"Rasya! Berikan suamimu pada kakakmu, dan ambil bekas suami kakakmu!"
Seperti sebuah sambaran petir yang mampu menghancur leburkan tulang belulangnya. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba sang papa menyuruh menukar suami atas permintaan kakaknya.
..
Tidak tahu mengapa orang tua Rasya selalu memperlakukannya begitu buruk, hanya mendapatkan barang bekas dari kakak kandungnya untuk bertahan hidup. Suatu ketika, Rania meminta papa nya untuk menukar suaminya dengan suami adiknya yang langsung diiyakan oleh papahnya.
Hancur sudah hidup Rasya, sebelum akhirnya dia menyadari satu kebenaran bahwa kakaknya sudah mengambil sang suami yang sudah menjadi barang bekasnya.
Sedangkan suami baru Arasya ternyata belum pernah menyentuh Rania, dan untuk pertama kali dia mendapatkan barang baru.
Bukan hanya itu, fakta lain tentang kehidupan suaminya juga terkuak seiring berjalannya waktu dan yang lebih mengejutkan ternyata Saka adalah seorang crazy rich!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Mama Santi
Seminggu setelah hubungan terlarang Dimas dan Dena, keduanya semakin sering melakukan kegiatan ranjang. Bahkan hubungan mereka semakin terjalin erat, Dena mulai berani meminta keinginan nya pada Dimas. Dan pria itu tak menolak apapun yang menjadi keinginan nya, sikapnya sangat berbanding terbalik dengan sikap yang ditunjukkan pada Rania. Pria itu terkesan semakin dingin pada istrinya, terlebih ketika dia pulang kemalaman dan Rania terus memarahi membuat nya semakin muak untuk pulang. Dia lebih memilih pergi bersenang-senang dengan wanita selingkuhannya.
Seperti siang ini, Dimas sengaja pulang lebih awal untuk menghabiskan waktu bersama Dena. Pria itu sedang candu-candu nya pada tubuh Dena yang memiliki bentuk tubuh yang lebih menggoda dari istri nya. Dan kali ini, tujuan mereka adalah pergi berbelanja.
Selama satu minggu ini waktu Dimas banyak dihabiskan di apartemen Dena, membuat nya harus melengkapi kebutuhan nya di sana.
Keduanya berjalan saling merangkul dengan perasaan bahagia, sesekali Dimas mencuri ciuman di bibir Dena. Tanpa disadari, seorang wanita menatap dua orang yang sedang berjalan beriringan itu dengan amarah memuncak. Dia sangat tak terima kala melihat pria yang sudah dipercaya sepenuh jiwa justru bermain api dibelakang nya.
"Sialan! Berani-beraninya Dimas selingkuh!" Wanita itu menghentakkan kepalan tangan nya pada langit-langit dengan tatapan terus tertuju pada dua orang yang akan memasuki toko pakaian dalam.
Sebelum mereka hilang dari pandangan, wanita itu segera mengambil ponsel dan menghidupkan layar kamera untuk mengabadikan nya.
Dia tersenyum menyeringai menatap hasil jepretan nya. "Akan aku gunakan bukti ini untuk memeras Dimas." Gumam nya lirih. "menantu tidak tahu diri! Bisa-bisanya kau menyelingkuhi Rania. Aku akan membuat mu tunduk pada ku." Dalam pikirannya, dia merencanakan akan menggunakan foto itu untuk mengeruk harta Dimas.
Namun sedetik kemudian, pikirannya berubah. "Tidak, tidak. Aku tidak akan memeras harta Dimas. Uang dari papa saja sudah cukup untuk membeli semua barang yang ku inginkan." Dia menyeringai lebar kala membayangkan apa yang akan dilakukan nya kali ini. "aku tak membutuhkan uang, tapi tubuh Dimas yang sempurna itu, sangat sulit mendapatkan nya. Dan aku yang sangat kesepian ini sangat membutuhkan kehangatan. Hm ... Dimas, sebentar lagi kau akan menjadi pemuas ku." Wajah nya semakin menyeringai lebar membayangkan dia akan merasakan kenikmatan bersama menantu nya sendiri. Pria tampan dan mapan yang tentu nya sangat bisa memuaskan nya.
"Aku memang sangat beruntung. Memiliki suami tua bangka yang sangat berguna untuk sumber keuangan. Dan masih bisa mencari kenikmatan dari pria lain yang lebih muda dan sangat tangguh memberi ku kepuasan kapanpun." Katanya masih dengan suara lirih.
Santi berjalan menuju toko pakaian dalam yang tadi di masuki Dimas. Dia akan memperlihatkan tubuh menggoda nya pada menantu kesayangan nya itu dengan memakai pakaian menggoda.
Santi mengambil satu set pakaian dalam berwarna merah menyala dengan imajinasi yang sudah melambung tinggi.
Meskipun aku sudah berumur, tapi aku selalu merawat tubuhku dengan sangat baik. Aku yakin Dimas tak akan menolak pesona ku, Gumam nya dalam hati. Seringai di bibir nya tak kunjung surut, terlebih saat fantasi kotor nya sudah merasuki otak busuk nya.
Setelah menatap begitu lama satu set pakaian dalam, dia segera berjalan kearah ruang ganti. Dia tak sabar memakai pakaian itu dan memperlihatkan pada Dimas yang pastinya masih berada di tempat ini.
.