Sequel : Burning Passion In Love!
Stefano, Casanova bastard yang sangat dingin. Prioritas utama adalah membalas dendam pada keluarga Weldon.
Dengan 2 saudaranya, Stefano berlayar menjadi seperti Ayahnya. Seorang Mafia kejam dan Pengusaha sukses.
Sebuah taktik keji mengharuskan di antara 3 pria kejam maju untuk menikah dengan Putri Mr Weldon. Alhasil Stefano yang maju untuk menikah dengan gadis baru lulus SMA.
Kisah rumit yaitu : cinta, dendam, benci, pembunuh dan gairah melebur menjadi kesatuan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPIL 2 - Adversity!
Hello, sambut Story ini dengan kerinduan!
Maaf banyak typo's bertebaran dan kesalahan dalam penulisan di bawah ini!
*****......•~•......****
Aku putuskan untuk ke Spanyol tepatnya di mana Anastasya dan Kaino tinggal. Aku putuskan untuk mencari tahu siapa itu Stefano dan Kevin. Jika benar dia Putra Zefer dan Yara maka misi itu berakhir.
Aku tidak akan pernah menyerah mencari tahu siapa kedua pria itu. Ya Tuhan tunjukan petunjuk-Mu agar saya bisa menemukan titik terang. Semoga saja semua lekas berakhir penuh kebahagiaan agar tidak ada darah berhamburan.
Stefano, di mana kamu Nak? 20 tahun Paman mencari mu, tetapi tidak kunjung bertemu. Dari data yang ku cari tentang Stefano dan Kevin mereka telah meninggal 3 tahun setelah itu. Apa itu benar adanya? Aku rasa mereka masih hidup. Kedua keponakanku semoga kalian lekas Paman temukan.
Andai salah satu dari kalian Paman temukan maka semua berakhir. Rahasia ini akan terpecahkan dengan keadilan yang sesungguhnya. Paman hanya ingin memberi tahu rahasia besar yang akan selalu Paman simpan. Ya Tuhan tolong pertemukan aku dengan mereka.
Saat di Spanyol hal tidak mengenakan terjadi ketika Kaino memaki diriku. Bahkan Anastasya meneriaki penuh kebencian. Apa salahku sehingga mereka begitu? Aku bodoh tentu saja karena tragedi itu. Tolong maafkan aku jangan lakukan hal menyakitkan. Jika mau menghukum hanya Stefano yang berhak atas nyawaku.
Aku hanya ingin pergi dengan damai di tangan Stefano. Hanya anak Zefer yang boleh membunuh Pamannya. Di akhir maka rahasia itu tercetus maka Stefano yang harus membalas atas semuanya. Stefano tolong jika kamu masih hidup datanglah balas kesakitan atas semuanya.
Aku kembali datang ke rumah mewah Kaino dan Anastasya. Tetapi, lagi-lagi penolakan serta makian aku dapat hingga 1 pekan akhirnya mendapat akhir yang memuaskan. Mereka mengatakan Stefano dan Kevin telah meninggal dan makamnya ada di Albury Australia. Benarkah semua yang kudengar? Karena tidak percaya aku memilih menginterogasi soal Stefano dan Kevin.
Aku terperangah saat mereka bilang Stefano dan Kevin memang anak kandung mereka. Aku tertohok saat mereka memberi nama Stefano dan Kevin agar mengenang mendiang keponakan. Aku lebih sakit saat nama Zefer, Yara, Thomas dan Emma serta Kaviya tercetus seolah menyindir diriku. Sabar Adam ada kalanya semua akan baik-baik saja.
Akhirnya aku pulang, tetapi ke Australia tepatnya di pelosok desa Australia. Tepatnya di Albury yang sangat sejuk. Aku ingin bertemu wanita itu untuk menanyakan semuanya.
Saat sampai pelosok desa Albury wanita beranak 1 mempersilakan masuk. Mereka menyambut kedatanganku secara baik. Aku ambil uang untuk kehidupan mereka agar tidak kekurangan. Aku terus berusaha demi kalian jangan takut.
"Paman, kenapa tidak bilang mau kemari. Audrey belum buatkan makanan yang lezat."
"Tidak perlu repot, Nak. Bagaimana keadaan Ayah dan Ibumu?"
"Ayah seperti biasa dan Ibu selalu setia menjaga Ayah. Paman apa kabar?"
"Baik, kamu bagaimana Audrey? Mana Allen dan Jordan?"
"Mereka sedang di kebun bersama Ayah dan Ibu. Paman mau aku panggilkan mereka."
"Iya, apa tidak merepotkan?"
"Tidak, tunggu dulu ya, Paman."
Aku terdiam di rumah sederhana ini yang penuh kesejukan. Maafkan aku memberi tempat kecil di pelosok desa agar kalian aman. Di sini warganya tidak ada yang jahat terkesan ramah dan bersahabat. Aku senang mereka bahagia ada di sini.
Kalian tenang saja aku akan membawa seseorang yang menyelamatkan kita. Kalian akan bebas di bawah perlindungan orang yang tepat. Aku tidak akan mengeluh karena kalian sangat berharga bagiku.
Aku merasa miris saat melihat dia menggunakan kursi roda di dorong Audrey. Aku langsung merengkuh tubuhnya yang ringkih. Maafkan aku tidak mampu berbuat banyak. Sungguh maafkan aku, Kak.
Wanita paruh baya yaitu Istri pria paruh baya yang malang memberikan senyuman dan ucapan terima kasih. Terlihat masih sama wanita ini begitu mencintai prianya sepenuh hati. Begitu pun dengan pria malang yang sangat mencintai wanitanya.
"Apa anak-anakku sudah di temukan?"
"Belum, ya?"
Aku terdiam mendengar pertanyaan sama seperti sebelumnya. Maafkan aku tidak bisa menemukan anak-anak kalian. Tolong jangan bersedih aku janji anak kalian akan datang untuk membawa kalian pulang.
Aku hanya bisa menunduk sedih memperlihatkan dukaku. Keterpurukan ini sangat menyiksa batin. Tolong maafkan aku tidak becus mencarinya. Aku tidak mau kalian terus berharap akan harapan palsu. Tolong maafkan aku yang lemah ini.
"Belum, ya,? Apa benar anak-anakku sudah meninggal? Hati kami mengatakan mereka masih hidup sampai sekarang. Tolong temukan mereka bawa kemari. Aku sangat rindu Putraku. Jika saja tidak lemah aku sendiri yang datang mencari dan membalas semuanya. Tolong Adam bawa mereka dalam keadaan baik-baik saja. Jika sudah menemukan anak-anak jaga mereka sepenuh hatimu. Aku rindu sangat rindu ingin melihat anakku. 23 tahun kami berpisah dengan cara menyedihkan. Aku mau kamu cepat temukan anakku supaya tidak menjadi Iblis yang merenggut ratusan nyawa tidak berdosa. Cukup aku yang menjadi iblis di masa lalu jangan anak-anakku."
Aku menangis sembari mengaguk lemah. Aku yang tidak tahan berlalu untuk meredam sakit hati. Tolong ya Tuhan beri cahaya untuk kami. Hingga aku tersentak saat Istrinya menepuk bahuku. Wanita yang mampu menjadi pelita sahabatku.
Wanita ini hanya meminta yang terbaik. Dia ingin segera bertemu anaknya. Dia memberikan dukungan untukku supaya lekas selesai. Aku janji sebentar lagi Putra kalian akan datang menjemput kalian. Tunggu saja saat anak-anak kalian menuntut balas akan kematian. Penderitaan ini akan segera berlalu jangan takut.
****•~•......•~•****
Stefano menyeringai penuh kemenangan saat Queenaia menjauhi Weldon. Rencananya ada di depan mata telah terlihat. Tunggu kurang 2 bulan lagi maka semua selesai. Weldon mati di depan Queenaia yang malang. Apa lagi Evceen juga akan segera datang meraih kehancuran hati Queenaia tersayang.
Setiap hari Queenaia pergi ke kantor tempat Stefano bekerja. Dia selalu ramah pada para karyawan yang menyapanya. Dia kadang sebal sekaligus risi pada Rihana. Sekretaris ini begitu terang-terangan menyatakan suka pada Suaminya. Queenaia jijik melihat penampilan wanita itu terlalu terbuka menampilkan lekuk tubuh sempurna.
Mata indah mendung dengan bibir merengut sebal. Queenaia ingin mencakar Rihana seenak jidat melakukan kontak fisik pada Stefano. Prianya terlihat biasa saja saat sekretaris itu menyentuh tangan atau pura-pura menempelkan lengan. Queenaia akui tubuh Rihana sintal menggoda. Dada besar membusung menggoda. Pantat bulat padat di tunjang pinggang ramping serta wajah cantik.
Queenaia melihat dirinya sendiri untuk menelisik penampilannya. Wajah mungil, tetapi memiliki pipi gembul. Bibir tebal, hidung mancung terkesan mungil. Mata besar memikat apa lagi netra matanya yang indah. Tubuh 163 itu menurutnya tinggi. Tetapi, jika di dekat Stefano hanya sebatas bahu. Badan kerempeng alias mungil. Tubuhnya cukup sintal jangan salah dia memiliki dada lumayan besar padat. Apa lagi bokong juga padat walau ia kecil mungil.
Stefano menyuruh Rihana keluar dari ruangannya. Dia menekan remote untuk mengunci pintu agar tidak ada yang mengganggu kebersamaan mereka. Dia mendekati Queenaia bak predator ketika wanitanya terdiam.
"Melamun, apa?" bisik Stefano seductive.
"Umh," lenguh Queenaia.
Queenaia memiringkan kepala karena merasa geli. Dia menahan tangan besar Stefano saat mendapat remasan di dadanya. Ia merasa sakit karena dadanya semakin sensitif serta sedikit nyeri. Efek mengandung membuatnya lemah dan terkesan mudah menangis. Mood berubah-ubah membuat Queenaia ingin emosi tidak jelas. Bahkan sampai sekarang Stefano belum tahu perihal kehamilannya.
Stefano menggendong Queenaia untuk di rebahkan di sofa. Tangan kekarnya dengan cepat membuka kemeja polos Istrinya. Dia sedikit marah menerima penolakan Istrinya. Stefano membuka kasar pengait bra dan membuang ke sembarangan arah.
Queenaia meronta tidak mau Stefano menyentuhnya. Dia berusaha mendorong dada bidang Suaminya, tetapi kekuatannya begitu lemah. Ia hanya menggigit bibir agar tidak menangis keras. Rasanya begitu menyiksa saat tangan kekar Stefano meremas kuat dadanya. Queenaia menangis dalam diam ketika Suaminya mencium leher dan dadanya.
"Payudaramu semakin besar dan keras. Sangat menggoda aku suka," ucap Stefano belum sadar Queenaia menangis karena ulahnya.
Queenaia yang merasa kesakitan berusaha keras mendorong Stefano. Berhasil dia langsung meringkuk di pojok sofa. Ia tutup tubuhnya dengan tangannya. Queenaia hanya ingin yang terbaik untuk buah hati senantiasa ingin dilindungi.
Stefano menarik lengan Queenaia lalu menarik dagu sang Istri kasar. Dia sedikit terenyuh melihat air mata Istrinya banjir tanpa isakkan. Apa dia terlalu keterlaluan sampai membuat Istrinya menangis begini? Stefano melepas jasnya untuk menutup tubuh Queenaia.
Queenaia mengeratkan jas Stefano sembari mundur menghindar. Dia ingin pulang tidak mau bertemu Stefano. Kandungannya masih lemah terkesan sangat lemah. Ia memungut bra dan kemejanya untuk di masukan ke tas. Queenaia berniat ganti di bathroom lalu pulang ke rumah.
Sebelum Queenaia berlalu Stefano menarik tangan cukup keras. Dia rengkuh Istrinya cukup erat. Dengan lembut ia mengatakan banyak kata maaf. Stefano mengusap air mata Queenaia kemudian memberikan ciuman sayang di seluruh wajah sang Istri. Dia kecup bibir tebal Istrinya penuh sayang.
Queenaia merasa sakit pada perutnya gara-gara benturan cukup kuat. Dia yang pusing nyaris jatuh merosot ke bawah. Ia meremas perutnya karena terasa nyeri. Apa ia harus mengatakan ada kehidupan baru di rahimnya? Apa Stefano mau mengakui anak ini? Apa Suaminya akan membiarkan anaknya hidup dalam ketenangan? Queenaia takut jika rahasianya terbongkar dengan si kecil lenyap memilih bungkam.
Stefano panik saat Queenaia menggerang kesakitan. Dia tanpa ba-bi-bu menggendong Istrinya menuju luar. Tujuannya hanya satu ke rumah sakit agar Istrinya baik-baik saja. Sungguh ia sangat khawatir melihat Istrinya mengeluarkan keringat dingin. Stefano heran kenapa bisa Queenaia lemah begini?
"Sa--sakit," lirih Queenaia.
"Tenang kita akan ke rumah sakit segera."
Queenaia menyandarkan kepalanya di bahu lebar Suaminya. Dia yakin Stefano tidak akan membiarkan kesakitan. Ia sangat sadar seberapa besar cinta sang Suami untuknya. Queenaia percaya Stefano akan menjadi orang baik.
Stefano menyuruh bawahan untuk mengantarnya ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan ia terus menyeka keringat Istrinya. Hatinya begitu ngilu saat Istrinya bernapas putus-putus. Ingin sekali Stefano memaki diri sendiri telah menyakiti Queenaia yang malang.
*****~•~ΦΦΦ~•~*****
Hayo bagaimana?
Apa Queenaia akan memberitahu kandungannya ke Stefano?
Rose_Crystal_030199
sukses
semngt
mksh
keren