar Sindy menjawab pertanyaan Yuan. Mendengar itu Sean dan Yuan terperangah. "Kalian fans K-Pop?, apa nama grupnya?" tanya Sean makin penasaran dan berharap Ayana bukan fans K-Pop BOY tapi K-Pop Girl.
"K-Pop BOY dong, kami kan para Istri BOY... Hehehe " ujar Ayana penuh semangat dengan mata berbinar saat menjawab pertanyaan Sean, Lalu segera menutup wajahnya karena tersipu, keceplosan bilang istri BOY K-Pop di depan Sean dan Yuan.
Sean meremas tangannya karena tak tahan melihat wajah bahagia Ayana saat menyebut diri sendiri sebagai istri BOY K-Pop. Sean merasa cemburu saat tau kalau Ayana adalah fans K-Pop terpopuler di Korea saat ini. Sean tau K-Pop BOY terdiri dari pria-pria tertampan yang menjadi saingan terberatnya soal wajah tampan itu. Sean tidak suka jika Ayana se senang itu saat membicarakan soal K-Pop BOY padanya dan juga Yuan, ia lalu bangkit dari duduknya kemudian pergi tanpa pamit pada mereka.
Ayana dan Sindy bingung saat Sean tiba-tiba pergi begitu saja setelah mendengar jawaban Ayana dan Sindy.
Yuan pamit pada Sindy dan Ayana lalu mengejar Sean yang sudah keluar dari hotel.
Ayana dan Sindy bingung di buatnya, lalu mereka kembali ke kamar masing-masing.
"Istri BOY, katanya" ujar Sean dengan amarah yang meluap-luap pada Yuan saat mereka sudah berada di dalam mobil. "Kan.. fans K-Pop BOY *** itukan sebutannya PARA ISTRI BOY. Jadi.. wajar dong Ayana bilang mereka istri BOY karena mereka fans BOY***. Kenapa kamu malah marah, kita kan bukan pacar mereka. Kita hanya teman" ujar Yuan mengingatkan Sean, dan berbesar hati menerima kenyataan kalau wanita yang dia suka sekarang ini lagi mengidolakan artis K-Pop BOY itu.
"Tapi aku tidak suka Ayana mengidolakan pria lain, apa lagi sampai mencintai pria lain " ujar Sean masih dengan nada emosi karena cemburu. "Kenapa kamu nggak jujur saja pada Ayana kalau kamu mencintainya, dan menikahinya, beres urusan " ujar Yuan yang kesal dengan Sean yang hanya berani bicara cinta dibelakang wanita yang dia suka.
"Kamu dengar sendiri kalau mereka hanya akan menikahi Pria Muslim, lah aku.. " ujar Sean tak semangat.
" Kalau jodoh takkan kemana Sean, aku ingatkan ke kamu.. kalau cinta ya perjuangkan, jangan sampai menyesal.. aku jujur memang sangat mencintai Sindy, aku akan berusaha mendekatinya dan aku percaya jodoh itu tak kan tertukar.. paling singgah di jalan, untuk beli cemilan, nanti juga akan kembali ke rumah kita " ujar Yuan menenangkan Sean, mengulang kata-kata bijak Yun namun sedikit lucu sih.
"Kemana kita sekarang?" tanya Yuan yang bingung melihat Sean mengehentikan mobilnya di salah satu bangunan mewah tidak jauh dari hotel tempat mereka dan Ayana serta sahabatnya menginap.
"Menenangkan pikiran" ujar Sean seraya melangkah masuk ke dalam diskotik lalu menuju bar memesan minuman. "Sean, ini tidak baik.. bagaimana kalau Ayana dan Sindy mengetahui kita minum-minum lagi, bisa dipecat jadi teman nanti " ujar Yuan mengingatkan Sean agar tidak minum alkohol malam ini. Yuan sudah janji pada Sindy dan Ayana untuk tidak menyentuh minuman keras lagi. "Aku minum sedikit, untuk melupakan perasaan marahku ini, aku cemburu tau " ujar Sean seraya meneguk minuman yang di suguhkan oleh bartender.
"Sudah cukup, Sean.. jangan sampai kamu mabuk... kamu suka melakukan hal yang aneh-aneh kalau lagi gesrek, cukup ya.. ayo kembali ke hotel " ujar Yuan menghentikan Sean meneguk gelas berikutnya. Yuan membayar lalu memapah Sean keluar dari sana menuju mobil. Kali ini Yuan yang nyetir, untuk kembali ke hotel.
Yuan memapah Sean masuk ke dalam kamar Sean yang ada di lantai yang sama dengan Ayana, lalu Yuan naik kembali menuju ke kamarnya di lantai atas.
Sean meraih handphonenya lalu menghubungi Ayana.Kebetukan Ayana belum bisa tidur, memikirkan Sean yang pergi begitu saja tanpa pamit. Padahal awalnya Sean baik-baik saja dan ramah. Tidak ada masalah apapun, tapi tiba-tiba Sean seperti marah pada Ayana. "Apa mungkin ada kata-kataku yang menyinggung perasaan Sean ya..? " bisik batin Ayana yang masih duduk bersandar pada head board.
Saat sedang memikirkan itu, hp Ayana berdering. Ayana segera mengangkat panggilan telepon yang ternyata telepon dari Sean.
"Kau ada di kamar?" tanya Sean saat Ayana menjawab teleponnya. "Ya.. aku ada di kamar, ada apa?" tanya Ayana, heran mendengar suara Sean yang agak berat, beda dari biasanya. "Aku ada di depan kamar kamu, keluarlah.. ada yang mau aku katakan pada kamu" ujar Sean yang ternyata sudah berada di lorong menuju ke kamar Ayana.
"Ini sudah larut, Sean.. katakan saja besok" ujar Ayana yang merasa khawatir saat Sean memintanya untuk keluar kamar malam-malam begini. "Sebentar saja, aku mau katakan secara langsung pada kamu " pinta Sean lagi. Sean berjalan seperti biasa, tidak ada tanda-tanda kalau dia aedang terpengaruh alkohol. Sean tetap sopan saat berpapasan dengan beberapa orang penghuni kamar hotel yang baru masuk.
Ayana mengalah, ia keluar dengan menggunakan mukena untuk menutupi tubuhnya yang hanya menggunakan baju tidurnya.
Ayana tetap terlihat cantik natural, seperti biasanya walau dia tidak menggunakan gamis dan bedak tipis, karena Ayana sudah akan tidur. Sean yang sudah terpengaruh alkohol, bersandar pada dinding salah satu kamar yang sedikit jauh dari kamar Ayana. Terpaksa Ayana berjalan mendekati Sean yang masih berdiri di tempatnya menunggu Ayana datang padanya.
"Kau ingin bicarakan apa Sean, apa penting sekali hingga harus sekarang?" tanya Ayana yang tidak melihat tatapan mata Sean yang merah karena pengaruh Alkohol. "Ayana, aku.. aku benar-benar sangat mencintai kamu, aku benci kalau kamu membicarakan pria lain di depanku " ujar Sean yang terus menatap Ayana dengan tatapan penuh hasrat.
Menyadari ada yang tidak beres dengan Sean, Ayana mundur perlahan lalu berlari ke kamarnya, baru saja Ayana tiba di depan pintu kamarnya, Sean sudah menangkapnya dan menarik Ayana kedalam pelukannya.
"Ayana, aku sangat mencintai kamu, aku tidak suka kamu memikirkan pria lain, mengertilah. Ayo kita pacaran " ujar Sean memegang bahu Ayana dan mendorong Ayana pada dinding kamar hotel. Lalu kedua tangannya menyentuh dengan lembut, wajah Ayana. Sean merapatkan tubuhnya pada Ayana, berusaha memeluk Ayana.
"Seal, jangan begini... kamu sedang tidak sadar Sean. Kembalilah ke kamarmu " ujar Ayana seraya berusaha melepaskan diri dari kungkungan Sean. Ayana memandang Sean yang sedang terpengaruh alkohol, ada rasa bersalah dalam dada Ayana. Namun juga Ayana tidak suka di sentuh oleh pria bukan muhrimnya.
"Lepaskan aku, Sean.. atau kita tidak akan pernah jadi teman lagi " ancam Ayana. "Aku hanya ingin jadi pasangan kamu, kamu milikku Ayana.." teriak Sean seraya berusaha mencium bibir Ayana. Ayana menghindar seraya berusaha mendorong tubuh Sean yang semakin mendominasi. Kalau saja Sean sadar, mungkin masih bisa bicara baik-baik dan hal ini bisa di hindari. Namun ini Sean sedang tidak sadar. "Sean... aku akan menjerit kalau kamu masih tidak melepaskan aku" Ayana kembali mengancamnya.
Sean tak perduli dengan ancaman Ayana, kembali Sean mencoba menyentuh bibir Ayana dengan bibirnya. "Tolooong.. " teriak Ayana yang sudah sangat ketakutan dan menangis atas tindakan Sean. Penghuni kamar yang sedikit jauh dengan kamar Ayana, mendengar teriakan Ayana, karena pintunya kamarnya masih terbuka dan penghuninya baru memasuk kamar. Awalnya penghuni kamar itu merasa itu bukan urusan mereka, namun karena itu adalah suara teriakan wanita, mereka lantas keluar untuk memeriksa.
Sementara itu.. Ayana masih berusaha menghindari dari sentuhan Sean. Ayana merasa jijik pada dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia mau keluar kamar sendirian malam-malam begini hanya karena permintaan Sean yang ia sendiri belum tau bagaimana sifat asli Sean.
"Ku mohon, siapapun.. tolong aku" teriak Ayana lagi. Ini sudah sangat larut, banyak orang-orang sudah tidur.. apa lagi kamar hotel disana di desain khusus untuk orang -orang elit istirahat. Tidak berisik, dan aman. " Ya Allah, kirim kan lah malaikat penolong untuk menolongku " pinta Ayana lagi, sambil terus berusaha melepas diri darinya.
"Lepaskan aku, jangan sentuh aku..!! " pinta Ayana sambil menangis ketakutan.
Sebuah tangan menarik kerah baju Sean yang sedang memeluk dan berusaha mencium bibir Ayana, dan menghantam wajah Sean tanpa sempat Sean lihat wajah pria yang sudah memukulnya. Pukulan itu Yoon min layangkan tanpa kenal ampun.
" Menjauh darinya, bangs**..!!" ucap Yoon Min saat menghantam wajah Sean. Entah sadar atau tidak, Sean tidak membalas pukulan Yoon Min, tapi dia memilih kembali ke kamarnya.
"Nona, sebaiknya jangan keluar sendirian kalau sudah malam, kita tidak tau Setan-setan sepertinya sering bergentayangan kalau malam hari. Sebaiknya anda cepat masuk ke kamar " ujar Yoon Min seraya berbalik menuju ke kamarnya, tanpa menatap wajah Ayana dengan jelas. Karena Ayana menutup wajahnya dengan tangan yang tertutup mukenanya, dan hanya memperlihatkan matanya saja.