NovelToon NovelToon
PASUTRI (Troublemaker)

PASUTRI (Troublemaker)

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Romansa / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:927.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yeni Erlinawati

"Siapapun yang menolongku. Jika dia seorang perempuan akan aku jadikan dia sebagai seorang saudara. Tapi jika yang menolongku adalah seorang laki-laki, akan aku jadikan sebagai suami."

Ucapan yang terlontar dari mulut seorang perempuan yang tengah ketakutan di tengah malam yang sunyi dan mencekam itu ternyata dikabulkan oleh sang pencipta. Dimana setelah perkataan itu terlontar ada seorang laki-laki yang berbisik tepat di samping telinganya.

"Tepati ucapanmu itu."

Dan dari ucapan yang tiba-tiba terucap begitu saja akhirnya ucapan tersebut menjadi kenyataan.

Pernikahan tanpa didasari oleh cinta itu membuat gadis bernama Maura membuat satu kesepakatan dengan calon suaminya untuk tetap membebaskan mereka melakukan apa pun yang mereka mau. Dimana dengan adanya kesepakatan tersebut justru membuat satu sama lain pusing jika salah satu dari mereka membuat masalah.

Apakah dengan banyaknya masalah itu mereka akan merubah kesepakatan yang mereka buat? Atau justru memutuskan untuk berpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Erlinawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Waktu telah berjalan dengan cepat, sampai tak terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 6 sore dimana Erland baru saja sampai di rumahnya.

"Assa---lamualaikum," ucap Erland dengan mata yang terbuka lebar kala ia melihat kondisi didalam rumahnya yang sangat-sangat berantakan. Piring kotor, gelas dan sampah makanan ringan bahkan ada remahan makanan yang tersebar di hampir setiap sudut rumah tersebut. Dan jangan tanya siapa pelaku yang sudah membuat rumah yang awalnya sangat rapi itu menjadi berantakan seperti kapal pecah seperti ini jika bukan Maura.

Erland memejamkan matanya dengan mengepalkan tangannya, sebelum ia berteriak, "Maura!"

Panggilan menggelegar dari Erland itu berhasil masuk ke telinga Maura yang tengah asik menonton sebuah Drakor di laptopnya.

Maura berdecak kala mendengar teriakkan tersebut.

"Haishhhh orang itu kenapa sudah pulang sih. Ganggu tau gak," gerutu Maura namun tak urung ia berjalan keluar dari dalam kamarnya, mendekati Erland berada.

"Bisa gak sih, kalau baru pulang kerja itu jangan teriak-teriak. Berisik!" ucap Maura dimana ucapan dari perempuan itu membuat Erland yang sedari tadi mengedarkan pandangannya, menyapu setiap keadaan didalam rumahnya itu teralihkan hingga ia kini menatap kearah Maura. Tapi baru beberapa detik saja ia melihat Maura, ia dengan cepat memejamkan matanya, sabar, batin Erland.

Beberapa saat setelahnya ia membuka matanya kembali tanpa peduli lagi dengan penampilan Maura yang cukup terbuka itu karena perempuan tersebut hanya memakai tank top ketat sampai belahan dadanya sedikit kelihatan dan celana kain yang sangat-sangat mini, mungkin celana itu lebih pantas jika di pakai anak-anak, pikir Erland.

"Apa yang kamu lakukan sampai rumah jadi berantakan seperti ini?" tanya Erland dengan tatapan tajamnya ia berikan kepada istrinya itu.

Maura kini mengedarkan pandangannya menatap keadaan rumahnya itu yang baru ia sadari jika sangat berantakan dan terkesan jorok.

"Apa yang kamu lakukan, Maura?!" tanya ulang Erland penuh dengan penekanan. Dimana hal itu membuat Maura kini menggaruk kepalanya sebelum ia menjawab.

"Aku tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah ini," elak Maura.

"Jangan bohong Maura! Kamu seharian di rumah ini. Mana ada kamu tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Dan jangan mengelak kalau ini semua adalah kerajaanmu. Jadi aku tidak mau tau, bersihkan rumah ini sekarang juga. Saat aku selesai mandi, rumah ini harus sama seperti sebelum aku tinggalkan tadi pagi," ucap Erland tak terbantahkan. Setelah mengucapkan hal tersebut, Erland langsung pergi ke kamarnya. Tak peduli dengan Maura yang tengah melontarkan protesannya, ia sudah cukup lelah menanggapi perempuan yang sayangnya istrinya sendiri itu. Niat hati, dirinya pulang agar bisa langsung mengistirahatkan tubuhnya, tapi sampai rumah dirinya malah di suguhkan pemandangan yang sangat tak enak ia pandang.

Maura yang sudah tak melihat tubuh Erland, ia menatap kembali ke sekelilingnya dan dengan berdecak ia mulai melangkahkan kakinya mengambil sapu yang terletak di pojok dapur.

Ia mulai menyapu dengan asal-asalan, maklum saja Maura baru kali ini memegang benda itu yang tentunya ia sangat kaku menggunakannya yang terpenting sampah-sampah yang ia buang sembarangan itu tersingkirkan dari depan rumah itu.

"Huwahhhh capek juga ternyata," ucap Maura yang sudah mendudukkan tubuhnya diatas lantai dengan bersandarkan dinding rumahnya sembari matanya terpejam, mengatur pernafasan yang tampak ngos-ngosan itu.

Sampai mata itu kembali terbuka kala ia mendengar suara pintu kamar Erland.

Erland mengedarkan pandangannya, rumah itu sudah tampak bersih daripada sebelumnya. Sedangkan Maura, ia segara berdiri dan dengan sapu yang masih di tangannya, ia menghampiri Erland.

"Gimana? Sudah bersih kan?" tanya Maura.

"Tidak terlalu bersih seperti tadi pagi tapi mendingan lah," jawab Erland yang membuat Maura mencebikkan bibirnya.

"Terserah lah yang penting rumah ini sudah tidak ada sampah seperti tadi. Dan karena aku sudah menyelesaikan tugasku, sekarang giliran kamu yang mengerjakan tugasmu." Erland mengerutkan keningnya.

"Tugas?" Maura menganggukkan kepalanya.

"Yap dan tugas kamu adalah masak. Aku lapar dari tadi siang aku belum makan sama sekali hanya makan cemilan saja yang aku beli di supermarket depan," ujar Maura.

Erland memutar bola matanya malas. Kata Maura tadi pagi, asalkan perempuan itu di tinggali bahan makanan, dia akan memasak apapun yang ia bisa. Tapi ternyata saat semua bahan makanan sudah lengkap masih saja perempuan itu lebih memilih untuk menahan laparnya dan memilih untuk membeli cemilan yang tidak akan mengganjal rasa laparnya. Tapi tunggu sebentar, Maura beli makanan dengan uang siapa? Jangan bilang...

"Kamu beli cemilan pakai uang yang aku berikan tadi pagi?" Dengan wajah tak bersalahnya, Maura menganggukkan kepalanya. Dimana hal tersebut membuat Erland menghela nafas.

"Habis berapa?" tanya Erland kembali. Ia pikir mungkin Maura hanya menghabiskan paling banyak 50 ribu saja tapi ternyata...

"200 ribu."

"Apa?!" Maura meringis mendengar suara teriakan dari Erland tadi.

"Cuma 200 ribu doang, Er. Ini hanya seperempat biaya yang aku keluarkan saat beli cemilan karena biasanya aku menghabiskan 1 juta. Jadi tidak masalah lah," ucap Maura.

"Tidak masalah katamu. Astaga cari uang 200 ribu itu susah Maura! Dan jangan bandingkan pengeluaranmu yang dulu dan sekarang. Sudah aku tegaskan berkali-kali kalau kamu sudah bukan lagi Maura yang dikelilingi dengan harta kedua orangtuamu yang melimpah itu tapi kamu itu sudah menjadi seorang istri yang harusnya memikirkan besok pagi mau makan apa dengan uang yang aku berikan agar 1 bulan uang 2 juta itu cukup untuk kita hidup sehari-hari. Tapi kamu... astaga ya Tuhan!" Erland mengusap wajahnya dengan kasar. Baru dua hari ia menjalani hidup rumah tangga dengan Maura tapi kepalanya terasa mau pecah. Bagaimana jika selamanya ia hidup dengan Maura tanpa perempuan itu mau merubah kebiasaan buruknya itu. Sudah dipastikan mungkin dirinya akan stress.

Dan dengan menatap wajah Maura dengan tangan yang terkepal erat, Erland memilih untuk pergi dari hadapan Maura daripada dirinya nanti lepas kendali sampai berakhir melukai Maura yang merupakan alasan dirinya emosi saat ini.

Sedangkan Maura yang melihat kepergian dari Erland pun ia menatap punggung yang berjalan menuju ke dapur dengan menggaruk kepalanya.

"Bukannya dia tadi marah tapi kenapa sekarang malah pergi gitu saja tanpa melanjutkan aksi marah-marahnya?" gumam Maura bertanya-tanya sendiri. Namun beberapa saat setelahnya ia menggedikkan bahunya acuh lalu setelahnya ia memilih untuk menuju ke arah kamarnya. Membersihkan tubuhnya adalah tujuannya sebelum nanti ia akan makan malam karena ia yakin kepergian Erland tadi untuk membuatkan makanan untuknya seperti yang ia perintahkan tadi.

1
Tifanny Lette
ada tdk cerita papa Aiden dan istrinya Thor?
Yeni Erlinawati: ada kak judulnya My Bos CEO
total 1 replies
Defi
Afif cepat kasih tahu bang Er, bisa ngamuk bang Er sama kamu kalau tahu Maura dibawa ke rumah sakit
Anonim
Kirain kembar anaknya
Anonim
Bagus ceritanya
Fadil21 Nazwa
bagus pake bingittt , 👍👍👍
Yeni Erlinawati: terimakasih kakak 🤗❤️
total 1 replies
Fadil21 Nazwa
qok bisa ya Thor bikin cerita'a gak bosan bosan d baca, malah mo lagi mo lagi Kya makan momogi 😍😍😍
Yeni Erlinawati: waduh jadi pengen makan momogi nih. terimakasih kakak. Happy reading ya ❤️
total 1 replies
ai yua
aku mau dua2 yg my bos CEO dan Zico kk
Hany
siap thoor, meluncur 🏃🏃
Entin Fatkurina
siap meluncur
Ummi Ilhamdanaini
ternyata sudah tamat ya...sy nungguin 😁 😊 tetap semangat ya dlm berkarya,smoga sll ada ide cemerlang 👍👍💪💪💖💖
Yeni Erlinawati: Aamiin. Terimakasih atas dukungannya kak. jangan lupa mampir di ceritaku yang lain ya❤️🤗
total 1 replies
SaSa🐕
Thanks author untuk kaya yang berkesan ini, selalu ditunggu kelanjutan sampai nanti 7 turunan pun😂...
Yeni Erlinawati: Ya ampun kalau begitu semua ceritaku tentang keluarga Abhivandya doang dong😂
total 1 replies
Hany
karena sakit ngamar di rumah sakit jadi gak tau kalau babang Erland Uda end,makasih thoor,Uda menemani kami para readermu selama,selalu sehat n tetep semangat,semoga makin sukses dan makin lancar reziknya amin 🤲💪🥰😘🙏
Hany: makasih dek Yeni 🙏😊💪
total 4 replies
Khayati 123
Biasa
Entin Fatkurina
pasti kangen deh dengan bang er dan maura, semoga nanti cerita bang er, nyelip di ceritanya babang zico, tetap semangat dan sukses selalu buat yeni ku sayang.
Yeni Erlinawati: Pasti ada kak nanti 😂
total 1 replies
Ika R Des
gak bosen² lah thor baca nya...
dri Mak bpknya, dri kisah mereka trio. .
trs crita abang er...
lanjut yaa thor....
kalo bisa smpe kisah cucu nya
Yeni Erlinawati: waahhh terpantau pembaca setiaku nih🤭 terimakasih ya kak atas dukungan Kakak selama ini. love sekebun ❤️
total 1 replies
Radya Arynda
ok... tamat sudah....semangaaaat💪💪💪💪💪
Radya Arynda: siap caaaantik......cepet rilis ya ceritanya, , , , 💪💪💪
total 2 replies
Iffah Olivia
yah tamat si thor belum puas thor
Yeni Erlinawati: hehehe iya nih Kak. Otaku udah stack kak buat cerita ini😂
total 1 replies
Indar
eh sdh tamat saja kirain mau ada cerita kerempongan ngurus baby dalton 🤭 terima kasih atas ceritanya 🤗🤗 sukses terus 💪💪 dan ditunggu cerita bang ziconya 🥰🤗
Indar: iya sama2 🤗🤗 🥰
total 2 replies
Indar
lanjut kak, tetap semangat 💪💪🤗
SaSa🐕
yukk kakk dilanjut...💪🏻💪🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!