NovelToon NovelToon
Aku Menikahi Musuhku

Aku Menikahi Musuhku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Anak Yatim Piatu / Romansa / Tamat
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Ferina

Mata tajam itu terus membuat Nara selalu ketakutan. Mata yang pada malam itu menyorot ke arah dirinya sambil menyeringai. Nara ingat dengan jelas bagaimana ia tersenyum evil lalu kemudian membunuh keluarganya hingga hanya dirinya yang selamat. Bagi anak yang baru saja berumur 10 tahun, ia tak begitu mengerti dengan permasalahan orangtunya.

Hingga seseorang menyelamatkannya dari marabahaya itu, sang bodyguard pribadi ayahnya. Nara sangat merasa bahagia dan menganggap Alden adalah pahlawan dalam hidupnya.

Tapi siapa sangka jika Alden memiliki sebuah rahasia yang sangat menyakitkan bagi Nara. Saat ia mengetahuinya Nara langsung mendapatkan tindak kekerasan baik fisik dan seksual. Dan dari situ Nara sadar tatapan Alden sama dengan tatapan di malam kelam tersebut. Tatapan orang yang telah membantai keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 26

Alden berusaha untuk melarikan diri dari kejaran polisi yang memburunya. Ia juga berusaha sambil menyelamatkan Nara.

Nara memeluk tubuh Alden dengan sangat erat. Pria itu juga bahkan sangat perhatian kepada Nara dan tak membiarkan Nara untuk berlari.

Agar demi kebaikan Nara dan juga bayi yang tengah dikandung oleh Nara, Alden rela menggendong Nara di punggungnya.

Perempuan itu berusaha untuk berpegangan dengan sangat erat kepada Alden. Ia membiarkan Alden melakukan segalanya untuk membuktikan kesetiannya.

Melihat betapa tulus seorang Alden menyelamatkan dirinya membuat Nara pun sadar bahwa cinta Alden kepada dirinya sangatlah besar.

Nara merasa sangat bersalah karena semua ini. Ia pernah tak mempercayai perasaan Alden.

"Apa aku boleh bertanya sesuatu kepada mu?" tanya Nara dengan suara pelan.

Tapi di telinga Alden terdengar sangat jelas. Pria itu mengangguk mempersilakan agar Nara menannyakan sesuatu yang telah membuat hatinya ganjal.

"Kenapa kau membunuh orang tua ku?" Memang pertanyaan itu tidak pas untuk situasi saat ini yang sangat menegangkan.

Tapi entah kenapa menurut Nara pertanyaan itu sangat penting bagi dirinya. Ia membutuhkan jawaban Alden.

Alden terdiam. Pas ketika itu hujan turun hingga menambah suasana. Alden pun berhenti berjalan dan melirik Nara.

"Kau tahu ada sesuatu yang telah membuat ku membunuh orang tua mu. Tapi aku sengaja menutupinya dari mu. Tapi sepertinya kau tahu jika ada yang aku sembunyikan dan aku tak bisa lagi mengelak memang ada alasan yang sangat besar membuat aku untuk mengambil keputusan itu," ucap Alden dengan suara seraknya.

"Katakan apakah sesuatu itu?" tanya Nara.

"Ayah dan ibu mu merupakan seorang pembisnis besar. Mereka selalu membangun tempat-tempat untuk bisnis mereka. Tentunya hal itu akan memakan banyak korban. Mulai dari para warga yang akan digusur serta para pekerja yang jarang diberikan upah. Hal itu mengakibatkan mereka menyimpan dendam kepada orang tua mu tak terlebih aku. Aku sangat membenci orang tua mu karena dia rumah kami digusur, dan ibu ku sampai meninggal karena tak memiliki tempat tinggal. Setelah itu aku sangat membenci dunia dan aku berusaha untuk membalikkan keadaan. Aku diliputi dendam dan ingin membunuh orang tua mu, dan keinginan ku Sudja tercapai. Mungkin saat ini aku sudah lega. Tapi mengingat dia adalah orang tua dari orang yang sangat aku cintai membuat aku tak bisa berbuat lebih banyak dan selalu kepikiran."

Nara sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Alden. Benarkah itu faktanya? Apakah selama ini orang tuanya yang tak ingin memberitahukan pekerjaan mereka karena pekerjaan tersebut sangatlah ilegal dan juga memakan banyak orang?

Pertanyaan itu terus berputar di otak Nara. Air matanya berkumpul karena tak menyangka jika orang tuanya ajak sekejam itu.

"Apakah yang kau katakan benar?"

Alden menurunkan Nara dari punggungnya. Kemudian ia memeluk tubuh wanita itu.

"Semua yang aku katakan adalah kenyatannya. Maafkan aku telah membuat mu tak percaya kepada diri ku dan juga telah membunuh orang tua mu. Setelah ini aku akan bertanggung jawab dan meminta maaf di depan kuburan orang tua mu."

Nara tak bisa berkata-kata. Ia hanya menangis hingga rombongan Monica dan Edgar pun datang. Orang tersebut dalam kondisi penuh darah dan juga luka di tubuh mereka.

Milkita terkejut saat melihat mereka mengalami luka-luka. Apakah mereka seperti itu karena sedang berusaha untuk mengalamatkan dirinya?

"Kalian?"

"Tidak usah pikir kan kami. Cepatlah pergi, sebentar lagi mereka akan datang ke sini," ucap Monica yang menyuruh agar Nara dan Alden segera meninggalkan tempat tersebut.

Mendengar hal itu, tanpa banyak bicara lagi, Alden langsung menggendong tubuh Nara dan membawanya ke tempat yang lebih aman.

Benar saja mereka tengah dikepung oleh banyak orang. Alden pun memejamkan mata dan yakin bahwa dirinya akan selamat di sini.

"Kenapa mereka terus mengejar kita?"

"Karena dia menginginkan nyawa ku. Tenanglah, mereka tak akan membunuh mu. Jika itu terjadi mungkin itu semua karena ku."

Nara memerhatikan Alden yang berbicara tapi tetap waspada. Ia pun menarik napas panjang dan meraih tangan Alden.

Alden terkejut saat Nara menggenggam tangannya dan meletakkannya di atas perutnya.

"Terima kasih untuk semuanya. Kau benar-benar melakukan yang terbaik untuk ku dan calon anak kita."

Alden pun tersenyum dan mengecup puncak kepala Nara.

"Sama-sama. Kau tunggu aku di sini. Aku harus keluar membereskan semuanya. Kau jangan ke mana-mana."

Alden yang mendengar derap langkah kaki pun lantas segera pergi dari sana dan keluar untuk memberantas rombongan Paulus. Paulus adalah dalang dari semua kesalah pahaman ini. Ia yang mengendalikan orang tuanya Nara. Dan pria yang ditemukan Nara dulu yang membocorkan rahasianya adalah Paulus yang sedang menyamar.

Tembakan demi tembakan di luar menggema hebat membuat Nara menutup telinganya. Wanita itu ketakutan dan berusaha untuk tak keluar seperti yang dipesankan oleh Alden.

Namun ia berusaha untuk mengintip dan Alden memang berhasil membunuh Paulus. Paulus jatuh di depannya perlahan, tapi para polisi yang ada di lokasi segera berlari dan memasang senjata mengelilingi Alden.

Melihat itu membuat Nara tersungkur dan menangis. Sudah pasti Alden tak bisa lagi mengelak dengan kejahatan yang ia lakukan.

__________

TBC

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

1
Salmah Maulida
oi
Uswatun Khasanah
serius tamat.. cuma segini.. 😟
Ig: amandaferina6: iya kak. Huhuhu, gak bisa panjangin bulan ini
total 1 replies
mia guspiami
lanjut thot
mia guspiami
muda2 Aiden bisa lolos
Lien Yulia Lestari
Smoga Alden bisa berubah setelah menikah dengan Nara dan memiliki anak..bagaimanapun melihat pengorbanan Nara yg besar dan tanpa sadar sepertinya Nara sudah mencintai Alden
Julie555
semoga nara bisa bimbing alden ke jalan yg bener. biasa laki2 berubah kl di cintai dengan tulus
Lili Suryani Yahya
masih menikmati
Uswatun Khasanah
masih nyimak.. bingung jadinya..
Uswatun Khasanah
oh on.. hamil... 😱
Uswatun Khasanah
benci dan cinta beda tipis.. bingung nyingkapinya... 😔
Uswatun Khasanah
apa maksud ini heh.. Alden... 🤔
Uswatun Khasanah
diskip hareudang nya.. othornya masih polos rupanya.. 👍 semangat..
Uswatun Khasanah
ya.. digantung kayak jemuran.. nunggu sampek kering gak ni thor.. 😅
Uswatun Khasanah
aq gak bisa bayangkan setelah tau kebenarannya sama tersakiti nanti.. 😔
Sari Utami
lanjutt thor....semakin menarik👍
Uswatun Khasanah
oh.. my.. siapa dia.. konflik dimulaikah.. 🤔
Uswatun Khasanah
ya.. terasa kurang bacanya.. 😅
Sari Utami
lanjuttt kakkk
Uswatun Khasanah
hm.. musuhan nanti pada buciiinn.. aq suka.. 😁
Laras Azfar
aku mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!