NovelToon NovelToon
PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

PANGLIMA PERANG VS AMBITIOUS GIRL

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Ketos / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Tamat
Popularitas:54.4k
Nilai: 5
Nama Author: CACING ALASKA

Ares Wyman Sanzio terkenal dengan sebutan Panglima Perang. Pemuda yang suka membolos tersebut kemungkinan tidak lulus sekolah dan harus tetap berada di kelas XII karena rata-rata kehadirannya di sekolah hanya 1%.

Natania Prasasti adalah gadis pintar yang kaku, merupakan ketua OSIS di mana Ares sekolah. Sangat menyukai kesempurnaan sehingga tidak ingin angkatan di sekolahnya ternoda karena satu orang yang tidak lulus di sekolah.

Maka itu ia memiliki misi untuk membuat Ares kembali ke sekolah dan menjadikan angkatannya mencapai kelulusan 100%.

Apapun akan gadis berkacamata itu lakukan, bahkan ia rela masuk ke dalam pertempuran sesama antar pelajar demi mencapai tujuannya.

Kedekatan di antara keduanya terus terjalin. Hingga pada akhirnya mereka berdua tidak bisa menyangkal tentang perasaan mereka masing-masing.

Lalu apakah akhirnya mereka berdua mengakui perasaan mereka?
Dan apakah Ares akan lulus dari sekolah?
Yuk dibaca dengan seksama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACING ALASKA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

026. GADIS LAINNYA

Mendengar seorang gadis mengatakan cinta padanya, membuat Ares bingung. Namun pemuda itu mengalihkan pandangannya segera pada Tania mencoba untuk tidak menggubris perkataan gadis yang sama sekali tidak dikenalnya tersebut.

"Aku akan ke kantin rumah sakit, sebaiknya kau tidur saja." Ujar Ares pada Tania. "Sejak semalam aku tidak makan dan hanya makan buah-buahan, sekarang aku benar-benar lapar."

Setelah mengatakan hal demikian, Ares bangkit berdiri kembali dan segera pergi dari ruangan yang memiliki dua ranjang tersebut.

Dyara terlihat sedikit kecewa karena Ares tidak menjawab perkataannya dan Tania mengatahui hal itu. Akan tetapi gadis yang tidak terlalu suka mencampuri hal-hal yang menurutnya bukan urusannya itu lebih memilih berbaring saja.

"Dia benar-benar keren." Ucap Dyara menoleh pada Tania dengan mencoba terlihat tersenyum.

Tania mencoba tidur kembali karena waktu masih terlalu pagi, bahkan matahari belum terbit. Gadis itu memikirkan sesuatu hal yang entah kenapa jadi mengganggunya. Saat muncul dengan rambut yang basah tadi, Ares sempat mencuri perhatiannya. Meski begitu gadis itu tidak ingin memikirkannya lebih lanjut dan memilih memejamkan matanya.

Selang satu jam, Ares masuk kembali ke dalam ruangan setelah sarapan di kantin. Pemuda itu membawa sepotong cup cake yang dibelinya untuk Tania.

"Kakak sudah selesai sarapan?" Melihat kehadiran Ares Dyara langsung beranjak duduk dengan wajah senang.

Mendengar perkataan Dyara, Tania yang tertidur menjadi membuka matanya. Gadis itu melihat ke arah Ares yang berjalan mendekati ranjangnya.

"Sarapannya belum datang? Ini aku belikan untuk mengganjal perutmu. Ibuku bilang, saat kita sakit, usahakan perut kita tidak kosong."

Tania yang masih berbaring melihat Ares aneh. Pandangannya yang tidak memakai kacamata memang tidak terlalu jelas hal itu membuatnya malas menanggapi Ares karena rasa mengantuknya masih terasa.

Di sisi lain, Dyara terus memperhatikan mereka berdua dengan serius. Gadis itu tampak memperlihatkan tatapan lekat pada Tania yang belum merespon Ares.

"Bangunlah, atau mau ku bantu?" Ujar Ares menyodorkan cup cake pada Tania.

"Aku tidak terlalu suka makanan manis dan lagi aku masih belum ingin makan. Ini belum jam enam pagi, masih terlalu pagi untuk makan bagiku." Jawab Tania yang tidak merubah posisinya sedikitpun.

"Kalau begitu untukku saja, aku sudah sangat lapar. Tapi sepertinya sarapannya masih lama diantar." Sambar Dyara dengan wajah tersenyum seperti biasanya.

Ares melihat gadis itu dengan heran, dan menatap kembali pada Tania yang hanya melirik ke arah Dyara dari sudut matanya.

"Ya, berikan padanya saja. Aku hanya ingin kembali tidur." Ujar Tania setelahnya membenarkan posisi selimut yang digunakannya.

Ares berdecak perlahan karena Tania tidak menghargai pemberiannya tersebut. Segera pemuda itu berjalan mendekati ranjang Dyara.

Dyara terlihat sangat senang menyambut pemberian Ares tersebut.

"Tapi tangan kananku tidak bisa digerakan, bisa kah kakak menbukakan plastiknya untukku?" Tanya Dyara saat Ares berada di sisi ranjangnya.

Dengan baik hati, Ares membukakan plastik yang melapisi cup cake itu dan menyodorkannya pada Dyara tanpa sepatah kata pun.

"Terimakasih, kak." Senyum Dyara menerima cup cake tersebut dan langsung memakannya.

Ares menuju kursinya dan duduk di sana sambil membuka ponselnya untuk mengirim pesan dengan Anton. Sedangkan Tania masih terus berbaring dan menutup matanya meski gadis itu tidak benar-benar tertidur.

"Kak Ares, apa kakak punya akun sosial media?" Tanya Dyara dengan ponsel miliknya juga ada digenggaman tangannya. "Kalau punya, apa boleh kita saling mengikuti?"

"Apa? Tidak! Aku tidak punya." Jawab Ares.

Seketika Tania membuka matanya saat mendengar jawaban Ares. Gadis itu tahu kalau Ares memiliki akun sosial media, tapi kenapa dia berbohong dengan mengatakan hal yang sebaliknya?

"Ah, ternyata tidak punya ya." Ujar Dyara sambil melirik pada Tania yang terlihat aneh di mata gadis itu. "Kak Ares tahu kalau pengikutku di sosial media sangat banyak—"

"Nanti saat jam berkunjung teman-teman kelas akan datang menjengukmu. Pak Guru baru saja mengirim pesan padaku." Seru Ares pada Tania dengan tidak memedulikan apa yang ingin dikatakan Dyara padanya.

"Mereka tidak perlu datang. Katakan itu pada Pak Guru. Aku sudah baik-baik saja, dan lebih baik juga kalau kau pergi. Aku tidak perlu ditemani, kau hanya membuatku merasa tidak nyaman." Ujar Tania dengan terus terang.

"Kau dengar sendirikan apa kata ibuku tadi malam? Aku harus bertanggung jawab pada apa yang terjadi padamu. Aku tidak akan pergi kemanapun." Jawab Ares.

"Memangnya apa yang Kakak lakukan? Kenapa Kak Ares harus bertanggung jawab pada apa yang terjadi padanya?" Tanya Dyara menatap Ares.

Tidak ada yang ingin dikatakan Ares pada Dyara untuk menjawab pertanyaannya. Pemuda itu sejujurnya merasa tidak terlalu suka dengan keberadaan Dyara yang selalu menyambar semua perkataannya. Itu membuat Ares merasa risih.

"Aku akan bilang pada Pak Guru kalau kau tidak ingin dijenguk. Tapi aku tidak akan kemanapun." Ujar Ares.

Tania tidak menjawab apapun lagi, gadis itu menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya hingga kepalanya juga tertutup.

"Kak Ares, apa kau tidak lelah? Apa tadi malam kau sudah tidur?" Tanya Dyara terus mencoba untuk berbincang dengan Ares.

"Sebaiknya kau juga istirahat agar tanganmu cepat pulih." Ujar Ares pada Dyara setelahnya mengarahkan pandangannya ke layar ponsel.

Selang tiga puluh menit petugas pantri mengantarkan sarapan pagi untuk Tania dan Dyara.

Tania masih tertidur dengan posisi yang tidak berubah seperti sebelumnya, yaitu selimut menutupi seluruh tubuhnya.

Ares mendekati gadis itu untuk membangunkannya agar sarapan.

"Bangunlah, kau harus sarapan dulu agar minum obatmu." Seru Ares pada Tania.

Di samping ranjang itu, Dyara terus melirik memperhatikan pemuda tersebut.

Tania tidak bergeming sama sekali, hal itu membuat Ares semakin maju ke arah ranjang dan memegang pundak gadis itu untuk membangunkannya.

Sontak Tania terkejut karena Ares memegangnya. Gadis itu langsung membuka selimut yang menutupi kepalanya dan melihat tajam dengan penuh siratan dingin pada pemuda tersebut.

"Kenapa kau menyentuhku?" Kesal Tania.

Melihatnya Ares menjadi bingung, karena tujuannya hanya untuk membangunkan Tania saja dan tidak ada tujuan untuk menyentuhnya dalam arti yang lain.

"Aku hanya ingin membangunkanmu." Jawab Ares sedikit bingung kalau-kalau Tania mempermasalahkannya lebih lanjut.

Tania tidak berkata apapun lagi dan hanya menatap Ares tidak berkedip.

"Sarapannya sudah diantar. Makanlah, sebentar lagi suster akan memberimu obat untuk diminum." Ucap Ares.

Tania langsung menarik tatapan kesalnya dan mencoba untuk bangun. Namun rasa sakit mulai terasa di tubuhnya lagi sehingga membuatnya menjadi sedikit kesulitan.

Tanpa diminta, Ares membantu Tania duduk. Pemuda itu tidak memedulikan meski awalnya Tania menepis tangannya.

Mau tidak mau gadis itu membiarkan Ares membantunya untuk duduk.

"Aku juga tidak akan melakukannya kalau semua yang terjadi padamu bukan karenaku." Ucap Ares saat membantu Tania. "Apa mau aku suapi juga?"

"Berikan saja makanannya, aku masih bisa memegang sendoknya." Jawab Tania dingin saat Ares memberikan makanan untuknya.

Suara sendok yang terjatuh mengalihkan mereka berdua. Ares dan Tania menoleh ke sumber suara di mana Dyara berada. Sendok gadis itu terlepas dari tangannya yang memang sulit menggenggam, karena mengalami retak tulang di tangan kanan dan membuat sendok tersebut terjatuh ke lantai.

"Maafkan aku, aku sangat kesulitan untuk makan." Ucap Dyara pada Ares. "Kak, apa aku boleh minta tolong untuk ambilkan sendoknya? Dan kalau boleh, bisakah Kakak menyuapiku?"

Ares tertegun pada permintaan tolong gadis yang dari tadi terlihat mencoba mendekatinya tersebut.

...–NATZSIMO–...

1
𝒐𝒇𝒇
🤣🤣🤣
𝒐𝒇𝒇
bu guru😭😭
𝒐𝒇𝒇
karen? karen yg itu?
Mommy Jeth
Luar biasa

bikin ngakak bacanya 😂😂
jadi pengen terus baca
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
mulut nya Dyara kasih cabe aja thor... itu yang datang sapa ya Tyaga ato Ares kah
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
hubungan apa.. hubungan gak jelas woeee Ares.. kalian aja belom pacaran😅😅 kocak si Ares
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
nah ketauan kan kau Dyara kalo uda bohongg
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
hayo Ares mau ngomong apa sama Dyara.. lanjut bacs🏃🏃🏃
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
😅😅😅😅 Tyaga dan Kayden... woeeee buatin cerita mereka
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares ayo apa kau bisa rayu Tania supaya batal pergi🤔🤔
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
kasian deh Ares.. makanya jangan bodohhh dan buat Tania pusing😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares kah itu😅😅😅 gak jadi pergi ini batal deh
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
tepat sasaran perkataan Tyaga tuh... buruan Ares berubah sblm kau di bilang bodohhh lagi
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Tyaga pupus sudah harapan kau bersama Tania.. sabar ya
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares bodoh karakter nya di buat bodoh😅😅.. Tyaga tegas dan Kayden idola ku😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Ares lagi buat masalah dan Tania turun tangan.. masalah tambah runyammm
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
kayak pencuri aja malam datang tiba2 di saat Tania tidur😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
nah sakit apa Tania.. bikin deg2an aja baca nya
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
nah sapa yang cepat menggendong Tania... Tyaga apa Ares😅😅😅
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉𐝥𐔎𐒻𐀁 💋👻ᴸᴷOFF☘𝓡𝓳
Laen di mulut laen di hati kau Ares... 😩😩😩 mau liat Kayden dan Hanny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!